
Pesta perpisahan di taman kota berlangsung meriah. Ketiga pria dari masa lalu, Jayak, Mado, dan Kunta, dikelilingi oleh warga kota yang ingin berbicara dengan mereka, berfoto bersama, atau sekadar berbagi tawa dan cerita.
Di tengah kerumunan, Dr. Emily, ilmuwan yang membantu mereka membuka portal, menghampiri mereka dengan tangan terulur, membawa sebuah perangkat kecil. Perangkat itu memiliki layar kecil dan beberapa tombol di sekitarnya.
"Ketiganya, saya ingin memberikan sesuatu kepada Anda sebagai kenang-kenangan," kata Dr. Emily dengan senyuman hangat.
Jayak, yang selalu waspada, menerima perangkat itu dengan penuh kehati-hatian. "Apa ini?"
Dr. Emily menjelaskan, "Ini adalah perangkat yang bisa merekam dan memutar pesan video. Kami merekam pesan dari masa kini untuk Anda bertiga."
Kunta menunjukkan minat yang nyata. "Itu terdengar menarik. Apa yang ada dalam pesan itu?"
Dr. Emily tersenyum. "Anda akan tahu sebentar lagi. Mari kita lihat pesan tersebut bersama-sama."
Dengan tekad yang tinggi, Jayak menekan tombol untuk memutar pesan video tersebut. Layar kecil di perangkat itu mulai bercahaya, dan gambar muncul. Di layar, mereka melihat seorang ilmuwan muda yang tampak cerdas dan berpengetahuan.
Ilmuwan muda itu tersenyum pada kamera. "Halo, saya dari masa kini. Saya ingin menyampaikan pesan khusus kepada Anda, ketiga pria berani yang datang dari masa lalu."
Kunta, Mado, dan Jayak mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka tak sabar untuk mengetahui isi pesan tersebut.
Ilmuwan muda itu melanjutkan, "Kami ingin Anda tahu bahwa perjalanan Anda ke masa kini telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah kami. Kisah Anda tentang persahabatan, keberanian, dan keteguhan hati telah menginspirasi banyak orang di sini."
Mado tersenyum bahagia. "Itu sangat mengharukan."
Ilmuwan muda itu melanjutkan, "Kami berharap Anda akan kembali ke masa lalu dengan kenangan yang indah tentang petualangan ini. Dan, siapa tahu, mungkin suatu hari nanti, teknologi kami akan memungkinkan kami untuk melakukan perjalanan waktu dan bergabung dengan Anda di masa Anda."
Kunta tertawa ringan. "Itu akan menjadi petualangan yang menarik."
Namun, saat Jayak merasa yakin bahwa pesan itu sudah selesai, perangkat itu terus merekam. Jayak, tanpa sadar, mulai berbicara kepada kamera, seolah-olah berbicara kepada dirinya sendiri.
"Apakah ini masih merekam?" tanya Jayak dengan kebingungan.
Dr. Emily mencoba menarik perangkat itu dari tangan Jayak, tetapi sudah terlambat. Semua yang Jayak katakan tercatat dalam pesan.
"Apakah ini masih merekam? Oh, saya melihat diri saya sendiri di sini. Saya tampak konyol dengan ekspresi bingung ini!" Jayak berkata sambil memegang dagunya dengan tangan dan melirik kamera dengan mata yang tak terlalu percaya diri.
Warga kota yang hadir di sekitarnya tertawa terbahak-bahak. Jayak, yang sebelumnya selalu terlihat serius, membuat semua orang terhibur dengan tingkah lucunya.
__ADS_1
Mado dan Kunta bergabung dalam tawa. "Jayak, Anda adalah bintang baru acara komedi!" kata Mado.
Kunta menambahkan, "Saya pikir ini adalah momen terbaik dalam sejarah kita di masa kini!"
Meskipun Jayak merasa malu, dia akhirnya tersenyum dan ikut tertawa. Bagi mereka, momen ini adalah bukti bahwa meskipun mereka berasal dari zaman yang berbeda, persahabatan mereka adalah sesuatu yang berharga dan akan selalu menghasilkan kenangan yang tak terlupakan.
Saat pesan video akhirnya berakhir, mereka tahu bahwa mereka telah meninggalkan kesan yang mendalam di masa kini dan memiliki kenangan yang akan mereka bawa pulang ke masa lalu. Dalam canda dan tawa, ketiganya merasa bahwa perjalanan mereka ke masa kini adalah pengalaman yang tak terlupakan yang akan selalu mereka kenang.
Pesta perpisahan di taman kota telah berlangsung dengan meriah. Suasana yang hangat dan penuh canda tawa membuat ketiga pria dari masa lalu, Jayak, Mado, dan Kunta, merasa terharu oleh sambutan yang mereka terima dari warga kota modern ini. Waktu berlalu begitu cepat, dan kini saatnya untuk kembali ke zamannya masing-masing.
Saat matahari terbenam di ufuk barat, suasana taman kota mulai mereda sedikit demi sedikit. Ketiga pria itu mengumpulkan diri mereka di bawah pohon besar yang rimbun, tempat mereka pertama kali tiba di masa kini. Dr. Emily, ilmuwan yang membantu mereka, juga hadir untuk mengawasi proses kembali mereka ke masa lalu.
Mado, yang selalu memiliki kata-kata bijak, berbicara terlebih dahulu, "Waktu berlalu begitu cepat. Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman ini."
Jayak, yang biasanya pendiam, mengangguk setuju. "Kita telah belajar begitu banyak dan mengalami begitu banyak hal bersama-sama. Pengalaman ini akan selalu menjadi bagian dari kita."
Kunta, yang selalu tajam dalam berbisnis, tersenyum pada mereka. "Kita mungkin akan kembali ke masa lalu, tetapi kita akan membawa kenangan-kenangan indah dari sini."
Saat mereka berbicara, teman-teman baru yang mereka buat selama perjalanan mereka ke masa kini mendekati mereka. Beberapa warga kota bahkan membawa oleh-oleh kecil sebagai kenang-kenangan.
Seorang wanita muda yang pernah berbicara dengan Kunta memberikan dia sebuah kerajinan tangan yang indah. "Ini adalah oleh-oleh untuk Anda, Pak Kunta. Semoga Anda ingat kami."
Mado mendapatkan sejumlah buku modern sebagai hadiah, yang akan dia bawa pulang sebagai kenangan. Jayak menerima sebotol parfum modern yang harum, yang akan menjadi hadiah yang tak terlupakan.
Sementara itu, Kunta mendapat sebuah topi baseball dengan logo tim olahraga modern. Dia meletakkan topi itu dengan bangga di kepala dan berkata, "Ini akan membuat saya terlihat sangat modern saat kami kembali."
Ketiganya berbagi pelukan dan ucapan selamat tinggal dengan teman-teman baru mereka. Suasana taman kota menjadi semakin haru seiring berakhirnya pesta perpisahan.
Di tengah-tengah suasana haru, tiba-tiba ada sesuatu yang tak terduga. Seekor anjing kecil dengan bulu lebat berwarna cokelat datang melintas di antara mereka. Anjing itu menghampiri Kunta dan dengan riang menjilat sepatunya.
Kunta terkejut dan bingung. Dia menatap anjing itu dengan ekspresi heran. "Apakah ini anjing 'kurir' di zaman modern?" tanyanya kepada teman-teman barunya.
Semua orang tertawa. Wanita muda yang memberikan hadiah kepada Kunta menjawab, "Bukan, dia hanyalah anjing peliharaan warga kota yang suka menyapa tamu-tamu yang datang. Dia adalah teman yang baik."
Anjing itu terus menjilat sepatu Kunta, seolah-olah memberikan selamat tinggal dan mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Kunta akhirnya tersenyum dan mengelus kepala anjing itu. "Terima kasih, teman."
Waktu untuk keberangkatan semakin dekat. Dr. Emily mengingatkan mereka tentang persiapan terakhir sebelum menggunakan batu permata untuk kembali ke masa lalu.
__ADS_1
Mado, Jayak, dan Kunta berdiri berdampingan, merangkul satu sama lain dalam sebuah pelukan terakhir. Mereka melihat ke langit yang mulai menjadi gelap, mencermati cahaya bintang-bintang yang bersinar di atas mereka.
Mado berkata dengan lembut, "Saat kita tiba di masa lalu, kita akan memiliki cerita yang tak terlupakan untuk diceritakan."
Jayak menambahkan, "Kita akan selalu menjadi saudara dalam waktu."
Kunta tersenyum dan mengangguk. "Dan ingatlah, kita mungkin kembali ke zamannya masing-masing, tetapi persahabatan kita akan tetap kuat."
Dengan tangan yang bergetar, mereka mengangkat batu permata itu dan bersiap-siap untuk kembali ke masa lalu mereka masing-masing. Mereka mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman baru mereka dan menghadap masa depan dengan penuh rasa syukur atas pengalaman yang tak terlupakan ini.
Ketiganya berdiri di depan portal yang berkilauan, yang sebentar lagi akan membawa mereka kembali ke masa lalu. Matahari telah terbenam sepenuhnya, dan taman kota yang meriah tadi kini mulai terasa sunyi.
Mado melirik Jayak dan Kunta dengan senyum penuh nostalgia. "Ini adalah saatnya untuk pulang."
Jayak, yang biasanya pendiam, mengangguk setuju. "Kita harus kembali ke tempat yang menjadi rumah kita."
Kunta, yang selalu tajam dalam berbisnis, menghela nafas dalam-dalam. "Saya akan merindukan masa kini, tetapi kita punya tanggung jawab untuk kembali."
Namun, ketika mereka hendak melangkah menuju portal, Jayak tiba-tiba berbalik dan berlari ke arah gerobak makanan yang masih tersisa di taman. Dia mengambil sebungkus makanan cepat saji dan membawanya kembali ke portal.
Semua orang yang hadir di sekitar mereka tertawa melihat kelucuan dan ketidakbiasaan Jayak. Kunta berkomentar dengan senyum, "Jayak, Anda benar-benar telah terinspirasi oleh makanan modern."
Jayak hanya tersenyum sambil memegang bungkusan makanan itu erat-erat. "Untuk perjalanan pulang," ujarnya dengan tegas.
Mado tertawa dan menambahkan, "Setidaknya kami tidak akan merasa lapar di dalam portal waktu."
Dr. Emily mengingatkan mereka, "Waktu untuk kembali telah tiba. Portal ini tidak akan terbuka lama. Kita harus segera masuk."
Dengan langkah gontai karena bawaan makanannya, ketiganya mendekati portal. Mado dengan lembut memeluk Dr. Emily, mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan dukungannya selama petualangan mereka di masa kini.
Kunta juga berjabat tangan dengan beberapa teman yang telah mereka buat selama di sini. "Sampai jumpa, teman-teman. Kami akan merindukan kalian."
Saat tiba giliran Jayak untuk berpamitan, dia merasa sungguh-sungguh. Dia merangkul Dr. Emily dengan erat dan berkata, "Anda telah memberi kami kesempatan untuk mengenal dunia yang baru. Terima kasih."
Dr. Emily tersenyum dan menjawab, "Terima kasih atas petualangan yang tak terlupakan ini. Semoga kami bertemu lagi di masa yang akan datang."
Dengan perasaan campur aduk, ketiganya akhirnya melangkah ke dalam portal yang bersinar terang. Mereka merasa diri mereka ditarik oleh kekuatan yang tak terlihat, dan dalam sekejap mata, mereka menghilang dari taman kota modern dan kembali ke masa lalu mereka masing-masing.
__ADS_1
Di taman kota yang sunyi, warga kota modern yang masih tersisa saling pandang dengan senyuman hangat dan penghargaan. Mereka tahu bahwa ketiga pria dari masa lalu telah membawa banyak kebahagiaan dan inspirasi selama kunjungan mereka. Sebuah babak baru dalam sejarah taman kota mereka telah ditutup, tetapi kenangan akan petualangan yang tak terlupakan itu akan tetap hidup selamanya.