
...~**Utusan Sang Oxford untuk memusnahkan semua Mahluk yang tak tau diutung dan untuk membebaskan masyarakat yang tertindas~...
...°...
...°**...
...°...
...°...
...°...
...°...
Pada abad ke 9 diaula kerajaan para dewa sedang dilakukan rapat dadakan.Rapat diadakan untuk membahas perihal yang terjadi beberapa saat yang Lalu
Flashback on
Secara tiba-tiba cuaca yang cerah menjadi gelap diiringi dengan suara hantaman besar dari langit angin kencang bertiup mengguncang alam semesta dari dunia bawah, tengah hingga ke dunia atas tempat para dewa.
Diduania Atas.
"bencana apa yang sedang terjadi di alam semesta ini"mengapa Semesta seakan ingin menyampaikan sesuatu" suara panik dari para dewapun terdengar, entah apa yang akan terjadi mereka sama sama tidak ada yang tau.
"Ya yang mulia Raja Ayan seperti kita harus melakukan upacara untuk bertanya kepada sang Oxford"terdengar suara dewa bulan memberikan usulan yang memang sudah dipikirkan oleh dewa dewa yang lain tapi seolah bisu mereka hanya melihat keatas dengan tatapan kosong.
Saran tersebut sontak mengembalikan kesadaran sang Raja dan segera menetralkan kembali ekspresi wajah nya"Aku setuju, segera lakukan siapkan yang dibutuhkan untuk upacara sekarang" perintah sang raja.
Upacara dilakukan dengan cuaca yang masih belum berubah, masih dengan bencana ya membuat manusia yang berada di dunia tengah was-was dan para iblis kecil yang berada di dunia bawah merasa panik tapi tidak untuk para pemimpin di kedua dunia itu mereka seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat menggangu pikiran mereka.Syarat terakhir upacara telah diserah kan tiba-tiba cuaca bertambah gelap dengan asap hitam yang memenuhi langit diiringi petir yang menggelegar sekita muncul cahaya terang tepat dengan kedatangan sosok yang sangat disegani oleh semua mahluk dialam semesta terkecuali pimpinan dunia bawah yang hanya pura-pura segan saja.
"Salam kepada sang Oxford alam semesta" maaf telah mengundang sang Oxford dicuaca yang buruk seperti ini" ucap Raja Ayan.
"Salam mu Aku terima,Aku sudah tau tujuan mu memanggilku maka dengarkanlah baik-baik yang aku ucapkan"**aku Sang Oxford atas saran pendamping ku Elisa memutuskan untuk mengirimkan seseorang yang akan menghancurkan pemimpin dunia bawah yang sudah berpura-pura baik terhadap semua klan dan juga sudah melakukan pemberantasan didunia tengah secara sembunyi sembunyi tidak hanya itu untuk mu pemimpin dunia bawah yang sudah sering berdusta lalu meminta ampun setelah nya melakukan kesalahan lagi kau tidak akan terampuni kelak oleh keturunan ku sendiri bahkan kau tidak akan mendapatkan kehidupan kembali. Ingat semua ini di abad ke 10 akan lahir keturunan ku langsung yang akan menghacurkan kejahatan, ketidakadilan,dan pemberontak seperti mu dan ini tidak hanya untuk mu pemimpin serakah tapi juga untuk semua klan yang sudah coba-coba bermain dibelakang ku" ucap sang Oxford lantang sambil memandang semua mahluk ciptaan nya dengan tajam sebelum akhirnya hilang bersamaan dengan redupnya cahaya terang.
__ADS_1
sesaat hening semua yang mendengar ucapan sang Oxford seakan tidak bisa dipercaya bagaimana tidak sang Oxford sampai mengirim utusan yang merupakan keturunan nya langsung sudah dipastikan betapa besar kemarahan sang Oxford terhadap hama hama alam semesta ini.
Flashback off**
"Yang mulia Raja Ayan Sekarang apa yang akan kita lakukan, hamba tidak menyangka bahwa sang Oxford akan mengirim keturunan nya langsung untuk mahluk yang tak tau diutung itu"ucap sang dewa matahari.
"Iyah hamba juga tak menyangka bisa sampai seperti itu, bahkan tadi kekuatan ku seakan dipaksa keluar dengan jumlah besar oleh sang Oxford"saut dewa petir.
"Saya tidak akan melakukan apapun untuk peristiwa ini"jawab sang Raja dengan santai.
Para dewa yang mendengarnya langsung menjatuhkan rahang mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan.
"Yang mulia apa Yang mulia sadar kita baru saja mengalami peristiwa yang mengerikan bagaimana kita bis..."belum selesai dewa matahari meneruskan perkataannya Raja dengan cepat mengatakan sesuatu sebelum setelah nya pergi dari aula.
"Dengar sang Oxford mengatakan akan menghukum orang yang salah,saya merasa saya tidak salah saya selalu berusaha adil terhadap semua orang.Jadi aku akan tetap seperti itu tapi jika kalian bersalah kalian wajib khawatir dengan keselamatan nyawa kalian" Ucap Raja Ayan.
Setelah kepergian Raja Ayan para dewa yang lain memutuskan untuk kembali ketempat tinggal mereka masing-masing. Rapat telah bubar semua nya masih memikirkan perkataan sang Oxford seperti apa keturunan nya yang akan diutus nanti nya akan nya dia sosok yang sama mengerikan nya dengan sang Oxford Lelaki karismatik yang tidak tersentuh ohh.... tidak jika seperti itu ketiga dunia akan hancur lebur.
...Ya semua orang berfikir bahwa sang Oxford akan mengirim keturunan nya seolah Lelaki untuk membasmi hama dari alam semesta tapi sesungguhnya tidak ada yang tau apa yang akan dilakukan sang Oxford sesungguhnya....
"aahhkk menyebalkan, terkutuk lah kau Oxford kau menantang ku untuk seorang anak kecil ha " hahahah jangan harap aku akan memmbunuh anak mu sebelum lahir aku bersumpah akan ini" teriak sang pemimpin dunia bawah dengan amarah yang meluap luap.
"mohon tenang yang mulia sekarang bukan saatnya marah sekarang adalah saat nya kita memikirkan cara agar semua itu tidak terjadi" ucap tangan kanan Raja dunia bawah.
"kau berani mengatur ku ha, apa kau sudah bosan hidup"ucap Raja dunia bawah dengan membentak.
"ampun yang mulia Ha..mba tidak bera..ni " jawab tangan kanannya gemetaran.
"hhuu sebaiknya aku harus menambah kekuatan ku saja karena sangat mustahil untuk melawan Oxford"
Dunia tengah
semua manusia sudah mendengar akan peristiwa yang sangan mengejutkan itu meraka yang merasa tidak melakukan kesalahan merasa senang karena keturunan sang Oxford yang mulia akan tinggal dialam semesta. Berbeda dengan mereka yang senang para pemimpin dan juga bangsawan yang tertangkap basah melakukan kesalahan merasa sangat gelisah nyawa mereka sangat terancam sekarang.
__ADS_1
Next abad ke 10
sekarang semua mahluk dari ketiga klan di alam semesta hanya bisa menjalani kehidupan mereka dengan berpura pura tidak mengingat peristiwa yang sudah berlalu walau sangat berbekas bagi mereka. Mereka yang merasa terancam hanya bisa menambah kekuatan mereka walaupun berkesan tidak akan berguna sama sekali dan mereka yang merasa senang akan kehadiran penyelamatan masa depan sangan menantikan kehadiranya dengan suka cita meski mereka terkadang mengalami penyiksaan oleh pemimpin atau bangsawan serakah yang masih berkeliaran di alam semesta.
**Ditempat sang Oxford.
Sang Oxford sedang menggendong bayi imut bermata biru berambut cokelat kelam sebenarnya warna mata dan rambutnya itu bisa saja berubah ubah. Dia putri satu-satunya dan juga keturunan satu-satunya dari Sang Oxford dan Sang pendamping Ratu Elisa** .
"El kau akan kirim kemana anak kita ini, aku masih menginginkan nya disisi ku"lirih sang Oxford yang sangat menyayangi satu satu nya buah hati mereka ya mereka pernah berkata bahwa mereka tidak akan memiliki keturunan tapi mereka tidak janji dan sekarang dengan kelelahan sang Oxford mengatasi mahluk hidup yang yg tak tau diutung dialami semesta nya. Dan sekarang dia memiliki buah hati yang wajib dikirim untuk mengatasi semuanya yang berada di alam semesta.
"Yang mulia kita tetap harus mengirimkan nya, yang mulia tenang saja setelah tugas nya selesai dia akan kembali kepada kita aku yang akan memastikan itu semua" jawab Elisa sang istri tercinta nya .
"Aku percaya jadi kau akan tetap membagi jiwa nya hemm" tanya sang Oxford lembut sambil mengelus rambut istrinya.
"Iyah aku akan membagi jiwa nya dengan begitu dia akan aman.Aku akan mengirim raga aslinya di dunia tengah dan aku akan mengirim jiwa nya di dua dimensi berbeda dari raganya.jika waktu nya tiba aku akan mengembalikan mereka menjadi satu, kau tidak keberatan kan yang mulia"jelas istri nya.
"Tidak aku tidak keberatan sama sekali lakukan jika menurumu benar kita akan tetap menjaga nya dari sini" Kau akan mengirim nya sekarang sayang? kau tidak ingin menunggu sampai dia bisa berjalan" tanya sang Oxford pada istrinya.
"Kau ini bagaimana kalau menunggu dia sampai berjalan aku tidak akan bisa melepas nya nanti dan kau tau sekarang didunia bawa 3 orang ibu berhati bersih sedang berjuang untuk anak mereka aku akan mengirim jiwa nya ke dua dimensi berbeda dan aku akan mengirim raga di dunia bawah sekarang"Saut sang pendamping Ratu Elisa.
"huff baiklah, lakukan" jawab sang Oxford.
sebelum mengirim jiwa putrinya 'ya keturunan mereka ialah seorang putri bukan putra' kedua dimensi berbeda dia memberi semua tanda lahir bergambar separuh mahkota di lengan mereka masing masing.
setelah itu dia juga memberi tanda mahkota penuh tapi terlihat samar dilengan kanan raga putri nya selesai dengan semua yang ingin dilakukan untuk putrinya dia langsung mengarahkan tangan nya yang mengeluarkan cahaya sekita jiwa dan raga putrinya hilang dari sisi mereka.
Sang Oxford langsung memandang lekat mata istrinya dan sudah jelas istrinya sedih bagaimana tidak dia baru saja memiliki putri tapi dia harus berpisah dengan putrinya.Sang Oxford membawa istrinya kepelukan nya sambil mengelus lembut rambut putri Nya.
"Tenang lah mereka akan baik-baik saja, kau harus kuat "
Hai semua maaf ya kalau ada kesalahan dalam pengetikan atau dalam materi yang terdapat di cerita aku soalnya aku masih penulis baru mohon bimbingannya para senior sekalian.
See You next time readers 👋
__ADS_1
^^^Arin G🌻^^^