Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa

Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa
Ditinggalkan.


__ADS_3

Happy reading 💙.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ehm... Dia Adik kalian?" saut Alice yang sudah berada didekat ke-dua lelaki itu.


"Apa?" ujar mereka berdua bingung.


"Maksud-ku, Neyla gadis pendek berambut cokelat sebahu dengan pita kuning ba_"


"Pita kuning!" teriak ke-dua lelaki itu cepat, Alice bahkan belum selesai bicara.


"Iya dia adik kami, apa kau tau Neyla dimana?" tanya lelaki yang terlihat lebih kecil.


Alice menatap datar mereka yang berani menyelah ucapannya.


"Ada bersama rombongan-ku" tapi Alice tetap menjawab pertanyaan mereka.


"Benarkah?" tanya lelaki yang lebih dewasa dari ke-dua lelaki itu dengan antusias.


"Tidak mungkin, Neyla kan diculik. Bagaimana mungkin ada pada rombongan-mu" saut yang lebih muda lainnya.


Mendengar itu sontak lelaki yang sebelumnya bertanya langsung murung, Alice sendiri tambah menatap datar lelaki yang tak mempercayai-nya.


"Oh kau tidak percaya ya, hemm baiklah. Sekarang aku tidak perlu repot-repot mempertemukan kalian denga Neyla si gadis pita kuning yang sangat suka makan mangga" ujar Alice.


Yang sebelumnya saat mereka dalam perjalanan menuju desa Dalo. Mereka melalui pohon mangga yang sedang berbuah lebat. Dan Neyla dengan tingkah lakunya merengek demi sebuah mangga. Dari sanalah Alice tau bahwa Neyla sangat menyukai buah mangga.


Kedua lelaki itu membesarkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Alice. Sekarang sudah pasti kalau adik mereka ada pada Alice.


Mereka segera menjatuhkan tubuh mereka berlutut dihadapan Alice. Alice bahkan terkejut dengan apa yang mereka lakukan tiba-tiba.


Kenapa mereka jadi berlutut, mereka beranggapan kalau Alice adalah salah satu dari orang yang menculik adiknya. Mereka hanya ingin memohon kebebasan untuk adik mereka.


"Nona tolong lepaskan adik kami, jika nona ingin budak jadikan kami saja. Tapi kami mohon jangan adik kecil kami" ujar mereka berdua serentak.


Alice yang tadinya sempat bingung sekarang sudah mengerti apa masalahnya. Alice langsung menyuruh mereka untuk segera berdiri.

__ADS_1


"Dengar baik-baik aku bukan orang yang menculik adik kalian. Aku hanya mengambilnya saja dari para penculik yang sebenarnya" ujar Alice dengan tegas.


"Syukurlah" ucap syukur ke-dua lelaki itu.


"Terimakasih nona, semoga sang kuasa memberkahi nona" ucap lelaki yang lebih dewasa dari keduanya.


"Hemm... kunjungan penginapan Bing lantai 2 ruangan no 59" ujar Alice Sebelum beranjak dari tempatnya berdiri dan meninggalkan kedua lelaki itu.


......................


Kaisar Aldion dengan Selir Qilan sudah melanjutkan perjalanan-nya kembali. Selama keluar dari rumah makan sampai sekarang tidak ada percakapan sama sekali.


Kedua-nya kompak tak membuka suara, sama-sama memilih menempuh perjalanan dengan diam.


Selir Qilan masih dengan wajah datar tatapan kosongnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa perasaannya sangat bimbang sekarang. Dia dituntut untuk bertahan dalam posisinya sekarang. Tapi dia juga disadar-kan dengan kenyataan pahit.


"maafkan diri hamba yang sempat ingin merebut posisi-mu ya mulia permaisur, hamba memang pantas untuk dihukum"


"Putri Alice maaf hamba yang buruk ini tidan pantas untuk menjadi Ibu selir bagi putri. Hamba hanya akan menjadi orang yang akan selalu melindungi putri juga kaisar sampai akhir hidup hamba"


Seperti biasa Selir Qilan akan selalu berpikir negatif tentang nasibnya. Jika tidak ada kegiatan penting di dunia nyata yang membuatnya melupakan masalahnya, dia akan langsung berdebat dengan pikirannya.


Wush..


"Salam hamba yang mulia Kaisar" saut seseorang yang tiba-tiba muncul setelah angin kencang berhembus reda.


"Hem...ada apa?" tanya Kaisar Aldion.


"Yang mulia Putri Alice sedang menuju ke kediaman yang mulia tuan besar.."


"Lalu?" sela Kaisar Aldion.


"Maaf yang mulia, Putri pergi hanya dengan kedua pengawalnya juga seorang pelayan tan.."


"Apa" pekik Kaisar Aldion, membuat pengawal bayangan itu menunduk takut.


Selir Qilan bahkan hampir jatuh karena terkejut.

__ADS_1


"Kenapa tidak ada pengawal yang lainnya yang ikut serta" gertak Kaisar Aldion.


"Tuan Putri tidak memperbolehkan mereka ikut yang mulia. Tuan putri bahkan mengancam dengan nama Tuan besar" jawab pengawal itu takut-takut.


Kaisar Aldion menautkan alisnya mendengar ucapan pengawal tersebut. Putrinya mengancam seseorang. Tapi kenapa harus pergi dengan pengawal dua orang saja.


"Aku akan menyusulnya, kau kembali ketempat awasi selir" Selir Qilan menatap bingung mendengar ucapan Kaisar Aldion.


"Baik yang mulia" pengawal tersebut langsung pergi menghilang.


"Grey anat selir Qilan kembali ke Kerajaan, setelah itu berjaga-jaga lah di Kerajaan" ujar Kaisar Aldion pada serigala berwarna grey yang menjadi hewan roh-nya. Selir Qilan bertambah bingung dengan itu semua.


"Yang mu__"


Wush...


Belum sekesai selir Qilan berucap, Kaisar Aldion Sudan menghilang dari tempatnya. Selir Qilan menatap nanar kepergian Kaisar yang tanpa berucap sepatah katapun padanya.


"Padahal dia sempat berbicara pada pengawal serta hewan roh-nya tadi. Kenapa dengan-ku tidak sempat sama sekali. Aku harus apa sekarang, kembali ke kerajaan sendirian" gumam Selir Qilan.


"*Huhff aku bahkan ditinggalkan sendirian sekarang. Ingin pergi dari tanggung jawab ini sangat berat rasanya"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tolong Hargai Karya author dengan cara


Like 👍


Favorit 💙


Ikuti akun author ☑️


Berbagi Hadiah 🎁


Di Vote juga dong 😘


Di comen juga ya💬sebagai jejak-jejak cinta😅

__ADS_1


...^^^ See you next time 👋😘^^^...


__ADS_2