Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa

Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa
WAJAHKU


__ADS_3

Hai Reader 👋


Selamat membaca karya dari author pemula yak 😘


+_+_+_+_+_+_+_+_+


________________________


"Nona tau tidak biasanya bulan dan bintang bersinar terang seperti ini.Biasanya hanya akan bersinar dengan dua atau tiga bintang saja dan bulannya juga tidak seterang ini"ucap Nana yang berada dibelakang Alice.


"Ya mereka tentu akan bersinar terang seperti itu jika sang putri penguasa sedang memandang mereka" jawab Alice.


"Hemm benar...ehh apa nona sang putri penguasa?apa maksud nona?"tanya Nana.


"Huhff lupakan saja, kau akan tau jika waktu nya sudah tiba, satu lagi kuharap dimasa depan setelah mengetahuinya kau tidak membenciku dan kau juga tidak boleh sombong setelahnya" jelas Alice.


"Ahh ya baiklah nona, hamba berjanji tidak akan membenci nona apalagi harus sombong"jawab Nana.


"Ya sudah aku ingin tidur jika kau masih ingin memandang langit teruskan saja" ucap Alice.


"Hamba akan kembali ke kamar hamba saja nona"jawab Nana.


"Hamba meminta izin dan semoga tidur nona nyenyak" ucap Nana lagi sambil mengundurkan diri.


"Ya aku memang harus tidur dengan nyenyak untuk memulihkan kondisi tubuhku ini.Setelah tubuhku fit aku akan mengumpulkan kekuatanku juga dan ya kalian ******-****** Kotor tunggu dan nikmat saja permainaku nantinya" ucap Alice datar.


+_+_+_+_+_+_+_+_+


________________________


*Pagi hari nya.


Di sebuah pivaliun paling belakang dan terasingkan dari orang-orang,tanpa penjagaan yang ketat.Tampak Seorang gadis dengan rambut perak terikat dan warna matanya yang senada dengan rambutnya sedang berlari mengelilingi pivaliunnya.


Seperti biasanya gadis yang author maksud ialah tokok kesayangan author Alice (✷‿✷).



(Visual warna rambut,mata dan juga hanfu Alice ya tapi buat aksesorisnya bayangin aja enggak ada ◉‿◉)


"Pagi nona?" sapa Nana pada Alice setelah melihat Alice duduk dibawah pohon untuk beristirahat dari berlari.


(Sebenarnya aku tidak tau apa yang baru dilakukan oleh nona.Tapi ya sudahlah,lagian jika aku bertanya nona hanya menjawabnya dengan perkataan yang pasti akan menohokku sendiri nantinya)batin Nana.


"Pagi juga nana.Apa kau tidak ingin berolahraga pagi juga?"tanya Alice.


"Apa?berolah... berolahraga apa maksud nona?"jawab Nana.


"Kau tidak tau apa itu berolahraga pagi Nana?"tanya Alice.


Nana hanya menggelengkan kepala dengan wajah polosnya yang membuat Alice merasa sial. Bagaimana tidak sial zaman ini benar-benar sangat kuno bahkan olahraga saja tidak tau.Selain sial Alice juga merasa aneh.Ya ini aneh dizaman kuno seperti ini tapi orang-orang yang sangat licik sudah banyak berkeliaran dilingkungan, huhff memang jika sudah menyangkut harta,pangkat dan kekuasaan semua orang bisa saja jadi iblis sekalipun itu zaman kuno.

__ADS_1


"Ahhh baiklah,kau tadi lihat tidak aku sedang apa?"tanya Alice.


"Ya, tadi saya lihat nona sedang berlari-lari mengelilingi pivaliun.Sebenarnya nona sedang mengejar apa?"jawab Nana sambil bertanya.


"Bodoh,aku tidak lagi sedang mengejar apa-apa. Tadi aku sedang berolahraga pagi dan kau juga harus melakukan itu setiap paginya bersama paman Bao dan Mou (2 pengawal setia Alice) agar fisik kalian kuat"jelas Alice.


"Ahh benarkah seperti itu nona.Kalau begitu baiklah hamba dan paman Bao dan Mou akan melakukannya setiap pagi.Dengan begitu kami akan kuat dan bisa menjaga nona" jawab Nana antusias.


"Ya sebagai orang terdekatku kalian memang harus kuat.Ohh ya kalian juga harus mempelajari tentang racun jadi kalian tidak perlu merasakan makananku dulu untuk memastikan ada racun atau tidak"jelas Alice.


"Kalau soal racun nona tenang aja hamba sudah kebal dengan racun nona"jawab Nana cepat.


"Tidak, kau tetap harus mempelajari tentang racun walaupun kau sudah kebal dan jangan membantah" tegas Alice.


"Ahh iiyya baiklah nona hamba patuh" jawab Nana.


"Kalau begitu siapkan air aku ingin mandi"perintah Alice.


"Baiklah nona"jawab Nana.


-_-_-_-_-_-


"Nona airnya sudah siap"ujar Nana pada Alice.


"Ahh ya terimakasih" jawab Alice.


"Tidak apa-apa nona ini sudah jadi kewajiban hamba" ujar Nana.


(oohh ya ampun nona memang susah ditebak )gumam Nana.


-_-_-_-_-_-_-


Selesai membersihkan tubuhnya Alice menggunakan hanfu biru sederhana miliknya.Ya meski di istana tidak ada yang menyukainya setidaknya mau tidak mau pihak istana memang harus memberikan hak Alice setiap bulannya terlebih lagi kakek Alice yang merupakan orang yang sangat disegani di kerajaan ini.Jadi walaupun mereka tidak menyukai bahkan merasa jijik dengan Alice mereka tetap harus memasang topeng perduli pada Alice.


"Aku baru ingat, kalau aku belum pernah melihat wajahku selama aku di zaman ini.Ya walaupun aku sudah pernah melihatnya dimimpi dan itu sama dengan wajahku meski terdapat sedikit perbedaan.Tapi perbedaannya karena ragaku memang tidak merawat wajahnya dengan baik.Ehh jangan kalian pikir karena aku berkesan keras tapi sebagai wanita asli aku suka akan kecantikan jadi aku pasti akan tetap merawat kulitku terutama wajahku"pikir Alice.


"Ahh sebaiknya aku bercermin saja"ucap Alice.


Alice berjalan menuju cerminnya untuk melihat bagaimana kondisi wajahnya sekarang.Ya dia sedikit yakin bahwa wajahnya tidak akan sesuai yang diharapkannya. Terlebih lagi dia banyak terkena racun.


"Ahkk apa ini?WAJAHKU ?mengapa begitu jelek?


Ya benar saja sesuai dengan yang dipikirkan oleh Alice.Wajah nya penuh dengan jerawat dengan ukuran besar dan banyak juga bekas-bekas jerawatnya,belum lagi kulitnya yang kusam. Alice benar-benar dibuat frustasi dengan wajahnya.


"Iyuww ini sangat memalukan.Bagaimana mungkin aku yang dulunya di zamanku seorang putri kecantikan malah jadi Putri buruk rupa dizaman sialan ini" umpat Alice kesal.


"Ahkk... Nana?Nana cepatlah kemari?Nana?"teriak Alice frustasi.


"Ada apa nona?kenapa teriak-teriak?dan kenapa nona terlihat frustasi"tanya Nana cepat.


"Kenapa kau tidak bilang WAJAHKU?ahkk kenapa wajahku jelek sekali seperti ini?" ujar Alice marah.

__ADS_1


"Maaf nona, taappii seharusnya nonakan memang sudah tau"jawab Nana gugup dengan kemarahan nonanya.


"Ya kenapa kau tak mengatakan nya lagi disaat aku baru sadar? ini sungguh memalukan"teriak Alice lagi.


"Maafkan hamba nona"ucap Nana.


"Huhff baiklah sekarang kau ambil kan aku alat tulis"perintah Alice pada Nana.


"Baik nona mohon ditunggu sebentar"jawab Nana.


"Ya cepatlah sedikit aku sudah tidak tahan melihat wajah sialku ini"tegas Alice.


__________________


_________________________


Tak berapa lama Nana datang tergesa-gesa dengan alat tulis ditangan nya .


"Ini yang nona inginkan"ucap Nana.


"Kemarikan cepat"saut Alice datar sambil trus memperhatikan wajahnya di cermin.


Nana buru-buru memberikan alat tulis itu pada Alice.Alice menerimanya dan langsung menuliskan semua yang dibutuhkan nya untuk merawat wajahnya kembali.


(ya aku harus mengulang kembali perawatan wajahku agar aku menjadi putri ahh bukan Ratu kecantikan di zaman ini ) batin Alice.


Setelah selesai menulis semuanya dia langsung memberikan nya pada Nana.


"Sekarang cari semua bahan yang aku butuhkan itu segera" perintah Alice sambil menekan kata segera.


"Ahhk Iyah baiklah nona hamba akan mencari semua bahan yang nona tulis ini.Tapi nona kunyit, telur,jeruk lemon, bengkoang timun mengapa bahannya sangat aneh? dan ini apa nona saya tidak tau ini apa?dan apa maksud nona meminta lidah buaya?" tanya Nana bertubi-tubi.


"Aishh kau mengapa banyak bertanya seperti ini?kau cari saja cepat dan untuk lidah buayanya kau bisa tanya pada tukang bunga yang lainnya juga sama, yang tidak kau ketahui cari pada tukang bunga " ujar Alice.


"yaaa... baiklah nona akan hamba lakukan sekarang juga" jawab Nana.


"Cepat kembali aku ingin sebelum malam harus sudah ada, kau mengerti" tegas Alice.


"Hamba mengerti nona" jawab Nana.


"Ahhkk sungguh wajah yang memalukan.Dan mengapa aku tidak sadar, aku sudah mempermalukan diri sendiri dihadapan orang-orang setiaku.Ahkkj sial sekali hidupku ini"setelah kepergian Nana Alice kembali berteriak frustasi.


*ahh kasihan banget tokoh kesayangannya author ಥ‿ಥ *


"Nona ada apa? kenapa teriak-teriak"tiba-tiba saja dua pengawal nya mengetuk pintu dengan sangat keras.


(huhff mereka malah tambah membuatku frustasi saja) batin Alice.


__________________


_________________________

__ADS_1


^^^Arin G 🌻^^^


__ADS_2