Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa

Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa
Masker Wajah


__ADS_3

**Assalamualaikum Dan hallo readers πŸ‘‹


Selamat membaca 😘


__________________


_________________________


Tak berapa lama Nana datang tergesa-gesa dengan alat tulis ditangan nya .


"Ini yang nona inginkan"ucap Nana.


"Kemarikan cepat"saut Alice datar sambil trus memperhatikan wajahnya di cermin.


Nana buru-buru memberikan alat tulis itu pada Alice.Alice menerimanya dan langsung menuliskan semua yang dibutuhkan nya untuk merawat wajahnya kembali.


(ya aku harus mengulang kembali perawatan wajahku agar aku menjadi putri ahh bukan Ratu kecantikan di zaman ini ) batin Alice.


Setelah selesai menulis semuanya dia langsung memberikan nya pada Nana.


"Sekarang cari semua bahan yang aku butuhkan itu segera" perintah Alice sambil menekan kata segera.


"Ahhk Iyah baiklah nona hamba akan mencari semua bahan yang nona tulis ini.Tapi nona kunyit, telur,jeruk lemon, bengkoang timun mengapa bahannya sangat aneh? dan ini apa nona saya tidak tau ini apa?dan apa maksud nona meminta lidah buaya?" tanya Nana bertubi-tubi.


"Aishh kau mengapa banyak bertanya seperti ini?kau cari saja cepat dan untuk lidah buayanya kau bisa tanya pada tukang bunga yang lainnya juga sama, yang tidak kau ketahui cari pada tukang bunga " ujar Alice.


"yaaa... baiklah nona akan hamba lakukan sekarang juga" jawab Nana.


"Cepat kembali aku ingin sebelum malam harus sudah ada, kau mengerti" tegas Alice.


"Hamba mengerti nona" jawab Nana.


"Ahhkk sungguh wajah yang memalukan.Dan mengapa aku tidak sadar, aku sudah mempermalukan diri sendiri dihadapan orang-orang setiaku.Ahkkj sial sekali hidupku ini"setelah kepergian Nana Alice kembali berteriak frustasi.


*ahh kasihan banget tokoh kesayangannya author ΰ²₯β€Ώΰ²₯ *


"Nona ada apa? kenapa teriak-teriak"tiba-tiba saja dua pengawal nya mengetuk pintu dengan sangat keras.


(huhff mereka malah tambah membuatku frustasi saja) batin Alice**.


__________________


_________________________


-_-_-_-_-_-_-_-_-


"Jika ingin bertanya sesuatu katakan lah? aku akan menjawabnya" ujar Alice,melihat Nana yang sepertinya memiliki beribu pertanyaan diotak kosong nya itu.Alice tidak tahan untuk tetap diam.Dan akhirnya Alice lah yang deluan membuka suara.


"Iituu nona... kenapa masker wajah yang nona pakai berbeda dari yang biasanya orang pakai?" tanya Nana.


"Owhh kau tau ya kalau ini namanya masker?" Alice balik bertanya.


"Ya hamba tau nona.Hamba pernah dengar dari pelayan yang sedang bergosip didapur.Tapi yang saya dengar masker tidak dengan bahan-bahan seperti punya nona" jawab Nana.


"Ahh jadi kau hanya mendengar nya, tidak pernah melihatnya ya?" ujar Alice.


"Tidak nona,lagian pelayan seperti hamba tidak pantas merawat diri.Yang pantas untuk hamba hanya merawat nona junjungan hamba" jawab Nana.


"Siapa yang mengatakan itu"


"Tentu hamba sendiri nona" jawab Nana polos.


"Huhff"Alice menghela nafas panjang,pelayan yang satu ini kelewat batas dalam mengabdi ditambah sikap polis bodohnya itu aku jadi gerem sendiri padanya pikir Alice.


"Kenapa nona membuang nafas seperti itu?itu tidak baik nona"ucap Nana.


"Mengapa jadi seperti kau yang nona disini?"tanya Alice.


"buukannn... seperti itu nona,hamba hanya tidak mau nona terkena sial"jawab Nana gugup.


"Ya sudah tidak usah dibahas lagi"

__ADS_1


"Ehh apa kau mau mencoba masker ini?lihat setelah aku memakainya wajahku tampak seger bukan?"ucap Alice.


"Ya walaupun masih jelek, karena jerawat sialan ini"kesal Alice, setelah mengingat wajahnya yang penuh dengan jerawat.


"Iya nona memang benar. Wajah nona mengalami sedikit perubahan.Bekas jerawatnya juga ada yang memudar nona"jawab Nana dengan mata berbinar.


"Benarkan,jadi apa kau ingin mencobanya.Yang ku lihat jerawat mu memang tidak banyak dan berkesan kecil.Tapi wajah mu sangat kusam"ujar Alice.


"Ahh apakah boleh nona?" tanya Nana takut-takut.


"Aku yang menawarkan nya, jadi ya tentu saja boleh" jawab Alice.


"Hamba mau nona"Teriak Nana kegirangan.


"Aishh pelankan sedikit suara mu, pendengaranku bisa rusak karena suara mu"Ucap Alice sambil menggosok telinganya yang berdengung.


"Maafkan hamba nona" lirih Nana.


"Huhff, sudahlah.Ambil dan pakailah ini di kamarmu akan ingin istirahat" ucap Alice lelah.


Sial baru berbicara saja aku sudah lelah seperti ini,tubuh ini sangat lemah batin Alice.


"Terimakasih nona" jawab Nana sambil menerima wadah berisi Masker alami itu dan segera keluar dari kamar Alice.


Pivaliun yang ditinggali Alice memiliki 2 ruangan yang dijadikan kamar.Nana tinggal dengan Alice atas permintaan Alice yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Nana saat bergabung dengan pelayan istana lainnya


Setelah kepergian Nana Alice memutuskan untuk mengambil alat tulis untuk menuliskan semua bahan yang diperlukan untuk menyembuhkan fisiknya dan juga untuk mengeluarkan racun yang masih ada ditubuhnya.untung saja dulu aku juga ahlinya racun dan obat.Bagaiman pun juga aku sebagai orang yang sangat dipandang pasti akan bertemu dengan berbagai macam percobaan pembunuhan untukku.Termasuk dengan racun pikir Alice.


"Oke aku akan suruh Nana untuk mencari semua ini" gumam Alice.


"Ya karena sekarang dia masih memakai masker aku minta paman Bao aja kali ya.Gak tahan juga lama-lama berada didalam tubuh lemah seperti ini"


"Hallo paman"Sapa Alice saat di depan pintu masuk pivaliun kecilnya nya.


"Iya,ada apa tuan putri kemari? apa tuan putri membutuhkan sesuatu?"Tanya Mou.


"Paman aku sudah bilangkan jangan panggil aku tuan putri Panggi nona aja seperti biasanya"Tegur Alice.


"Owhh ya paman, dimana paman Bao?"tanya Alice.


"Sedang kebelakang nona" (kebelakang yang dimaksud disini itu sama seperti sedang buang air kecil atau besar ya.Biar bahasa enak author bilang kebelakang aja)


"Oh emm paman?Apa Alice bisa minta tolong?" tanya Alice.


"Tentu saja boleh nona"jawab Mou.


"Paman tolong belikan semua yang aku tulis disini ya"ujar Alice sambil menyerahkan catatan yang ditulis nya tadi.


"Ah iya baiklah nona akan saya belikan "


"Terimakasih Paman"


Mou hanya tersenyum mendengar ucapan terimakasih dari nonanya.Nona memang sangat berbeda dari wanita bangsawan lainnya SANGAT MURAH HATI.


"Oke,sekarang aku ingin istirahat saja sambil menunggu paman Mou datang.Tubuhku benar-benar tidak tahan.Huhff sangat lemah"


batin Alice sambil berjalan kembali ke kamarnya.


"Nona"


Saat akan membuka pintu kamarnya Alice dikejutkan dengan suara ceria Nana.


pasti dia sangat bahagia


"Kau ini kenapa?"tanya Alice.


"Nona lihat,wajah ku"ucap Nana.


"Ya aku sudah melihatnya.Memangnya kenapa?"


"Aku.. itu wajahku juga memiliki perubahan sekarangkan nona?" ucap Nana malu-malu.

__ADS_1


Mendengar suara malu-malu Nana Alice tersenyum cerah"Ya bena,ingat gunakan lah dua kali sehari waktu pagi dan sebelum tidur.Kau akan menjadi ratu kecantikan dari kalangan pelayan dimasa depan"ujar Alice.


"Ahhk benar kah yang nona katakan"tanya Nana dengan polos.


"Tentu saja benar, apa aku terlihat sedang berbohong padamu"Jawab Alice.


"Ehh tidak nona hamba percaya kok.Dengan masker wajah racikan nona itu,pasti dimasa depan Nona juga akan menjadi Ratu kecantikan di 3 benua ini menakjubkan" Beo Nana berbinar membayangkan masa depan yang sangat indah nantinya.


"Ya kau benar aku memang berniat menggencarkan ketiga benua dengan kecantikanku nantinya.Kau tunggu dan lihatlah apa yang akan aku lakukan,oke."Ujar Nana.


"Ahh Iyah oke nona"


untung aku sudah tau apa itu oke.Nona sering sekali mengucapkan kalimat asing


"Bagus,kalau begitu Aku ingin masuk kau tunggu lah paman Mou pulang.Dia sedang membelikan aku sesuatu nanti bawa ke kamarku"


"Baik nona"


_______________


__________________________


Sekarang Alice sedang memilih beberapa bahan untuk dia racik sendiri.Ya paman Mou sedang kembali dan Nana juga sudah membawanya ke kamar Alice juga sudah menyuruh Nana untuk mencuci semuanya terlebih dahulu.


"Setelah racun ditubuhku dikeluarkan semua aku akan berlatih bela diri"


"Aku tau di zaman ini memang ada kekuatan semacam Kultivasi gitulah, tapi ya aku juga harus melatih fisikku dulu kan"


"Mana mungkin tubuh lemah seperti ini berkultivasi"Pikir Alice.


"Selesai" beo Alice.


Setelah racikannya selesai dia langsung mengambil air disamping nakas ranjangnya, untuk berjaga-jaga jika dia kehabisan nutrisi ditubuhnya.Setidaknya air bisa mengatasinya.


Ketika Alice sudah menghabiskan semua ramuan hasil racikannya sendiri, tenggorokan nya terasa pahit yang sangat pekat.Alice memuntahkan darah hitam kental begitu banyak.Dia benar-benar kehilangan nutrisi ditubuhnya.Alice langsung saja menghabiskan Air disamping nya.


"Huhff ini lebih baik,nafasku terasa ringan dan lancar" Ujar Alice.


"Aku akan istirahat untuk memulihkan kondisi ini"


"Ahh Iyah harus ada yang membersihkan ini dulu"


"Nana"teriak Alice.


"Kemarilah CEPAT" ucap Alice.


"Iyahh...no~"


Degh...


"Apa yang terjadi nona?"


_______________


________________________


^^^Arin G 🌻^^^


Tolong Hargai Karya author dengan cara


Like πŸ‘


Favorit πŸ’™


Ikuti akun author β˜‘οΈ


Berbagi Hadiah 🎁


Di Vote juga dong 😘


Di comen juga yaπŸ’¬sebagai jejak-jejak cinta πŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2