
Happy reading 💙.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Oh ya ampun kami tidak akan membunuh-mu. Kami tau kau adalah tawanan makanya kami membunuh mereka semua. Sekarang katakan apa kau merasakan sakit?" ujar Nana lembut agar tak membuat gadis tersebut bertambah takut.
"Tapi kenapa kalian ingin membantu-ku? aku kan bukan siapa-siapa kalian, aku bahkan tak mengenal kalian" ucap gadis itu tetap menunduk.
"Tidak ada alasan, hanya tidak suka melihat kejahatan saja. Jadi apa ada yang terluka?" tanya Nana lagi.
"Ah..iiyaa kaki-ku terluka saat mencoba kabur tadi, hanya itu saja karena aku tidak banyak memberontak jadi aku tidak terluka parah" jawab gadis itu, ia merasa lebih tenang dan tidak terancam sekarang. Jadi tidak masalah untuk berbagi cerita, setidaknya itu yang dia pikirkan.
"Mengapa kau tidak memberontak?" tanya Nana penasaran.
"em..Itu kar_"
"Oh iya aku lupa siapa namamu?" sela nama sebelum sempat gadis itu menjawab.
"Saya Neyla kak_"
"Nama-ku Nana, kau bisa panggil aku kak Nana. Sekarang ikut kami saja ya, aku tau kamu tidak akan kembali sendiri kan?" ucap Nana.
"Aku memang tidak akan berani, baiklah kak Nana aku ikut kalian saja. Tapi Kakak akan pergi kemana dari sini?" tanya Neyla.
"Tidak tau juga sih, sudah lebih baik kita bergabung saja sekarang ayo!" ucap Nana.
Nana menggandeng tangan Neyla mendekati Alice beserta Bao dan Mou. Neyla yang digandeng mendekati para pembunuh berkedok pahlawan itu hanya menunduk ragu.
"Tidak usah khawatir begitu mereka baik loh..." ucap Nana mengerti keadaan Neyla.
__ADS_1
"iiyaa kak".
Sampai tepat dihadapan Alice, Nana langsung mengatakan nama gadis tersebut. Setelah Alice, Bao, dan Mou juga memperkenalkan dirinya masing-masing.
Setelah berkenalan mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke desa Dalo. Mereka tetap hanya menggunakan kuda-nya saja. Sedangkan Neyra dia berada satu kuda dengan Mou. Karena Bao tidak akan mau jika disuruh bersama Neyra.
......................
Kaisar langsung turun dari hewan roh-nya dan mendekap erat tubuh Selir Qilan.
Selir Qilan yang mendapat dekapan hangat secara tiba-tiba refleks memberontak keras. Namun saat mendengar suara serak basah khas, yang sangat dikenali ia berhenti memberontak.
"Shut.. tenanglah ini aku, aku datang menyelamatkan-mu" ucap Kaisar Aldion berbisik.
"Kenapa Yang mulia Kaisar bisa ada di sini" Selir Qilan memberanikan diri untuk bertanya.
"Mendengar kau hilang aku sangat khawatir kenapa pendekar seperti-mu bisa ceroboh" ucap Kaisar Aldion.
"Benerkan Kaisar khawatir pada hamba?" tanya Selir Qilan lagi.
"Tentu saja aku khawatir jika terjadi sesuatu padamu aku yakin mendiang permaisuriku akan sangat marah padaku belum lagi putriku juga pasti akan tambah membenci diriku, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap Kaisar Aldion tegas.
Deg...
Mendengar itu seketika Selir Qilan mematung, merasakan terbang tinggi bersama setelah-nya dicampakkan begitu saja.
"bodoh aku benar-benar bodoh, bagaimana bisa aku berharap Kaisar mencintai-ku. Kaisar hanya mencintai mendiang permaisuri dan akan tetap permaisuri. Tidak akan mungkin bila Kaisar mencintai wanita lain terlebih lagi aku, miris sekali hidupku ini" batin Selir Qilan.
"Hey kenapa kau diam saja? apa yang sedang kau pikirkan?" suara Kaisar Aldion membuyarkan lamunanku.
__ADS_1
"Ah ti..{'kruk krukk..}" ucapan-ku terhenti seketika, kenapa perut tidak bisa diajak kompromi sih malu-maluin aja.
"Ternyata kau sedang lapar ya, baiklah lebih baik sekarang kita keluar dari hutan ini. Sebelum penghuni-nya datang dan memakanmu" ujar Kaisar Aldion.
Selir Qilan yang sudah tak sanggup menahan rasa malunya hanya menunduk sembari mengikuti Kaisar Aldion yang sudah berjalan menuju hewan roh-nya.
Selama di jalan menuju keluar dari hutan yang ternyata adalah hutan Drak, Selir Qilan hanya terdiam dengan pikiran yang sangat kalut. Dia sudah bertekad untuk tidak menaruh sedikitpun perasaan pada Kaisar sekarang.
Pandangan sendunya lurus ke depan, memancarkan kesedihan yang mendalam.
"Sepertinya aku tidak akan bisa menjadi Ibu selirnya Putri Alice. Aku bahkan sudah tidak bisa berharap pada Kaisar. Iya aku memang harus menjauhkan pikirin-ku untuk memiliki Kaisar, karena itu tidak akan mungkin...huhf" batin Selir Qilan.
Kaisar sendiri sempat mencuri pandang pada Selir Qilan yang berada tepat di depannya. Kaisar mengira bahwa Selir Qilan sudah sangat kelaparan. Tidak ingin membuat Selir-nya semakin sedih dengan rasa laparnya. Jadi dia menambah laju kecepatan hewan roh-nya.
Mereka berdua sama-sama tak mengerti dengan perasaan-nya masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tolong Hargai Karya author dengan cara
Like 👍
Favorit 💙
Ikuti akun author ☑️
Berbagi Hadiah 🎁
Di Vote juga dong 😘
__ADS_1
Di comen juga ya💬sebagai jejak-jejak cinta😅
...^^^ See you next time 👋😘^^^...