
Hai Hai Reader 👋
Selamat membaca karya dari author.
Maaf bila banyak penulisan yang salah, author masih pemula.
Jangan sungkan untuk memberi masukan untuk author di comen 😘
•
•
•
_____________
_____________________
Meninggalkan ketakutan pelayan-pelayan bodoh itu.Sekarang Alice sampai di depan pintu masuk paviliun Selir Qilan.Bukan sebuah paviliun mewah ataupun buruk.Tapi memang tak setara dengan paviliun Selir lainnya.
Dari luar Alice dapat melihat seorang gadis cantik sedang menyiram bunga-bunga yang tumbuh di samping paviliun itu.Lumayan banyak bunga yang ada.Dan sepertinya ada yang baru saja di tanam.
Kediaman Selir Qilan memang tak semewah Selir lainnya.Tapi cukup indah,dengan halaman yang bersih dan asri sangat menyejukkan hati.
"ternyata selir Qilan menyukai bunga ya?" batin Alice.
Karena di depan tak ada penjaga yang terlihat Alice memutuskan untuk langsung masuk menyapa Selir Qilan.Ini tidak akan menjadi masalah kan.Lagian memang tak terlihat seorang penjagapun disini.Apa itu karena Selir Qilan juga bukan seseorang yang diinginkan ayah.pikir Alice.
"Selir Qilan?Apa kabar?."sapa Alice, membuat Selir Qilan yang tak tau dengan kehadiran Alice terlonjak kaget.
"Ehh...~"
__________
_______________
Alice tersenyum tipis.Ternyata menyapa selir Qilan dengan tenang tetap mengejutkan buatnya.Sangat fokus sekali dengan bunganya ternyata.
"Ahh maafkan saya yang sudah membuat selir Qilan terkejut."ujar Alice.
"Tidak,tidak apa-apa..Saya yang minta maaf karena tidak menyadari kedatangan putri ini.Putri ini datang ke kediaman Selir tanpa penyambutan yang baik, Maafkan kesalahan selir ini jikalau bisa."ucap Selir Qilan.
"Ahh iya,tidak masalah sama sekali soal penyambutan itu.Putri ini juga tak terlalu perduli dengan sambutan."ujar Alice.
"Sungguh putri sangat rendah hati."
"Mari masuk,kita ngobrol di dalam sambil minum teh."ajak Selir Qilan.
"Bisakah putri ini memberitahu namanya?."tanya Selir Qilan memulai pembicaraan.Saat ini mereka sedang menikmati teh di kediaman Selir Qilan.
"Maaf selir,putri ini lupa memberi tahukan dari awal."ucap Alice seperti sedang berfikir.Memikiran bagaimana bisa dia lupa memperkenalkan diri dari awal membuka suara.
"Tidak masalah."ucap Selir Qilan sambil tersenyum.
"Putri ini bernama Alice Mia Rosalina."ucap Alice memberi jeda,ingin melihat reaksi alami yang akan ditunjukkan oleh Selir Qilan.Setelah cukup lama selir Qilan hanya terdiam.Alice ingin melanjutkan ucapan.
"Se~"belum sempat melanjutkan ucapan langsung terpotong karena teriakan Selir Qilan.
"Apa putri Alice?."teriak Selir Qilan terkejut.
"Wah reaksi yang sangat aku harapkan"batin Alice berucap.
"Ahhk kenapa selir berteriak.Putri ini sangat khawatir."ucap Alice.
"Ti..dakk putri.Selir ini baik-baik saja jangan khawatir pada Selir rendah ini."jawab selir Qilan gugup.
"Ehh mengapa Selir merendahkan diri sendiri seperti ini.Sebelumnya baik-baik saja,apakah ada yang salah dengan nama putri ini."tanya Alice dengan raut wajah bingung yang dibuat-buat.
"Ti..dak ada yang aneh kok dengan nama putri.Hanya saja..."
"Hanya saja apa Selir?."
"Siiaapa... nama ibu putri?."tanya Selir Qilan.
"Aiyaa apakah selir ini tidak tinggal diantara tiga benua satupun.Lalu darimanakah asal Selir ini.Putri ini sangat penasaran."ucap Alice.
"Apa maksud ucapan putri?."tanya selir Qilan bingung sungguhan.
"Owhh ternyata selir adalah putri yang sangat dijaga oleh ibundanya ya."ucap Alice semakin membuat Selir Qilan bingung dan terkejut.
"putri seakan tau kisah hidupku.Aku takut tidak bisa menjaga rahasia."batin Selir Qilan.
__ADS_1
"Baiklah baiklah putri ini akan menjawab kebingungan dihari Selir."
"Selir tau?, yang memiliki nama Alice Mia Rosalina di tiga benua hanya ada satu.Yaitu putri pertama Kaisar Aldion dengan Ratu Rose.Lalu Alice mana lagi yang Selir maksud?."ujar Alice.
"Ratu Rose?."gumam Selir Qilan lirih tapi masih terdengar oleh Alice.
"Ahkk sepertinya Selir mengenal ibundaku dengan baik ya?."
"Tidak sama sekali."jawab Selir Qilan cepat.
"Benarkah begitu,Selir menurutmu apakah ibunda akan marah jika tau ayahanda menikah lagi.Itupun dengan seorang gadis."Ucap Alice.
"Huhff ternyata orang-orang yang memandang rendah putri sangat buta dalam meneliti karakter orang."
"Ah benarkah?apa Selir sudah menyadari sesuatu."tanya Alice.
"Putri sangat pandai menebak isi pikiran orang.Selir ini jadi tidak bisa menutupi apa-apa dari putri."ucap Selir Qilan.
"Jadi benar ya selir sudah menyadarinya."
"Bagaimana apakah Ibunda sangat menginginkan selir menikah dengan Ayah?."tanya Alice.
"Ehh..ituu Selir tidak mengerti putri."
"Ohh ayolah mengapa selir ini masih bersikap seolah putri ini masih orang yang bodoh."ujar Alice bercanda.
"Selir tidak bermaksud seperti itu putri."
"Baiklah-baiklah, sekarang katakan bagaimana rasanya menikah dengan Ayahku yang sudah tua itu."ucap Alice dengan bercanda lagi.
"Emm..itu~"
"Mengapa,apakah Selir malu?Selir harus tau satu hal."ucap Alice.
"Apa itu putri?."tanya selir Qilan.
"Walaupun Ayahanda sudah tua tapi ayah masih terlihat tampan dan gagah.Itu tidak akan merugikan Selir bukan?."ujar Alice berhasil membuat Selir Qilan tersipu malu.
"Putri bisa saja,selir ini sama sekali tak merasa merugi sedikitpun."jawab Selir Qilan malu-malu.
"Kau tau selir aku lebih suka jika kau yang bersanding dengan Ayah nantinya.Meski usia kalian terpaut sangat jauh.Tapi Ayahku kan masih terlihat tampan jadi tidak akan masalah."ujar Alice.
"Ehmm mengapa putri berbicara seakan ingin saya bersanding dengan kaisar?." tanya selir Qilan.
"Selir hanya tau diutus untuk melindungi Kaisar."
"Selir kau dipilih oleh Ibunda langsung untuk mendampingi Ayah.Itu berarti Ibu tau Selir akan menjadi pendamping Ayah yang sangat baik."ujar Alice.
"Dan ya alasan putri ini lebih suka jika selir Qilan yang mendampingi Ayah karena.Pertama, selir adalah orang yang sangat berbeda dari Selir ayah yang lainnya.Mereka serigala berbulu domba sangat licik.Terakhir, karena selir pilihan ibu.Pasti tidak akan mengecewakan."jelas Alice.
"Selir sangat tersanjung dengan pujian Putri."ucap Selir Qilan.
"Baiklah, Selir putri ini ingin mengunjungi kakek Lor.Putri ini akan berkunjung lagi lain waktu."pamit Alice.
"Tentu,selir akan menantinya.Semoga putri bahagia disini."
"Tentu saja putri ini bahagia.Putri ini mendapat Ibu selir yang sangat pengertian kali ini.Dan Ibu selirku ini pasti juga akan melindungiku dari serigala berbulu domba yang berserak di istana ini."ucap Alice.
Setelah kepergian Alice Selir Qilan terkejut dengan kedatangan sosok tinggi gagah dengan raut wajah tidak bisa ditebak.Apa yang dipikirkannya.
Sementara di kediaman Putri Meylia.Meylia terlihat tak terkejut sekaligus tak percaya dengan ucapan pelayan yang akan mendapatkan kejutan dari Alice nantinya.Bagaimana tidak, pelayan itu ialah Mona.
"Putri harus percaya pada hamba.Putri Alice baik-baik saja bahkan terlihat sangat sehat.Putri mengancam nyawa hamba saat ini, tolong putri Meylia menolong nyawa hamba yang rendah ini."ucap Mona.
"Mengapa kau sangat takut dengan putri terbuang itu?."tanya Meylia.
"Putri Alice ingin mengadukan perbuatan hamba pada master Dalka.Putri itu sama saja dengan akhir dari hidup hamba, tolong hamba putri."ucap Mona.
"Bukankah nyawamu sangat rendah?."tanya Meylia.
"Iiyyahh Putri."
"Kalau begitu mati juga tak akan bermasalahkan?."
"Ta..pii"
"Pergi dari sini sekarang."ucap Meylia dengan sinis.
"Hamba mohon putri."
"Pengawal~"teriak Meylia.
__ADS_1
"Hamba putri."
"Bawa pelayan bodoh ini keluar."perintah Meylia.
Mona langsung saja dibawa keluar dengan paksa.Meski harus bersujud sampai malam juga tidak akan bisa menyelamatkan nyawanya.Harapannya benar-benar sudah pupus.
"Aku harus membicarakan soal ini pada ibu sekarang juga"ucap Meylia.
-_-_-_-_-_-_-_-
Setelah berpamitan untuk pergi, Alice langsung menuju ke kediaman kakeknya.Sudah lama rasanya dia tak pernah berkunjung.Sebenarnya bukan lama sih,tapi kan memang dia belum pernah mengunjungi kakeknya di zaman ini.
Perjalanan menuju ke kediaman keluarga besar Dalka memang cukup jauh menghabiskan waktu 2 jam jika berjalan santai.Sampai di depan gerbang kediaman keluarga besar Dalka Alice langsung turun.
"Hai paman?."sapa Alice pada penjaga gerbang.
"Ahh apa ini putri Alice.Lama tidak bertemu putri Alice tampak ceria sekali."ucap penjaga gerbang yang ternyata mengenali postur tubuh Alice.
"Haiya ternya paman bisa mengenali postur tubuhku ya."
"Paman aku ingin bertemu kakek,apakah bisa?."tanya Alice.
"Tentu saja bisa,mati saya antar nona."ajak pengawal itu.
-_-_-_-_-_-_-
___________
________________
"Sudah lama kau tidak mengunjungi kakek tua ini.Apa kau baru ingat sekarang,jika kau punya seorang kakek."ujar Lordan sambil mengelus lembut rambut cucunya.
"Kakek kenapa bicara seperti ini.Apa kakek tidak suka aku datang kesini.Baiklah-baiklah aku akan pergi dan takan kembali lagi."ucap Alice dengan nada kesal.
"Bukan,bukan begitu maksud kakek.Kenapa jadi ngambek hemm..."ujar Lordan.
"Huhff... baiklah.Kakek tau tidak Ayah sudah membawa selir baru lagi.Dan ya kakek tau Selir Ayah masih sangat muda.Padahal Ayah sudah tua ya walaupun masih terlihat tampan."adu Alice pada kakeknya.
"Ayah? apa maksudmu Kaisar kejam itu."ucap Lordan.
"Iyah kakek, memangnya Ayahku ada yang mana lagi?."tanya Alice.
"Ehh kau memanggil dia dengan sebutan Ayah?."tanya Lordan.
"Lalu aku harus memanggil dengan sebutan apa kakek."
"Tidak biasanya kau memanggil dia Ayah.Bukankah kau selalu memanggilnya dengan sebutan Kaisar saja."ucap Lordan.
"Ayolah kakek diakan Ayahku juga."
"Apa tidak terjadi apa-apa padamu cucuku?mengapa kau terlihat berbe~"ucap Lordan sambil memikirkan apa yang terjadi dengan cucunya.Saat teringat dengan sesuatu seketika dia terdiam membisu.
"Terlihat apa kakek?."tanya Alice.
"Kau..Siapa kau sebenarnya?"ucap Lordan dengan tegas.
"Aa..paa maksud kakekk?"
_________
________________
^^^Arin G 🌻^^^
•
•
•
•
Tolong Hargai Karya author dengan cara
Like 👍
Favorit 💙
Ikuti akun author ☑️
Berbagi Hadiah 🎁
__ADS_1
Di Vote juga dong 😘
Di comen juga ya💬sebagai jejak-jejak cinta😅