Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa

Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa
Hilang, Bagaimana Bisa!


__ADS_3

Happy reading 💙.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alice turun dari kudanya mendekati para penjahat itu, semakin mendekat dengan memainkan ranting kecil ditangannya.


Berhenti melangkah sejenak sembari memperhatikan mereka satu-persatu hingga tatapannya berhenti pada pemimpin penjahat itu.


Mengayunkan tangannya yang memegang ranting di udara dan ' jleb'.


"Ahkk sakit, ketua tol..ongg aaku".


Bruk_


Tepat sasaran, ranting yang sedari tadi menari-nari di tangan Alice sudah bertengger manis di jantung penjahat palang ujung kanan.


Pemimpin penjahat itu masih terdiam dengan mata lebarnya, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.


Seingatnya gandis cantik itu hanya menatap dingin dirinya, lalu kapan gadis itu membidik bawahannya yang sudah terkapar tak bernyawa.


Memikirkan itumembuat nyali-nya menciut seketika, "dia bukan gadis sembarangan" begitulah pendapatnya.


"Lalu bagaimana nasibku setelah ini? apa dia juga akan membunuhku". Batin pemimpin penjahat itu.


Sedangkan bawahannya yang masih bernyawa sudah gelisah ketakutan. Ingin kabur tapi takut monster cantik itu bertambah marah.


"Bagaimana apa sekarang kau berfikir telah salah mencari mangsa, bodoh". Gertak Alice dengan suara meninggi.


"mereka membuatku sangat kesal, mengganggu seseorang yang sedang kelaparan ini sangat buruk". Umpat Alice pelan.


"Apa kau menggunakan sihir gadis cantik, kau tidak mungkin melakukannya tanpa sihir. Iyah aku tau pasti benarkan kau menggunakan sihir. Kau tau seorang penyihir sangat dilarang di wilayah kekuasaan Kaisar Aldion". Pekik si pemimpin penjahat itu congkak.


"Ahh sebaiknya aku mengganti tujuan awal ku saja, sekarang aku akan menangkap dirimu dan menyerahkan-nya kepada Kaisar setelah itu aku pasti dapat sesuatu yang lebih berharga lagi". Ujarnya lagi.


Mendengar itu Alice semakin menatap sinis pada penjahat itu. "Bagaimana bisa kekuatannya dianggap sihir dan apa katanya? dia akan menyerahkan-ku pada ayah ku sendiri sebagai penjahat, yang benar saja si bodoh ini... menyebalkan". Pikir Alice tertahan.

__ADS_1


"Aku sudah bosan dan muak dengan ocehan tak jelasmu. Kakak-kakak-ku yang tampan tolong selesaikan mereka untuk-ku, aku sangat lapar sekarang". Seru Alice yang benar-benar sudah tak ingin terlalu lama berurusan dengan sekelompok penjahat bodoh itu.


......................


Di sisi lain Aldiano sedang duduk melamun di ruang kerjanya. Pandangan-nya kedepan menerawang jauh.


Mengingat masa-masa indah yang pernah ia lalu dengan mendiang istri tercintanya. Rasanya sangat sulit untuk melupakan segalanya.


Karakter istrinya yang terlihat sangat random baginya. Tapi yang di perlihatkan pada orang lain adalah sosok yang sangat kuat dan kejam.


Tapi akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengusik ketenangan hati-nya. Sejak mengetahui bahwa Selir termuda-nya adalah utusan istri-nya, membuat dia merasakan perasaan aneh di hati-nya.


Selir termuda-nya yang bernama Qilan memang sangat cantik dibandingkan selir-selir-nya yang lain. Tapi bukan itu yang mengusik ketenangan-nya.


Dia hanya merasa sangat aneh bila mendiang istri-nya itu mengutus seorang wanita untuk menjaga-nya dengan cara menikah.


Itu terlihat sangat berlebihan, dan kenapa pula istri-nya itu seakan-akan menyerahkan suami-nya sendiri pada orang lain.


Apa yang istimewa dari selir muda-nya itu, latar belakang-nya sangat sulit digapai.


[tok tok 'kaisar ada seorang penyampai pesan']


Ucap pengawal yang berjaga di depan ruang kerja-nya.


"Persilakan dia masuk". Ujar Aldion dari dalam ruangan-nya.


Salah satu pengawal-nya masuk dengan seorang penyampai pesan.


Oh bukan Aldiano sangat tau siapa orang itu, bukan penyampai pesan melainkan mata-mata yang menjaga Selir muda-nya.


Aldion mengerutkan keningnya bertanya dalam hati ’mau apa dia datang? tidak seperti biasanya’.


"Kau boleh keluar sekarang" ujar Aldion pada pengawal-nya.


"Salam hamba yang mulia Kaisar" ucap orang tersebut terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ya...cepat jangan banyak bicara, langsung katanya tujuan-mu" saut Aldion cepat.


"Maaf-kan hamba yang mulia, hamba ingin memberitahukan bahwa hamba serta para mata-mata yang lain tidak menemukan keberadaan yang mulia selir di-kediamannya" ucap sang mata-mata tersebut.


"Lalu... apa masalahmu mungkin saja dia sedang berjalan-jalan keluar" saut Aldion tenang.


"Bukan itu maksud hamba yang mulia, selir Qilan terakhir sedang berjalan menuju sungai di belakang kediamannya dan masih dalam pantauan saya. Namun, ditengah perjalanan mengikuti Yang mulia selir hamba melihat anak burung jatuh dari sangkarnya. Setelah-nya saya langsung mengikuti yang mulia selir tapi saya tidak menemukan-nya.Sya sudah mencari-nya kemana-pun namun tetap tidak ada" jelas mata-mata tersebut.


"Jadi apakah dia..? Hilang? bagaimana bisa".


......................


Mendapat perintah langsung dari Alice untuk menghabisi para bedebah sialan itu, Bao dam Mou segera membantainya habis.


Dan melanjutkan perjalanan ke desa Sero dengan cepat demi mengisi perutnya yang sudah berisik karena laper.


Sampai di desa Sero__


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


^^^Arin G 🌻^^^


Tolong Hargai Karya author dengan cara


Like 👍


Favorit 💙


Ikuti akun author ☑️


Berbagi Hadiah 🎁


Di Vote juga dong 😘


Di comen juga ya💬sebagai jejak-jejak cinta😅

__ADS_1


__ADS_2