
Hai Hai Reader π
Selamat membaca karya dari author.
Maaf bila banyak penulisan yang salah, author masih pemula.
Jangan sungkan untuk memberi masukan untuk author di comen ya π
_________________
________________________
Pagi harinya π
"Ayo paman Mou teruslah berlari"
"Aiyaa mengapa paman Mou lambat sekali"
"Benar nona lihat lah paman Bao saja sudah jauh di depan"
"Paman Mou semangat lah sedikit"
"Teruslah berlari demi nona paman Mou"
"Eh mengapa demi aku Nana?"
"Tentu saja demi nona, jika tidak siapa lagi"
"Tapi kenapa Aku"
"Jika bukan untuk menjaga nona lalu untuk menjaga siapa.Paman Mou itu kan pengawalnya nona jadi jika paman hebat dia akan hebat untuk nona"
"Ya benar juga katamu"
Dipagi hari yang sangat cerah dikediaman Alice sudah sangat ricuh dengan kehebohan unfaedah di antara seorang pelayan dengan nonanya.Sepereti yang sudah author janjikan, bawha dipagi hari akan ada olahraga pagi di halaman pivaliun Alice.Tapi memang sedikit janggal,terasa ada yang aneh.Ahh author tau apa yang aneh.Janji author kan Alice bersama orang-orang setianya yang akan berolah raga pagi.Tapi pagi ini kenapa hanya paman Bao dan Mou saja yang lari.Sementara Alice dan Nana hanya teriak-teriak tidak jelas.
Ohh munkin mereka olahraga pita suara kali ya.
Ditengah-tengah kehebohan mereka tiba-tiba saja terdengar suara serak dengan penuh penekanan membuat mereka terlonjak kaget.
"Bisakah kalian berhenti meneriaki kami dengan sebutan paman,Kami tidak setua itu"
Deghh...
________________
__________________________
Alice yang mendengar suara serak dengan penuh penekanan tersebut itu pun mendadak jadi gugup.
"Ehh paman Bao dan paman Mou,apa su..dah selesai berlari nya"ucap Alice gugup.
"Sudah aku bilang,jangan memanggil kami paman.Kami masih sangat muda, bener kan Bao apa yang aku katakan"ujar Mou lagi sambil menatap Bao.
Mendengar Mou menyebutkan Bao sontak Alice dan Nana melihat ke arah Bao dengan tatapan yang... sangat aneh.
"Ahh ya benarkah begitu paman Bao?"tanya Nana.
"Iya, apa itu benar paman? tambah Alice.
"Ehem~ ya tentu saja benar.Kami masih sangat muda,umur kami bahkan masih dua puluhan."jawab Bao.
"Ehh Iyah kah masih dua puluhan?"tanya Alice lagi.
"Iyah, jadi berhentilah memanggilku dengan sebutan paman.Itu sangat buruk untuk kharismaku ."Ujar Mou.
""Kharisma apa yang paman maksud?."tanya Alice.
"Berhenti mamanggil ku paman ku bilang"tegas Mou.
"Ya baiklah-baiklah. Tapi kami harus memanggil dengan sebutan apa?"ucap Alice.
__ADS_1
"Kakak"saut Bao dan Mou barengan.
"Eh apa? kakak?"
"Iyah lah, jadi apa lagi.Panggilan kakak lebih tepat untuk kami"ujar Mou.
"Oke,Kami panggil kakak deh.Ya gak Nana?"ucap Alice sambil melihat Nana dan ya ternyata Nana sedang fokus memperhatikan Bao dan Mou tanpa kedip.
Mendengar suara Alice yang mengagetkan nya sontak Nana langsung sadar dari perhatiannya.
"Ehh iiyΓ a ada apa nona?"gugup Nana.
"Apa yang kau perhatikan dari kami sampai tak berkedip sedikit pun?"tanya Mou dengan nada curiga.
"Tii...dakk ada kok.Hanya saja mendengar kalian mengatakan Kakak barengan itu terlihat~"
"Terlihat apa maksud mu"potong Bao.
"Ishh biarkan aku selesai bicara dulu dong"Kesal Nana.
"Ya ya lanjutkan"
"Waktu kalian mengatakan Kakak kalian itu terlihat seperti anak kembar.Ya kalian kembar ya, aku lihat kalian ada kemiripan loh"ucap Nana.
"Ehh mana ada, gak mungkinlah aku punya kembaran seperti dia"ujar Mou.
"Γih~ apa kau pikir aku mau jadi kembaran mu ha"saut Bao.
"Ya pastinya kau maulah.Aku kan hebat dan sangat berkharisma"ujar Mou.
"Mimpi mu terlalu tinggi"saut Bao sambil melirik sinis.
"Kau~"
"Aishh sudahi saja pertengkaran kalian.Bukan kah aku sudah bilang,kita akan berlatih pedang hari ini juga.Jangan membuang waktu untuk pertengkaran kalian yang tak bermanfaat sama sekali ini"Tegas Alice menyela Mou yang akan membalas ucapan Bao.
"Baik nona"
sring sring sring
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
sring~
"Ahh hanya mengikuti insting saja"saut Alice.
sring~
Bao hanya mengerutkan keningnya saja mendengar jawaban dari Alice.
"Ini jelas bukan karena insting,semua gerakannya seperti sudah berpengalaman.Dan teknik menyerangnya juga tidak mungkin karena insting.Ternyata benar yang dibilang Nana, Nona sudah banyak berubah dan banyak menyimpan rahasia.Ya setidaknya Nona tidak mudah ditindas lagi itu cukup baik."batin Bao.
"Jangan lengah saat berhadapan dengan maut kakak laki-lakiku"
sring~
"Auhhh"
"Yeyy aku menang.Nana lihat kak Bao terluka dan aku bersih tanpa debu"seru Alice girang.
"Gila ni gue kok jadi girang amat ya kaya tante-tante girang.Perasaan dulu gue datar banget kaya tembok.Mungkin bawaan raga gue kali ya" pikir Alice.
"Nona hebat.Nana saja sampai tidak berkedip melihat nona bermain pedang seperti tadi."saut Nana ikut senang.
"Tapi dari mana nona belajar menggunakan pedang seperti tadi.Saya rasa nona tidak pernah belajar berpedang"Tanya Mou.
"Itu hanya~"
"Insting,Nona berbohong pada kami.Tidan ada orang yang menggunakan insting sampai membuat luka seperti ini.Bisakah nanti saja bertanya nya dan tolong obati luka ku"ujar Bao menyelah ucapan Alice.
"Huhff, baiklah Nana ambil air untuk membersihkan nya dulu dan obat juga"perintah Alice.
__ADS_1
"Baik Nona"
Setelah Nana membawakan yang diminta Alice.Alice langsung membersihkan luka Bao dan dibalut dengan obat.Selesai dengan urusan nya dengan Bao, Alice langsung mengajak Nana untuk membersihkan tubuhnya dan melakukan perawatan wajah nantinya.
Selesai membersihkan tubuhnya Alice langsung memanggil Nana dan mengajaknya ke kamar untuk menggunakan masker.
"Nona,apa tidak masalah pelayan seperti hamba melakukan perawatan seperti ini"ucap Nana saat akan mengoleskan masker di wajahnya.
"Tentu saja tidak ada yang salah"jawab Alice.
"Emm... bagaimana jika nanti ada yang tau dan menyebar gosip nona"ucap Nana.
"Kau tidak usah khawatir jika ada terdengar gosip tak mengenakan seperti itu aku yang akan mengatasi nya dengan baik"jawab Alice.
"Sekarang berhentilah mengoceh dan gunakan maskermu aku sudah selesai dan kau belum apa-apa sama sekali"ujar Alice.
"Ahh iya baiklah nona"
Selesai membersihkan masker di wajah Alice mencoba untuk melihat wajahnya lagi kali ini.Dia hanya ingin tahu sebesar apa perubahan wajahnya sekarang.
"Tinggal sedikit lagi, mungkin tiga hari lagi ini akan jadi sempurna.Aku akui wajahku yang diraga ini memang lebih sempurna dari pada di zamanku.Mungkin Karena ini raga asliku kali ya"batin Alice sambil memperhatikan wajahnya di cermin.
"Tapi kenapa aku merasa seperti ada yang aneh belakangan ini"gumam Alice yang masih bisa didengar oleh Nana yang juga sudah akan membersihkan masker diwajah nya.
_______________
______________________
"Itu karena tidak ada yang datang untuk mengganggu nona dan juga tidak ada rencana pembunuhan yang ditujukan untuk nona datang akhir-akhir ini."jawab Nana untuk memberitahu apa yang aneh belakangan ini.
"Ohh iyah,Kau benar Nana.Tapi kenapa mereka tidak menggangu atau mencoba membunuhku lagi."tanya Alice.
"Karena ketika nona masih terbaring lemah mereka menyimpulkan bahwa nona akan lumpuh parah.Jikapun nona sadar mereka mengira pasti lumpuh dan akan tetap buruk rupa.Jadi mereka berhenti mambuang waktu untuk mengganggu nona.Saya mendengar itu dari pelayan dapur yang masih menjadi teman saya nona.Cuma dia yang masih mau bersikap baik pada kita .Terkadang jika saya tidak mendapat makanan dia yang akan mengambilnya.Dia juga sering menanyakan keadaan nona."Jelas Nana.
"Owhh ya, sudah berapa lama temanmu itu membantu kita?"tanya Alice.
"Dari ketika permaisuri meninggal nona"jawab Nana.
"Mengapa aku curiga dengan dia"
"Ya nona memang tidak salah,hamba juga terkadang sedikit curiga dengan dia.Dia itu seperti tidak pelayan nona.Dia memiliki ilmu beladiri ya tidak biasa."saut Nana.
"Kalau begitu ikuti saja alur permainan dia .Jika sudah saatnya kita akan buka kedokterannya dengan sangat halus.Bagaimanapun juga dia itu orang yang berbuat baik pada kita kan"ucap Alice sambil tersenyum menyeringai.
Nana yang nelihat senyum nonanya sudah tidak terkejut lagi malah dia juga merasakan yang sama dengan yang Alice rasakan. Perasaan yang sangat menyenangkan,bermain dengan orang yang berbuat baik dengan maksud lain sangat ekstrim.
"Sesuai keinginan Nona"
______________
_______________________
^^^Arin G π»^^^
β’
β’
β’
β’
Tolong Hargai Karya author dengan cara
Like π
Favorit π
Ikuti akun author βοΈ
Berbagi Hadiah π
__ADS_1
Di Vote juga dong π
Di comen juga yaπ¬****sebagai jejak-jejak cinta π