
Hai Hai Reader π
Selamat membaca karya dari author.
Maaf bila banyak penulisan yang salah, author masih pemula.
Jangan sungkan untuk memberi masukan untuk author di comen π
β’
β’
β’
______________
____________________
(Di zaman sebelumnya Alice di abad 21 bersama dengan anak buahnya berhasil mendapatkan cincin dimensi dari sebuah pelelangan.Alice yang merupakan ketua dari mereka, memberikan cincin tersebut untuk Alice.Tanpa diketahui oleh anak buah sekaligus orang-orang kepercayaannya itu.Alice sudah berhasil memasuki cincin dimensi beberapa kali.Yang dilihatnya tidak kalah indahnya dari bukit Ying.Malah berkesan lebih indah.Alice ingat beberapa tempat di sana terdapat penjaga nya masing-masing.Alice yang memang hanya memiliki sedikit sisa waktu di zamannya dulu hanya sempat 3 kali memasuki cincin tersebut.Selama 3 hari itu dia mengenal 5 orang penjaga yang berada di kawasan mereka masing-masing.Meraka juga menyambut kedatangan Alice dengan ramah meski ada yang dengan raut wajah dingin.Tapi mereka tidak terlihat bermusuhan dengan Alice.)
"Ahhh kurasa aku merindukan kelima orang itu.Walaupun aku belum dekat dengan mereka.Tapi ternyata mereka ngangenin ya."gumam Alice sambil memikirkan kelima penjaga itu.
______________
____________________
"Aku akan per~"
"Nona mengapa belum siap-siap sama sekali?."ucap Nana mengagetkan Alice yang sudah akan pergi ke cincin dimensinya.
"Aku harus bersiap-siap untuk apa di pagi hari ini."
"Owhh ya ampun apa nona lupa?kita akan mengunjungi selir Qilan hari ini.Setelahnya kita juga akan berkunjung ke kakek nona."jelas Nana.
"Ahkk sial aku memang lupa tentang ini."
"Aishh tapi aku ingin pergi ke ruang dimensi."gumam Alice.
"Nona ayo cepatlah ganti pakaian nona.Hamba akan membantu nona."ucap Alice.
"Oke oke aku akan ganti pakaian,tapi kau sebaiknya keluar saja.Aku bisa melakukannya sendiri."ujar Alice.
"Hamba akan menunggu di luar nona."
"Baiklah aku akan menundanya dulu untuk kali ini"gumam Alice sembari berjalan menghampiri pakaian yang memang sudah disiapkan Nana sejak kemarin.
Setelah selesai berganti pakaian Alice langsung menghampiri Nana yang menunggu di luar.Mereka langsung menuju ke kediaman Selir Qilan.Sepanjang jalan banyak terdengar cibiran-cibiran yang ditujukan untuk Alice.Pelayan maupun pengawal yang berpapasan dengan Alice sama sekali tak memberi hormat sedikit pun.Bahkan mereka secara terang-terangan memaki Alice.
"Kau putri terbuang ternyata masih bernafas ya?."Ucap pelayan A.
Alice yang mendengar ucapan pelayan tersebut hanya mengangkat alis dengan perasaan bingung.
"Apa kau sudah menjadi bisu? sehingga tak bisa menjawab pertanyaanku."ucap pelayan A lagi.
"Owhh kau bertanya denganku rupanya."saut Alice.
"Cih~ternyata walaupun tidak mati,kau tambah bodoh sekarang.Tentu saja aku bertanya padamu,kau pikir ada berapa disini seorang putri terbuang."ucap pelayan A sinis.
"Aku bodoh?Ahh apa kau tidak menyadari dirimu sendiri Pelayan."ujar Alice.
"Apa maksud mu."
__ADS_1
"Kau seorang pelayan kan?."ujar Alice.
"Iya aku pelayan."jawab pelayan A dengan bangga.
"Apakah pantas seorang pelayan berbicara congkak seperti ini."ujar Alice.
"Kau...apa maksud ucapan mu ha."Kesalnya.
"Ehh setidaknya walaupun aku pelayan aku tidak terbuang seperti mu."ucap pelayan A lagi dengan percaya diri.
"Owhh sangat percaya diri sekali Pelayan ini.Apa kau pernah mendengar seorang pelayan yang tidak terbuang sama sekali.Apa kau lupa asal usulmu dari tempat pembuangan.Dan apa kau pikir pelayan yang harus melayani tidak terbuang namanya."jelas Alice membuat semua pelayan yang menonton perdebatan itu sadar posisi untuk sesaat, sambil menundukkan kepala.
"Ehh mengapa Pelayan ini terdiam.Apakah sudah bisu sehingga tidak menjawab pertanyaan putri dari keluarga Dalka ini?."ujar Alice menohok mereka semua.
Ahh mereka sadar, meskipun Alice putri terbuang di istana.Tapi Alice adalah cucu perempuan satu-satunya yang sangat dicintai oleh keluarga Dalka.Sunggu kebodohan yang sangat tidak disadari namun bisa membuat kehilangan nyawa.
Mereka yang masih terdiam membisu di tempat hanya pasrah jika Alice akan melaporkan hal ini apa kakeknya.Kakek Alice Master Lordan seorang ketua dari klan Dalka.Klan yang sangat disegani di 3 benua.Alasannya karena klan Dalka bukan hanya terdiri dari orang yang berada di benua tertentu.Melainkan orang-orang yang berada diketiga denua.Beberapa orang yang sangat berpengaruh dari tiga benua, membuat klan yang sangat kuat.Bukan klan untuk penjahat bukan juga untuk orang baik.Hanya untuk menegakkan keadilan juga melindungi keluarga dari anggota klan Dalka.
Jika para Pelayan berani mengusik cucu perempuan satu-satunya dari ketua klan Dalka.Itu sudah dipastikan sangat buruk,sama seperti menentang tiga benua sekaligus.
Sungguh mereka hanya berharap semoga Alice mengampuni mereka.Sayang sekali meskipun mereka sudah diambang Kematian,mereka tetap tak memiliki niatan untuk memohon maaf sedikit pun.
Benar-benar pelayan yang sombong.
Aku akan kasih sedikit pertunjukan untuk orang-orang di istana terkutuk ini.batin Alice sambil tersenyum tipis.
"Nana."panggil Alice.
"Hamba nona?."saut Nana.
"Tolong catatan dan ingat wajah semua pelayan yang ada disini.Terutama mereka yang ikut angkat suara."ujar Alice.
"Hamba akan laksanakan nona."jawab Nana.
"Baik nona"
"Lakukan dengan segera aku akan melanjutkan perjalananku."ujar Alice dengan raut wajah berbeda,datar dan tatapan yang tajam.
Sungguh membuat mereka yang melihat itu seketika membatu.Bagaimana mungkin putri terbuang yang biasanya akan pasrah jika ditindas.Sekarang melawan seakan seperti ingin menerkam mereka hidup-hidup.
Menyadari kondisi yang sangat tidak baik,salah satu pelayan yang berada di samping pelayan A langsung memberi kode untuk bersujud memohon ampun.Tapu sebelum sempat memohon Alice sudah terlebih dahulu memotong.
"Jangan ada satupun Pelayan yang bersujud memohon ampun padaku.Waktu kalian sudah habis, nikmat saja kesombongan terakhir kalian."tegas Alice.
"Putri ma~"
"Heyy siapa namamu Pelayan?."
"Hamba Yuna Putri."jawab pelayan itu.
"Ahh jadi Yuna kau sangat tak takut mati ya?."ujar Alice.
"Ten..tuu hamba takut putri."Jawab Yuna takut.
"Lalu dari mana datang keberanianmu untuk berbicara kembali."Alice berteriak marah.
"Putri~
"Bukankah sudah kubilang jangan ada yang memohon maaf."Teriak Alice lagi.
"Nona sebaiknya kita selesaikan ini segera.Kita akan melakukan perjalanan ke kediaman master Lor nantinya.Untuk menghindari pulang dengan suasana gelap,sudahi saja hidup mereka."ucap Bao mengingatkan tujuan awal nonanya keluar.
"Ahh ya baiklah,kau benar Bao.Nana kau sudah mencatat nama mereka?."tanya Alice pada Nana.
__ADS_1
"Sudah nona."
"Kau harus mengingat setiap garis wajah menjelekkan mereka dengan benar!."ujar Alice.
"Hamba sudah melakukannya nona."
"Ayo kita lanjutkan perjalanan."perintah Alice.
Setelah kepergian Alice,para pelayan yang hanya menonton tapi ikut terlibat langsung memarahi pelayan A.Semua menganggap bahwa malapetaka ini hadir karena kebodohan pelayan congkak itu.Mereka seperti tak pernah berkaca saja.
"Mona kau memang sangat bodoh.Lihat malapetaka telah menghampiri kami semua hanya karena kesombonganmu.Padahal hanya seorang pelayan."ucap Yuna pada mona.Ternyata pelayan sombong itu bernama Mona.Seakan lupa dengan tindakan mereka tadi.Bukankah mereka juga ikut tertawa dan menatap remeh Alice, saat dihina tadi.
"Aishh kalian diamlah.Mengapa hanya menyalakanku.Bukan kalian juga ada yang ikut-ikutan.Kalian juga tertawa sesaat tadi."kesal Mona.
"Tapi tetap saja kau terlalu sombong untuk ukuran seorang pelayan rendah."cerca mereka dan langsung meninggalkan Mona sendiri.
"Sialll... ini benar-benar hari yang sial."
"Aku sudah tidak punya waktu untuk bertobat"lirih Mona.
______________
_____________________
Meninggalkan ketakutan pelayan-pelayan bodoh itu.Sekarang Alice sampai di depan pintu masuk paviliun Selir Qilan.Bukan sebuah paviliun mewah ataupun buruk.Tapi memang tak setara dengan paviliun Selir lainnya.
Dari luar Alice dapat melihat seorang gadis cantik sedang menyiram bunga-bunga yang tumbuh di samping paviliun itu.Lumayan banyak bunga yang ada.Dan sepertinya ada yang baru saja di tanam.
Kediaman Selir Qilan memang tak semewah Selir lainnya.Tapi cukup indah,dengan halaman yang bersih dan asri sangat menyejukkan hati.
"ternyata selir Qilan menyukai bunga ya?" batin Alice.
Karena di depan tak ada penjaga yang terlihat Alice memutuskan untuk langsung masuk menyapa Selir Qilan.Ini tidak akan menjadi masalah kan.Lagian memang tak terlihat seorang penjagapun disini.Apa itu karena Selir Qilan juga bukan seseorang yang diinginkan ayah.pikir Alice.
"Selir Qilan?Apa kabar?."sapa Alice, membuat Selir Qilan yang tak tau dengan kehadiran Alice terlonjak kaget.
"Ehh...~"
____________
____________________
^^^Arin G π»^^^
β’
β’
β’
β’
Tolong Hargai Karya author dengan cara
Like π
Favorit π
Ikuti akun author βοΈ
Berbagi Hadiah π
Di Vote juga dong π
__ADS_1
Di comen juga yaπ¬sebagai jejak-jejak cinta π