Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa

Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa
Keinginan


__ADS_3

Hai Hai Reader πŸ‘‹


Selamat membaca karya dari author.


Maaf bila banyak penulisan yang salah, author masih pemula.


Jangan sungkan untuk memberi masukan untuk author di comen 😘


β€’


β€’


β€’


_______________


______________________


"Itu karena tidak ada yang datang untuk mengganggu nona dan juga tidak ada rencana pembunuhan yang ditujukan untuk nona datang akhir-akhir ini."jawab Nana untuk memberitahu apa yang aneh belakangan ini.


"Ohh iyah,Kau benar Nana.Tapi kenapa mereka tidak menggangu atau mencoba membunuhku lagi."tanya Alice.


"Karena ketika nona masih terbaring lemah mereka menyimpulkan bahwa nona akan lumpuh parah.Jikapun nona sadar mereka mengira pasti lumpuh dan akan tetap buruk rupa.Jadi mereka berhenti mambuang waktu untuk mengganggu nona.Saya mendengar itu dari pelayan dapur yang masih menjadi teman saya nona.Cuma dia yang masih mau bersikap baik pada kita .Terkadang jika saya tidak mendapat makanan dia yang akan mengambilnya.Dia juga sering menanyakan keadaan nona."Jelas Nana.


"Owhh ya, sudah berapa lama temanmu itu membantu kita?"tanya Alice.


"Dari ketika permaisuri meninggal nona"jawab Nana.


"Mengapa aku curiga dengan dia"


"Ya nona memang tidak salah,hamba juga terkadang sedikit curiga dengan dia.Dia itu seperti tidak pelayan nona.Dia memiliki ilmu beladiri ya tidak biasa."saut Nana.


"Kalau begitu ikuti saja alur permainan dia .Jika sudah saatnya kita akan buka kedoknya dengan sangat halus.Bagaimanapun juga dia itu orang yang berbuat baik pada kita kan"ucap Alice sambil tersenyum menyeringai.


Nana yang nelihat senyum nonanya sudah tidak terkejut lagi malah dia juga merasakan yang sama dengan yang Alice rasakan. Perasaan yang sangat menyenangkan,bermain dengan orang yang berbuat baik dengan maksud lain sangat ekstrim.


"Sesuai keinginan Nona"


______________


_______________________


"Kau benar Nana.Semua harus sesuai dengan keinginanku,Keinginanku.Owh ya Nana kita tetap harus bersikap bodoh dan yah jangan perlihatkan kecurigaan mu pada dia.Itu bisa merusak keinginanku."Ucap Alice.


"Baik nona"jawab Nana.


"Nana apa di istana sama sekali tidak ada kehebohan.Mengapa di sini sangat membosankan?."


"Ahh ya sebenarnya seminggu lagi bakal di adakan perjamuan besar nona.Mungkin semuanya tengah mempersiapkan diri.Terutama para putri selir itu pasti sibuk mempercantik penampilan mereka."Ujar Nana.


"Mengapa"saut Alice.


"Ya pasti karena diperjamuan nanti banyak pangeran-pangeran dan Raja yang akan datang Nona."ujar Nana.


"Bukan itu yang kumaksud Nana.Aku tak perduli sama sekali tentang mereka.Tidak ada manfaatnya juga buatku."Saut Alice acuh.


"Jadi nona bertanya tentang apa?"tanya Nana.


"Mengapa perjamuan itu dilakukan?"ucap Alice.


"Owhh itu untuk perayaan ulang tahun kaisar nona."jawab Nana.


"Ehh ini tidak seperti biasanya.Mengapa Ayah ingin melakukan perayaan seperti ini untuk ulang tahunnya."

__ADS_1


"Kalau itu saya juga tidak tau nona.Memang ini sangat aneh dari biasanya.Tapi yang saya dengar kaisar membawa seorang gadis, 3 hari yang lalu.Katanya akan dijadikan Selir."saut Nana.


"Jadi ayah ingin seorang selir lagi ya.Bukan kah dia sudah memiliki banyak selir.Dan apa katamu gadis?Apa masih sangat muda?."tanya Alice.


"Iyah nona dan sepertinya gadis itu bukan dari keluarga bangsawan."Ucap Nana.


"Kau pernah melihatnya?."


"Hamba melihatnya di lorong dekat dapur nona.Ketika ingin menyapa pelayan Mesa (pelayan yang diceritakan Nana chapter 14) hamba melihatnya dari kejauhan dia terlihat seperti masyarakat biasa dan juga dia ternyata sering ke dapur untuk membantu.Ya meski sering dilarang oleh kepala pelayan,mereka takut dimarahi kaisar."jelas Nana.


"Ahh jadi dia bukan wanita licik ya?Tapi semua yang terlihat belum tentu benar kan?Nana, bagaimana kalau lain kali kita mengunjunginya?."ujar Alice.


"Nona ingin mengunjungi selir Qilan?."tanya Nana.


"Ohh namanya Qilan,ya kita akan mengunjungi nya nanti.Aku ingin melihatnya,kau tau Nana aku bisa mengetahui sifat seseorang dari mata dan wajahnya.Aku ingin tau seperti apa gadis yang akan menjadi selir ayah ku."ujar Alice.


"Baiklah nona hamba akan menyiapkan pakaian yang cocok untuk menyapa selir Qilan."ucap Nana.


"Nana,aku ingin sebelum perayaan kita mengunjunginya kakek juga."ujar Alice.


"Iyah baiklah Nona.Bagaimana setelah dari mengunjungi selir Qilan kita langsung mengunjungi Tuan besar."saran Nana.


"Itu juga baik."


"Besok pagi kita akan mengunjungi selir Qilan."


"Baik nona~"


-_-_-_-_-_-_-_-


"Nona hari mulai gelap,hamba sudah menyiapkan air dan juga pakaian nona.Hamba undur diri untuk menyiapkan makan malam nona."ucap Nana.


"Ya ya baiklah."saut Alice.


Selesai membersihkan tubuhnya Alice hanya menunggu Nana di kamar.aku sama sekali gak ngerti,kenapa ayah ingin menyiksa seorang gadis dengan cara seperti itu.(Bukankah dengan menjadi gadis yang sangat muda selirnya,sangat jelas jika ayah ingin menyiksanya.Ternyata kekejamannya berlaku untuk semua orang bukan aku saja.Tapi aku juga bingun,kenapa walaupun dia kejam padaku aku tak bisa membenci nya sedikitpun).batin Alice.


"Nona apakah sudah lama menunggu hamba?."tanya Nana tiba-tiba mengejutkan Alice dari lamunannya.


"Ohh tidak lama kok baru saja."jawab Alice.


"Silahkan dimakan Nona."ucap Nana.


"Ayo duduklah,ikut makan bersama."ujar Alice.


"Ahh tidak usah nona hamba akan makan setelah nona selesai."jawab Nana.


"Tidak usah menunggu aku selesai, sekarang saja ayo."ujar Alice.


"Tapi nona,hamba akan makan bersama Bao dan Mou nanti di luar."


"Aishh berbelit-belit sekali dirimu.Panggil Bao dan Mou sekarang, CEPAT."ujar Alice.


"Untuk apa nona?."


"Jangan banyak bertanya, CEPAT."


Nana langsung berlari keluar untuk memanggil Bao dan Mou.


"Kalian berdua di panggil nona CEPAT.Jika tidak nona akan marah."ucap Nana saat menemukan Bao dan Mou yang sedang duduk di depan paviliun.


Mendengar ucapan Nana sontak saja Bao dan Mou berlari meninggalkan Nana sendiri.


"Ada apa nona?."ucap Mou saat sampai di kamar Alice.

__ADS_1


"Kalian semua duduk dan makanlah bersamaku."saut Alice membuat mereka tercengang.


"Jangan bengong, cepatlah aku sudah lapar.Apa kalian ingin aku mati kelaparan."saut Alice lagi.


"Ehh tidak begitu nona.Kami~"


"Kalau begitu cepat duduk dan makan."potong Alice.


"Baiklah nona"jawab mereka serentak.


Mereka berempat pun makan dengan khidmat di kamar Alice.Makan bersama lebih bermakna dari pada makan sendiri, setidaknya seperti itu lah yang dipikirkan Alice.


Selesai dengan acara makan malam bersama itu, baik Bao Mou dan Nana langsung kembali ketugas yang belum terselesaikan oleh meraka.


Sedangkan Alice memilih untuk langsung menyapa ranjangnya.


Paginya 🌞


Pagi ini sangat berbeda dari pagi yang kemarin.Tidak ada kehebohan ataupun pertengkaran di halaman paviliun Alice sama sekali.


Alice yang biasanya akan melakukan olahraga pagi di halaman paviliunnya hanya bisa memandang air yang senantiasa menetes dari langit,di jendelanya.Walaupun tidak melakukan olahraga pagi sama sekali, tetapi melakukan perawatan wajah nya tetap akan dia lakukan meski dalam keadaan hujan yang deras.Toh melakukan perawatannya kan di dalam kamar.Setelah menyelesaikan perawatan nya Alice duduk bersantai di kamarnya.Tidak tau apa yang harus dilakukan hari ini.


"Huhff aku sama sekali gak ada rencana apa-apa hari ini,Membosankan."gumam Alice.


"Owhh ya ampun,aku sampai lupa tentang cincin dimensi ini.Apa aku coba masuk aja kali ya.Selama berada di zaman ini aku sama sekali belum pernah coba masuk."gumam Alice sambil memperhatikan jarinya yang terdapat cincin dimensi melingkar dengan indah.


"Oke aku akan masuk untuk berkunjung.Tapi aku akan berpesan pada Nana dulu,atau dia akan mengganguku nanti."


_______________


____________________



(Di zaman sebelumnya Alice di abad 21 bersama dengan anak buahnya berhasil mendapatkan cincin dimensi dari sebuah pelelangan.Alice yang merupakan ketua dari mereka, memberikan cincin tersebut untuk Alice.Tanpa diketahui oleh anak buah sekaligus orang-orang kepercayaannya itu.Alice sudah berhasil memasuki cincin dimensi beberapa kali.Yang dilihatnya tidak kalah indahnya dari bukit Ying.Malah berkesan lebih indah.Alice ingat beberapa tempat di sana terdapat penjaga nya masing-masing.Alice yang memang hanya memiliki sedikit sisa waktu di zamannya dulu hanya sempat 3 kali memasuki cincin tersebut.Selama 3 hari itu dia mengenal 5 orang penjaga yang berada di kawasan mereka masing-masing.Meraka juga menyambut kedatangan Alice dengan ramah meski ada yang dengan raut wajah dingin.Tapi mereka tidak terlihat bermusuhan dengan Alice.)


"Ahhh kurasa aku merindukan kelima orang itu.Walaupun aku belum dekat dengan mereka.Tapi ternyata mereka ngangenin ya."gumam Alice sambil memikirkan kelima penjaga itu.


______________


____________________


^^^Arin G 🌻^^^


β€’


β€’


β€’


β€’


Tolong Hargai Karya author dengan cara


Like πŸ‘


Favorit πŸ’™


Ikuti akun author β˜‘οΈ


Berbagi Hadiah 🎁


Di Vote juga dong 😘

__ADS_1


Di comen juga yaπŸ’¬sebagai jejak-jejak cinta πŸ˜…


__ADS_2