
Hai Hai Reader 👋
Selamat membaca karya dari author.
Maaf bila banyak penulisan yang salah, author masih pemula.
Jangan sungkan untuk memberi masukan untuk author di comen 😘
•
•
•
Setelah selesai dengan rapat panjang yang diadakan di aula Kaisar memutuskan untuk mengunjungi Selir Qilan.Kaisar hanya ingin tau apakah selir Qilan nyaman dengan kediaman yang diberikannya.Kediaman yang tampat sederhana namun cukup luas dan juga jauh dari selir-selir lainnya.
Kaisar sengaja membuat Selir Qilan tinggal jauh dari selir-selir nya .Itu dilakukan semata-mata untuk menghindari pertengkaran dengan Selir nya yang tampak tak suka saat tau kaisar memiliki Selir muda.
Selir muda yang tampak sangat anggun dan lembut namun tak menutupi ketegasan dalam dirinya.Meskipun Selir muda itu belum pernah disentuh dan dianggap sebagai Selir kecil itu bukan berarti kaisar tidak akan menyentuhnya kan?.
Diperjalanan menuju ke kediaman Selir Qilan yang lumayan jauh dari aula.Kaisar sekilah mendengar berita baru dari pelayan yang berlalu-lalang di sekitar lorong.
"Hei aku dengar barusan putri Alice keluar dari kediamannya untuk mengunjungi Selir muda.Apa berita itu benar?."ucap pelayan 1.
"Iyah bener aku juga denger.Tapi yang mengejutkan adalah saat ada pelayan yang merendahkannya, putri Alice melawannya dengan tegas."jawab pelayan 2.
"Kau benar, bahkan putri sampai memberi mereka ancaman dengan membawa keluarga Dalka.Dan sekarang para pelayan yang terlibat sedang meratai nasibnya masing-masing."ucap pelayan 3.
"Mengapa putri jadi ngeri sekali.Jika membawa nama keluarga Dalka itu memang sudah memastikan akhir hidup mereka.Kasihan sekali mereka."ucap pelayan 1.
"Itu sebabnya kita harus berhati-hati sekarang.Jangan menyinggung apa lagi sampai membuat masalah dihadapannya."saut pelayan 3.
"Iya bener."saut mereka.
•~~~•
"Apa?Kenapa putriku keluar dari kediamannya? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya.Dan kenapa dia ingin menemui selir Qilan.Apa putriku marah karena aku mempunyai Selir baru yang sangat muda?."Gumam kaisar.
"Aku harus cepat menyusulnya,jika dia kenapa-kenapa aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku lagi."gresak kaisar.
Kaisar Aldino mempercepa langkahnya dengan raut wajah khawatir,cemas, panik,terasa seperti campur aduk.
Sampai didepan pintu masuk kediaman Selir Qilan, kaisar melihat Alice dan Selir Qilan sedang mengobrol santai sambil menikmati teh.
Tidak terlihat sedikitpun kalau Alice tak menyukai Selir Qilan.Bahakan mereka terlihat sangat dekat dan sepertinya sedang serius dalam pembicaraan mereka.
"Sebenarnya apa yang dibahas oleh kedua wanita itu?Mengapa mereka terlihat sangat serius di sana.Aku sangat penasaran sekali."
"Lebih baik aku mendekat saja."putus kaisar.
Kaisar berjalan mendekat sambil terus menyembunyikan dirinya dari penglihatan kedua wanita itu.Sampai lebih dekat, kaisar dapat mendengar ucapan mereka dengan sangat jelas sekali.
"Putri sangat pandai menebak isi pikiran orang.Selir ini jadi tidak bisa menutupi apa-apa dari putri."ucap Selir Qilan.
"Jadi benar ya selir sudah menyadarinya."
"Bagaimana apakah Ibunda sangat menginginkan selir menikah dengan Ayah?."tanya Alice.
"Ehh..ituu Selir tidak mengerti putri."
__ADS_1
"Ohh ayolah mengapa selir ini masih bersikap seolah putri ini masih orang yang bodoh."ujar Alice bercanda.
"Selir tidak bermaksud seperti itu putri."
"Baiklah-baiklah, sekarang katakan bagaimana rasanya menikah dengan Ayahku yang sudah tua itu."ucap Alice dengan bercanda lagi.
"Emm..itu~"
"Mengapa,apakah Selir malu?Selir harus tau satu hal."ucap Alice.
"Apa itu putri?."tanya selir Qilan.
"Walaupun Ayahanda sudah tua tapi ayah masih terlihat tampan dan gagah.Itu tidak akan merugikan Selir bukan?."ujar Alice berhasil membuat Selir Qilan tersipu malu.
"Putri bisa saja,selir ini sama sekali tak merasa merugi sedikitpun."jawab Selir Qilan malu-malu.
"Kau tau selir aku lebih suka jika kau yang bersanding dengan Ayah nantinya.Meski usia kalian terpaut sangat jauh.Tapi Ayahku kan masih terlihat tampan jadi tidak akan masalah."ujar Alice.
"Ehmm mengapa putri berbicara seakan ingin saya bersanding dengan kaisar?." tanya selir Qilan.
"Selir tau kan kalau putri ini bisa menebak pikiran orang.Putri ini juga tau kalau selir hanya dikirim Ibunda untuk melindungi ayahanda.Tapi selir juga harus tau maksud Ibunda yang paling penting."ujar Alice.
"Selir hanya tau diutus untuk melindungi Kaisar."
"Selir kau dipilih oleh Ibunda langsung untuk mendampingi Ayah.Itu berarti Ibu tau Selir akan menjadi pendamping Ayah yang sangat baik."ujar Alice.
"Dan ya alasan putri ini lebih suka jika selir Qilan yang mendampingi Ayah karena.Pertama, selir adalah orang yang sangat berbeda dari Selir ayah yang lainnya.Mereka serigala berbulu domba sangat licik.Terakhir, karena selir pilihan ibu.Pasti tidak akan mengecewakan."jelas Alice.
"Selir sangat tersanjung dengan pujian Putri."ucap Selir Qilan.
"Baiklah, Selir putri ini ingin mengunjungi kakek Lor.Putri ini akan berkunjung lagi lain waktu."pamit Alice.
"Tentu,selir akan menantinya.Semoga putri bahagia disini."
"Putriku, Putriku tak membenciku sedikitpun?aku sangat bahagia.Putriku sangat bijaksana,dia berlian ku.Ayah janji sayang ayah akan membawamu pergi dari istana terkutuk ini.Ayah akan memberikan tempat indah dan nyaman untuk hidupmu nanti.Kau harus menunggu Ayah."
"Tapi tunggu,apa maksud dari ucapan putriku barusan?Selir Qilan utusan Ratu Rose?Untusan istriku?siapa Selir itu sebenarnya?Mengapa istri dan putriku sangat ingin aku bersanding dengannya?."
Setelah kepergian Alice kaisar langsung saja mendekati selir Qilan dengan perasaan yang sangat kacau.
Sedih?tentu kaisar sangat sedih.Mendengar cerita tentang istri tercinta nya yang tidak dapat dilindungi dengan benar,sangat membuat dirinya bersedih sekaligus merasa bersalah.
Bahagia?tentu saja kaisar bahagia.bahakan sangat bahagia, putrinya tidak pernah membencinya yang sangat buruk ini sebagai ayah.kaisar tentu memiliki alasan kenapa menjauhi bahkan terlihat seperti membenci putrinya.Itu dilakukan semata-mata untuk menjauhkan kelicikan politik yang akan terjadi di istana berdampak juga pada putrinya.
Bingung?Kaisar juga pasti akan bingung.Bagaimana bisa putrinya mengetahui begitu banyak rahasia seperti itu.Apa lagi yang disembunyikan putri dan istrinya itu.
Marah?tentang rencana selir Qilan yang tidak diketahui olehnya sedikitpun tentunya kaisar marah.Kaisar seperti orang bodoh yang harus hidup dilindungi oleh istrinya sendiri.Baik saat istrinya ada ataupun tidak ada.
Selir Qilan yang melihat kaisar datang menemuinya dengan raut wajah yang sangat aneh dan mengerikan.Terdapat banyak ekspresi diwajahnya.Sedih, bahagia, bingung, dan marah secara bersamaan.
"Apa yang kaisar lakukan disini?."tanya Selir Qilan berusaha bersikap normal.Gugup sekali rasanya melihat kaisar berada didepannya setelah baru saja semenit yang lalu Alice pergi.Apa kaisar mendengar obrolan mereka? bagaimana jika iya!kacau semuanya akan kacau.
"Tidak usah berpura-pura lagi.Aku sudah mendengar semuanya."ujar kaisar.
"Maaff kann hamba kaisar."ucap selir Qilan sambil menunduk takut.
"Mengapa kau mau menuruti perintah istriku?."tanya kaisar.
"Buu~"
__ADS_1
"Jangan gugup?katakan saja dengan cepat dan jelas."potong kaisar cepat dan tegas.
"Huhff... permaisuri sama sekali tak memerintahkan hamba yang mulia hanya saja itu keinginan terakhir Permaisuri pada hamba dan ibu hamba."ucap Selir Qilan.
"Lalu kau bersedia begitu saja?."
Selir Qilan yang tau bahwa kaisar mencurigai nya hanya mengulum senyum paksa.
"Permaisuri sudah banyak menolong hamba dan ibu jadi hamba bersedia untuk membalas budinya dengan senang hati."ucap Selir Qilan.
"Permaisuri pernah berpesan untuk melindungi Kaisar dari jauh maupun dekat.Saat ibu mendapati Kaisar sedang terluka parah bahkan terkena racun,ibu langsung membawa kaisar kerumah untuk dirawat.Saat ibu merasa akan segera meninggalkan dunia ibu teringat perkataan Permaisuri untuk menjaga kaisar dari jauh maupun dekat dan jadilah pendampingnya.Ibu memutuskan untuk memohon pada kaisar.Inj semua hanya keinginan Permaisuri."jelas selir Qilan.
"Mengapa kau tak mengatakannya sejak awal?."tanya kaisar dengan tajam.
"Itu...karena jika hamba memberitahu kaisar sejak awal kaisar tidak akan percaya pada hamba.Dan kaisar pasti akan langsung membunuhku dan ibuku.Dan sekarang kaisar sudah tau itupun taunya dari putri kaisar sendiri.Jadi aku tidak akan dibunuh kan?."ujar Selir Qilan.
"Tidak ada gunanya juga aku membunuh mu.Sekarang tugasmu jaga dan awasi putriku dari dekat dan jangan beritahu dia kalau aku sudah tau tentang ini."ucap kaisar.
"Mengapa harus saya yang menjaganya?.tanya Selir Qilan bingung, Kaisar terlihat sangat menyayangi putrinya kali ini.Sangat beda dari biasanya atau dari yang dibicarakan orang-orang.Jika memang menyayangi putrinya mengapa tak menjaganya terus terang.
"Huhff...karena aku tidak bisa berada didekatnya.Itu akan tambah membahayakan nyawa putriku."ucap kaisar.
Selir yang mendengar jawaban itu jadi paham.Selama ini kaisar hanya bisa melindungi putrinya dari jauh.Jika mendekat akan membuat musuhnya tambah banyak yang mengincar putrinya.
Kaisar yang tak mendapat sautan dari selirnya itupun melangkah mendekat.Sambil menangkupkan tangan nya diwajah selir Qilan kaisar berkata"Tolong jaga putriku saja demi Aku."
"Aa..pa maksud kaisar demi kaisar?."tanya Selir Qilan gugup.
"Ahh tidak maksudku demi Permaisuri"ucap kaisar.
"Tapi tidak ada salahnya juga jika kau menjaga putriku demi aku bukan putriku itu sudah menganggapmu sebagai Ibu selirnya.Berarti dia juga tidak masalah kan jika demi aku?."ucap kaisar dengan ambigu.
Selir Qilan tersipu dengan ucapan (demi aku). Terdengar sangat vulg*r Buatnya.
Selir Qilan menundukkan kepalanya."Hamba akan menjaga putri demi hamba sendiri yang mulia kaisar."ucap Selir Qilan.
"Itu juga tidak masalah, terimakasih.Aku akan pergi jaga kesehatanmu dan jangan mau ditindas oleh yang lainnya."ujar kaisar.
"Terimakasih yang mulia"jawab Selir Qilan malu-malu.
•
•
•
•
^^^Arin G 🌻^^^
Tolong Hargai Karya author dengan cara
Like 👍
Favorit 💙
Ikuti akun author ☑️
Berbagi Hadiah 🎁
__ADS_1
Di Vote juga dong 😘
Di comen juga ya💬sebagai jejak-jejak cinta😅