Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa

Time Travel: Pembalasan Sikembar Satu Jiwa
Tak Tenang


__ADS_3

Happy reading 💙


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mendapat perintah langsung dari Alice untuk menghabisi para bedebah sialan itu, Bao dan Mou segera membantainya habis.


Dan melanjutkan perjalanan ke desa Sero dengan cepat demi mengisi perutnya yang sudah berisik karena laper.


Sampai di desa Sero.


"desanya tidak buruk, tapi sedikit aneh".


Itulah pertanyaan pertama saat melihat desa itu. Desa yang terdapat pemandangan gunung indah berlukis hamparan rumput yang membentang sepanjang mata memandang.


Namun, terkesan aneh karena tak ada seorangpun gadis serta balita perempuan yang terlihat di desa itu. Hanya ada para lelaki, anak laki-laki sepasang suami istri, serta orang tua.


Apa-kah di desa itu memang tak ada satupun gadis atau balita perempuan? jawaban-nya salah.


Yang sebenarnya terjadi adalah, para gadis serta balita perempuan sedang bersembunyi dari kehidupan luar.


Kenapa? itu karena, sebelumnya-kan Arin udah bilang desa Sero adalah tempat para lelaki mempermainkan wanita. Dan yang paling mereka inginkan adalah gadis-gadis kecil.


Jadi para orang tua yang memiliki anak perempuan tidak akan mengizinkan-nya keluar sedari kecil sampai nanti menikah.


......................


Rombongan Alice tak ambil pusing dengan yang terjadi. Mereka memilih mencari lapak untuk makan. Mencari kedai makan yang sepi, itu lebih baik.


Melangkah perlahan sembari memperhatikan sekeliling mereka. Ternyata sekeliling mereka juga tengah memperhatikan mereka. Terlihat seperti sedang dikasihani ada juga yang memandang dengan tatapan menjijikkan seolah ingin menguliti nikmat pada Alice dan Nana.


Sepertinya ke-dua gadis itu sudah menjadi incaran para buaya buruk rupa itu.


Tapi sangat disayangkan, mereka tidak tau sedang mengincar siapa? juga seberapa kemampuannya?.


*Bisakah Arin memberitahu mereka agar mereka selamat. Tapi buat apa? kan bukan siapa-siapa nya Arin ya🤔


Dahlah terima aja nasib kalian*

__ADS_1


Alice hanya mengabaikan semua tatapan itu, dan tetap melangkah ke salah satu kedai yang terlihat lebih sepi. Sama hal-nya dengan Bao dan Mou.


Sedangkan Nana merasa bingung ada apa sebenarnya dengan penduduk desa itu. Kenapa menatap seperti itu.


Setelah memesan makanan yang mereka inginkan mereka duduk di tempat paling pojok.


Duduk tenang dengan berbagai pikiran-nya masing-masing.


Alice sendiri merasa tak tenang, setelah tadi Nana sempat bertanya apa pendapatnya mengenai Selir Qilan.


Ada perasaan aneh yang membuatnya selalu memikirkan keadaan Selir Qilan. Entah apa yang terjadi dengan Selir Qilan sampai membuat Alice kepikiran.


"kenapa aku merasa selir Qilan sedang dalam bahaya ya, jangan sampai dia terluka semoga Ayahanda memperhatikan-nya" batin Alice.


"Alice mengapa kau terlihat seperti sedang gelisa?" tanya Bao yang sedari dari memperhatikan gerak-gerik Alice, yang kebetulan berhadapan dengan-nya.


"Ah.. tidak aku hanya sedang menahan lapar yang sangat berat ini" kilah Alice yang tak ingin menceritakan ketakutannya.


"Oh ya apa sebegitu laparnya dirimu sampai tak tenang seperti itu" saut Mou yang sudah tak bisa menahan rasa penasarannya.


"Iyah" jawab Alice singkat.


"Nah makanan sudah datang lebih baik sekarang kita makan" sambung Alice menghindari pertanyaan yang semakin mendalam.


Bao dan Mou saling berpandangan melihat tingkah Alice yang benar-benar tak bisa menyembunyikan sesuatu dari mereka.


Nana sendiri memperhatikan Bao dan Mou secara bergantian dengan pandangan polosnya.


Alice langsung saja memulai makan-nya, setelah makan mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju desa selanjutnya.


Karena hari juga belum gelap, jadi mereka akan lanjut saja. Berjalan menuju tempat kuda mereka yang sebelumnya telah dititipkan pada penitipan hewan.


Menunggangi kuda untuk melanjutkan perjalanan mereka, belum jauh dari desa mereka sudah dihadang oleh sekelompok orang.


Seperti perkiraan mereka yang pasti terkecuali Nana, mereka sudah memprediksi hal ini sebelumnya. Jadi mereka bertiga tetap memasang wajah tenang berkesan dingin mereka. Nana sudah tegang karena sekelompok orang itu lebih banyak dari yang sebelumnya.


......................

__ADS_1


POV Kaisar Aldion.


Aku berjalan menuju ke-kediaman Selir Qilan demi memastikan semuanya. Melewati kediaman selir-selir lainnya, memasuki kediaman yang penuh dengan berbagai macam jenis tanaman. Aku sendri bingung sebenarnya dia suka bunga apa sih hampir semua jenis bunga ada di pekarangan-nya. Untuk mencsri tau apa yang terjadi sebenarnya aku menyusuri kediamannya.


Mengetahui selir muda-ku tiba-tiba menghilang membuat-ku sangat khawatir sekarang. Bukan karena aku takut kehilangannya tapi Alice putriku tercinta sangat menyukai selir itu.


"Alice atau kaisar ni yang suka 🤭" kata Arin.


"Lo thor meneng wae lah, jangan merusak konsentrasi gue lagi khawatir banget ini" jawab si kaisar kita.


"Oh iya kan selir kesayangan lagi hilang ya heheh" bengek gue deh.


"Ahh Author sialan... pergi-pergi".


"Sih ini lapak gue kok Lo ngusir gue, dah lah males".


"Stress mah, cewe emang ribet" .


Semoga para cewe sedunia tidak menyimpan dendam pada kaisar Al ya bestiii 😉.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tolong Hargai Karya author dengan cara


Like 👍


Favorit 💙


Ikuti akun author ☑️


Berbagi Hadiah 🎁


Di Vote juga dong 😘


Di comen juga ya💬sebagai jejak-jejak cinta😅


...^^^ See you next time 👋😘^^^...

__ADS_1


__ADS_2