
Happy reading 💙.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah 2 hari diperjalanan akhirnya Alice serta rombongan-nya sampai di kediaman klan Dalka, tempat kakeknya tinggal.
Tanpa membuang-buang waktu lagi Alice langsung masuk menyusuri kediaman klan Dalka yang sangat luas. Bao, Mou serta tiga pengikut barunya hanya mengekor di belakang Alice.
Sebelumnya sudah Alice mempertemukan Neyla dengan kedua kakak laki-laki. Dan mereka bertiga yang memang sudah tak punya siapa-siapa lagi selain bertiga, memutuskan untuk ikut kemanapun Alice pergi.
"Salam hamba yang mulia Putri Alice" ucap seorang pengawal menghampiri Alice.
"Hemm..."
"Yang mulia Tuan besar sedang melakukan rapat dengan para tetua lainnya. Jika putri ingin menunggu, hamba akan mengantarkan-nya" ucap pengawal itu pada Alice.
"Kapan rapatnya selesai?" tanya Alice.
"Hamba tidak tau pastinya Putri"
"Baiklah aku akan berkeliling sendiri saja, kau bawa mereka berlima untuk beristirahat" perintah Alice tegas.
Setelah mengatakan itu Alice langsung meninggalkan mereka semua. Alice berjalan-jalan di sekitar kediaman klan Dalka.
"Sepertinya ini tempat yang sangat bagus, dan sudah pasti aman" gumam Alice pada dirinya sendiri.
Alice melangkahkan kakinya menuju ke sebuah kolam ikan yang dijadikan tempat para angsa-angsa putih berendam.
Alice menghirup udara segar dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Udaranya segar banget di sini" gumam Alice.
Tiba-tiba suara gaduh yang sangat berisik mengganggu ketenangan Alice.
Alice mendekati keributan itu, untuk mencari tau apa yang terjadi.
"Aku hanya ingin bertemu Putriku" ucap seseorang.
"Tapi yang mulia Tuan besar tidak mengijinkan Kaisar masuk" ujar pengawal.
"Kenapa? aku hanya ingin melihat Putriku" ucap seseorang itu meninggi.
"Tetap tidak bisa" tegas pengawal itu.
"Apa yang terjadi..?"
......................
"*Huhff aku bahkan ditinggalkan sendirian sekarang. Ingin rasanya aku pergi dari tanggung jawab yang sangat berat ini" lirih Selir Qilan.
Kaisar Aldion benar-benar pergi tanpa berucap pada Selir Qilan. Kekhawatiran yang sangat besar membuat-nya bahkan lupa untuk sekedar melihat keadaan Selir-nya.
Yang dia pikirkan hanya cepat-cepat menyusul putrinya. Jangan sampai ada yang terluka pada putrinya.
Seharian penuh tanpa henti berlari secepat kilat bersanding dengan angin. Yang pasti Kaisar pakai tenaga dalamnya ya. Jadi jangan coba-coba para bestiii untuk seperti itu juga.
__ADS_1
Saat Kaisar Aldion ingin masuk dia dihentikan oleh beberapa pengawal bersenjata.
"Ada apa? " ucap Kaisar Aldion menatap mereka datar.
"Kaisar Aldion dilarang masuk di kediaman klan Dalka" ucap salah satu pengawal.
"Aku hanya ingin bertemu Putriku" ujar Kaisar Aldion.
"Tapi yang mulia Tuan besar tidak mengijinkan Kaisar masuk" ujar pengawal itu.
"Kenapa? Aku hanya ingin melihat Putriku" ucap Kaisar Aldion meninggi.
"Tetap tidak bisa" tegas pengawal itu.
"Apa yang terjadi di klan Dalka sebenarnya? mengapa aku tidak boleh masuk. Bagaimana ini, apa yang terjadi pada Alice. Apa dia baik-baik saja. Bagaimana kalau Putriku terluka" batin kaisar Aldion.
"Apa yang terjadi? "
"Deg.."
"Putriku, itu suara Putriku"
"Alice? Apa kau baik-baik saja? " ucap Kaisar Aldion cepat sembari melangkahkan kakinya mendekati Alice.
Belum sampai menggapai Alice, Kaisar Aldion sudah ditahan oleh 2 orang pengawal.
"Lepas, berani sekali kalian" gertak Kaisar Aldion.
Alice hanya memandang bingung pertengkaran di depan matanya. Sebenarnya apa yang terjadi. begitulah batinnya.
"Kalian membuatku marah, aku akan menghabisi kali..."
"Lepaskan Ayahanda Kaisar sekarang juga" saut Alice tiba-tiba.
"Maaf Tuan Putri, hamba tak berani" ujar pengawal itu serentak.
"Aku yang akan mengatakan-nya pada Kakek. Sekarang kalian lepaskan Ayah-Ku" tegas Alice.
Kedua pengawal itu langsung melepaskan Kaisar Aldion.
Kaisar Aldion masih terdiam di tempatnya "kenapa aku merasa seperti penjahat di sini" batinnya.
"Ayah kenapa malah diam saja" suara Alice berhasil membuyarkan lamunan Kaisar Aldion.
Kaisar Aldion bergegas mendekati Alice, salah satu tangan memegang bahu Alice. Dan satunya mengelus rambut Alice lembut.
"Kau baik-baik saya Putriku. Kenapa pergi tanpa pengawal banyak. Kenapa tidak izin pada Ayah" ucap Kaisar Aldion lembut.
"Alice baik-baik saja, kenapa Ayah kesini? " ujar Alice sembari menatap bingung Ayahnya.
"Pengawal bilang, kamu pergi dengan kedua pengawal serta pelayanmu. Kenapa tidak membawa serta pengawal yang banyak. Dan kenapa hanya naik kuda. Kau bisa terluka sayang" ucap Kaisar Aldion.
"Aku tidak membutuhkan itu Ayah. Aku bahkan sangat menikmati perjalanan-ku. Bagaimana mungkin aku terluka" ujar Alice.
"Huhff...tapi ayah tetap khawatir nak. Kalau kamu sampai terluka dan meninggalkan Ayah. Ayah akan mengutuk diri Ayah sendiri" ucap Kaisar Aldion.
__ADS_1
"Kenapa Ayah bicara seperti itu, aku tidak akan terluka. Jangan mengkhawatirkan yang tidak-tidak Ayah" ujar Alice.
"Baiklah kau baik-baik saja sekarang. Tapi ingat ini yang terakhir kalinya kamu pergi tanpa izin dari Ayah. Setelah tidak ada lagi yang seperti ini, mengerti !" tegas Kaisar Aldion.
"Iyah iyah Ayah, Alice tidak akan pergi kemana-mana tanpa izin Ayah lagi" ucap Alice.
Kaisar Aldion tersenyum cerah dan langsung mendekap Alice erat. Alice membalas pelukan Kaisar Aldion.
"Ayah bagaimana kabar Selir Qilan? apa Ayah melihatnya sebelum pergi? " ucap Alice membuat Kaisar Aldion mematung.
Kaisar Aldion baru mengingat-nya, setelah pertanyaan Alice.
"Ayah kenapa hanya diam? bagaimana kabar Ibu selirku" Alice melepaskan pelukan itu dan menatap Kaisar Aldion intens.
"Iibuu Selirmu baik-baik saja, iyah dia baik" ucap Kaisar Aldion gugup.
"Bohong" ujar Alice cepat.
"Apa yang terjadi padanya, Ayah jangan coba-coba membohongi-ku" ucap Alice dengan tatapan dingin.
"Ayahhh, hemm..."
"Kenapa?" gertak Alice meninggi.
"Dia dibuang oleh salah satu selir Ayah. Tapi tenang saja nak, Ayah sudah menyelamatkan-nya" ucap Kaisar Aldion.
"Huhff, lalu sekarang dimana Ibu Selir. Apa Ayah membawanya ke istana atau di tempat lain" tanya Alice.
"Dia masih dalam perjalanan menuju istana, Ayah.."
"Apa? "
"Ayah membiarkan Ibu selirku kembali sendirian. Tanpa ada yang menemaninya, bagaimana bisa" ucap Alice dengan tatapan sinis.
"Hey nak, denger kan Ayah dulu. Dia aman Ayah sudah..."
"Tidak, Aku Benci Ayah. Lebih baik sekarang Ayah pergi secepatnya dari sini. Segera susul Ibu selirku dengan cepat. Aku tidak akan memaafkan Ayah jika Ibu selirku terluka sedikit saja" Alive langsung pergi meninggalkan Kaisar Aldion yang terdiam mematung.
"Kenapa? "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tolong Hargai Karya author dengan cara
Like 👍
Favorit 💙
Ikuti akun author ☑️
Berbagi Hadiah 🎁
Di Vote juga dong 😘
Di comen juga ya💬sebagai jejak-jejak cinta😅
__ADS_1
...^^^ See you next time 👋😘^^^...