
Di Chapter ini dua jiwa Alice bakal bertemu ya jadi biar gak bingung author mau ngasih tau kalau:
Alice yang berasal dari abad 21 namanya akan seperti ini (Alice²•).
Alice yang berasal dari abad 35 namanya akan seperti ini (Alice³•).
Oke sekian informasi dari author, Selamat Membaca 🤙
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
Abad 35.
Alice terlihat sedang berlari menuju ruang rahasia nya, cahaya yang sangat menyilaukan mata muncul dari ruangan nya.
Butuh waktu untuk menuju ruang rahasia nya itu, sepanjang perjalanan dia merasa was-was memikirkan permata dimensi.
"ahh mengapa dia bercahaya terang seperti ini,mataku sangat sakit".sampai diruangan nya dia langsung disuguhkan dengan pemandangan yang sangat mengejutkan nya.
Tiba-tiba saja pertama dimensi mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata. Pertama itu bersinar dan juga seperti menarik jiwa, sangat menyakitkan itu seperti orang yang sedang menghadapi mautnya ya itu memang maut.Permata itu menarik jiwa nya ya hanya jiwa tidak tau apa yang akan terjadi dengan raganya didunia ini. Dia memang ingat dengan ucapan situa Nuan,(jika sudah saatnya pertama itu akan bersinar terang dan membawa mu ketempat tujuanmu yang sesungguhnya ) setidaknya seperti itu lah yang Alice ingat.
"mungkin memang sudah saatnya aku pergi dari sini dan bersatu dengan jiwa ku yang lain,oohhh ayahanda ku tercinta setidaknya tolong hanguskan ragaku yang disini tanpa jejak karena gak mungkin banget kan kalau anak mu yang hebat ini mati mendadak.Jika ragaku hangus paling tidak mereka akan tetap mengenang dan memikirkan aku ada dimana itu lebih baik dari pada mayat tanpa nyawaku"batin Alice.
Ohh sungguh pemikiran yang sangat luas, disaat sedang menyambut maut dia masih sempat-sempatnya memikirkan harga dirinya yang sangat tinggi itu.
Tidak tau apa yang sedang dipikirkan oleh sang Oxford dikediamannya melihat tingkah jiwa anaknya yang satu ini ,sangat memperhatikan harga dirinya.
"El lihatlah putriku itu dia sangat takut harga dirinya runtuh walaupun dia akan meninggalkan dimensi itu, tidakkah itu sama seperti dirimu"tanya sang Oxford pada istrinya.
"apa maksud mu bahwa seperti itu berasal dari ku yang mulia?"tanya Ratu Elisa balik.
"ah..hhh bukan itu maksud ku sayang, ta..ppi ha memang benarkan bahwa dirimu sangat menjaga harga dirimu? bahkan disaat Sang Oxford ini menyatakan cinta pada dirimu waktu dulu kau tetap bertahan dengan harga dirimu dan tidak menjawab cintaku dengan jujur. Padahal aku tau dirimulah yang lebih dulu menaruh hati pada ku, dirimu pasti tidak lupakan sayang"jelas Sang Oxford dengan senyuman menggodanya meski diawal dia merasa gugup untuk menjawabnya.
mendengar jawaban Sang Oxford seketika wajah Ratu Elisa bersemu merah dia tentu saja ingat bagaimana mungkin dia bisa lupa hal seperti itu dalam hidupnya, dia memang tidak memiliki status setara dengan suaminya itu dia hanya salah satu bidadari dari kayangan *sedangkan suaminya memang keturunan dari Sang Oxford terdahulu. Tapi walaupun suaminya adalah keturunan Sang Oxford tetap saja Elisa pada sifatnya dia akan berpura-pura tidak perduli agar harga dirinya tetap terjaga, seperti dulu Suaminya lah yang selalu mencari perhatian dengan hal-hal kecil sekalipun bahkan disaat suaminya sudah menyatakan cinta padanya dia tetap seperti orang yang tidak perduli dia hanya menjawabnya dengan anggukan saja huhhh..sunggu harga diri yang sangat tinggi"Ya Elisa ngaku, jadi yang mulia tolong turuti keinginan putri ku"ucap Ratu Elisa dengan suara lirih yang dibuat buat.
"oh istriku mengaku begitu cepat,ada apa hemm?" tanya Sang Oxford dengan menaik turunkan alisnya.
"huhhh yang mulia tolong jangan menggodaku terus "
"ahh baiklah baiklah sayangku, apa aku harus menuruti keinginan putri ku hemm?"
"iss tentu saja Iyah*"
*
*
*
"ahhkk ini sangat menyakitkan" teriak Alice.
"Ahhh..."
__ADS_1
"Jiwaku seperti sedang dipermainkan disini,ahh bagaimana bisa setelah aku ditarik dan sekarang aku malah dilempar begitu saja ketempat gelap ini bisa bisa jiwaku ikut hancur juga disini"
"*tapi kenapa lama sekali aku terdamparnya, mau berapa lama aku seperti ini terus"
"tidak aku gak bisa seperti ini terus"
"aku buka aja kali ya mataku"
"ahkk tapi aku takut.."
"gimana kalau ada hantu~"
"ohh sunggu cuma mahluk satu itu yang aku takutkan~"
"aku tidak masalah jika harus bertarung dengat raja iblis sekalipun asal jangan hantu,,ya aku lemah jika berhadapan dengan hantu ~🗿"
"ehh enggak.. enggak iblis dan hantu itu sama saja mereka masih saudaraan, sungguh malang nasibku ಥ‿ಥ*".
Ya seperti itu lah kira-kira yang sedang dipikirkan Alice seorang agen wanita termuda yang sangat disegani merasa takut dengan kehadiran hantu dan ya sejenisnya lah. Aneh bukan? ya menurut othor gak aneh-aneh banget lah, biasanya itu seperti (Tidak ada yang sempurna didunia itu... sehebat apapun itu pasti akan ada kelemahannya juga).
"oke aku akan buka mataku,itu lebih baik..iya"
Perlahan Alice membuka matanya, matanya seakan berat tidak mau terbuka.
Saat berhasil membuka matanya pemandangan indah langsung disuguhkan didepan matanya.
Indah ini sangat indahh...
"Tapi aku merasa seperti ada seseorang yang memperlihatkan ku" Alice memandang kearah kanannya.
Degh...
"apa maksud dari ucapanmu" suara dingin yang mendominasi itu terdengar begitu tajam dipendengaran.
"ahh tii..ddakk ada aku hanya sedang bernyanyi" jawab Alice gugup.
"huhff tidak usah berbohong padaku, aku bisa saja membunuhmu disini dan sekarang juga"
"maa,,ff aku tidak bermak...."
"hei bocah bagaimana mungkin kau membunuh jiwamu sendiri" belum selesai dia mengatakannya ucapannya terpotong oleh suara yang sangat familiar dipendengarannya.
Belum sempat berbalik dia sudah disapa dengan suara itu lagi,kini orang itu sudah berada dihadapannya"Hallo Alice".
"Kau Situa Nuan" ucap Alice terkejut.
"cihh~ apa maksudmu dengan perkataan Situa itu ha " sewot Nuan Xi.
"Kau memang tua" jawab Alice ³• masih dengan keterkejutannya.
"Kau memang tua"jawab Alice ²• dengan datar.
Jawab mereka serentak.
"aishhh kalian menyebalkan sekali, cepatlah bersatu agar tugasku juga selesai disini" kesal Nuan Xi.
"ahh jadi dia separuh jiwa ku?" tanya Alice ³•.
"Iyah..."jawab Nuan Xi.
__ADS_1
"Bagaimana Caranya?" tanya Alice ²•.
"Kalian hanya perlu bersila sejajar dan satukan kedua tangannya kalian, setelah itu fokuskan fikiran kalian pada keinginan melengkapi satu sama lain dan ingat perkataanku ini persatuan dua jiwa dari putri sang Oxford akan menyatu dan akan kembali pada raga aslinya, perjalananpun dimulai putri sang penguasa akan menegakkan kebenaran didunia ucapkan itu disaat fikiran kalian sudah fokus" jelas Nuan Xi.
"Hei mengapa terburu-buru,tidak bisakah kita mengobrol dulu"ucap Alice ³•.
"Aku tidak punya banyak waktu,cepat selesaikan dan mulai perjalanan hidup yang baru" jawab Alice ³•.
"huhff...
……………
…………………
……………
Dua jiwa dari putri sang Oxford mulai menyatu,Nuan Xi hanya memandang dengan wajah berharap semoga mereka berhasil.Ya memang penyatuan dua jiwa ini tidaklah mudah belum tentu bisa berhasil dalam percobaan pertama.Nuan terus saja melamun memikirkan itu semua sampai akhirnya dia tersentak dengan suara tegas dari dua Jiwa itu.
"PERSATUAN DUA JIWA DARI PUTRI SANG OXFORD AKAN MENYATU DAN AKAN KEMBALI PADA RAGA ASLINYA, PERJALANANPUN DIMULAI PUTRI SANG OXFORD AKAN MENEGAKKAN KEBENARAN DIDUNIA"
Setelah ikrar terdengar seketika mereka menyatu, cahaya terang menutupi seluruh tubuh Alice.
Perlahan cahaya memudar memperlihatkan sosok gadis cantik berusia sekitar 17 tahun dengan rambut biru yang senada dengan warna matanya dan ya masih menggunakan pakaian modern.
"Kalian hebat ah bukan kau..ya kau sangat hebat dalam sekali percobaan sudah berhasil menyatu" ucap Nuan Xi.
"Terimakasih atas pujian dan bimbingannya selama ini Nuan dan ya semoga berjumpa lagi" ucap Alice sebelum perlahan menghilang dari pandangan Nuan.
Nuan yang mendengar perkataan Alice hanya mengembangkan senyumannya "semoga dia berhasil".
___________________________________________________________________________________________
Diabad ke 10 .
Lebih tepatnya di dimensi raga Alice berada.
"Auu... kenapa kepalaku rasanya mau pecah" ringis Alice sambil memegang kepalanya.
"Noo..nnaa anda masih hidup, ahhkk hamba sangat senang akhirnya nona bangun"tiba-tiba terdengar suara seorang wanita.
"*ehh apa katanya nona?"
"dimana ini?"
"Aishh menyebalkan sekali hidup ini*"
"Nona sebaiknya nona tetap disini dan jangan keluar, atau nona bisa keracunan lagi"
Deghh...
_________________________
_____________________________________________
Visual hanya sebagai pemanis ya kalian bisa berfantasi sendiri tentang Alice nya itu hak kalian masing-masing 😘
^^^Arin G 🌻^^^
__ADS_1