
“ Ya Tuhan...apa yang pria itu lakukan padaku....dasar mesum...haaahh...Bagaimana dia bisa menggigit telinga wanita yang baru ia kenal..Oh Tuhannn..!! Jantungku.” Kinan berlari keluar sambil bergumam, sesekali memegang telinga dan pipinya yang masi terasa panas. Berlari menuju lift, Kinan, gadis itu sudah tidak memperhatikan sekelilingnya lagi, ia malu, jantungnya masi bertalu.
Hah...mobilku.
“ Oh Tuhan....!!! Astaga...bodoh sekali...!” Kinan merutuki kebodohannya, menghentakkan kakinya seperti anak kecil. Dia merasa kesal dan malu. “ Sialan kau Reynold..” ucapnya sambil berbalik menuju lift sialan yang membawanya ke basement.
Tinnn....tinnnn
“ Kau tidak naik?” ucap Reynold dati dalam mobil Koenigsegg CCXR Trevita yang konon hanya diproduksi 3 buah saja dan dirinya memiliki salah satunya. “ Betul-betul tidak ingin masuk sweetheart?” tukas Reynold dengan raut wajah tengil, membuat Kinan semakin ingin mencekik lelaki itu
Enak saja dia....sudah membuat jantungku tidak sehat, sekarang menawariku pulang...lalu duduk disampingnya..oh tidak bisa...tidak akan kubiarkan
Kinan berbalik, melangkah menjauhi mobil, berusaha tidak menghiraukan Reynold yang beberapa kali membunyikan klakson. “ Kuhitung sampai 3. Kalau tidak masuk kau akan bermalam disini.”
“ Aku bisa naik taksi...persetan denganmu.” Teriak Kinan, gadis itu tetap meneruskan langkahnya.
“ Satu..” Kinan tidak bergeming, ia masi meneruskan langkahnya “ Lucas....usir semua taksi atau ojek online yang ada didepan kantor...tidak ada yang boleh memesan taksi didepan kantor hari ini..!! Lakukan sekarang Lucas!!”
Pria gila ini...dia benar-benar menyuruh bawahannya untuk melakukan hal konyol....sinting.
“ Dua.” Dan Kinan masi tetap berjalan, melanggang dengan santai. “ Lucas jangan ada taksi atau apapun dalam radius 1000km dari kantor! Sekarang juga!!”
What...1000km aku harus berjalan sejauh itu untuk mendapat taksi....fix...pria setengah dewa ini sudah betul-betul kurang waras
“ Ti...” Belum selesai Reynold menghitung, Kinan dengan cepat berlari, membuka kenop pintu mobil dan sukses mendaratkan pantatnya disebelah bangku kemudi. Berhasil. Reynold tersenyum, “ Apa mau kupasangkan juga sitbelt-mu....atau..” Ucap Reynold yang memajukan wajahnya sehingga hidungnya hampir menyentuh hidung Kinan.
“ Ahhhh...ohh...ti..tidak usah...aku bisa...” Kinan terbata. Ia memasang sitbelt-nya. Tak lama mobil mewah itu berjalan menembus jalanan kota Jakarta.
Selamatlah sampai dirumah wahai jantungku
__ADS_1
***
Kinan melongo, menatap tak percaya pada lelaki disampingnya, lelaki yang kurang ajarnya malah duduk dengan tenang dan menatapnya sambil tersenyum manis. “ Kamu...enggg...kamu kenapa bisa tahu rumahku?”
“ Bodoh,” Reynold menyentil kening Kinan. “ ini sudah kedua kalinya aku kerumahmu.” Ucap Reynold geli. “ Kau lupa...atau kau gugup karena aku menggigit telingamu tadi sweetheart.”
Astaga....aku lupa Tuhan
Malu, Kinan menutup mukanya dengan kedua telapak tangan.
Tuhan...aku malu sekali.
“ Singkirkan tanganmu...sweety..!!!”
“ Tidak Reynold jangan menggodaku lagi.”
“ Ringan sekali....seperti bulu Sweety...kalau kita sudah menikah aku tidak mau kau seringan ini” Reynold terkekeh geli, “ Coba lihat....!!aku menangkapmu hanya dengan satu tangan....gadisku...lihat, kau bahkan hampir remuk saat aku memelukmu begini.” Reynold memeluk Kinan, seketika wangi maskulin rempah bercampur tobacco menggelitik hidung Kinan dan supraisingly dirinya menyukai wangi itu, beda dengan Ian, tunangannya tidak terlalu suka bau parfum terlalu manly.
Karena gemas Reynold mendekap Kinan erat seperti anak-anak yang gembira karena mendapat mainan, “ Rey aku tidak bisa bernafas.” Tukas Kinan lirih. Terkejut bercampur geli Reynold melepaskan pelukannya lalu menjauhkan badan Kinan sedikit agar dirinya bisa melihat wanita itu dengan jelas.
“ Maaf...” setelah mengucapkan kata- kata itu Reynold mencium kening Kinan, membuat gadis itu terlonjak kaget, menatap Rey dengan mata membulat. “ Masuklah sudah malam..ingat, besok kau harus mengembalikan cincin ini..!!” tegas Reynold sembari melepas cincin tunangan Kinan dan memberikannya pada gadis itu. Kinan hanya menggangguk lalu bergegas turun dari mobil.
Setelah memastikan Kinan benar-benar masuk rumah, Reynold memegang dadanya, “ Astaga!! Aku kenapa tadi..??” gumamnya, menyadari tindakan bodohnya dengan mencium kening Kinan. Dirinya tidak sengaja. Demi Tuhan, dia tidak sadar. Gerakan refleknya saat melihat gadis itu cemberut tadi. Sekali lagi jantungnya berdemo, meninggalkan warna merah samar didaun telinganya. “ Sial...!!” ujarnya lagi ketika sadar tindakanya tadi membuat sesuatu dibalik celananya menegang.
***
Sudah hampir 30 menit Kinan berendam dalam air hangat beraroma Lilac, aroma manis lembut membuatnya tenang. Aroma Lilac menbuat ingat Paris, ya, aroma Lilac seperti aroma musim semi di Paris. Setidaknya karena kegitan berendamya membuat pikirannya kembali jernih. Sesekali memandang jari manis di tangan kanannya yang sudah tidak lagi tersemat cincin dari Ian, kekasihya.
Dengan rambut yang masi basah, Kinan menyudahi kegiatan mandinya, mengganti bathrobe dengan gaun tidur tipis berwarna marun. Kinan berjalan disamping tempat tidurnya mendekat kearah nakas kecil dimana cincin tunangannya tergeletak, lama ia memandang, ada segurat rasa sedih dihatinya mengingat Ian. Lelakinya yang saat ini sedang berada di sel tahanan. Pikirannya saat ini tidak bisa ia ajak kompromi. Dirinya kalut. Kinan takut. Ia takut kalau saja Reynold betul-betul akan menghancurkan masa depan Juliannya, tapi dirinya juga tidak bisa percaya penuh dengan apa yang dikatakan Reynold, percaya bahwa lelaki itu akan membebaskan Julian sepeuhnya. Ditambah lagi aoa yang harus ia jadikan alasan untuk memutuskan pertunangannya dengan Julian.
Alis Kinan hampir menjadi satu karena kerutan yang tanpa sadar ia lakukan ketika perempuan itu berpikir. Hingga sedetik kemudian ia terlonjak kaget karena dering handphone miliknya.
Ian...
__ADS_1
Tanpa menunggu dering terakhir selesai Kinan sudah mengangkat panggilan suara dari tunangannya.
“ Halo yang.” Sahut Kinan
“ Sayang....aku sudah keluar dari sel tahanan.”
“ Maksudmu yang..??”
“ Iya...itu bukan milikku..!!! Komandan bilang itu buka milikku..dan hasil testku juga negatif.”
“ Oh thanks God.”
“ Aku merindukanmu Jani..!!! Astaga sayang...rerimaasih sudah menjadi wanitaku.” Serunya girang. “ Besok aku sudah ijin tidak masuk...aku ingin berkencan denganmu sayang...seharian...!!” tegas dengan nada riang.
“ Iya...besok kita jalan....lagian aku pengangguran ini.”
“ Besok kau ingin kemana sayang?”
“ Taman bermain...aku ingin ke taman bermain yang..” Kali ini Kinan menjawab dengan suara tercekat.
“ Jani..!! Kamu menangis sayang???” dan sekali lagi tunangannya yang peka itu tahu perubahan suaranya.
“ Aku senang...hari ini betul-betul membuatku tegang..dan sekarang aku lega....Julian..” mendengar nama lengkapnya dipanggil Ian hanya terdiam sesaat. “ Julian...Julianku...”
“ Ya aku disini sayang.”
“ Julianku...Julian milikku.”
“ Ya aku milikmu Januaryku.” Ian menjawab dengan nafas tertahan, entah kenapa disaat Kinan memanggil nama lengkapnya ia selalu saja mendapat firasat buruk.
“ Julianku..aku sangat mencintaimu Julian Widya Perdana.”
“ Astaga aku pikir kenapa yang.. aku juga sangat....sangat...amat sangat mencintaimu...my January.....January Kinanthya Widi aku juga mencintaimu....sekarang tidur!!! Besok aku jemput dan kita pergi kencan.” Sekali lagi Ian lega ketika Kinan hanya mengucapkan kata-kata cinta. Karena ia tahu, gadisnya itu akan menyampaikan kabar buruk jika ia menyebut nama panjangnya.
Seperti waktu saat kekasihnya menyebut nama lengkapnya. Lusa berikutnya Kinan harus terbang ke Paris untuk memperdalam hobby memasaknya, walaupun sementara Ian tetap kecewa dan kehilangan.
“ Goodnight...have a nice dream yang.”
“ Goodnight too..” seketika setelah panggilan ditutup, Kinan membaca chat yang tentu saja dari Reynold. Tangis Kinan pecah. Nafasnya sesak, Reynold. Pria itu menepati janjinya membebaskan Ian. Dan benar sekarang gilirannya untuk menepati janjinya membatalkan pertunangannya dengan Ian.
Kinan mengambil cincinnya, memakai dijari manisnya lagi. Kemudian menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Kali ini tangisannya lebih kencang..lebih pilu.
“ Ian...aku harus apa.....astaga....hatiku sangat sakit..! Aku harus apa Julian...!! Kumohon tolong aku..!!” kata Kinan disela-sela tangisannya. Gadis itu meremas kuat sprei bermaksud untuk membuat dirinya lebih tenang. Ternyata tidak, justru membuat hatinya semakin merasa marah. Marah, karena tidak ada yang bisa ia perbuat lagi. Sampaai akhirnya Kinan jatuh tertidur.
Aku sudah menepati janjiku sweety, aku harao kau tidak mengecewakanku
__ADS_1