Timeless Winter

Timeless Winter
BAB 14


__ADS_3

 


“ Dingin...” seru suara serak dari balik selimut tebal, tangan mungil yang tersembul dari balik selimut, semakin menarik selimut tebal berwarna hitam dengan aksen bintik-bintik putih seperti bintang, senada dengan sprei dan sarung bantal dan juga gulingnya. Gadis itu bergelung kembali diantara selimut tebal dan juga kasur yang empuk. Dirinya enggan bangun, tapi saat ini ia harus beranjak sebentar, karena haus.


Melongok ke atas nakas kecil dari kayu jati disamping tempatnya tidur, alih-alih mendapatkan minum , dirinya justru kecewa karena hanya ada gelas kosong. “ Ah.....aku haus..!!” ujarnya. Dengan malas ia turun mencari alas kaki berbentuk boneka miliknya. Nihil. “ Astaga..!! Aku dirumah Reynold..., pantas saja sendalku tidak ada.” Tukasnya setengah sadar, Kinan masih mengantuk, bahkan nyawanya belum sepenuhnya terkumpul. Tapi rasa haus yang teramat sangat membuat dirinya mau tidak mau harus keluar menuju dapur.


 


It's oke setelah ini aku bisa kembali tidur


Sambil mengantuk, Kinan membawa gelas menuju dapur, melewati selasar kaca yang menghubungkan bangunan kamar tidur utama dengan dapur yang akan ia tuju sekarang, melawati ruang tamu yang hanya dibatasi sekat kaca bening sebagai pemisah dengan dapur, berjalan menuju lemari es. Tanpa membuka pintu Kinan meletakkan gelasnya pada kotak yang terdapat dipintu lemari es tersebut lalu mengucurlah air dingin.


Tak lama Kinan langsung meneguk air dingin, turun membasahi tenggorokannya, sensasinya membuat mata Kinan yang terpejam semakin merapat, 1 gelas lagi. Gadis itu menenggak sampai habis. “ Ahhh...enaknya...!!! Baiklah, kembali tidur.” Racaunya pelan, Kinan masi belum sadar sedari tadi tingkahnya diperhatikan oleh 5 pasang mata yang mengamatinya sedari dirinya keluar dari selasar.


Masi belum sadar, langkah Kinan sudah mulai dekat dengan selasar penghubung sampai dirinya menyadari ada pantulan bayangan siluet beberapa tubuh manusia sedang duduk dibelakangnya, tergesa ia membalikkan badan. “ Oh....astaga...aduh maafkan aku..!!! Aku....enggg...aku tidak bermaksud mengganggu.” Ucapnya kikuk, karena melihat 5 pria yang ada dihadapannya tidak bergeming sama sekali.


“ Tutup mata.!!! Atau kucongkel..!!!” desis Reynold yang tesadar karna suara Kinan, menatap tajam empat sahabatnya, membuat keempat pria tersebut membuang muka secara serempak, saat itu juga Kinan tersentak aneh melihat perubahan ekspresi para pria tersebut termasuk Reynold. Dan saat dirinya melihat kebawah.


 


Kakiku kelihatan.


 


Firasatnya sudah buruk karena biasanya Kinan selalu tidur menggunakan pjamas. Kinan memutar kepalanya sedikit, dan langsung menahan nafasnya.


 


Ah...aku pakai lingerie....ya Tuhan bagaimana ini.


 


“ Akhhh....” Kinan terkejut. Tidak. Lebih tepatnya gadis itu hampir pingsan karena malu. Dia memakai lingerie dan berkeliaran tanpa memakai kimono. Saking kalutnya Kinan lari, kembali melewati selasar sampai dikamar utama sedangkan ke-5 pria itu menahan nafas terkejut. Bukan, Jelas bukan karena gaya berlari Kinan yang seperti orang kesetanan menuju kamar, tetapi saat berlari lengan sleepware Kinan melorot sepenuhnya menampilkan punggung mulusnya dan dadanya hampir saja terlihat kalau gadis itu tidak memeganginya.


“ Oh astaga...” ucap Marlon yang langsung membuang mukanya kearah berlawanan dengan selasar tadi, pipinya bersemu merah. Sebenarnya bukan kali pertama ia melihat perempuan dengan pakaian lebih seksi, tapi yang jelas bukan wanita milik sahabatnya.


“ Jaga matamu dude atau aku akan mencungkilnya!!”


“ Oh come on dude..its not my false,” memang Marlon benar ini bukan salahnya. Yang salah karena dia tepat duduk menghadap selasar, sehingga saat Kinan keluarpun dia melihat secara jelas. Nyata. Tanpa ada noda sedikitpun.

__ADS_1


Geram. Reynold membanting kertas yang sedari tadi ia pegang. “ Harus kuganti semua kaca ini dengan tembok, atau harus kucungkil mata kalian setiap datang,” geramnya, beranjak dari tempat duduknya mengejar Kinan.


Marlon menatap 3 temannya secara bergantian, “ Aku salah?” ucapnya. Fritzpell hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.


“ Air liurmu hampir menetes tadi kawan.” Tukas Artwin.


“ Oh come on!! Kalian juga begitu tadi.”


“ Aku hanya terkejut saja, dan kau yang melihatnya paling jelas Marlon!!”


“ No Art...bukan salahku! Hanya kebetulan aku duduk disini.”


“ Salahmu karena itu gadis milik Reynold.” Seru Fritzpell yang membuat Artwin tertawa keras. Marlon masi tidak mengerti dimana salahnya, memegang tengkuknya seperti orang bodoh. Dilihatnya Lucas yang sedari tadi diam memasang muka kaku.


“ Luc why you silent? Jangan bilang kau diam karena sesuatu dibalik celanamu mengeras.” Canda Marlon.


Lucas yang sedari tadi diam langsung menatap Marlon, “ Aku setuju Reynold mencungkil matamu.” Ucapnya telak diiringi tawa terbahak dari dua lelaki tampan lainnya.


 


***


 


“ Lepas Rey! Sakit..”


“ Kubilang padamu kemarin jangan keluar! Kenapa melawan?” bentak Reynold.


“ Aku...engg...aku haus Rey,” Kinan menjawab terbata, gadis itu meringis menahan cengkraman Reynold.


“ Kamu ingin menggoda temanku? Menggoda dengan bersikap murahan seperti itu?” bentak Reynold sarkas. Maya Kinan membulat. Kata maaf yang tadi sudah ada diujung lidahnya tiba-tiba menghilang. Dirinya tercekat, harga dirinya terusik, dia tidak tahu dimana letak kesalahannya sehingga membuat pria jangkung itu marah.


Ia hanya ingin minum, ia juga tidak tahu kalau kolega Reynold ada disana. Kinan menepis tangan Reynold, kemudian berjalan melewati lelaki itu.


“ Aku belum selesai bicara!!”


“ Apa lagi??!!!*******!! Kenapa tidak sekalian kamu bilang aku *******!!” jeritnya menahan tangis. Gadis itu berlari menuju pintu keluar, tapi langkahnya tidak bisa membawanya terlalu jauh, karena Reynold berhasil menyusulnya, mencengkram lengannya lagi kemudian menyeretnya. Membawanya kesisi tempat tidur.


“ Kau mencobaiku girl...you underestimate me,” Reynold mencium Kinan paksa. Gadis itu meronta, memukul dada Reynold, membuat Reynold harus mendekap gadis itu dan menekan tengkuknya. Sekali làgi memaksa Kinan untuk merasakan pagutan bibir Reynold lebih lama.

__ADS_1


Kinan menyerah. Tenaganya tidak cukup kuat melawan Reynold, bahkan dirinya membiarkan lidah Reynold masuk untuk menikmati bibir manisnya. Kinan menolak tapi hati dan tubuhnya seakan menerima Reynold.


Reynold membaringkan Kinan, sembari tangan kanannya menyingkap sleepware Kinan, membuat telapak tangannya bersentuhan dengan kulit mulus. Ciuman kecil Reynold mulai turun menyusuri tengkuk Kinan, nafas Reynold yang panas manyapu epidermis kulit Kinan, membuat sang empunya mengerang kala itu, menahan desahan dan juga sakit saat Reynold meninggalkan bekas merah kebiruan dikulit lehernya.


Reynold mulai menurunkan lengan gaun tidur gadisnya. Kinan menahannya. Menggelengkan kepalanya memohon untuk berhenti, matanya berkaca-kaca. Reynold sudah mengukung tubuhnya, menjepit kaki Kinan dengan kedua kaki Reynold. Dirinya tidak bisa bergerak. Hanya satu tangannya saja yang bebas, yang saat ini ia gunakan untuk mempertahankan agar gaun tidur itu tetap menutupi tubuh atasnya.


Lain hal dengan Reynold yang saat itu masi diliputi amarah, justru menarik gaun tidur Kinan hingga sebatas pinggang, menyatukan tangan Kinan yang masih bebas diatas kepala gadis itu, kemudian menguncinya dengan satu tangan. Nafas Reynold bertambah berat, ia mulai mengu*um.


“ Ah..Rey...aku mohon jangan,”


Reynold acuh, dirinya sudah diliputi gairah, bahkan suara mengiba dari Kinan-pun tidak sampai mengusik pendengarannya. Reynold benar-benar hilang akal saat ini, sengatan-sengatan aneh yang timbul saat kulitnya menyentuh kulit Kinan membuat menegang. Geraman demi geraman yang keluar dari mulut Reynold yang masi setia mengu*um puncak dada Kinan, membuktikan gairah Reynold semakin menggila.


Tidak pernah ia merasakan seperti ini dalam sejarahnya meniduri banyak wanita, justru biasanya para wanita itu yang harus bekerja keras memancing libidonya dan dirinya hanya diam. Tapi tidak untuk kali ini, Kinan yang tidak agresif tapi merespon setiap sentuhannya dengan ekspresi yang berbeda-beda, ya, itulah yang membuat Reynold terpikat dan menunggu-nunggu respon selanjutnya dari sang empunya tubuh.


Seperti tidak puas, tangan Reynold mencari pusat tubuh Kinan, lalu mulai melakukan hal yang membuat Kinan menggelinjang. Merasa tidak aman lagi Kinan mulai memberontak. Sia-sia. Reynold semakin menjepit tubuhnya. Mata Kinan mulai panas, ia menggigit bibirnya agar isak tangisnya tidak terdengar Reynold. Harga dirinya hancur.


 


Sumpah demi Tuhan Reynold!!!!! Aku membencimu!!!


Kinan masi menggigit bibirnya, kali ini lebih keras. Ia tidak peduli saat rasa besi mulai turun pelan ketenggorokannya. Ia hanya tidak ingin ada erangan dan lenguhan keluar dari mulutnya. Ia jijik. Pada dirinya sendiri ia jijik karna menikmati semua permainan Reynold atas tubuhnya. Dada Kinan bergetar, isak tangis yang ia tahan luruh keluar secara perlahan, saat Reynold memasukan jari keinti tubuhnya.


Reynold berhenti, ia merasakan tidak ada lagi respon dari gadisnya. Reynold memperbaiki posisinya, matanya membulat saat melihat Kinan memalingkan wajahnya, menangis dengan bibir berdarah. Langsung Reynold memeluk Kinan setelah ia merebahkan diri disebelah wanita itu, menghadapkan tubuh Kinan kearahnya lalu merengkuhnya.


“ Kau memilih menggigit bibirmu ketimbang melayaniku?” hening, “ Padahal semua perempuan mau melayaniku!!” ucapnya sambil menghapus darah dibibir Kinan


“ Aku bukan mereka!” jawab Kinan terisak, membenamkan wajahnya didada Reynold.


“ Aku menyakitimu?” Kinan mengangguk, “ Maaf...aku tidak suka orang melihatmu dengan baju seperti itu.”


“ Aku membencimu!!!...huhuhu,” tangis Kinan semakin keras, badannya bergetar hebat. Mahkota yang ia jaga selama ini hampir saja hilang, hari yang paling menakutkan untuk Kinan.


“ Maafkan aku sweetheart,” ucapnya menenangkan, Reynold mengelus punggung Kinan. Gadis itu mulai tenang, nafasnya mulai teratur. Sekali lagi Reynold memgeratkan pelukannya, mencium wangi rambut Kinan dalam-dalam sambil sesekali menggeram menahan libidonya yang akan membuncah saat menyentuh kulit telanjang Kinan.


 


Gadis ini tidur setelah menangis, dengan kondisi setengah *****. Astaga !!! Sabarlah Reynold!!!!Kau ingin menghancurkan perempuan ini bukan memperkosanya!!!


 

__ADS_1


Reynold menari selimut, menutupi bagian tubuh Kinan saampai leher, memeluk Kinan lagi lalu ikut memejamkan mata


 


__ADS_2