Timeless Winter

Timeless Winter
BAB 20 TRAUMA


__ADS_3

     Reynold duduk, memandang tiga lelaki suruhannya. Lelaki yang dirinya bayar untuk menghancurkan mental istrinya, ah tidak lebih tepatnya wanita yang akan menjadi target balas dendamnya.


     Sedangkan pria bertato ular itu terkekeh, “tidak merasa menyesal kan tuan? Aku yang meniduri istrimu pertama kali.” Membuat Reynold mengetatkan rahangnya. Memang itu idenya tapi Rey samasekali tidak menyangka jika itu yang pertama untuk Kinan. Dirinya pikir Kinan seperti gadis lainnya, yang kehilangan kegadisannya apalagi wanita itu lama tinggal di Prancis.


     Melemparkan segepok uang, “Pergi dan menjauhlah, enyahlah.” pria itu tersenyum sumbang.


     “Jika kau butuh orang untuk memperkosa istrimu lagi, aku dan anak buahku bersedia tuan besar.” Dengan senyum mengejek pria itu pergi meninggalkan gedung milik keluarga Hutomo itu.


     Reynold memijit pelipisnya pelan, rencananya diluar dugaan. Ada sedikit rasa bersalah pada Kinan, sampai suara getar dari ponselnya mengganggunya.


     “Ada apa?” tanya Rey pada suara diseberang sana, “iya baiklah aku kesana.” Reynold menyambar jas dan kuncinya menuju tempat yang tadi disebutkan oleh Lucas.


    Kurang lebih 30 menit berkendara akhirnya Rey melangkahkan tungkai kakinya memasuki rumah sakit. Ada sedikit rasa khawatir terselip dibenak Rey.


     Sampai akhirnya dirinya mendapati Marlon dan Lucas berdiri didepan pintu ruang rawat. Ya, Marlon sahabatnya adalah seorang dokter dan juga pengusaha.


    “Maaf aku membawa istrimu kemari, setidaknya Marlon bisa menjaga rahasia.” Reynold hanya menggangguk.

__ADS_1


     “Apa yang terjadi pada istrimu Rey? Ada beberapa lebam akibat pukulan benda tajam dan juga diarea kewanitaannya banyak berkas ****** dan robek. Istrimu diperkosa?”


     Belum sempat lelaki itu menjawab, teriakan sudah terdengar dari dalam. Membuat atensi ketiga pria tersebut teralih dan dengan cepat berlari menuju ruang rawat.


     Terlihat Kinan menjerit, menutup telinga dan memejamkan matanya, gadis itu bergetar. Reynold terkejut saat melihat seberapa parah keadaan Kinan.


     “Kinan ini aku Marlon, bukankah kita pernah bertemu?”


     “Jangan mendekat, aku mohon..jangan.” Kinan berteriak lebih kencang, mencabut selang infusnya. Membuat darah segar merembes dari pergelangan tangannya.


     Gadis itu sudah seperti orang gila, berteriak histeris sambil menjambak rambutnya. Sampai beberapa suster datang menyerahkan suntikan penenang pada Marlon.


     Reynold mendekati brangkar tempat Kinan berbaring, menatap dengan tatapan yang hanya Reynold sendiri yang mengerti.


     “Jangan bilang kau yang melakukannya Rey.”


     “Kalau pada kenyataannya memang aku bagaimana Luc.” Jawaban Rey mampus membuat Lucas mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


     “Balas dendam tapi tidak begini Rey, kau menyakitinya. Sungguh aku tidak setuju apa yang kau lakukan.”


     “Im didn't need your permission dude” balas Rey dengan angkuh, membuat Lucas hanya menggeleng meninggalkan Rey. “Kemana?” tanya Reynold.


     “Pergi.”


     “Why?”


     “You said why? Kau keterlaluan Rey! Dia perempuan dan istrimu, dendammu salah Rey. Harusnya kau lampiaskan pada orangtuanya bukan dia. Bagaimana jika posisi terbalik Reynold? Tidak adil untuk Kinan. Dan sampai sekarang juga belum ada titik terang tentang kematian ayahmu bukan.” Lucas kembali mengusap wajahnya kasar, dirinya benar-benar tidak bisa melihat wanita dilukai.


     “Aku bukan mengguruimu Rey! Hanya saja jangan menyesal. Jangan pernah! Jika suatu saat ternyata tuduhanmu salah! Aku bicara sebagai sahabatmu Rey.”


     Marlon hanya memandang pertengkaran kedua temannya, menggeleng. “Istrimu trauma dan mungkin akan cukup sulit menyembuhkannya, aku akan memberimu rekomendasi seorang psikolog saat istrimu sudah stabil.” Ucap Marlon sembari pergi, meninggalkan sahabatnya yang menurutnya bodoh.


     Rey bungkam, melihat kearah pintu tempat Lucas dan Marlon pergi lalu beralih memandang brangkar, demi apapun hati kecil Rey juga merasa sedikit penyesalan terhadap wanita yang sudah menjadi istrinya sekarang.


     Rey membawa langkahnya kesofa, mendongak melihat langit-langit, sesekali pandangannya ia alihkan melihat Kinan. Istrinya. Ya istrinya sekarang.

__ADS_1


     Lama Rey memandang Kinan yang masi tertidur karena pengaruh obat penenang, “Ini baru permulaan sayang jadi jangan lemah.” Mengukir sebaris tarikan tipis mirip seringaian dari kedua labium kenyal merah milik Reynold. Ternyata kali ini ego Reynold masi berperan besar pada rasa kasihannya.


NB: untuk bagian mature aku simpan ya... klo mau dm aj instagram @yongnathalie... pyong pyong💜💜💜


__ADS_2