
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00, Kinan sudah menyelesaikan kegiatan mandi dan berendamnya. Sangat nyaman, sudah lama dirinya tidak berendam air hangat beraromaterapi seperti tadi. Kinan menuju walk in closet. Dia mencari piyama tidur yang biasa ia kenakan. Dirinya memang selalu memakai piyama setelah mandi sore atau malam.
“ Ya tuhan pakaian apa ini..?” serunya saat melihat lingerie sexy terpampang jelas dalam jumlah banyak didepan mukanya. “ Apa-apaan dia.....kenapa semua baju kurang bahan yang dibelikan untukku.” Ucapnya membuka lemari yang satu lagi. Dan nihil, disana hanya ada baju resmi dan juga baju santainya, jaket chefnya juga ia lihat disana.“ Cih...orang kaya itu tidak membelikan baju tidur untukku!!!”
Terpaksa Kinan mengambil lingerie tersebut, “ Astaga kenapa ini menerawang sekali....aduh..!! Aku mau pakai apa?” ucapnya senewen. Ia tidak mau memakai yang terlalu seksi, bisa saja Reynold gila iti berpikir dirinya menggodanya.
Akhirnya setelah memilih lebih dari 30 menit, Kinan memutuskan mengambil lingerie berwarna pastel dengan panjang selutut. Berbahan lace dengan renda diujung rok dan juga lengan, tidak lupa dengan kerutan yang menyambungkan dua lengan karena model lingerie tersebut berbentuk V-neck dengan belahan yang lebar sehingga menonjolkan belahan buah dadanya, tapi menurut Kinan baju itu paling aman karena tidak terlalu pendek dan transparan.
Apalagi ada kimono yang bisa ia pake untuk menutupi punggung dan lipatan dadanya yg terekpose, Kinan tidak tau bahwa lampilu walk in closet milik Reynold akan menyala terang saat pintu lemari tertutup dan berganti dengan cermin lebar yang terpasang disetiap pintu lemari. Bukan hanya itu lampu akan mati secara otomatis saat tidak ad orang didalam walk in closet tersebut.
“ Astaga...!!! Bagaimana ini??? Kenapa ini juga transparan? Dasar mesum!!” ucapnya tanpa henti saat melihat bahwa pakaian yang ia kenakan juga saama transparannya, tapi lebih baik daripada model yang lain lebih ekstrim. Buru-buru dirinya mengambil kimono. “ Semoga si mesum itu tidak sadar.” Ujarnya sembari keluar dari ruangan tersebut menuju dining room.
“ Kau mau kemana?” ucap Reynold saat secara bersamaan Reynold membuka pintu.
“ Astaga..kaget!! Kamu tidak bisa ketuk pintu dulu? Dasar barbar” ucap Kinan mengusap dadanya, untung saja dia belum memegang gagang pintu karena dia pasti terpelanting melihat cara Reynold membuka pintu dengan kasar.
“ Ini kamarku!! Aku bisa keluar masuk semauku!!”
“ Oh....begitu...aku hampir lupa tuan sombong kalau ini kamarmu. Tunggu sebentar, aku akan pindah kamar.” Ucap Kinan, sambil jalan keluar menuju kamar tamu dilantai satu.
Reynold geram, rahangnya mengetat saat melibat Kinan benar-benar berjalan dengan baju transparan seperti itu. “Kau mau kemana? Dengan baju seperti itu kau akan kemana?” bentak Reynold.
“ Aku mau makan malam, setelah itu baru aku akan pergi dari kamarmu!!!”
“ Sial...!!” Reynold menarik Kinan masuk, sempat kimono Kinan melorot kesamping, membuat lengan sleepware kinan sebelah kiri ikut melorot sedikit, sehingga membuat bahu dan punggung Kinan terlihat oleh Reynold. “ Kau tidak boleh keluar!!! Tetap disini!!”
“ Tapi aku....”
“ Tidak ada kata tapi Kinan....ini perintah!!” ucap Reynold murka. Kinan mengalah, gadis itu tau jika ia bertindak lebih jauh dirinya yang akan rugi bukan lelaki itu, dan ia tidak mau. Kinan beringsut menaiki tempat tidur, perutnya berbunyi.
Padahal aku hanya ingin makan. Reynold sialan...
Hampir 30 menit setelah Reynold keluar dari kamarnya, Kinan sayup mendengar pintu terbuka dan seperti suara seseorang mendorong sesuatu. Kinan merasa ad seseorang yang mengelus pipinya. “ Sweetheart....sweet....bangun makananmu sudah siap.” Ucap suara yang ia kenal...suara yang hampir 1 bulan ini selalu mengganggunya.
“ Hmm...”
“ Bangunlah...kau harus makan sweet!!” Reynold geli melihat reaksi Kinan yang menarik selimutnya, Reynold mulai mencubiti pipi Kinan, saat gadis itu merasa terganggu, lalu menyingkirkan tangan Reynold dari pipinya. “ Ayolah sweety...aku sudah lapar.” Ucapnya sambil menarik Kinan bangun.
__ADS_1
“ Ahh....kenapa kamu selalu mengganggu? Tadi tidak boleh makan....sekarang tidak boleh tidur!!” ucap Kinan merajuk dengan mata yang masih setengah tertutup.
“ Buka dulu matamu!!! Baru bicara!” tukas Reynold pada, Kinan yang belum sepenuhnya sadar, melihat Reynold sedang duduk disudut ruangan yang disana terdapat meja kecil yang langsung bisa melihat danau dari jendela kaca besar didalam kamar itu, “ Tidak mau makan denganku?”
Kinan melihat kearah Reynold, lalu entah dirinya sadar atau tidak gadis itu tersenyum. “ Iya....aku mau Rey,” kata Kinan sembari turun dari tempat tidur lalu duduk didepan lelaki itu, menikmati makanan yang sudah ada didepannya.
Kinan...dia tersenyum? Ternyata dia bisa tersenyum seperti itu...astaga dia cantik sekali!!
“ Emm lamb chop, baby spinat dan...astaga...potato au gratin...enak sekali!! Sudah lama aku tidak makan ini.”
“ Kau suka?” melihat gadis itu mengangguk lalu tersenyum, tidak perlu jawabanpun Reynold tahu gadis itu menyukainya, “ Padahal kau chef...kau bisa memasak menu ini sewaktu-waktu.” Tukas Reynold sambil menatap mata Kinan heran.
Kinan mengangguk, lalu memasukkan sesuap lagi potato au gratin kedalam mulutnya, “ Tapi kadang aku juga ingin seseorang memasak untukku.”
“ Kunyah dulu..! Baru bicara lagi.” Masi geli memandang Kinan, tiba-tiba matanya memandang sesuatu. Kulit dada Kinan yang mulus terekspose begitu saja. Merasa ditatap intens, Kinan mengalihkan perhatian dari piring makanannya.
“ Kenapa menatapku seperti itu..? Apa aku kelihatan sangat rakus? Ini karena aku lapar...dan kamu yang membuatku kelaparan...kau yang...”
“ Besok lagi kamu tidak boleh keluar dengan pakaian seperti itu..!!” Potong Reynold, ada rasa tidak rela iika Kinan harus dilihat orang lain
“ Hah...” Kinan masi bingung saat Reynold menunjuk dadanya dengan dagu, “ Oh astaga..kamu..!! Dasar cabul..!!! Lagipula aku hanya ingin makan...makan..!!! Hanya makan Reynold!! Dari sini sampai ke ruang makan...astaga Reynold...!!! Apa-appan sih kamu..!!!” ucap Kinan gemas sambil merapatkan kimononya
Sialan..!!! Aku yang beli...kenapa aku menyesal dia pakai baju itu sekarang!!! Arggghhh....sial..!! Sial...!!
“ Aku pakai baju ini karena memang hanya ini yang ada...kau juga yang menyiapkan untukku...astaga...!!! Kau menyebalkan sekali..”
“ Tidak ada alasan sweety....tidak tetap tidak!!! Oke..!!”
Kinan memutar bola matanya kesal, gadis itu membuang nafasnya kasar lalu kembali melanjutkan makannya. Dirinya tidak mau berdebat, karena sama saja, ia meladeni orang gila. Lain dengan Reynold, pria itu tersenyum. Melihat muka Kinan yang cemberut, ia merasa gadis didepannya sekarang sangat menggemaskan.
***
__ADS_1
Kinan baru saja keluar dari kamar mandi, setelah menggosok giginya, gadis itu merasa mengantuk sekarang. Ia berjalan menuju tempat tidur dengan mata yang sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Dan untungnya lampu dikamar utama milik Reynold juga otomatis, akan meredup saat pemilik kamar sudah terlelap, dan itu yang terjadi sekarang, sehingga Kinan tidak perlu repot-repot mencari tombol sakelar saat dirinya sudah benar-benar tidak mampu.
Tap..tap..tap
Reynold memasuki kamarnya pelan, mendorong dan menutup pintu kamar juga dengan perlahan, lelaki itu seperti tahu gadis bawel yang ada dikamarnya sedang tertidur lelap. Ia tesenyum saat melihat punggung perempuan yang sedang lelap itu, “ Perempuan ceroboh, bisa-bisanya dia tidur tidak menutup tirai jendela.” Tukas Reynold, mengambil remote untuk menggeser tirai kamarnya secara otomatis, lalu dirinya melangkah kekamar mandi.
Ia ingin cepat-cepat mandi dan tidur, hari ini ia sangat lelah. Pekerjaan yang seharusnya sudah selesai daritadi akhirnya tertunda. Karena Kinan, gadis itu membuat separuh harinya berantakan. Selesai mandi, Reynold berjalan menuju walk in closet, mengambil piama hitam miliknya. Iseng Reynold membuka lemari milik Kinan, dan ia tekejut, tidak ada sehelai sleepware nya yang waras. Semua sleepware pilihannya kurang bahan.
Astaga...pantas saja tadi dia betul-betul ngotot....dan aku hanya asal bilang untuk beli sleepware saja
Reynold menggumam dalam hati sembari membolak-balik lingerie milik calon istrinya itu. Puas dengan itu ia keluar menuju tempat tidur dan melihat gadis itu masi memunggungi dirinya. Reynold berbaring disamping Kinan, mengelus rambutnya, kemudian menciumnya
Wangi..wangi sekali..padahal kami memakai shampoo yang sama.
Sekali lagi Reynold mencium rambut Kinan tapi kali ini turun menuju telinga dan sela\-sela lehernya.
Wangi...harum apa ini...? Sepertinya bukan sabun atau cologne yang aku siapkan dikamar mandi.
Lagi...lagi dan sekali lagi Reynold mencium dalam\-dalam aroma Kinan, dan gadis itu meronta saat kegelian, merasa akan ada hal buruk jika diteruskan. Akhirnya Reynold membalikkan badan Kinan menghadap dirinya lalu memeluknya erat. Meredam libidonya yang sudah mulai tak terkontrol, kembali memeluk erat Kinan sambil menggeram kecil.
Reynold...sialan kau..!!! Kenapa tidak bisa menahan dirimu.
Sedangkan Kinan, gadis itu tau. Tau saat Reynold mencium dan memeluknya, tapi ia lelah. Sangat lelah, jangankan untuk memberontak, untuk mengibaskan tangannya saat tadi Reynold mengganggunya saja dia tidak sanggup. Ia hanya pasrah. Pasrah agar Reynold tidak melakukan hal diluar batas, kemudian wanita itu terlelap lagi.
__ADS_1
Tunggu saja sweety....setelah menikah..aku Reynold akan membuatmu tidak bisa jalan.