
Seminggu sejak kejadian itu. Disinilah sekarang Kinan berada. Diruang pengantin, menatap dirinya dikaca besar. Menggenakan baju pengantin yang saat itu ia pilih. Dengan buket bunga ditangannya. Tidak ada senyuman, tidak bisa ia pungkiri walau sudah terbiasa dengan kehadiran Reynold latena selama seminggu mereka selalu bertemu. Tapi Julian. Lelaki itu masi ada dihati Kinan.
Gadis itu menghela nafas panjang, saat pintu terbuka. Memperlihatkan sosok sang ayah, dengan jas menghampiri dirinya dengan gagah. Bersiap mengantarnya menuju altar. “ Kinan, putri papa cantik sekali.”
“ Papa...aku,,,” ucap Kinan pada lelaki cinta pertamanya itu. Membuat sang ayah mengelus tangan Kinan lembut. “Putri papa, kalau dirasa berat batalkan nak. Papa tidak masalah jika kehilangan semuanya. Perusahaan papa tidak sebanding dengan putri papa.”
Perkataan sang ayah membuat Kinan menangis. Menggenggam tangan sang ayah. Bagaimana bisa karena keegoisannya ia membuat orangtua dan bahkan mantan tunangannua kehilangan semuanya. Jujur Kinan tidak mampu. Ini jalan terbaik menurut Kinan.
“ Jangan menangis nak, papa selalu mendukungmu sayang. Kalau memang keputusanmu seperti ini.” Kinan tersenyum memeluk ayahnya sekali lagi. “ Ayo mereka menunggumu.” Meraih tangan putrinya dan mengantarkan Kinan menuju altar.
Seperti itulah pernikahan mereka berdua berjalan. Pernikahan yang didasari atas ketidaktahuan salah satu sisi pihak. Ketidaktahuan Kinan tentang kehidupan pernikahannya tersamarkan oleh ciuman bibir mesra yang diberikan oleh Reynold sang suami pada dirinya. Gadis itu benar-benar tidak tahu kenapa nasibnya berubah 360°.
\*\*\*
Pasangan pengantin yang baru saaja menyelesaikan semua acara resepsi mereka sedang berjalan menuju hotel tempat merek akan menginap malam ini. “ Rey kenapa ibumu tidak datang? Selama seminggu ini kenapa dirimu tidak mengenalkanku pada ibumu?” ucap Kinan tiba-tiba yang membuat raut wajah lelaki itu berubah.
__ADS_1
“ Itu tidak penting Kinan!” ucapnya sembari melepas dasinya. “ Tapi Rey....”. Seketika Reynold menginjak rem mendadak. Membuat Kinan kaget dan menatap suaminya heran. Pasalnya gadis itu merasa aneh suaminya tiba-tiba marah saat dirinya menyebut ibu Reynold. Karena yang dia tahu, suaminya hanya memiliki ibu tanpa ayah karena ayahnya meningggal. Hanya itu tidak lebih.
“ Jangan pernah melawanku Kinan.” Tekan Reynold lagi yang membuat wanita itu hanya diam saja. Baru kali ini gadis itu melihat suaminya semarah ini. “ Maaf..” ucap Kinan lirih yang masi bisa didengar Reynold. Dan entah kenapa sejak tadi mengucap janji suci didepan altar sifat Reynold berubah dingin padanya.
Mungkin dia lelah. Atau ada masalah diperusahannya. Kinan masih saja bergelut dengan pemikirannya. Sampai-sampai gadis itu tidak sadar sudah tiba dihotel tempat ia menginap bersama suaminya. Saat turun dari mobil, ia pikir suaminya akan membantunya. Ternyata pria itu justru sudah turun mendahuluinya. Kinan hanya menghela nafas. Mungkin masi marah.
Kinan tidak mempermasalahkannya, ia ingin memberi sedikit waktu untuk suaminya lalu meminta maaf disaat yang tepat. Pikirnya sambil tertatih memegang gaunnya agar bisa berjalan kekamarnya.
\*\*\*
Tengah malam Kinan terbangun karena suara berisik dari balik pintu kamarnya. Saat ini ruangannya gelap. Ia tidaak bisa melihat apapun. Ia meraba sisi kasurnya kosong. Suaminya tidak ada. Padahal tadia ia melihat suaminya naik ke ranjang setelah mandi. Pelan-pelan Kinan berjalan menuju kearah sakelar lampu menyalakannya. Hendak mendengarkan suara berisik apa diluar sampai pintu kamarnya terbuka.
“ Benar..anak semata wayang Tuan Widi.” Kinan yang mendengar itu buru-buru berlari kearah ranjang tapi terlambat tangan pria itu menyambarnya lebih dulu lalu menyeretnya keruang tengah.
Tidak membiarkan begitu saja Kinan menggigit lengan pria tadi lalu lari menuju kamar untuk mengambil ponselnya. Mencoba menghubungi suaminya. Dengan tangan bergetar, ia menekan nomer suaminya. Tersambung. Badan Kinam bergetar...dirinya ketakutan. Baru kali ini Kinan sangat ketakutan.
__ADS_1
Belum juga Reynold menjawab pria itu sudah mencengkram rambut Kinan lalu menaparnya. Mambuat gadis itu limbung dengan sudut bibir mengeluarkan darah. Pusing. Tamparan pria itu terlalu kuat sehingga membuat telinga Kinan berdengung seketika dan pandangannya sedikit menggelap.
“ Kalian ada masalah apa denganku?” ucap Kinan lemah. Tapi bukannya menjawab pria yang tadi menamparnya justru malah melepas celananya, lalu mencium sesekali menggigit leher Kinan. “ Lepas....Reynold tolong aku.” Ucapnya lemah.
Pria itu menjeda kegiatannya. “ Tanyakan kepada ayahmu..kesalahan apa yang ayahmu perbuat sampai putri semata wayangnya harus menanggung semua ini?” ujar pria tersebut yang ternyata mempunyai tato ular dipergelangan tangannya. Kinan dapat melihatnya, tiba-tiba pria itu sudah dengan kasar melepas pakaiannya tidurnya, Kinan memberontak walau dia tahu renaganya tidak seberapa dibanding lelaki itu, sampai akhirnya ia berteriak kesakitan.
Saat benda tumpul pria itu merobek bagian bawahnya. Tubuh Kinan serasa dibelah. Kinan menangis, menggigit bibirnya hingga berdarah. “ Rey tolong aku...Rey..” ujar Kinan sembari menangis terus menerus. Entah sudah berapa kali ia disetubuhi ketiga lelaki itu. Sampai Kinan kehilangan kesadarannya, wanita itu masih sja menyebut nama suaminya yang tidak pernah datang.
Disisi lain, Reynold, lelaki itu mendengarkan teriakan wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu. Tangannya sejali mengepal tali setelah itu bibirnya tersenyum lagi. “ Bukankah kamu bilang tidak menyesal menikah denganku Kinan. Akan aku buat hidupmu seperti dineraka dan kamu menyesal menikah denganku!” senyumnya setelah mendengar semuanya sunyi lelaki itu menutup panggilan telponnya.
\*\*\*
Pagi-pagi Kinan membuka matanya, badannya terasa remuk. Wanita itu melihat dirinya terhampar diatas ranjang dengan badan telanjang. Seketika dirinya menangis, kejadian tadi malam ternyata bukan mimpi buruk. Inti tubuh bawahnya sakit. Sembari tertatih, gaadis iti memaksa turun mengambil bajunya. Membawa ponselnya lalu berjalan menuji pintu keluar dengan sangat pelan.
Sempat tadi dirinya melihat sprei dengan bercak darah perawannya. Miris seharusnya yang mendapatkannya Reynold bukan lelaki itu. Dan Kinan tidak mengerti kenapa nama ayahnya terbawa oleh 3 lelaki itu, apa ayahnya melakukan suatu hal curang? Kinan rasa tidak! Ayahnya buka pria seperti itu. Saat ini yang ada dipikirannya adalah pulang kerumah Reynold, meminta bantuan pada suaminya dan menceritakan semuanya. Jujur Kinan masi sangat takut sekarang.
__ADS_1
Gadis itu telah sampai diujung pintu keluar. Memutar kenop dengam susah payah karena badannya masi bergetar. Sampai akhirnya terbuka dan pas dengan Lucas yang juga hampir mengetuk pintu hotel itu. “ Nona Kinan?” ucapnya kaget saat melihat istri dari bosnya dengan keadan berantakan dan pipi lebam serta bekas darah mengering disudut bibirnya.
Lega. Itu satu kata yang ada didalam pikiran Kinan sekarang hinga ia meraih tangan Lucas dengan bergetar. “ Lucas...Lucas tolong aku..kumohon tolong aku.” Ucap gadis itu kemudian pingsan.