Tina Sang Pejuang

Tina Sang Pejuang
Melanjutkan Perjuangan Ayah


__ADS_3

karena di toko Tina ternyata tidak bertemu dengan ibu nya, dikarenakan jam kerja ibu nya tyang mepet memberi chat WhatsApp ke Tina, jadi Tina pun akhir nya membicarakan masalah yang di ceritakan Abdel itu di rumah nanti setelah pulang kerja,


Tina yang masuk kerja nya pagi , jam 4 sore Tina sudah pulang sampai rumah, sambil menunggu ibu nya pulang Tina pun memasak, setelah selesai memasak Tina pun makan sendirian karena ibu nya nanti pulang jam 7 malam masih cukup lama untuk di tunggu , dan ketika selesai makan Tina pun tak lama kemudian tertidur lelap,


kemudian sampailah ibu Tri di rumah dan melihat ke arah Tina yang sedang tertidur di ruangan makan yang ada kursi panjang nya


"dia pasti tidur waktu sore tadi" ucap ibu Tri dalam hati


"Tina bangun nak , "ucap ibu Tri membangun kan Tina


sesaat kemudian Tina pun bangun sambil berteriak dan berkata:


"Ayah"..


"ibu Tri yang mendengar teriakan anak nya pun langsung kaget, dan bertanya:


"ada apa nak ,? apa kamu bermimpi dengan Ayah mu..?


"iya Bu, aku bermimpi melihat Ayah minta tolong sama aku,,

__ADS_1


"ceritakan seperti apa mimpi mu itu nak"ucap ibu Tri penasaran


"aku melihat ayah seperti di jebak di dalam ruangan gelap sendirian tidak bisa kemana mana dan seperti terancam oleh orang-orang yang pegang senjata , dan ketika aku mencoba menolong Ayah aku pun di tembak oleh orang-orang itu"jawab Tina dengan napas memburu seperti kelelahan


"pepatah nenek mu dulu mengatakan jika bermimpi di sore hari maka itu bisa diartikan kalau itu adalah sebuah pesan,, entah yang memberi pesan itu masih hidup atau pun sudah meninggal,, tapi semoga mimpi kamu itu tidak ada hubungannya dengan apa yg di ucapkan nenek mu"ucap ibu Tri sambil mengelus rambut kepala Tina, dengan wajah yang khawatir mengingat perkataan nenek Tina atau ibu dari Ayahnya Tina


lalu Tina pun memeluk erat Ibu nya beberapa detik , kemudian dia melepaskan pelukannya dengan wajah yang sedih dan tiba tiba wajah nya jadi serius kepada ibu nya dan berkata:


"Mah , tadi aku bertemu kak Abdel, dia menceritakan sesuatu tentang Ayah,


kemudian Ibu Tri pun berubah menjadi serius sambil mendengarkan cerita yang di sampaikan oleh Tina dengan seksama,


lalu kemudian ibu Tri pun menceritakan kejadian masa lalu Ayah Tina


"nak, memang dulu beberapa Tahun sebelum Ayah mu meninggal , ketika Ayah mu menjabat sebagai kepala desa Marga , Ayah mu banyak sekali memiliki konflik karena Ayah mu dulu adalah seorang yang pemberani, yang tidak takut mati untuk menyelamatkan penduduk Desa Marga dari ancaman narkoba , menolak pembangunan rumah perjudian , prostitusi , bar , bahkan sampai walikota daun pun sudah memberikan saran agar menerima perizinan pembangunan rumah perjudian waktu itu, tapi Ayah mu menolak , dan di bela juga oleh seluruh penduduk desa sehingga walikota kota Daun pun tidak jadi memberikan izin pembangunan rumah perjudian tersebut, bahkan Ayah mu tak memberi ruang gerak sedikit pun bagi narkoba, ada orang dari luar desa yang ingin masuk ke Desa kita pun harus memiliki surat izin kunjungan agar Bisa Ter data orang keluar masuk desa, "ucap Ibu Tri dengan Lirih


kemudian menghela nafas panjang dan berkata lagi :


tetapi jika apa yang di katakan Abdel itu benar , biar Ibu sendiri yang akan pergi ke BKN untuk mengetahui lebih jelas apa yang akan di sampaikan atau di tugaskan nya,"

__ADS_1


karena ibu Tri ingin meneruskan perjuangan suami nya dulu yang sangat tangguh melakukan perlawan orang-orang Licik dan serakah"


melihat' Tekad ibu nya yang membela habis habisan Ayah nya, Tina pun menjadi semangat untuk melakukan sesuatu seperti yang Ayah nya lakukan,


"pantas saja orang-orang di desa selalu merindukan Ayah ku, aku kira Ayah ku dirindukan oleh mereka karena Ayah seseorang yang sering memberi nasi kotak tiap hari Jum'at saja ,ternyata aku baru tau bahwa Perjuangan Ayah untuk warga nya benar-benar luar biasa," ucap Tina dalam hati dengan rasa bangga dan semangat membara


kemudian Tina pun melanjutkan perkataannya:


"mah , biarkan aku ikut berjuang bersama mama, aku tidak ingin Ayah mati sia-sia , biarkan aku yang pergi ke BKN bersama kak Abdel , Mamah lebih baik bekerja saja di Toko, aku akan berjuang sekuat tenaga, meski aku hanyalah perempuan biasa "ucap Tina dengan semangat yang membara


"apakah kamu yakin Tina dengan ucapan mu?" tanya kembali ibu Tri kepada Tina


"akun yakin Bu, aku pasti bisa menguak misteri kematian ayah Bu, percayakan semua ini sama Tina , Tina pasti akan berhasil melakukan nya"ucap Tina dengan penuh percaya diri


"baik lah nak, jika tekad mu sudah bulat, ibu tak akan melarang keinginan mu" jawab ibu Tri sambil memeluk Kepala Tina dan menangis pelan di atas kepala nya Tina , agar Tina tak melihat dia menangis


###


maaf episode ini sedikit, aku lagi di luar dan baterai HP ku mau habis , jadi tak bisa panjang karena takut kehabisan baterai 😞

__ADS_1


__ADS_2