
di pagi hari di desa Marga seperti biasa , Abdel melakukan lari pagi nya selama beberapa jam untuk menjaga kebugaran fisik nya, di perjalanan ia bertemu dengan Ibu Tri yang akan pergi bekerja masuk shift pagi , ibu nya Tina
"selamat pagi nyonya Tri"ucap Abdel dengan senyum Lebar yang manis
"ah nak Abdel , jangan panggil aku nyonya , itu terlalu berlebihan"ucap ibu Tri dengan wajah sedikit malu nya di panggil nyonya oleh Abdel
"hahaha , itu tidak berlebihan , mengingat Tina anak ibu sekarang adalah seorang yang hebat di masa depan, hal wajar jika ibu Tri sekarang menjadi nyonya"ucap Abdel tertawa lebar membuat ibu Tri semakin malu
"ah sudah sudah , cukup omong kosong nya!! , lebih baik kamu ceritakan padaku bagaimana perkembangan Tina," ucap ibu Tri sambil berjalan di samping Abdel dengan wajah penasaran
"Tina semakin lebih baik dan berkembang , ini membuktikan jika Tina memang memiliki kemampuan di bidang tersebut ,hanya saja memang masih perlu bimbingan secara bertahap"ucap Abdel dengan santai seperti biasa
"terus , bagaimana kondisi Tina di sana ? apakah Tina baik baik saja? apa Tina memiliki musuh atau memiliki Teman banyak?" tanya ibu Tri lagi dengan penasaran
"itu semua baik baik saja , Tina sangat mudah sekali bergaul , banyak berteman , terutama Sakura adalah teman terdekat nya"ucap Abdel dengan ramah dan bersahabat
"nak Abdel , sebenarnya aku menginginkan nak Abdel saja yang melatih Tina, itu pun jika nak Abdel berkenan"ucap ibu Tri dengan senyum manis
"tentu saja , Tina akan ku latih , tetapi tidak sekarang , butuh waktu untuk mempelajari tahap dasar , karena aku ingin melatih Tina yang sudah cukup punya keahlian dan pengalaman , sebelum ku latih, Tina harus berpengalaman terlebih dahulu"ucap Abdel ramah kepada ibu Tri
" baik lah , ibu percaya nak Abdel punya rencana lebih baik untuk Tina kedepannya ,, mohon bantuan nya"ucap ibu Tri ramah
dan di balas Abdel dengan Anggukan tanda Abdel mengiyakan nya
__ADS_1
"Ibu Tri , aku ingin bertanya sesuatu yang penting, "ucap Abdel dengan wajah serius yang membuat langkah ibu Tri terhenti
"baik lah , kita lebih baik berbicara sambil duduk , agar lebih fokus"ucap ibu Tri juga dengan wajah serius
kemudian mereka berdua pun duduk di kursi umum yang biasa ada di pinggiran jalan sepanjang jalan di desa Marga memang selalu ada kursi duduk nya dengan tumbuhan yang menjadi penghias di pinggiran jalan itu
"aku ingin bertanya, apakah suami Ibu atau Ayah nya Tina Pak Beny adalah anak dari Dokter Surya Darwin ? " ucap Abdel dengan wajah serius memandang wajah Ibu Tri
ibu Tri yang di tatap wajah serius Abdel pun langsung merasa was was , takut ada suatu hal penting
"benar , suami ku Beny adalah anak bungsu dari Dokter Surya Darwin" ,ucap Ibu Tri dengan wajah bingung nya karena merasa bingung tentang pertanyaan Abdel yang terlalu menganggap serius pertanyaan seperti ini
mendengar Jawaban Ibu Tri pun Abdel memasang wajah tenang kembali , tidak seserius sebelumnya
"sangat masuk akal sekali, waktu itu suami ku bercerita , jika Ayah nya Memang terlibat dalam mempertahankan pemerintahan kesultanan, sebelum berganti menjadi negara demokrasi seperti sekarang , pada saat itu memang terjadi pembantaian besar besaran secara senyap dan diam diam terhadap pihak petinggi yang membela kesultanan , dan juga suami ku dulu memang berspekulasi bahwa jika Ayah nya terbunuh oleh pasukan pemerintahan demokrasi seperti sekarang, hanya saja tak ada bukti mayat nya atau kuburan nya, sehingga kematian ayah suami ku menjadi tak jelas"ucap ibu Tri sedikit sedih dengan cerita nya
"kenapa Dr Surya Darwin berpihak ke pihak kesultanan secara total "apakah ibu tahu alasan nya"ucap Abdel kembali penasaran bertanya kepada Ibu Tri
Abdel sebenarnya tahu cerita tersebut , hanya saja Abdel ingin memastikan kebenaran nya langsung bertanya kepada ibu Tri secara pribadi
kemudian Ibu Tri pun sejenak memandang ke arah langit , mengingat kembali suami tercinta nya, lalu kembali menatap wajah Abdel dengan serius
"suami ku berkata, keluarga Darwin adalah keluarga yang memiliki peran besar dalam berdiri nya kesultanan dulu sewaktu era perang dunia klasik terjadi , untuk itu, Ayah dari suami yang tahu leluhur keluarga , dia memang membela habis habisan kesultanan , berbeda dengan suami ku, dia tumbuh ketika kesultanan sudah runtuh"ucap ibu Tri dengan wajah serius kepada Abdel
__ADS_1
"apakah ibu tahu silsilah keturunan dari keluarga Darwin dari atas sampai sekarang , atau mungkin suami ibu bercerita tentang silsilah keluarga nya?" tanya Abdel kembali
"sayang nya, Suami ku tidak tahu tentang silsilah keluarga tersebut , karena Memang suami ku waktu itu masih bayi pada saat Kakak nya yang perempuan merawat nya, kakak nya juga di kabarkan menghilang tanpa jejak , untung saja suami ku ada yang merawat dan menyelamatkannya dari pembersihan keluarga Darwin tersebut, suami ku waktu itu di bawa ke Tiongkok waktu masih bayi oleh seseorang ibu paruh baya bernama Xue Chen, dan kembali ke Indojaya ketika berkuliah disini , dan memutuskan untuk menetap disini selamanya, pada masa dia bersekolah disini pun dia mencoba mencari Tahu asal usul keluarga nya, tetapi hasil nya ya hanya sebatas seperti yang di cerita kan itu tadi"ucap Ibu Tri tenang
"baik lah , aku hanya ingin tahu itu saja , terima kasih atas waktu nya nyonya besar "ucap Abdel kembali dengan senyum lebar yang membuat ibu Tri tersipu malu
lalu mereka pun berdiri kembali dari kursi duduk dan berjalan seperti biasa sebelumnya
setelah berjalan cukup panjang , sampai lah mereka berdua di persimpangan jalan, di mana arah menuju Toko kue tempat bekerja ibu Tri ke arah kanan dan arah menuju rumah Abdel ke arah kiri , sehingga mereka pun berpisah
"nak Abdel , apakah kesitu jalan rumah mu"tanya ibu Tina menunjuk ke arah sebelah kiri jalan persimpangan itu , yang cukup ramai juga orang orang yang berlalu lalang
"iya , seperti biasa , arah rumah ku memang kesitu"ucap Abdel kembali
"kalau begitu Kita berpisah disini"ucap ibu Tri kembali
"baik lah" hati hati ya nyonya besar , semoga harimu menyenangkan"ucap Abdel melambaikan tangan dalam jarak 3 meter tanda akan berpisah dengan senyum lebar di persimpangan jalan,,
"baiklah , terserah kamu memanggil ku apa" kamu juga nak Abdel , semoga lekas mendapatkan jodoh agar hari harimu tidak kesepian"ucap ibu Tri seperti mengejek Abdel membalas karena sudah memanggil nya nyonya besar
"huh , dasar emak emak"ucap Abdel kesal dalam hati
bersambung
__ADS_1
🌿