Tina Sang Pejuang

Tina Sang Pejuang
Lamunan Tina


__ADS_3

"kemungkinan besar ibu menyuruh ku mengungkapkan kematian adik Beny karena ibu mengetahui fakta yang sebenarnya"ucap Lao Chen dalam hati dengan wajah melamun


"ada apa Lao Chen , melamun seperti itu"tanya Abdel kembali


"tidak ada , aku hanya kaget saja setelah mengetahui fakta ini"jawab Lao Chen menutupi ucapan nya dalam hati


"baik lah, perbincangan kita cukup sampai Disini saja , aku masih ada keperluan lain dengan para kawan bisnis ku"ucap Lao Chen sambil berdiri dari tempat duduk nya


"Lao Chen , aku meminta maaf atas kecurigaan ku barusan , sebetulnya aku juga tidak begitu yakin kau adalah seorang penjahat , hanya saja dirimu memang patut dicurigai karena selalu terlibat dalam departemen pemerintahan dan memasukkan orang orang mu sebagai mata di sana " ucap Abdel senyum ramah


"itu tidak masalah , wajar saja kau curiga terhadap ku, mungkin bukan kamu saja yang memiliki curiga seperti itu , tetapi , akan kuberi tahu padamu , Mauro memang kaki tangan dan juga mata ku di dalam BKN , tetapi dia yang sebenarnya tidak bekerja 100% untuk ku, aku tidak tau siapa itu , yang jelas kau memang harus mewaspadai gerak gerik Mauro , karena aku sendiri tidak bisa mengendalikan atau mengetahui apa yang ia tuju"ucap Lao Chen kembali sebelum meninggal kan Abdel


kemudian datang lah sebuah mobil sport merah mewah Bugatti Veyron berhenti depan halaman rumah Abdel , itu adalah kendaraan pribadi Lao Chen yang akan menjemput nya pulang setelah selesai urusan nya dengan Abdel


"baik lah , selamat tinggal, jaga dirimu baik baik "ucap Lao Chen melambaikan tangan nya


"kau juga sahabat ku"ucap Abdel membalas salam perpisahan Lao Chen yang akan pergi


Abdel masih duduk saja seperti memikirkan sesuatu


"akan kuberi waktu 1 Minggu untuk Tina , Jika Tina memang tidak bisa , aku harus menggunakan cara yang keras"ucap Abdel dengan senyum sinis nya


###


pagi yang cerah di sebuah gedung cukup Tinggi dan besar berwarna putih , itu adalah gedung BKN


Tina yang baru saja bangun tidur pukul 6 pagi seperti biasa langsung membuka ponsel dan memeriksa ada pesan WhatsApp dari Sakura yang berisikan kalo Mauro hari ini tidak akan datang melatih Tina


"huh , sudah 3 hari sudah , aku di latih oleh Mauro , menurut ku biasa saja , tidak ada yang membuat ku sulit"ucap Tina yang masih rebahan itu sambil berpikir sesuatu


"apakah seperti ini pelatihan jadi mata mata "? hmmm ,, tanya Tina dalam hati

__ADS_1


"kukira ini akan sulit dan menantang , ah , memang membosankan !!! " kembali Tina yang masih rebahan itu menggerutu sendiri


"eh , aku ingin bertanya sesuatu ke kak Abdel , soal pelatihan ini yang menurut ku seperti anak anak pembelajaran nya"pikir Tina dalam hati


kemudian membuat pesan WhatsApp menyampaikan hal tersebut kepada Abdel


belum ada balasan dari Abdel , karena Tina tau Abdel pagi suka berolahraga, Tina pun kembali melanjutkan melamun nya


"awal ku bertemu dengan kak Abdel , suatu hal yang tak sengaja , kemudian kak Abdel secara tak sengaja menolong ku sewaktu di pasar, perlahan dekat dan terus mendekat , kita sudah seperti keluarga saja , dan aku seperti mengenal Kak Abdel adalah seperti seseorang yang baik , huh , perempuan yang menjadi jodoh kak Abdel adalah orang yang sangat beruntung"pikir Tina dalam lamunan nya


"apa mungkin aku yang akan jadi jodoh kak Abdel yah !! hah,, itu tidak mungkin , karena dia Terlalu Tua xixixi "pikir Tina kembali dengan wajah senyum sendiri dalam posisi rebahan


"lebih baik aku bergegas mandi saja" ucap Tina sambil bangun dari rebahan nya


selesai mandi, Tina seperti biasa berpakaian biasa saja , menggunakan seragam biru langit dan putih bercelana panjang nya dan sepatu tentapel hitam membawa kesan berwibawa dan disegani , serta dengan wajah cantik melayu natural Tina yang manis serta putih dengan lesung pipinya membuat Tina semakin mencolok tanpa harus berdandan yang berlebihan


selesai berpakaian , Tina pun melirik ke arah ponsel dan melihat sudah ada pesan balasan dari Abdel yang berisikan Abdel akan datang ke BKN dan akan mengatakan sesuatu yang penting kepada Tina


kemudian ada ketukan pintu kamar Tina dari luar


"Tina. ,ini aku sakura"ucap suara dari luar tersebut , dia adalah sakura , yang tempat tidurnya tidak terlalu jauh dari Tina


kemudian Tina pun menghampiri pintu tersebut dan membuka nya , karena jika dibuka dari luar harus menggunakan sidik jari Tina


"Tina , kamu sudah sangat cantik pagi ini"ucap sakura memuji Tina


"huh , seperti biasa , kau ini terlalu banyak omong kosong"balas tidak


"hahaha" mereka berdua pun tertawa bersamaan


"eh Tina , aku akan berbicara serius kepada mu"ucap Sakura dengan wajah serius yang membuat Tina juga ikut menjadi serius

__ADS_1


"katakan padaku apa itu"ucap Tina kembali dengan wajah serius nya


"aku akan sedikit mengajarkan mu tentang menjadi mata mata, tapi trik ini memang cocok untuk mu"ucap sakura dengan serius


"trik seperti apa itu?" tanya Tina kembali dengan wajah penasaran


"trik ini sederhana , tetapi kau adalah orang yang memiliki kemampuan yang mumpuni melakukan trik ini"ucap sakura kemudian melanjutkan kembali perkataan nya


"trik ini bernama pemikat hati"ucap Sakura serius


"trik macam apa itu Sakura , jangan yang aneh aneh"ucap Tina seperti tidak menyukai nya


"jika si Target jauh lebih cerdas darimu atau lebih kuat darimu , kelemahan orang seperti itu adalah perasaan nya atau hati nya , dan kau Tina "ucap Sakura sambil menunjuk telunjuk nya ke wajah Tina , kemudian melanjutkan perkataannya kembali


"kau Tina , kau lah yang bisa melakukan nya, karena selain kau memiliki paras cantik , kau juga memiliki insting intelejen yang sangat kuat "ucap Sakura memuji Tina dengan yakin


"maaf sakura, aku tidak biasa memainkan perasaan orang lain"ucap Tina tersenyum kecut seperti hal itu adalah hal terberat buat Tina


"Tina , perasaan adalah titik terlemah orang kuat yang sulit di kalahkan , pada zaman dulu, banyak sekali raja raja yang sangat kuat dan tangguh, tetapi mereka bisa hancur hanya karena sesuatu yang sangat sederhana , yaitu perasaan !! ,"ucap Sakura tegas seperti menggurui Tina


Tina pun berpikir sambil jari telunjuk nya memukul bibir nya yang tipis , dan apa yang dikatakan sakura sangat lah masuk akal dan benar adanya


"kau benar Sakura, tetapi aku tidak bisa melakukan nya" ucap Tina kembali denan senyum kecut nya


"kenapa tidak bisa melakukan nya?" ucap Sakura kembali


"huh , Sakura , aku takut menyakiti perasaan orang itu"jawab Tina kembali


dan


bersambung 🌿

__ADS_1


__ADS_2