
pagi hari yang cerah , karena semalaman Abdel tidak tidur, menunggu laporan dari anak buah nya yaitu Tio yg di suruh melakukan misi di luar tugas negara untuk melakukan penyelamatan terhadap Tina , dan misi tersebut sukses di jalan kan ,
karena kesiangan Abdel pun hanya melakukan olah raga ringan , fitnes dengan alat - alat sederhana yg di buat dari semen dan ember bekas serta besi untuk melakukan angkat - angkat agar tetap melenturkan otot-otot nya karena tidak berolah raga,
setelah selesai melakukan aktifitas olah raga nya, Abdel pun menyeduh kopi nya sambil duduk di depan halaman rumah sederhana nya melamun kan laporan kejadian semalam terkait kejadian Tina ,
sambil berkata dalam hati :
"kejadian ini seperti sudah di takdir kan Tuhan , petunjuk yang di berikan Tio ini sangat masuk akal , untuk memastikan nya memang harus mengirim mata - mata khusus agar bisa menguak kejadian 4 tahun lalu terkait penyelundupan opium dan kokain , aku tidak yakin Fredy adalah bos dibalik semua itu, tapi setidak nya Fredy memiliki peran penting dalam menjalankan bisnis tersebut , karena dari menurut laporan Tio, Fredy memiliki banyak hubungan dekat dengan pejabat korup dan para narapidana pengedar besar ,, setelah 8 bulan penyelidikan tanpa hasil, ternyata dugaan orang-orang benar , jika orang kaya pasti memilki tempat tinggal di kota Daun ini , meski kota ini kecil, kota ini memiliki daya tarik untuk di tinggali orang - orang kaya karena oksigen yg berkualitas terbaik dan penataan kota yang rapih , seperti nya aku tidak salah ambil keputusan untuk pergi ke tempat ini ,, " kata Abdel dalam Hati dengan keyakinan yg mantap
lalu Abdel melanjutkan minum kopi nya
##
"Tina , mulai sekarang kamu jangan pergi kemanapun tanpa seizin mama" atau jika ingin pergi , kamu harus melapor dulu ke mama untuk meminta izin terlebih dahulu" ucap ibu Tri dengan Tegas menegur Tina yg akan berangkat bekerja ke Toko kue"
"baik Ma , Tina janji gak akan lakuin hal seperti kejadian kemarin" jawab Tina patuh
kemudian Tina pun berangkat sendirian, ketika di perjalan menuju ke tempat kerja , ternyata Tina seperti sudah di tunggu Abdel yang sudah ada di jalan , Tina pun berhenti untuk menyapa Abdel , karena Tina merasa Abdel bukan Orang jahat , jadi dia tidak ragu untuk menyapa,
"apa kabar kak Abdel ,, sedang apa di sini ,..? "tanya Tina kepada Abdel"
__ADS_1
"kabar ku baik , kenapa mama mu gak ikut kerja , bukan kah kalian suka berangkat bersama ,? "tanya Abdel
"mama hari ini masuk siang, jadi aku berangkat sendiri , kak Abdel lagi Apa disini ?"tanya Tina sambil melanjutkan perjalanan nya di ikuti Abdel dari samping
"aku sedang menunggu mu" jawab Abdel dengan wajah serius
Tina pun sedikit kaget kemudian tenang kembali dan bertanya:
"ada perlu apa kak Abdel nunggu aku, apakah ada urusan yang penting .?
lalu Abdel pun menjawab:
ya, ini bisa di bilang urusan penting , tapi ini tidak penting juga jika memang kamu menolak tawaran yang aku berikan" ini bukan lah tugas kewajiban kamu juga, jadi kamu punya hak menolak tawaran ini, tapi jika kamu menerima tawaran ini, akan ada bayaran besar dari BKN ( Badan Keamanan Negara )
karena dia tidak ingin melibatkan diri dengan para kriminal besar ,masalah yang kemarin saja dengan Fredy sudah membuat Tina trauma , apalagi melibatkan diri dengan penjahat lain yang lebih besar , karena Tina masih menganggap Fredy bukan penjahat besar , sehingga dia merasa jika kasus yang di tangani BKN bukan terkait dengan Fredy
"ya baik lah , itu pilihan mu,, aku tidak bisa memaksa ,tapi aku akan membicarakan sesuatu dengan ibu mu, ada masalah lain yang harus aku ceritakan "ucap Abdel santai kepada Tina, dan segera membalikkan badannya untuk menuju ke arah rumah Ibu Tri ,
"tunggu.." ucap Tina yang melihat ke arah Abdel dengan wajah serius
"ya , ada apa ..? jawab Abdel
__ADS_1
"aku mohon padamu, tolong jangan libatkan ibu ku dalam masalah apapun dengan para kriminal , aku tidak peduli apapun itu yang akan kamu sampaikan dan kamu lakukan , yang jelas Jangan bawa ibuku , dia orang satu satu nya yang aku punya , aku mohon , "ucap Tina memohon dengan sedih nya dan hampir saja bersujud jika tidak di tahan oleh sesuatu yang aneh seperti sebuah tekanan gravitasi yang mencegah Tina bersujud
Tina merasa heran ada yang Aneh dengan kejadian barusan karena tubuh nya seperti di tahan oleh sesuatu yang tak terlihat,
Abdel yang melihat Tina keheranan pun tersenyum kecil sambil berkata dengan santai:
"ya sudah , jika itu mau mu, aku tak akan melibatkan ibumu dalam masalah terkait kematian Ayahmu yang tak wajar itu , dan menurut penelitian juga , itu diyakini adalah pembunuhan , karena 1tahun sebelum kematian Ayah mu, Ayahmu memiliki konflik dengan bos pengedar narkoba di desa ini dulu, dan kemungkin dia lah dibalik kematian Ayahmu" ucap Abdel yang lekas pergi ke arah yang berbeda, karena dia tidak jadi menuju ke rumah Ibu Tri,
setelah menyampaikan informasi tersebut kepada Tina , Abdel pun pergi ke arah sungai tempat biasa dia akan habiskan waktu untuk memancing ikan sambil memikirkan rencana selanjutnya , karena rencana yang awalnya sudah direncanakan , yaitu menjadi kan Tina sebagai mata - mata telah gagal ,,
Tina yang melihat kepergian Abdel setelah memberikan alasan nya untuk menemui ibu nya terlihat bimbang tidak tau harus berbuat apa, dan ada kemarahan dalam hati Tina jika memang apa yang dikatakan Abdel benar"
Tina yang melanjutkan perjalanan nya ke tempat ia bekerja , terlihat sangat tidak fokus bekerja sehingga mengundang pertanyaan dari rekan kerja Tina ,
"Tina , kenapa kamu, seperti banyak masalah , cerita kan saja padaku, meskipun kita belum terlalu akrab, tapi aku bisa jadi pendengar yang baik untuk mu, " ucap gadis terlihat sedikit lebih tua dari Tina, namun masih dikatakan sebaya Karena berbeda 2 tahun
"ah tidak , tidak ada apa - apa, aku hanya saja banyak melamun karena lapar, ibu belum datang bawa makanan untuk ku "ucap Tina beralasan menutupi apa yang di pikiran nya"
"oh jika hanya itu , aku memilki makanan, kamu bisa makan saja jatah makanan ku terlebih dahulu, biar aku nanti yang akan memakan jatah makanan mu, aku sekarang belum lapar,," jawab gadis itu ramah,
"tidak apa, aku masih bisa menahan perutku, jawab Tina menolak tawaran teman nya,
__ADS_1
kemudian Tina bekerja lebih fokus lagi supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari orang sekitar sambil menunggu ibu nya datang untuk membicarakan masalah yang di katakan Abdel tadi siang..
###