Tina Sang Pejuang

Tina Sang Pejuang
Fredy


__ADS_3

sesampainya di tempat alamat yang di tuju , mereka berdua tiba di sebuah Rumah 2 tingkat cukup besar dengan halaman seluas 10×15 Meter , dengan pagar besi menjulang tinggi 4 meter , lalu Rika pun memarkirkan kendaraan nya di depan pintu Rumah tersebut sambil berkata melirik Tina


"Tina kita sudah sampai ,, kau lebih baik masuk terlebih dahulu, karena kamu yg orang dapat undangan nya Tina.."ujar Rika


"baik Rin, ikuti aku saja , kamu jangan menunggu di luar


kemudian mereka berdua berjalan bersama ke arah gerbang masuk rumah itu


"permisi , aku Tina saudara Sarah , apakah ada Sarah di dalam ? "tanya Tina kepada seorang pria yang terlihat seperti satpam itu


"silahkan masuk" jawab pria itu yg berpakaian seperti satpam bar kumis lebat hitam dengan reaksi dingin tanpa Ekspresi


kemudian Tina dan Rika pun mengikuti arahan dari pria tersebut menuju ke ruangan di lantai bawah , karena Rumah tersebut memiliki ruangan bawah tanah yg cukup indah rapi dan terawat,


sesampainya di ruangan bawah tanah tersebut , Kemudian Rin di minta menunggu oleh pria itu dan tidak di perbolehkan masuk ke dalam ruangan itu , hanya Tina saja yang boleh masuk ke dalam ruangan itu seperti ruangan khusus yang di tunjukan pria itu,


kemudian Tina pun berjalan sendirian menuju ruangan yang ditunjukkan pria itu, dan ketika sudah sampai di depan pintu ruangan tersebut


karena Tina merasa janggal dan sedikit curiga dengan ruangan itu dimana ruangan itu berada di bawah tanah dan dia pun di pisah kan dengan Rika , maka Tina berinisiatif memanggil Sarah dari luar pintu ruangan tersebut


Tina pun kemudian memanggil manggil nama Sarah dari luar ruangan tersebut, tapi dia tidak menemukan jawaban dari ruangan itu, ketika Tina kebingungan dengan harus apa yang ia lakukan tiba tiba terdengar suara panggilan Rin sambil berteriak ke arah Tina

__ADS_1


"Tina tolong aku .... ucap Rika yang berteriak, tetapi teriakan nya hanya sebentar saja lalu menghilang ,


Tina yg mendengar teriakan itu langsung panik dan bergegas berlari ke arah teriakan Rin itu sambil memanggil manggil nama Rin ,


namun ketika Tina sampai ke tempat teriakan Rin Tersebut , betapa kaget nya Tina melihat ketika melihat Rika yang sudah dalam keadaan pingsan tak sadar kan diri di pangkuan pria yg seperti satpam tersebut ,


"benar kata orang-orang , seseorang yang tidak bersekolah itu cenderung bodoh, sama seperti kalian berdua yang mudah sekali di tipu, hahaha " ucap pria tersebut dengan tertawa terbahak senang nya karena rencana nya berhasil buat menjebak Tina dan Rin


kemudian pria tersebut membuka kumis palsu nya di depan Tina , dan menyimpan tubuh Rin yang sedang pingsan ke atas kursi dengan keadaan lunglai lemah tak berdaya , seperti terkena bius obat obatan,


"kamu apakan sahabat aku ..! jangan kau lakukan apa apa terhadap sahabat ku , diantara kita tidak punya Masalah dan dendam , cepat lepaskan aku dan Rin , kenapa kau melakukan ini ..! jawab Tina dengan wajah marah dan sedih nya,


"kamu siapa, .? aku sungguh tidak mengingat mu atau mengenalmu "tanya Tina dengan sedih dan sangat marah sambil membentak mengepal kan tangan nya dalam jarak sekitar 4 meter, karena emosi yang tak tertahankan


mendengar pertanyaan Tina , berubah kembali


wajah si pria itu dengan wajah tenang nya sambil berucap di depan Tina dengan halus ,


"Tina ,aku sangat menyayangimu ,sangat mencintai mu, sejak kamu lahir ke dunia ini , sejak kita masih kecil , kita selalu bermain bersama , meski kau selalu mengabaikan aku waktu kita kecil karena aku ingat kau senang sekali dan bahagia ketika bermain dengan Sarah , tapi aku tetap saja mengikuti dari belakang kemanapun kau pergi , meski kita berbeda sekolah karena kamu bersekolah di tempat elit waktu kecil , dan aku bersekolah di sekolahan gratis rakyat kurang mampu"


kemudian si pria itu tersenyum kecut lalu duduk di kursi sofa di samping kepala Rin yang sudah pingsan , melihat ke arah Rin lalu mengelus kepala nya sebentar dan duduk dengan mantap sambil bersandar menyalakan sebatang rokok dan kembali mengingat kembali masa lalu itu dan melanjut kan cerita nya

__ADS_1


"" setelah kau melanjutkan sekolah mu ke SMP , rasa cinta ku yang sudah ada dari kecil semakin membesar dan berkali-kali mencoba berniat menyatakan perasaan ku terhadap kamu, bahkan aku sering bolos sekolah dan lebih suka mengawasi mu dari jauh di tempat sekolah mu itu, tanpa sepengetahuan mu,karena aku khawatir ada seseorang yang akan menyakiti mu atau menyukai mu, tapi semakin aku memperdulikan mu, semakin aku menyayangimu, tetapi tetap saja kamu mengacuhkan ku dan mengabaikan ku, seolah - olah keberadaan aku ini seorang yang membuat mu terganggu , dan perasaan yang sangat amat menyakitkan yg aku rasa kan,, di mana waktu kau menerima Cinta seseorang bernama Andri dengan wajah bahagia mu yang mengingatkan ku waktu kau masih kecil dulu, yang bahkan tidak pernah kau tunjukkan sama sekali wajah bahagia mu seperti itu di depan ibu mu sendiri semenjak ayah mu pergi,,


mendengar cerita si pria itu lalu Tina pun teringat dengan sesuatu


kau Fredy .. !!! benar kan kau Fredy , jawab Tina penasaran dan kaget dan rasa marah nya pun telah hilang , karena di mata Tina, Fredy , dia selalu menganggap Fredy adalah kakak nya atau saudara nya, dari dulu, meski tidak demikian yang di rasakan Fredy ,karena jarak usia Fredy 5 tahun lebih tua, dan Fredy juga sudah di anggap anak sendiri oleh Ayah Tina dulu , sehingga Tina tidak memiliki rasa cinta sebagai kekasih terhadap Fredy , tapi tetap menyanyi Fredy dari dulu.,


"akhirnya kau mengingat nya " jawab Fredy di Sertai senyum kecil ,,


lalu Fredy pun beranjak berdiri dari sofa sambil membuang rokok nya dan menatap Tina dengan serius sambil berkata:


"Tina aku mencintaimu , mau kah kau menikah dengan ku ..?


Tina pun terkejut dan kaget luar biasa dengan perkataan Fredy Dan refleks saja menjawab


"kamu adalah kakak ku, aku tidak bisa menikah dengan mu,, meskipun kita sudah dewasa, tapi aku sama sekali tidak memiliki perasaan lebih terhadap mu , "ucap Tina cepat-cepat dan panik


mendengar jawaban Tina seperti itu , berubah kembali wajah Fredy dengan sifat licik nya


" baiklah jika itu mau mu, maka tidak ada cara lain selain aku membawa mu paksa , "jawab Fredy sambil berjalan semakin dekat ke arah Tina ,,


mendengar jawaban Fredy yang menakutkan di disertai wajah senyum licik nya itu , Tina berniat ingin melarikan diri , sambil tubuh nya bergerak berjalan mundur perlahan menjaga jarak dari Fredy yang mendekat"

__ADS_1


__ADS_2