Tina Sang Pejuang

Tina Sang Pejuang
Perasaan Abdel


__ADS_3

Ibu Tri dan Tina pun saling berpandangan sejenak , kemudian memutuskan untuk setuju me mata - mata Lao Chen yang di kenal orang terkaya di kota di kota Daun yang memiliki jaringan bisnis cukup luas


"aku percaya Tina dapat melakukan nya" ucap Ibu Tri dalam hati dengan keyakinan nya seorang Ibu


"baik, aku akan bekerja berusaha semaksimal mungkin, tapi , apakah Lao Chen ini memiliki hubungan atas kematian Ayah ku ??" tanya Tina penasaran


"ya , berdasarkan investigasi , Lao Chen ini pernah terlibat konflik sesaat dengan Ayah mu dulu., karena Ayah mu dulu pernah menolak suapan Dana untuk mendapatkan izin pembangunan rumah perjudian , tetapi Ayah mu malah menolak nya , sehingga Lao Chen sedikit tidak senang, meskipun dia bukan pelaku, tapi setidaknya dia kemungkinan tau siapa pelakunya , mengingat jaringan bisnis dan pertemanan Lao Chen begitu kuat" jawab Abdel dengan wajah serius kepada Tina


"jika seperti itu, kamu Tina , ini adalah misi yang benar - benar harus berhasil , kamu harus berusaha maksimal Tina" ucap Ibu Tri dengan wajah serius


"baik Ma, aku akan berusaha" jawab Tina serius


"Tina , mulai besok , sebelum kamu menjalankan misi, kamu terlebih dahulu harus menjalani pelatihan intelejen BKN selama 3 bulan , agar kamu sedikit faham tentang mekanisme bekerja sebagai mata - mata , supaya tingkat kegagalan misi lebih kecil , dan besok akan ada yang melatih mu , dia orang yang cukup pandai dalam intelejen karena prestasi di bidang tersebut sudah cukup banyak dengan tingkat kegagalan misi 0%"ucap Abdel santai sambil ikut memakan cemilan di meja


"hebat sekali, dia tidak gagal dalam misi, boleh aku tau , apakah dia sekarang sudah tua? , sehingga menjadi pelatih saja , tidak menjalankan misi lagi," tanya Tina penasaran


"dia seumuran mu Tina"jawab Abdel dengan senyum kecil


"apa.? dia seumuran Tina.? sahut Ibu Tri yang sedari tadi diam mendengarkan perkataan Abdel dan Tina


"ya , dia seumuran Tina, dia sudah menjalankan misi dari usia 10 tahun," jawab Abdel tenang


"berarti dia sama sekali tidak bersekolah..?"tanya Tina lagi

__ADS_1


"dia bersekolah , tetapi dia sekolah pun untuk me mata - mata kepala sekolah tersebut yang bermasalah., dan itu adalah misi pertama nya yang berhasil membongkar penggelapan dana pendidikan dari pemerintah pusat" jawab Abdel santai sambil mengunyah makanan


"baik lah aku akan belajar kepada nya dengan serius" jawab Tina singkat


tetapi cara berpikir ibu justru berbeda, dia menginginkan Abdel saja yang melatih Tina , akan tetapi Abdel menjelaskan kalau dirinya kurang pandai dalam intelejen , dia hanya menghabiskan semasa hidupnya untuk berperang dan berperang , menganalisa musuh, dan membangun pasukan besar dalam perang adalah kemampuan Abdel untuk untuk negara ,


namun yang sebenarnya , Abdel adalah mata - mata terbaik no 1 di Negara Indojaya ini , hanya saja kemampuan Abdel dalam intelejen tidak di utamakan, karena kemampuan Abdel' dalam berperang jauh lebih unggul , bahkan Abdel di usia 10 tahun saja sudah punya beberapa piagam militer ,


note : *( aku putuskan nama negara nya adalah Indojaya saja , biar tidak ada yang tersinggung dengan cerita nya , dan juga akan berhubungan dengan novel ke 2 ku nanti )*


setelah Abdel memberi alasan yang masuk akal , baru lah Ibu Tri pun menyetujui pelatihan Tina yang akan di mulai besok, dan mereka bertiga pun keluar ruangan , Abdel meminta sakura untuk mengantar Tina dan Ibu Tri sampai ke depan gerbang , dan meminta seorang Anggota Harimau putih untuk mengantar mereka berdua sampai ke rumah nya ,


lalu Abdel pun kembali masuk ke ruangan khusus itu dan menutup pintu nya kembali sambil merenung


"aku tidak tahu, jika aku terus menerus berada dekat dengan Tina , perasaan ini semakin membesar,, aku harus menghindari nya agar perasaan ku terhadap Tina tidak berkembang"lirih Abdel dalam hati , karena itu adalah alasan nya Abdel tidak melatih Tina , yang justru akan menyuruh generasi yang sebaya dengan Tina supaya Tina pun lebih nyaman dalam berinteraksi dan memiliki teman , Abdel bahkan meminta bawahan nya itu agar menyenangkan hati Tina supaya tidak bersedih lagi atas penghianatan mantan kekasih nya dulu itu yang masih membekas di dalam hati Tina, karena Abdel sendiri merasa dia sendiri tak akan mampu membuat Tina bahagia , karena dia tidak memiliki kemampuan dan pengalaman serta tidak percaya diri dalam membahagiakan seseorang yang spesial baginya ,


###


"hati - hati di jalan ya bibi dan Tina",, ucap sakura ramah


"baik nak, mulai sekarang kamu dan Tina adalah teman, jaga Tina baik - baik yah di BKN, bibi akan mengunjungi Tina seminggu sekali , tiap hari Minggu" ucap ibu Tri


"Sakura , aku pulang dulu, aku akan mempersiapkan keperluan ku selama 3 bulan pelatihan , semoga aku mampu melakukan nya"ucap Tina bersemangat

__ADS_1


"aku percaya Tina bisa melakukan apa yang ketua perintah kan, dan juga bibi , jika akan mengunjungi Tina di BKN , jangan sungkan untuk memanggil aku, aku siap melayani bibi" jawab sakura ramah dan tersenyum manis


"Sakura, ngomong - ngomong , Abdel di BKN sebagai apa,? apakah dia memiliki jabatan penting disini,? tanya Ibu Tri penasaran


"semua yang berkaitan dengan BKN adalah sesuatu yang di rahasiakan, aku tidak bisa menjawab karena tidak tahu, dan jika aku tahu pun aku tidak akan memberi tahu bibi , karena ini sudah menjadi aturan di setiap orang-orang di BKN"jawab Sakura tenang dan ramah,


"entah kenapa , aku memiliki firasat kalo Abdel itu seseorang yang penting Disni , meskipun dia tadi menjelaskan kalau dia hanya seorang tentara" ucap ibu Tri dan di balas dengan senyum kecil saja dari sakura


ibu Tri seperti kurang percaya dengan ucapan Abdel yang mengatakan alasan Abdel menolak memberikan ajaran kepada Tina hanya mengatakan kalo dia bukan di bidang mata - mata , dia hanya tentara biasa, itu yang di katakan Abdel tadi membuat Ibu Tri bertanya - tanya di mulai sejak kode Abdel yang di panggil jendral besar , ruangan khusus Abdel yang paling bagus dan terpisah diantara ruangan lain nya. , seperti ruangan tersebut adalah ruangan khusus orang paling penting


..."yasudah , kalo begitu kami berdua pamit untuk pulang sakura" ucap ibu Tri sambil melambaikan tangan nya ke arah Sakura di disertai senyum manis ,...


sambil memasuki kendaraan mobil hitam khusus pegawai negri


Sakura pun membalas lambaian tangan ibu Tri dengan senyum juga yang ramah


setelah memasuki mobil , Ibu Tri pun berbicara kepada Tina :


"Tina , jika kamu meminta saran ibu untuk jodoh mu, ibu akan menyarankan Abdel untuk mu" ucap ibu Tri disertai senyum manis seperti bercanda.,


"ah ibu , Tina belum memikirkan hal seperti itu , usia Tina belum 17 tahun, Tina tidak akan memikirkan hal itu, dan juga , orang - orang yang mencintai Tina kebanyakan dari mereka selalu buruk, tidak seperti tidak ingin lagi jatuh cinta , lagi pula Tina menganggap Abdel sebagai kakak saja, tidak lebih mama," ucap Tina ramah dan lembut sambil cemberut karena bahas sesuatu yang bukan - bukan


"baiklah itu keputusan mu, lagi pula setelah selesai menjalankan pelatihan mu, usia kamu sudah 17 , kamu sudah dewasa , Mungkin cara berpikir kamu akan berbeda nanti" ucap ibu Tri kepada Tina,

__ADS_1


Tina pun tidak menjawab lagi dan memperpanjang percakapan itu , karena Tina terlihat seperti malas saja membahas perasaan nya


___ ,,🌿, ___


__ADS_2