
*halo*
novel ini awal nya serial percintaan dengan judul cinta sejati untuk Tina , tetapi karena tiap alur cerita nya berupa petualangan atau perjuangan Tina , sehingga judul ini aku ubah jadi "Tina Sang Pejuang"
tetapi untuk sekuel percintaan nya tetap akan ada , dan itu mesti ada , karena tujuan dari novel ini memang akan berkaitan nanti dengan novel ke 2 ku yang berjudul "Cinta Tulus Sang Jenderal Besar"
ok , itu sedikit penjelasan saja , lanjut ke Alur cerita nya
###### 🌿
menatap mata saat sedang berhadapan dengan lawan bicara memang bisa melihat apakah berbohong atau tidak , jika mata yang sedang berbicara cenderung mengarah ke atas kiri , itu berkata jujur , dan jika bola mata mengarah ke atas kanan , itu tanda berbohong, karena otak kanan adalah tempat imajinasi ( kejadian yang bisa di rekayasa sesuka hati ), sementara otak kiri tempat menyimpan memori ( kejadian yang sudah di alami ) begitulah isi dalam buku pembelajaran tentang intelejen , bab interogasi yang di baca Tina
tetapi , Tina salah mendapat kan lawan , Mauro adalah seorang Intelejen jenius yang semua trik yang sedang di gunakan Tina , justru Mauro tau, maka dari itu , Mauro menjawab akan pertanyaan Tina dengan tenang tanpa memutar kan bola mata kemana mana , tetapi fokus menatap Tina dengan tajam
"oh , jika kamu ingin membantu aku , baik akan aku katakan padamu masalah nya, ini adalah masalah seseorang yang mengaku sebagai investor di kedai milik Elisa"ucap Mauro dengan sinis dengan tatapan mata yang tajam
"teman ku , Elisa , telah tertipu saham nya yang akan di beli, tetapi si pembeli tidak kunjung datang, padahal Elisa sudah melepas semua saham nya dari sahabat nya secara paksa dengan nilai 30% lebih ,, ini bisa di pidanakan !!" ucap Mauro dengan wajah yang serius
kemudian melanjutkan kembali perkataan nya
"ada 3 hal yang membuat ku curiga, semua ini perlu aku bertanya kepada mu"ucap Mauro sinis kembali , pandangan nya mengarah ke arah Tina dengan tajam
__ADS_1
" yang pertama , siapa sebenarnya ibu ibu itu yang bernama Lati , aku sudah 10 tahun lebih disini , tidak pernah mendengar nama tersebut disini"ucap Mauro dengan tatapan yang tajam ke arah Tina
"yang kedua , dari pantauan kamera CCTV , ibu yang bernama Lati tersebut menggunakan celana yang mirip dengan celana mu, mungkin baju tidak sama , karena baju masih bisa terkena sinar ultra dari kacamata intelejen "kembali Mauro berucap dengan senyum sinis nya yang membuat Tina deg degan sekaligus terkejut
" dan pertanyaan ku yang terakhir , apakah seseorang yang bernama ibu Lati tersebut adalah dirimu ? , semua bukti mengarah kepada dirimu, "ucap Mauro kembali yang membuat Tina semakin terkejut
akan tetapi , dengan ajaib nya , jiwa dan mental Tina sangat mudah sekali stabil dalam berhadapan dengan seseorang jenius intelejen seperti Mauro
semua pertanyaan yang di katakan Mauro dijawab Tina dengan tenang dan cuek dengan wajah tanpa dosa nya
"pertanyaan pertama " Pak Deri Manajer bagian staf kantor yang sudah bekerja di BKN selama 20 tahun pun mengaku tidak mengenal seluruh pegawai dari BKN , apalagi kamu seorang Intelejen yang keberadaan nya di rahasiakan , tentu saja kamu tidak mengenal Ibu tersebut
"pertanyaan kedua" celana yang aku kenakan memang pasaran dan sering di pergunakan untuk seluruh kalangan , baik tua maupun muda , lihat lah, ini sangat nyaman untuk berjalan-jalan , sangat ringan melangkah"ucap Tina sambil berdiri menunjukkan celana nya dan memperagakan jalan menggunakan celana nya itu
melihat Tina yang tidak terpengaruh dengan pertanyaan pertanyaan dirinya , membuat Mauro sedikit mematung dan bengong, Mauro tidak menyangka jika psikologi dan mental Tina sangat baik diluar perkiraan nya , hal ini membuat Mauro merasa waspada dengan Tina
"hahaha , baiklah , itu hanya asumsi ku saja , jangan di masukan ke hati , anggap saja kita sedang latihan dalam intelejen "ucap Mauro sambil tertawa menutupi rasa terkejut nya
"kau pandai sekali Mauro, bisa menyembunyikan sikap terkejut mu"ucap Tina dalam hati
"aku selalu menganggap kamu adalah guru ku, dan kata katamu tadi itu memang aku anggap sebagai pelajaran saja"ucap Tina senyum ramah
__ADS_1
"baik lah , lupakan saja , sekarang ayo kita pulang saja , untuk hari ini , semua sudah selesai" ucap Mauro sambil berdiri dari tempat duduk nya bersama Tina
"baik" Tina pun menjawab ajakan Mauro sambil berdiri mengikuti langkah kaki Mauro
kemudian mereka berdua pun memasuki lift bersama
"Tina , aku sudah mempunyai tempat tinggal pribadi, jadi aku tidak tinggal disini , aku pulang ke arah lantai 1 saja , dan keluar dari gedung lewat sana, kita berpisah dari sini saja ya Tina"ucap Mauro kepada Tina lembut
"ya , kalo begitu , aku pergi ke lantai 5 saja "ucap Tina sambil menekan tombol 5 di dalam Lift
sementara Mauro menekan tombol 1
setelah Tina sendirian di dalam lift , Tina pun akhirnya menarik nafas lega ,
"huh , akhirnya , selesai juga , masalah seperti ini cukup membuat ku semakin bersemangat "ucap Tina dengan senyum sinis nya mengingat kembali kejadian perdebatan nya dengan Mauro
di lantai 2 , tempat mereka terakhir berdebat , terlihat seseorang yang sedari tadi memantau perdebatan mereka dengan cara menyamar sebagai seorang cleaning Servis ( tukang pel ) dia adalah Tio , orang yang pernah menyelamatkan Tina dari Fredy waktu lalu , sekaligus kaki tangan nya Abdel
" tak salah ketua menginginkan gadis itu, gadis itu memang tidak biasa"ucap Tio dengan senyum ke arah lift tempat mereka pergi menghilang
dan
__ADS_1
bersambung