Tina Sang Pejuang

Tina Sang Pejuang
di ganggu


__ADS_3

#### Novel ini asli buatan ku sendiri, jadi mohon maaf jika dalam cerita atau kata-kata kurang pas"" dan juga untuk alur cerita nya juga hanya sebatas imajinasi atau beberapa sebagian kejadian memang terjadi di kisah nyata saya, 😁😁😁 ##


# next


.


.


"Tina cepat bangun nak,, ini sudah jam 2 (dini hari) lebih, kita harus segera ke pasar berjualan atau kita kepagian jika sampai terlambat..!


"teriak Bu Tri , ibu nya Tina,, karena semenjak suami nya meninggal ibu Tri suka berjualan di temani Tina yg sudah tidak melanjutkan sekolah ke SMA karna tidak memiliki biaya"


"iya Bukk,, tunggu sebentar,, Tina lagi Pake pakai jaket dulu. "jawab Tina dengan ekspresi sedikit panik, krna baru kali ini dia sampai terlambat bangun ke pasar"


setelah selesai berpakaian , kedua anak dan ibu tersebut berjalan melangkah bersama menuju pasar


"Tina, tumben kamu telat bangun.? .. hmm tak seperti biasanya,, "tanya Ibu Tri dengan wajah penasaran sambil berjalan menuju pasar tempat berjualan"


"ahh ituu ,, tidak Bu, tidak apa-apa,, aku hanya merasa nyenyak sekali tidur krna ada sedikit tenang di dalam hati Tina,, entah kenapa Tina tadi malam cepat sekali mengantuk dan tidur, dan juga perasaan Tina, merasa sedikit senang,"


ibu Tri tidak menjawab dan bertanya lagi kepada Tina , dia fokus saja ke depan sambil berjalan ke arah pasar di samping Tina, sambil membawa beberapa box kue yg akan di jual nya di pasar


sesampainya di pasar, Ibu Tri dan Tina membuat alas untuk berjualan dan menjajakan kue dagangan nya,, para pelanggan ibu Tri sudah menunggu nya di tempat biasa ibu Tri jualan , dan kue-kue ibu Tri laku terjual habis tanpa sisa ,,

__ADS_1


"nak hari ini kue kita habis, apa kamu ingin membeli baju..? ibu akan belikan baju buat kamu,, anak gadis ibu itu cantik, tapi sayang karna kita memang kekurangan uang, perawatan kamu jadi terabaikan,,


"ucap ibu Tri dengan sedikit sedih, sambil mengingat kenangan nya dulu waktu masih ada suami nya, semua kebutuhan nya terpenuhi, pakaian Tina selalu baru setiap Minggu nya, dan jika suami ny masih hidup, Tina pasti lanjut sekolah dan tak akan harus ikut berjualan ke pasar, dan dirinya sendiri pun tak akan sampai berjualan ke pasar pagi-pagi sekali,,


"Tina sudah punya baju baru Bu , dapat tadi siang, hasil dari mencuci pakaian Vera , tadi aku juga sekalian cuci baju milik teman tina yang lain , teman Teman Tina sekolah di SMP dulu,, dia bayar pake baju yg baru, krna Ayah nya memiliki toko pakaian di kota, jadi dia memiliki baju-baju baru banyak jika Ayahnya pulang dari kota seminggu sekali"


ucap Tina sambil tersenyum melihat ke ibu nya dengan bahagia, krna dia cukup senang dengan perkataan ibu nya yg sangat peduli terhadapnya"


tidak jauh dari tempat Tina dan ibunya mengobrol, ada sekelompok orang beranggotakan 5 orang berpakaian hitam berbadan penuh tato, dan berpenampilan menyeramkan menghampiri mereka berdua


"ibu , anda belum bayar uang keamanan disini , mulai sekarang , pasar ini sudah kami kuasai secara resmi, dan sudah kami umumkan ke semua pedagang yg berjualan Disni secara langsung, mereka semua nya sudah membayar iyuran , tinggal ibu sendiri yg belum , krna ibu datang kepasar terlambat, jadi kami datang kesini terakhir..


''ucap salah satu orang itu yang berkepala botak berbadan besar, dan di hidung nya ada tindik- tindik yg membuat tampilan nya menyeramkan


"maa... mmaaa maap pak, saya tidak tau, setau saya kami sudah bayar biaya sewa tempat bulanan nya kepada pemilik tanah ini, dan pemilik tanah ini juga mengatakan jika ada sesuatu apapun di tempat jualan, suruh saja untuk menghadap pak Chandra , pemilik tanah ini


Tina yg melihat mereka meminta uang pungutan ke ibu nya merasa sedih , tapi dia juga takut karena semenjak ayah ny tiada, dia tidak memiliki orang yg melindungi nya ,


"dari ratusan pedagang yg ada di pasar ini,hanya kau !! ibu ibu yg tak tau malu yg berani menjawab kata-kata ku, seharusnya kau harus memilih pilihan yg tepat,, yaitu tidak membangkang permintaan ku, kau sudah tidak memiliki suami, dan kau juga memiliki seorang gadis, apa yg bisa kau lakukan..?) ingin melawan ku.. ?? hahahhaaaa lucu sekali ,"ucap pria botak itu sambil tertawa terbahak dan tangan nya yg menunjuk ibu Tri dengan sikap angkuh dan sombong"


preman itu memang terlihat arogan dan sedikit saja kata kata nya di jawab dengan tidak memuaskan , mereka akan dengan cepat menerkam


namun salah satu dari preman itu yg usia nya masih Remaja bernama Dani , melihat Tina dan langsung menyukai Tina dengan pandangan yang mesum,

__ADS_1


"Bu , kau boleh berjualan Disni tanpa membayar uang keamanan kepada kami jika ibu mau memperkenalkan anak ibu,, dan yahh syukur-syukur bisa menjadi pendamping hidupku,, "ucap Dani sambil tersenyum ke arah ibu Tri"


"tidak tidak tidak .. berapa aku harus bayar , Tina adalah teman hidup ku, permata ku, harta kesayangan ku satu satunya, aku tak punya siapa siapa lagi selain dia ,, lebih baik aku membayar dari pada ada org lain yg memiliki Tina"


"ucap ibu Tri sambil peluk Tina , takut kehilangan anak satu satunya itu dan menolak Dani secara halus"


"oh kalau begitu ,ibu harus bayar 200rb satu Minggu sekali, dan jgn sampai telat, jika telat 1 hari saja , ibu harus menikahkan anak ibu ke pada Dani, keponakan ku"


"jawab Anton , ketua preman itu sambil menepuk pundak Dani ,dia adalah paman nya Dani , yg menyukai Tina,


karena panik , ibu Tri langsung mang iyakan saja perkataan preman itu yg menjadikan Tina sebagai jaminan jika telat bayar pungutan tersebut, maka Tina harus mau dinikahi Dani dan ibu Tri langsung memberi uang 200rb tersebut , yg sebenarnya adalah 200rb itu adalah seluruh pendapatan Ibu Tri dan Tina setiap hari jika dagangan habis, karena memang sering nya selalu habis jualan nya,,


tiba-tiba Tina yg cukup cerdas dan waspada berkata sedikit keras supaya jelas terdengar oleh mereka semua,,


"sampai kapanpun aku tidak akan mau jadi istri orang berandalan seperti kalian yg bisa nya minta-minta para pedagang yg susah payah mencari uang dari pagi-pagi buta sampai terbit matahari , bahkan ada yg sampai tenggelam nya matahari merek berjualan, kalian yg memiliki badan besar dan sehat, serta masih muda, apa kalian tidak memiliki rasa malu meminta - minta kepada kami berdua yg hanya perempuan..???"


mendengar jawaban pedas dari Tina , naiklah darah dan emosi Anton kepada ibu dan anak itu,


"kurang ajar ..!!!! berani sekali kau berkata seperti itu di hadapanku, akan ku beri kau pelajaran dari jalanan Dimana pelajaran ini tidak pernah kau dapat dari sekolahan ..!!


ucap Anton dengan sangat marah sambil angkat tangan nya ke atas , berniat akan menampar wajah Tina sekuat tenaga supaya minimal bisa membuat pingsan Tina, karena Tina berbicara dengan suara yang keras dan terdengar oleh orang lain dan pedagang sekitar yg buat dirinya malu dan harga dirinya terinjak, serta memperlihatkan kekuatan mereka di depan semua orang, agar tidak ada lagi yg akan melakukan perlawan seperti yang Tina lakukan


...

__ADS_1


namun tiba- tiba sesaat sebelum tangan Anton sampai ke wajah Tina xxxxxx


## bersambung ## 😂😂 maap kacau cerita nya yah sobat bucin 😂😁


__ADS_2