
"begini saja , aku tau kamu tidak terlalu suka menyukai Mauro , bagaimana jika Mauro saja kau jadikan sebagai kelinci percobaan Tina ? " ucap sakura memberikan usul nya
"hmm , aku tidak tau , tapi akan aku coba, jika memang Mauro layak untuk dijadikan kelinci percobaan , aku tak akan segan "ucap Tina sedikit ragu
"ya , semoga berhasil Tina"ucap Sakura dengan senyum lebar
"baiklah , sekarang ayo kita pergi bersantai atau berbelanja di lantai 2 , sambil Abdel datang "ajak Tina kepada Sakura lalu bangkit dari duduknya di atas kasur ,
"baik lah ayo"jawab Sakura dengan semangat , karena meski bagaimana seorang perempuan tetaplah sangat menyukai hal seperti belanja atau ber santai
kemudian mereka pun pergi dari ruang istirahat Tina , dan berjalan sambil bercakap menuju Lift seperti biasa masuk kedalam lift dan menekan tombol lift bertuliskan angka 2
setelah sampai di lantai 2 , mereka mengelilingi seluruh lantai 2 , dan tak sengaja Tina melihat Andri yang sedang berdebat hebat dengan Elisa di sebuah kedai Ramen tempat Tina sarapan sewaktu pagi pertama nya di BKN
"Sakura , kita lihat sedang memperdebatkan apa mereka berdua , ayo kita mendekat , tetapi jangan terlalu dekat , supaya tidak ketahuan keberadaan kita"ucap Tina kepada Sakura
"oh , itu Bukan kah Elisa , yang kamu katakan berciuman di mobil bersama Mauro waktu itu"tanya Sakura
"itu benar , dia Elisa , tetapi pria yang sedang berdebat dengan nya adalah pacar nya , sedangkan Mauro seperti nya hanya sebagai selingkuhan saja"ucap Tina kepada Sakura
"ayo kita mendekat"Jawab Sakura dengan Antusias
"ayo" Tina pun tak kalah antusias karena ingin mengetahui apa yang sedang mereka perdebatkan
__ADS_1
di kedai ramen tersebut Andri dan Elisa duduk saja di bangku dan meja pelanggan , karena masih pagi kedai Ramen memang selalu sepi , jadi mereka berdua duduk disitu
"kenapa kau menyalah kan Aku ,? Andri apa kau tau Ibu Ibu sialan itu lah penyebab aku memaksa mu menjual Saham milik mu, sekarang kamu beli lagi saham tersebut jika memang kamu masih menyukai ku !! "ucap Elisa keras dengan Emosi meledak ledak
tetapi Andri membalas ucapan Elisa dengan senyum sinis nya yang licik
"hah , aku tidak peduli siapa yang salah ,, yang jelas , jika kau ingin aku membeli kembali saham tersebut ,, aku menginginkan harga 50% dari harga yang aku jual 2 hari yang lalu, jika kamu tidak menyetujui nya , maaf aku tak peduli , sekalipun ayah mu yang seorang jenderal bintang 4 sekalipun meminta, aku tak akan menuruti nya , karena ini jelas sangat merugikan aku"ucap Andri tidak kalah keras nya dengan Elisa
mendengar Andri yang sama sekali tidak takut dengan status ayah nya , sontak saja Elisa semakin marah kepada Andri
"Andri !! , kau dulu adalah anak miskin , aku lah yang membuat mu seperti sekarang , kenapa kau begitu pelit untuk membeli kembali saham kedai ini dengan harga normal !! , kau begitu perhitungan dan licik , aku menyesal berbaik hati kepada mu, kau penghianat Andri.. !! , mulai sekarang kita bukan lagi sepasang kekasih !! " ucap Elisa berteriak dengan nada marah yang tinggi sambil menangis , membuat orang yang ada disekitar kedai tersebut menatap ke arah Pertengkaran Andri dan Elisa
setelah mendengar apa yang dikatakan Elisa , Andri pun berdiri hendak meninggalkan tempat itu sambil telunjuk nya menunjuk ke arah Elisa
Elisa hanya diam menerima kenyataan pahit ini, dan menangisi nya di meja tempat pelanggan Ramen itu sambil terduduk diam tak menjawab lagi perdebatan itu
karena Elisa menyadari , dia sendiri pun sama perasaan nya kepada Andri seperti Andri perasaan nya sama kepada Elisa , yaitu hanya sebatas saling menguntungkan , dan keuntungan yang di dapat Elisa menolong Andri adalah , Andri sebenarnya adalah anak seorang anak yang sangat cerdas dalam pelajaran apapun , sewaktu Andri masih SMA , Andri sering mengerjakan tugas kuliah milik Elisa , awal nya di bayar seperti layanan jasa , tetapi karena sering nya Elisa meminta bantuan kepada Andri untuk menyelesaikan tugas kuliah nya , Elisa memutuskan untuk menjadi kan Andri sebagai pacar nya, semenjak saat itu lah Elisa tidak perlu Lagi membayar jasa Andri yang membantu nya mengerjakan tugas kuliah
Andri pun setelah berkata seperti itu langsung saja pergi dengan senyum sinis nya menuju Lift dan memasuki lift tersebut menekan tombol LG , itu adalah lantai khusus bagi pengunjung atau Pedagang yang berbisnis di dalam gedung BKN
_
"Tina , apa yang membuat mereka bertengkar hebat seperti itu, apa kau tahu"ucap Sakura bertanya kepada Tina
__ADS_1
"aku tidak tau juga Sakura"ucap Tina dengan wajah biasa saja menutupi kebohongan yang sebenarnya
"ternyata si Andri itu sangat kejam sekali dan tak memiliki perasaan , kau tau , pria seperti itu memang harus layak di buat sengsara"ucap Sakura dengan geram ,,karena memahami perasaan Elisa
"iya , itu benar Sakura, tetapi , apa kau Tau , Elisa pun juga sama , dia mencintai Andri tidak tulus dalam hati , menurut ku seperti itu"ucap Tina dengan yakin , karena menurut pemikiran Tina , sewaktu berbincang 3 hari yang lalu dengan Elisa waktu menipu nya , Elisa seperti tidak peduli dengan Andri atau siapapun , dia hanya menginginkan keuntungan , sama hal nya juga Andri , kedua orang itu memang saling mencintai atas dasar keuntungan semata , tidak benar benar tulus dalam hati mereka
"hehehe , itu benar juga sih "ucap Sakura kembali seperti setuju' dengan apa yang dikatakan Tina
setelah melihat kepergian Andri yang sudah menghilang dari pandangan mereka berdua , Tina pun berinisiatif menghampiri Elisa untuk menenangkan Elisa, karena tidak dapat dipungkiri ,Tina lah penyebab hancur nya hubungan mereka berdua
"Sakura , mari kita mendekat ke Elisa"ajak Tina kepada Sakura
"untuk apa Tina ? jangan mencampuri urusan orang lain, itu akan menyeret kamu kedalam masalah tersebut, kecuali Elisa adalah masalah sahabat mu"ucap Sakura Heran kepada Tina
"hmm , mungkin menjadikan Elisa sebagai sahabat tidak lah buruk Sakura , ayo kita ke sana"Ajak Tina menarik tangan Sakura yang kecil dan putih itu
"iya iya iya"ucap Sakura dengan tergesa karena tangan nya ditarik paksa oleh Tina
Tina pun berjalan sambil menarik tangan Sakura menghampiri Elisa yang sedang menangis menyenderkan wajah nya ke Tangan yang terlipat di atas meja, menutupi wajah Elisa sendiri ,,jadi Elisa tidak menyadari kedatangan Tina
bersambung 🌿
untuk yang membaca novel ini, silahkan berkomentar , kritik dan saran atas novel ini akan saya terima dengan baik ,saya pasti akan membalas komentar reader semua , thank you 🥰
__ADS_1