
mereka pergi menggunakan sepeda motor milik Rin
sepanjang perjalanan , Rin sangat lihat dalam memilih jalan dan tidak bertanya ke siapapun mengenai arah jalan
"Rin, seperti nya kamu sangat hafal sekali jalan menuju kota Daun, apakah kamu sering pergi ke sana? Tanya Tina
"ya aku sering pergi ke sana , semenjak Aku bekerja di toko pakaian milik ayah nya Vera di pinggiran kota Daun, aku jadi sering diajak pergi ke pusat kota Daun oleh ayahnya Vera, "jawab Rin sambil mengendari sepeda motor nya"
setelah 3 jam perjalanan , pusat kota Daun sudah terlihat dan Rika sangat hafal sekali jalan menuju alamat tersebut, seperti orang lokal di sana yg mengendarai kendaraan tanpa banyak tanya,,
"Rin coba mencari tempat makan dulu, aku lapar sambil aku juga mau mencari tempat cas hp dulu, seperti nya mama tadi telpon tapi gak ke angkat karena Baterai hp ku mulai lowbat , "sahut Tina sambil menepuk pundak Rin yg sedang mengendarai motor
"tidak perlu Tina, 15 menit lagi kita sampai, kamu bersabar sedikit lagi
"baiklah"
Tina pun mengangguk patuh dengan saran Rin
########
__ADS_1
*di kediaman Rumah Tina*
"ya ampun Tina ... cepat angkat nak,, apa kamu tidak tau kalau Sarah itu sebenarnya sudah meninggal , "ucap ibu Tri , mama nya Tina yg terus terusan berusaha menelpon Tina yg nomor telpon dan What's app nya tak kunjung aktif, disertai dengan wajah yang terlihat sangat khawatir"
ibu Tri merasa berdosa karena dia sendiri yg merahasiakan kematian Sarah dulu, itu karena Tina yg masih kecil agar tetap bahagia menjalani kehidupan tanpa harus memikirkan sepupu nya yg dia sayangi itu
tetapi ibu Tri lupa menceritakan kembali kejadian itu ketika Tina sudah cukup dewasa bisa menerima kenyataan, karena dia berpikir kejadian seperti ini tak akan pernah terjadi,,
"ya Tuhan lindungilah anak ku dari segala bahaya dan orang yg berbuat jahat kepada anak ku" Doa ibu Tri berharap semoga baik baik saja dengan Tina,
ibu Tri kebingungan harus berbuat apa dalam masalah ini,, setelah berpikir cukup lama, akhirnya ibu Tri memtuskan untuk menyusul Tina, bermodal kan Alamat yg Tina kirim melalui pesan what's app,
###
##di sebuah tempat pinggiran sungai tempat biasa penduduk desa marga mencuci pakaian#
"huh sialan ,, beberapa hari saja aku tidak melihat gadis kecil itu , aku merasa sedikit merindukan nya, apakah ini yg dinamakan jatuh cinta,, tapi mengingat usia ku lebih tua 10 tahun dengan nya, mana mungkin dia mau ,, bisa menjadi sahabat saja sudah lumayan,, dan kenapa juga aku tidak menghubungi nya lewat telpon ya,,,
"ucap Abdel dalam hat dengan pasang wajah sedih nya sambil menatap ke arah sungai tempat pertama kali dia bertemu dengan Tina,
__ADS_1
mengingat momen dimana Abdel menyelamatkan Tina waktu di sungai, dia memeluk Tina yang lagi tenggelam merasa sedikit ada perasaan spesial yg pertama kali Abdel rasakan, dan itu membuat Abdel terus terusan ingin bertemu dengan Tina tanpa alasan yg jelas
Abdel membaringkan tubuhnya di rerumputan hijau lalu sambil menatap kearah langit lalu memejamkan mata nya , dan kemudian dia pun tertidur dengan tangan terlipat menjadi senderan untuk kepalanya seperti bantal ""
####
setelah meminta bantuan kesana kemari , ibu Tri tak kunjung dapat bantuan kendaraan menuju ke arah kota daun , karena di hari Minggu , sangat susah sekali mencari kendaraan karena banyak orang bepergian
sampai lah ibu Tri di sebuah sungai tempat biasa Tina mencuci pakaian
berharap dapat bantuan dari teman Tina yang biasa mencuci di sungai,
tetapi ibu Tri melihat seorang pria yang ia kenal sedang terbaring tidur santai di pinggiran sungai
pria tersebut adalah Abdel
kemudian ibu Tri pun hendak berjalan menuju menghampiri Abdel
##
__ADS_1
😞😞 entah kenapa hari ini mood ku sangat jelek untuk melanjutkan cerita novel ini