
Tina pun pergi begitu saja meninggalkan Elisa yang masih menatap nya pergi dengan senyum manis , dan Tina pun langsung saja menyantap sarapan yang ia pesan tadi pagi, sempat ada argumen sedikit dengan seorang pelayanan pria yang mengantarkan pesanan Tina karena dia belum mengetahui jika yang pesan anak gadis , tetapi yang memakan nya adalah ibu ibu paruh baya
tapi masalah itu semua berhasil di atasi Tina dengan mudah
"huuhhh , kenyang juga sarapan ramen di pagi hari , haha , aku baru kali ini merasakan makanan selezat ini ,, benar apa yang di katakan Kak Abdel , mungkin di masa depan aku akan bosan dengan yang namanya makanan"ucap Tina sambil mengelus perutnya yang terasa buncit , tetapi terlihat ramping dari luar
"oh tidak , ini sudah jam 09:00 lewat , aku harus segera pergi dari sini sebelum si Mauro datang kesini , kemungkinan dia akan tahu penyamaran ku ini, dan jika Elisa sampai tahu aku sebenarnya , celaka lah aku ! " ucap Tina panik tergesa - gesa karena dia takut jika Mauro datang kesini , dia pasti akan mengetahui penyamaran nya, dan akan mengadu ke Elisa , karena Mauro dan Elisa punya hubungan
segera lah Tina mengurus semua pembayaran dan dengan cepat pergi dari kedai ini , tidak lupa juga Tina melepaskan kembali kacamata nya setelah pergi dari kedai , dan penyamaran nya sudah tidak ada lagi, dari ibu paruh baya , berganti dengan wajah cantik Melayu imut dan putih natural yang menggemaskan
kemudian Tina pun kembali berjalan jalan mengelilingi lantai 2 sambil menunggu Mauro , pukul 09:30 pesan WhatsApp sudah masuk di ponsel Tina untuk mengabarkan Mauro akan tiba dari Sakura
"orang mesum itu akan segera tiba"ucap Tina setelah melihat pesan WhatsApp sambil menggigit kuku jarinya memikirkan sesuatu
#
"Mauro , apa yang akan kau ajarkan pada Tina hari ini"ucap Sakura basa basi saja sambil berjalan bersama ke arah lift untuk menuju lantai 2 , tempat Tina berada
"aku hanya akan mengajarkan dia beberapa pengetahuan dasar saja , tidak terlalu banyak, yang penting bisa dia fahami"ucap Mauro sambil berjalan menekan tombol lift bertuliskan angka 2
kemudian mereka berdua memasuki lift bersama
sesampainya di lantai 2 , baru keluar dari pintu lift , Sakura pun menengok ke arah sekeliling tetapi tidak melihat Tina,, justru Mauro melihat Elisa yang akan segera pergi menggunakan lift tersebut ,
Sakura belum mengenal Elisa , jadi Sakura tidak fokus dengan seorang gadis yang ada di samping nya yang akan masuk lift , yaitu Elisa
begitu pun Elisa yang fokus saja jalan tidak lihat sekitar
"Elisa , tumben jam segini pulang"tanya Mauro yang membuat Elisa sadar dari fokus nya
__ADS_1
"eh Mauro , baru tiba kah , maaf Mauro , ini sudah siang , aku sedang ter buru buru"ucap Elisa yang terlihat tergesa - gesa
Sakura pun cukup kaget mendengar nama Elisa , karena dia sudah mengetahui hubungan gelap Mauro dan Elisa dari Tina, tetapi sikap sakura masih biasa biasa saja seperti tak ada perubahan apapun dalam sikap maupun wajah, meski hati nya terkejut sekalipun
"tunggu! " ucap Mauro kembali menghentikan Elisa yang baru saja akan melanjutkan langkah kakinya , belum 1 langkah pun
"katakan padaku , kenapa kau terburu-buru pergi , ada apa , bukan kah kita ada janji untuk siang nanti Elisa " ucap Mauro yang keheranan melihat sikap Elisa
kemudian Elisa pun menjelaskan kejadian nya barusan dengan ibu ibu paruh baya tadi yang dimana ibu ibu itu adalah Tina
Mauro yang sudah cukup senior di BKN pun merasa sedikit heran dan timbul kecurigaan sedikit dengan cerita yang di sampaikan Elisa , tetapi untung saja , Sakura yang berada di samping Mauro pun berhasil membuat Mauro sadar dan tidak berpikir curiga , dengan cara menarik tangan Mauro untuk segera mencari Tina bersama
mereka berdua pun berkeliling mencari keberadaan Tina, tidak butuh waktu lama , mereka berdua pun menemukan Tina yang sedang duduk di kursi umum yang tersedia di lantai 2 tersebut sambil memainkan ponsel nya
"hei Tina , apakah kamu sudah menunggu lama disini ?"tanya sakura
"huh, kau kan sudah tau , aku sudah tiba disini sejak pukul 07 pagi tadi , kenapa kau bertanya seperti itu, sudah jelas aku sudah lama menunggu pelatihan ku"ucap Tina berekspresi kesal dengan wajah cantik nya
"iya Tina, maaf kan keterlambatan ku, aku memang terjebak macet sewaktu berangkat kesini"ucap Mauro dengan ramah dengan sikap penuh rasa bersalah
"iya , tidak apa - apa Mauro, aku tak masalah , karena aku menikmati keterlambatan kamu Disni dengan fasilitas serba ada disini, jadi tidak membuat ku jenuh menunggu"ucap Tina tersenyum agar Mauro tidak merasa bersalah
"baik lah Tina , Mauro , kalian lakukan lah pelatihan nya, tugas ku cukup sampai disini , mengantarkan Mauro saja ,"ucap sakura sambil melambaikan tangan nya , berniat meninggalkan mereka berdua ,
Tina dan Mauro pun membalas Sakura dengan melambaikan tangan
kemudian Mauro pun mengeluarkan si tumpukan kertas yang berisikan materi pembelajaran untuk Tina
"Tina , kamu baca dan pelajari materi ini, ini adalah pengetahuan dasar mengenai ilmu intelejen , sebenarnya sangat mudah untuk mempelajari , yang sulit dalam intelejen itu adalah bagaimana cara mempraktekkan nya , itu tergantung kamu sendiri"ucap Mauro dengan serius
__ADS_1
mereka berdua duduk saja di meja dan kursi yang tersedia di lantai, Mauro sibuk dengan laptop nya , sementara Tina sibuk mempelajari materi nya dengan teliti dan seksama , serta sangat fokus sekali dengan wajah serius
"Tina , jika ada sesuatu yang tidak kamu fahami, kau boleh bertanya padaku"ucap Mauro kembali yang memecah fokus Tina belajar
"ah , baik lah , tetapi sampai saat ini aku masih memahami"ucap Tina sambil tetap fokus pandangan nya ke arah buku itu
"untuk tingkat kecerdasan, anak ini cukup lumayan , tetapi dalam hal intelejen , tak semua orang cerdas mampu melakukan nya dengan baik, harus ada mental dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi situasi yang terjepit , aku meragukan gadis ini bisa melakukan nya"ucap Mauro sinis memandang Tina yang sedang fokus belajar
setelah sampai jam 5 sore , akhir nya Tina pun selesai mempelajari pelajaran tahap pertama, ilmu tingkat dasar intelejen yang tertulis di buku tersebut
bersamaan dengan datang nya Mauro, yang sejak siang dari jam 1 siang dia tidak menemani Tina karena jenuh dan pergi meninggalkan Tina
"Tina , kau sudah selesai rupanya" ucap Mauro yang berjalan datang dari arah belakang Tina
"ya , aku sudah selesai mempelajari semua ini, bagaimana keadaan mu, apakah kamu merasa bosan dan jenuh menunggu ku"ucap Tina basa basi
"ya , itu memang menjenuhkan jika harus duduk berjam jam , aku sendiri kurang menyukai hal seperti itu"ucap Mauro dengan raut wajah yang sedikit terlihat kebingungan, meski Mauro berusaha menyembunyikan wajah bingung nya di depan orang lain, tetapi tidak bisa di depan mata Tina yang sangat teliti
"Mauro ada apa, katakan padaku, kenapa kamu seperti kebingungan"ucap Tina wajah penasaran
Mauro pun cukup terkejut karena Tina mampu menebak dirinya yang seperti kebingungan, padahal Mauro sudah berusaha menyembunyikan wajah bingung nya
"Tina, ada masalah sedikit, ini bukan masalah serius yang harus kita selesaikan , hal biasa yang Sering terjadi"ucap Mauro sedikit gugup mengatakan nya, karena di depan Tina , dia seolah olah seperti harimau kehilangan taring nya
"katakan saja padaku Mauro, apapun masalahmu itu, akan coba membantu mu dengan baik"ucap Tina senyum sambil menatap ke arah mata Mauro , berkat pembelajaran dari buku yang di berikan Mauro, Tina akan mencoba membaca ucapan seseorang apakah jujur atau berbohong lewat kedua mata target, jadi Tina sangat fokus sekali menatap ke arah mata Mauro , agar dia tahu berbohong apa tidak mauro dalam berucap
di tatap Tina dengan tatapan seperti itu, tidak senang dan tidak nyaman Mauro, ini membuat mauro berpikir Tina mencurigai nya sesuatu,
dan
__ADS_1
bersambung
🌿