
namun sesaat sebelum tangan Anton sampai menyentuh wajah Tina, tiba-tiba saja tubuh nya seperti di tabrak oleh sebuah kereta cepat yg membuat tubuh Anton terhempas jauh sekitar 7 meter yg membuat Anton langsung jatuh tak berdaya membuat orang disekitar tempat kejadian kaget dan para anak buah Anton panik karena sang bos nya sendiri terkapar dengan darah keluar dari hidung dan mulut,,
ternyata yg menabrak Anton adalah seorang pria mengenakan celana pendek memakai sepatu hitam kulit tentara seperti sedang melakukan olah raga pagi,
"ohh maaf pak aku tak sengaja menabrak anda , karena saya sendiri sedang latihan berlari cepat untuk mengikuti perlombaan di tingkat nasional bulan depan, "ucap Abdel terlihat seperti mengada ada dimana pria yg menabrak Anton tersebut adalah Abdel yg sedang melakukan rutinitas lari pagi nya, dia sengaja lari pagi ke arah pasar karena ingin bertemu Tina yg sudah dia ketahui pasti lagi sedang berjualan di pasar ,hanya saja Abdel melihat kejadian seperti ini dan langsung sengaja menabrak Anton dengan 60% kekuatan nya, karena jika 100% kekuatan nya yg sudah terbiasa berlatih keras di militer maupun di rumah nya, kemungkinan Anton akan Tewas ..
"hei kau sialan !! , berani sekali kau menabrak pamanku !! kau tidak tau siapa Ayahku adik paman ku adalah seorang kolonel di brimob di pusat kota Daun !! kau akan tau akibatnya nanti setelah Ayahku dan Adik pamanku tau kondisi paman seperti ini !! bentak Dani dengan emosi,, tapi tidak berani melawan Abdel yg memliki tubuh lebih tinggi dari dia dan juga bar perawakan gagah dan tegap berkulit sawo matang,,
namun karena anak buah Anton yg terlanjur emosi melihat bos nya ditabrak olah 1 orang saja, mereka tanpa pikir panjang langsung menyerang Abdel dan mengeluarkan senjata tajam seperti pisau maupun golok , bahkan Dani anak dari seorang Kolonel pun ikut mengeluarkan senjata pamungkas nya yaitu senjata api jenis Revolver biasa yg hanya di perbolehkan digunakan untuk menjaga keselamatan nya, bukan digunakan untuk penyerang ,,
""" tring .. trangg .. dorrr dorrr bunyi suara senjata yg diarahkan kepada Abdel ,, dan Abdel berhasil menangkis semua serangan senjata dengan tangan kosong yg seperti sekeras baja tersebut,, dan meski sudah di hujani beberapa peluru pun Abdel terlihat tampak seperti tidak apa-apa yg membuat seluruh anak buah Anton termasuk Dani ketakutan,
orang orang yg melihat kejadian tersebut merasa heran dan aneh, dan bahkan sebagian ada yg merasa kagum terhadap Abdel karena memilki kekuatan seperti super hero di film-film
"apakah dia itu masih manusia biasa seperti kita ini? lirih Dani yg terlihat panik dan berwajah pucat ketakutan karena dia sendirian yg masih berdiri karena dia menyerang Abdel dari kejauhan, sementara yg lain sudah terkapar tak sadarkan diri, dan Dani merasa sudah pasti orang itu akan marah kepadanya karena sudah menggunakan cara curang yaitu menyerang dengan senjata api,,
"hei kau bocah, lebih baik kau urus saudara saudaramu itu ,, aku tidak akan memukulmu meski kau menggunakan senjata rendahan seperti itu, senjata itu tidak cukup kuat untuk menembus kulit ku saja,, "ujar Abdel dengan suara yg cukup keras tapi terlihat santai, karena senjata seperti yg Dani gunakan, sama sekali tidak berfungsi di dalam perang yg sesungguhnya yg sudah Abdel jalani beberapa tahun yg lalu di wilayah bagian timur tengah
" baba baik.boss , terimakasih sudah mengampuni ku, aku berjanji akan mengurus semua orang - orang ku,, "jawab Dani ketakutan karena takut Abdel berubah pikiran untuk memukulnya,,
__ADS_1
lalu Dani meminta tolong kepada orang disekitar yg memiliki mobil pick up untuk membawa semua orang nya ke rumah sakit"
awal nya mereka yg diminta bantuan Dani sempat menolak, tapi karena permintaan Abdel yg ingin sesegera mungkin membereskan tempat kejadian, mereka tidak berani membantah lagi , dan langsung menuruti keinginan Dani untuk membawa orang-orang nya ke Rumah sakit,
lalu Dani pun segera pergi bersama orang - orang nya menggunakan mobil pickup,
lalu Abdel melirik ke arah Tina sambil berkata :
"Tina, kita bertemu lagi, sekali lagi aku menolong mu , walau tanpa sengaja tapi kejadian ini sangat berbahaya untuk mu dan ibu mu, lain kali jika bertemu orang seperti itu, jika mereka menginginkan uang, berikan saja uang nya , karena uang masih bisa kau cari jika dirimu masih baik saja, tetapi jika mereka menginginkan dirimu secara paksa, maka kau boleh melakukan perlawan meski nyawamu jadi taruhan "
Tina yg melihat kejadian tadi terlihat gugup dan sedikit ketakutan terhadap Abdel, tapi dia segera menormalkan kembali kondisi mental nya ketika menjawab pertanyaan Abdel
"oh dia ingin menikahi mu..? kenapa kau menolak nya, padahal orang itu terlihat sebaya dengan mu dan juga cukup menarik,, "Abdel dengan wajah polos nya seperti biasa
"jika kau perempuan normal , kau pasti tak akan pernah menyukai pria seperti itu, "jawab Tina ketus
"Tina kamu terlihat akrab dengan pemuda ini, bolehkah perkenalkan sama ibu?? tanya ibu Tri sambil senyum.melirik ke arah Abdel'
"dia Abdel Bu, orang yg aku ceritain menolongku waktu di sungai ,aku juga tak menyangka akan bertemu lagi di pasar, padahal sebelumnya aku tidak pernah melihatnya kesini
__ADS_1
"jawab Tina sambil melirik Abdel sekilas lalu kembali menatap Ibu nya
"iya Bu, perkenalkan, aku Abdel ,, teman Tina, walau Tina sering menyusahkan ku, tapi aku merasa tidak keberatan dan ku anggap hal seperti ini biasa saja,, "ucap Abdel sambil menjulurkan kedua tangan nya dan sedikit membungkuk untuk bersalaman dengan ibu Tri ,
"aku baru pertama kali melihat ku nak, kamu tinggal dimana, meski kamu jarang keluar rumah , selagi kamu tinggal di Desa Marga ini, aku pasti mengetahui nya, karena dulu aku pernah bekerja sebagai pembuat dan pencatat KTP warga Desa Mekar dulu ketika suami ku masih hidup , karena suami ku juga seorang kepala Desa Margs 3 tahun lalu,, "tanya ibu Tri kepada Abdel dengan ramah seperti terhadap menantu"
"aku baru tinggal di Desa Marga ini belum 1 tahun,, aku pindahan dari pusat kota Daun, jawab Abdel singkat karena dia tidak ingin membahas asal usulnya yg dulu,
"yasudah nak , jika kamu tak keberatan , kamu boleh main ke tempat ibu kapan pun sesukamu mau, ibu akan selalu membukakan pintu pagar rumah ibu jika kamu ingin main atau bertemu Tina,,
"hah tidak tidak tidak Bu, itu tidak akan aku lakukan, tidak enak jika ibu memiliki seorang gadis , lalu aku seorang pria dewasa main ke rumah ibu yang tidak ada suami nya, ini akan jadi masalah, jadi biarkan takdir saja yg menentukan kapan kita akan bertemu lagi
"ucap Abdel yg menolak secara halus keinginan ibu Tri
###
*
ternyata begini rasa nya menulis novel ,, jika ide mentok pusing lah yg di rasa ,😂😂
__ADS_1