
Kegaduhan tak hanya terjadi diistana Gara Anggara yang diselimuti ketegangan. Namun ketegangan juga terjadi di kediaman Gio Gerald putra tertua keluarga Gerald.
Kemunculan Gara diperusahaan siang tadi tak hanya mengejutkan semua dewan direksi yang hadir tapi tentu juga dirinya. Dia tak menyangka bahwa adik iparnya tersebut masih hidup dan dalam keadaan baik baik saja. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, lelaki tersebut datang beserta putranya yang dia tahu sakit sakitan dulu sewaktu bayi. Keduanya menghilang setelah bayi itu berusia beberapa hari dan menurut Sena juga kedua orang tuanya. Gara membawa putranya ke negri sebrang untuk berobat dan sejak itulah keberadaan keduanya tak diketahui.
"Si@l, ternyata dia masih hidup. Pantas saja asistennya itu tidak pernah bisa kita peralat. Ternyata dia tahu jika Gara sebenarnya masih hidup."
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, kak?"
"Aku juga belum tahu. Kita lihat saja dulu situasinya nanti, baru kita pikirkan cara selanjutnya. Yang terpenting sekarang kita harus berusaha untuk tak memancing kecurigaannya. Bersikaplah sewajarnya, aku yakin tak lama lagi dia kan datang menemui kita dan bertanya tentang yang tetapi pada istrinya itu."
Gio memijit pelipisnya pelan. Kehadiran Gara membuat jalannya untuk menguasai perusahaan dan seluruh harta peninggalan Sena terhambat. Tuan Gerald yang merupakan ayah angkat keduanya yang dikira adalah pemilik perusahaan dan seluruh harta ternyata salah besar. Perusahaan dan harta benda termasuk rumah mewah tersebut beratas namakan Sena dan diatas pengawasan Gara selaku suami dan juga pemilik asli seluruh harta kekayaan keluarga tersebut.
Dengan kemunculan Gara itu menandakan segala usaha mereka telah gagal total. Bahkan mungkin kesempatan untuk menguasai semuanya tak akan pernah terjadi. Mengingat itu membuat lelaki tersebut kembali mengumpat kasar.
Sementara Dody yang lebih banyak terdiam hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Dia yang pada awalnya menolak ajakan kakak sulungnya menjadi gelap mata ketika mendengar apa yang dijanjikan oleh Gio padanya jika segala usaha mereka berhasil. Meski dirinya tak setuju dengan caranya yang menghilangkan nyawa kedua orang tua angkatnya. Akan tetapi tawaran yang di sertai ancaman dari Gio membuatnya tak punya pilihan lain selain menyetujuinya.
Nasi sudah menjadi bubur, tak mungkin baginya untuk mengelak saat ini. Namun Dody juga tak bisa tinggal diam dengan semuanya. Tatapan mata tajam yang dilayangkan Gara padanya tadi siang cukup membuat dadanya menciut. Kakak iparnya tersebut terkenal pendiam namun memang sedikit menakutkan.
*
__ADS_1
*
*
Arsen dan yang lainnya bernafas legah setelah melihat bagaimana Derrick memeluk Arcila penuh sayang. Meski darah sempat keluar dari mulutnya namun pemuda tersebut masih bisa tersenyum.
"Kak."
Tak beda jauh dengan yang dirasakan oleh Derrick. Air mata Arcila mengalir bukan karena kesakitan namun karena rasa haru yang dirasakannya saat ini. Memiliki seorang kakak yang belum pernah ditemuinya sekalipun membuat rasa dalam hatinya kian menghangat.
Setelah mengetahui bahwa masih ada sang ayah yang dimilikinya kini Arcila bisa merasakan hangatnya dekapan seorang kakak.
"Selama ini aku hanya bisa menatapmu lewat kaca. Meski begitu, beberapa kali aku mencoba hadir dalam mimpimu. Bukan bermaksud menyakitimu, hanya saja aku ingin mengetahui sampai mana batasku mengendalikan diri."
"Pantas saja, aku sering merasa ketakutan yang sangat ketika harus terbangun karena mimpi itu. Kakak membuatku takut."
Derrick tergelak, kembali membawa sang adik dalam dekapannya. Meski tak bisa lagi memeluk sang ibu, paling tidak sang adik masih ada bersamanya kini. Derrick berjanji dalam hati akan selalu menjaga Arcila semampu yang dia bisa. Dia sudah mengetahui bagaimana lemahnya fisik sang adik yang memang lebih banyak mewarisi gen sang ibu dan perubahan wujud merupakan kelemahan terbesar seorang Arcila.
Gara menatap ke dua anaknya dengan sendu. kejadian saat ini yang selalu diimpikannya selama ini bersama mendiang Sena ketika mereka menghabiskan waktu bersama. Berkumpul menjadi satu keluarga yang utuh. Namun sayang, Sena harus pergi sebelum semua impian mereka terwujud.
__ADS_1
"Ada banyak hal yang ayah yakin kalian semua ingin tahu. Untuk itu ayah harap setelah ini segala sesuatu yang mengganjal dihati kalian masing-masing akan terjawab dan tak akan ada lagi salah sangka yang kemungkinan akan terjadi dikemudian hari antara kita semua. Kalian ikutlah bersamaku."
Gara melangkah kesebelah istana nya. Disana terdapat sebuah air terjun kecil dengan sebuah taman yang ditengahnya terdapat sebuah bangunan.
Semua melangkah dalam diam termasuk Leo dan Arsen yang berjalan beriringan. Sementara Ario mengambil tempat tepat dibelakang Gara seperti biasanya. Sedangkan Arcila masih bergelanyut manja di lengan sang kakak.
"Ayah kalian berdua yaitu Andres adalah orang yang berjasa dalam hidupku. Pada waktu itu, aku sedang terluka parah karena sebuah bencana yang mengguncang istana ini. Andres menyelamatkan aku pada waktu itu. Dia yang berprofesi sebagai penjaga keamanan berupaya mencegah teman temannya dan orang yang berada disekitar untuk membunuhku. Andres membawaku pergi ke rumahnya, mengobati lukaku dengan telaten tanpa takut jika nanti aku bisa mematuknya jika telah sembuh."
"Sejak saat itu aku dan Andres berteman baik. Aku bahkan belajar segala sifat manusia darinya. Dia yang mengajariku caranya menyayangi dan merubah sifatku menjadi lebih baik. Aku tak lagi suka membunuh manusia sesuka hatiku. Demikian pun dengan anak buahku, aku melarang mereka mengganggu terlebih dahulu."
"Berteman dengan Andres aku semakin lupa siapa diriku sebenarnya. Dan saat itulah aku mengenal Sena. Sena adalah anak tunggal dari keluarga Gerald teman seprofesi dengan Andres. Dari sanalah awal aku tergila-gila pada ibu kalian."
"Sebentar ayah, kenapa ayah mengatakan jika ibu anak tunggal kakek dan nenek? bukan kah masih ada Om Gio dan Om Dody?" Arcila yang kini memilih duduk di dekat Arsen mengernyitkan dahinya.
"Mereka berdua adalah anak dari kakak kandung tuan Gerald. Sejak kecil mereka terbiasa mengikuti tuan Gerald karena kedua orang tua mereka yang asli telah meninggal. Tuan Gerald dan istrinya tak pernah mempermasalahkan semua itu meski hidup mereka sangat pas pasan. Aku bisa menyembuhkan Sena dari sakitnya dan saat itulah timbul keinginan untuk memilikinya dan terjadilah pernikahan yang seharusnya tak kami lakukan. Namun semua telah terjadi dan saat inilah akhir dari cerita itu. Aku sangat berharap kalian bisa memahami semuanya setelah ini."
"Leo, aku harap setelah mengetahui semuanya kamu masih tetap mau berada disamping Derrick, menani dan membantunya. Mungkin usia kalian sama namun Derrick belumlah begitu memahami sifat manusia kebanyakan. Aku yakin kamu mampu membimbingnya. Sampai nanti Sanca mempunyai mampu untuk memimpin perusahaan tersebut dan keadaan telah membaik. Dan Arsen, aku serahkan putriku padamu. Kau yang lebih paham dirinya dari siapapun yang berada di ruangan ini. Bimbing dia agar kelak mampu menjadi pemimpin yang baik."
"Ayah mau pergi lagi?"
__ADS_1
Gara tersenyum, dia telah mempertaruhkan kebebasannya demi bisa membuat kedua anaknya menikmati apa yang seharusnya mereka nikmati.