
" Enam puluh jiwa korban perang sudah aku serap, ini lumayan. Sekarang waktunya menghentikan pertempuran." Ucap Jendral Hibo yang mulai menghentikan meditasinya.
Jendrah Hibo segera berdiri, dia mengambil sebuah pedang besar disampingnya, pedang itu memiliki simbol iblis di ganggangnya. Dia dengan berjalan agak santai segera keluar dari tendanya.
Di luar pertarungan masih berlanjut.
Austas yang melihat Komandan Arif berlari menujunya, Segera mencoba menghentikannya dengan satu rantai yang tersisa Miliknya. Dia dengan sisa energi inti emasnya, mengalirkan energinya yang tersisa menuju satu rantai miliknya, membuat rantai itu sedikit membesar dan berubah warna menjadi hitam pekat. Rantai itu terangkat naik keudara bersiap menyerang Komandan Arif yang sedang berlari menuju kearahnya.
Dengan satu hentakan dari tangan Austas.
BBBRRRRRAAAAASSSSHHHHH
Rantai itu jatuh menghantam ke tanah, menyebapkan retakan kecil di tanah dan debu debu berterbangan tidak karuan.
Komandan Arif dengan kecepatan tingginya berhasil menghindar dari serangan itu. Dia berlari keluar dari kepungan debu di sekitarnya dan terus maju melangkahkan Kakinya menuju Austas.
"BERHENTI DI SANA DAN MATTII SAAJAA" Teriak Austas yang mulai merasakan panik. Dia mengibas ngibaskan tangannya, mencoba menggerakkan rantainya kembali.
Rantai itu kembali Menyerang Komandan Arif secara bertubi tubi. tetapi Komandan Arif dengan lihainya melompat dan menghindar dari serangan itu, Membuat Austas sangat frustasi.
Austas sangat frustasi akibat serangannya tidak ada satupun yang mengenai Komandan Arif dan kini Komandan Arif sudah mulai dekat darinya. Membuat pola serangan rantainya kini tidak teratur, kekuatan dari rantainya perlahan melemah kembali, ukuran rantai itu perlahan mengecil, dan warna hitam pekat Dirantainya mulai sirna.
" TENANGKAN DIRIMU,,, AUSTAS, KALAU TIDAK KAU AKAN KALAH" Teriak wanita bertopeng kappa yang mulai panik melihat Austas yang tersudut.
Pola serangan yang tidak teratur dari Auatas membuat Komandan Arif lebih mudah membacanya dan menghindarinya.
Kini Komandan Arif telah berada tepat dihadapan Austas, jaraknya hanya sekitar dua meter. Dia melompat keudara seraya berputar mempersiapkan serangan pukulannya yang begitu keras.
Austas dengan satu rantainya yang tersisa, membuat sebuah prisai terakhir untuk melindungi tubuhnya dari serangan Komandan Arif yang akan segera datang.
BRRRRAAAAAASSSSSSSHHHH
Satu pukulan Komandan Arif mendarat tepat di prisai rantai milik Austas. Prisai itu tidak dapat menahan pukulan dari Komandan Arif yang begitu kuat, perlahan tapi pasti rantai itu retak dan akhirnya hancur berkeping.
Serangan Komandan Arif yang begitu kuat bukan hanya menyebapkan rantai terakhir milik Austas Hancur tapi juga membuat sebuah retakan ditanah, dan mengirim Austas terpelanting kembali, tubuhnya berputar putar ditanah dan terseret sejauh sebelas meter dari tempatnya.
" Masih belum,, Terima ini Bandit hutan" Teriak Komandan Arif sambil berlari kembali menuju Austas. Dia melompat dan bersiap melakukan serangan terakhirnya.
__ADS_1
Austas hanya bisa menatap serangan itu, tubuhnya sudah tidak sanggup lagi dia gerakkan, darah nampak mengalir deras dari mulutnya. Kini dia hanya bisa pasrah menanti serangan itu menghujani tubuhnya.
" AAAGGGHHHGGGTTT"
dengan teriakan yang keras dari Komandan Arif, Satu serangan sedikit lagi mencapai tubuh Austas.
Tiba tiba di saat terakhir.
SCCCRRRAAACCCCHHHHH.
Cambuk dari wanita bertopeng kappa, melilit tangan dari Austas dan dengan segera menarik tubuh Austas menjauh dari jangkauan serangan Komandan Arif.
BRRRRRAAAAASSSHHHHHH
Pukulan Komandan Arif mendarat tepat di tanah. Kekuatan pukulan yang kuat itu menyebapkan retakan yang cukup besar. Debu kembali berterbangan mengelilingi Komandan Arif.
" Akhirnya kau bergerak juga wanita bandit" Ucap Komandan Arif. Mata merah akan amarah nampak bercahaya dari dalam debu. Komandan Arif dengan amarahnya yang menggebu perlahan melangkahkan kakinya keluar dari debu.
Langkah kakinya keluar dengan tegap, kepalan keras tangannya yang siap menghancurkan menyusul keluar, Badannya yang menampakkan Armor emas yang setengahnya masih ditutupi debu perlahan menyusul juga, dan diakhiri wajahnya yang garang dan diselimuti oleh amarah. Tubuhnya kini keluar dari dalam debu, nampak perkasa dengan beberapa asap debu yang masih melekat ditubuhnya. Komandan Arif telah siap menghadapi pertarungan selanjutnya.
" Kau kira aku akan membiarkanmu membunuh sahabat terbaikku." Ucap wanita misterus sambil mengeluarkan cambuknya.
" Angel terimakasih, dan berhati hatilah, pria ini sangat Kuat" ucap Austas memperingati wanita miaterius. wanita misterius bertopeng Kappa itu bernama Angel.
" Kau tenang saja, walaupun aku tidak memiliki kekuatan inti emas tapi dia masih bukan tandinganku" Ucap Angel dengan sedikit tersenyum.
Komandan Arif berlari maju mencoba menyerang Angel disusul dengan cambuk Angel yang juga mulai menyerang.
SSCCRRAAACCCHHHH SSCCCRRAAACCHH
Cambuk lima cabang itu berputar putar menyerang Komandan Arif. Kecepatan dari cambuk itu bahkan seratus lebih cepat dari rantai milik Austas.
Anggel menari nari dengan cambuknya, melayangkan satu demi satu serangan ketubuh milik Komandan Arif. Selincah apapun Komandan Arif mencoba menghidar akan tetapai dia bahkan tidak bisa mengelek dari satu saja cambuk milik angel.
Cambukan demi cambukan mengenai tubuh Komandan Arif dengan kerasnya, setiap cambukan yang dia rasakan mebawanya terpelanting kesana kemari.
Kecepatan cambuk itu sangatlah cepat, bahkan mata milik Komandan Arif tidak dapat mengikuti kecepatan cambuk itu. Setiap dia ingin bangkit dan maju, satu cambukan kembali mendarat ditubuhnya dan membuatnya terpelanting ketanah.
__ADS_1
" Ada apa pria beruang,, kamu masih sanggup melanjutkannya, atau kau cuman mau menjadi samsak dari cambuk cambukku" Ucap Angel mengejek Komandan Arif Sambil kembali melayangkan cambuknya.
Komandan Arif menarik nafasnya dalam dalam, dia mencoba merasakan keberadaan dari cambuk itu. jika dia tidak dapat melihat cambuknya mungkin dia bisa merasakannya menggunakan insting hewan yang ada pada energi inti emasnya.
Di dalam bayangan instingnya, Dia berhasil merasakan energi dari cambuk itu berputar putar dan
SCCRRRAAACCHHHHH
Satu hantaman dari cambuk membuatnya terpelanting kembali.
Berbeda dari yang tadi, Kini Komandan Arif tersenyum menerima serangan itu. Dia berdiri dengan tegapnya, menutup mata dan mencoba merasakan kembali energi dari cambuk itu.
" Kau bisa merasakan energi cambukku ya, coba aku lihat kemampuanmu" Ucap Angel sambil mengayunkan satu cambukan bertenaga.
Komandan Arif mencoba berkonsentrasi merasakan arah energi dari cambukan itu.
BBBRRAAACCHHHHH
Satu cambukan itu berhasil ditangkap oleh Komandan Arif. Komandan Arif sambil membuka matanya dia tersenyum menatap Anggel.
" Kau hebat juga Pria beruang, bisa menangkap cambukku. tapi itu sama sekali belum cukup" Ucap Angel dengan percaya diri.
Tiba tiba Komandan Arif terkejut, dia merasakan energi inti emasnya perlahan ditarik paksa oleh cambuk yang dia tangkap. akibat energinya yang ditarik kini jantungnya sudah tidak kuat lagi menciptakan energi inti emas, tubuhnya perlahan jatuh dan berubah kembali kewujud manusia.
" hahahaha, haha hahaha kau kira cambukku ini hanya sekedar cambuk biasa, kau sudah kalah sebelum bertarung pria beruang. Cambukku ini cambuk pusaka yang disebut cambuk lima ekor naga" Ucap Angel sambil menarik kembali cambuknya dari tangan Komandan Arif.
Komandan Arif yang telah kembali berwujud manusia sangat terkejut mendengar itu. di fikirnya bagaimana bisa pusaka sekuat itu dimiliki oleh para bandit hutan.
Cambuk lima ekor naga adalah pusaka yang sangat kuat. Cambuk itu dahulu digunakan oleh salah satu dari duabelas jendral terdahulu. Jendral terakhir yang dulu menggunakannya tewas ketika insiden penggulingan raja eliasi. Cambuk itu memiliki kekuatan untuk menarik energi inti emas ketika dia bersentuhan lebih dari lima detik dengan seorang praktisi. Cambuk itu juga terbuat dari bahan yang kuat dan sangat elastis.
Angel berjalan menuju Komandan Arif yang sudah tidak berdaya. Dia Menatapnya dengan tatapan yang mengejek, kemudian mengangkat cambuknya dan bersiap membunuh Komandan Arif.
Tiba Tiba
Sebuah Serangan cepat datang mendekat kearah angel,,,,,,
BERSAMBUNG
__ADS_1