
Di sebuah ruangan di istana Berlian.
Sesosok bayangan pria sedang berdiri menghadap kearah jendela, dia tenggelam dalam lamunan seakan memikirkan sesuatu.
Lamunannya terhenti ketika seorang prajurit masuk, dan mengucapkan salam kepadanya.
" Salam yang mulia, para pendeta, ingin menemui anda" ucap salah seorang prajurit penjaga.
Pria itu mengangkat tangan kanannya sambil menganggukan kepalanya. Dia mempersilahkan para pendeta untuk masuk menemuinya.
Rombongan pendeta masuk menemui pria itu, Salah seorang pendeta adalah seorang gadis muda, memiliki umur berkisar 20 tahun, tubuhnya tinggi dan ramping, kulitnya bening dan mulus bagaikan batu giok yang terkena sinaran mentari. gadis itu adalah pemimpin dari para pendeta.
"Ada apa kalian menemuiku pagi pagi begini" ucap bayangan pria itu.
" Salam Yang mulia, semalam patung dewa apollo bereaksi, patung itu bersinar, dan mimbarnya mulai terbakar, sepertinya kekuatan dari dewa apollo telah di wariskan" ucap gadis pendeta sambil mengungkap tangannya memberi salam kepada pria itu.
Mendengar apa yang di ucapkan gadis pendeta, membuat pria itu terkejut.Dia segera mengajak Para pendeta untuk membawanya ke kuil dewa apollo. Dia ingin melihat secara langsung apa yang terjadi Dengan patung Dewa Apollo.
Di dalam gubuk tua.
Bulan mulai terbangun dari tidurnya. kepalanya agak terasa pening. Dia melihat ke arah lengannya, dan melihat sebuah simbol Matahari terukir di atasnya.Dia mulai mengingat Mimpi yang semalam dia alami. Sejenak dia berfikir apa yang dia alami ini nyata.
Lamunannya terhenti ketika dia menyadari bahwa Bintang sudah tidak ada di sampingnya. Rasa was was muncul dihatinya, Diapun bergegas berdiri dan mencari cari keberadaan kakaknya itu. Rasa khawatirnya hilang ketika dia menemukan Bintang sedang duduk di depan gubuknya.
Bintang terduduk melamun, tatapannya kosong. lengan kanannya dia coba perban Dengan kain seakan ingin menyembunyikan sesuatu.
Bulan tidak terlalu memikirkan apa yang dilakukan oleh Bintang. di hatinya cuman ada perasaan lega Karena kakaknya sudah mulai membaik.
Diapun kembali masuk kedalam gubuk, mempersiapkan makanan untuk kakaknya, dan bersiap ke pasar untuk segera menemui Xio Han sesuai janjinya kemarin.
Bulan yang telah bersiap kemudian pergi menemui kakaknya, dia meminta izin kepada kakaknya, dan menyuruhnya untuk beristirahat saja hari ini.
__ADS_1
Bintang yang mendengar itu hanya melirik Bulan dengan tatapan yang seakan menahan sesuatu.
Bintang yang melihat Bulan telah pergi, mulai meneteskan air mata. dia menarik nafas panjang sambil memegang dadanya, darah segar kemudian mengalir dari bibirnya.
" Cahaya melahap kegelapan" ujar Bintang sedikit bergumam.
akibat menyiapkan makanan kepada kakaknya terlebih dahulu, membuat Bulan jadi kesiangan untuk menemui Xio han.
Bulan yang berlari terburu buru menuju pasar tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria gila.
wajah pria itu acak acakan, rambutnya sedikit keriting dengan janggut dan kumis yang tumbuh tidak terurus.
"Maaf paman, aku terburu buru" ucap Bulan sambil membungkukkan badannya me min ta maaf dan segera melanjutkan larinya.
Akibat tabrakan itu, tanpa Bulan sadari membuat Kalungnya terjatuh. Pria gila mengambil kalung itu dan hendak memanggil Bulan. tapi sebelum dia sempat memanggil Bulan, mulutnya terhenti ketika dia melihat model kepala dari kalung itu. dia seakan mengingat sesuatu.
sebuah gambaran api tiba tiba muncul di pikiran pria gila itu, api itu membakar seorang gadis kecil dan seluruh bangunan yang ada.
Bulan yang telah sampai ke toko milik Xio han mendadak kaget. banyak warga berdiri mengelilingi toko itu, perhiasan berhamburan kemana mana dan rak rak hancur tidak karuan.
Bulan dengan langkah kecilnya mencoba masuk kedalam toko itu. alangkah kagetnya dia melihat paman Xio han sedang dipukuli oleh dua orang berbadan besar yang sedang mengenakan set lengkap pasukan negeri Berlian.
kaca mata yang biasa Xio han gunakan hancur berserakan di lantai, Bajunya robek takkaruan, menunjukan tubuhnya yang penuh memar akibat di pukuli.
Xio han yang melihat Bulan datang, dengan tangan yang bergetar menunjuk ke arah Bulan.
" itu dia, itu anak yang kalian Cari" ucap Xio Han kepada kedua prajurit itu.
Kedua prajurit itu melirik kearah Bulan. Dengan sigap mereka berlari menuju ke arah Bulan Untuk menangkapnya.
Bulan yang melihat kedua prajuri ingin menangkapnya, segera berlari keluar. dia berlari sekencang kencangnya diikuti oleh kedua prajurit yang mengejarnya dari belakangnya.
__ADS_1
Bulan terus berlari melewati beberapa lorong mencoba melepaskan diri dari kejaran kedua prajurit itu.
tiba tiba salah satu pijakan kakinya menginjak sebuah batu, dan menyebapkan dia terjatuh dan kakinya terkilir.
melihat kedua prajurit itu semakin mendekat, membuat Bulan sedikit memaksakan dirinya untuk bangkit berdiri.
Dia mencoba berlari kembali, tapi rasa sakit di kakinya membuatnya terjatuh kembali.
Salah satu prajurit akhirnya berhasil menangkap Bulan. dia mengangkat Bulan sambil menyekap mulutnya, agar Bulan tidak berteriak.
Bulan yang tertangkap mencoba meronta ronta, tangan tangan kecilnya dia coba pukulkan ke arah prajurit, tapi pukulan kecilnya itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap tubuh kekar prajurit itu.
Bulan yang tidak bisa berbuat apa apa lagi mulai pasrah. tangan kecilnya sudah tidak memberontak lagi, dia Hanya mengeluarkan air Mata, suara Tangisannya bahkan tidak terdengar akibat bekapan prajurit itu. dalam hatinya dia mencoba memanggil manggil kakaknya.
salah seorang prajurit itu kemudian mengikat kedua tangan dari Bulan.
" keduanya sudah tertangkap" ucap salah satu prajurit.
Bulan yang samar samar mendengar itu, Teringat akan kakaknya. sambil meneteskan air Mata, Bulan menatap marah kearah kedua prajurit itu.
Rambut dari Bulan tiba tiba berubah menjadi putih, angin perlahan berhembus dengan kencang, mengibas ngibaskan rambut dari Bulan kearah takkaruan. simbol Matahari di lengan Bulan tiba tiba bersinar terang.
kedua parajurit yang melihat itu terperangah kaget. Sebelum mereka sadar tentang apa yang terjadi, semburan angin datang bersamaan dengan cahaya yang memancar dari lengan Bulan menuju ke arah mereka, Membuat seketika kedua tubuh dari prajurit itu lenyap tak bersisa.
Bulan yang melihat kejadian itu merasa keheranan, dia mencoba berlari kembali menjauh dari tempat itu, tapi tepat ketika dia mau memulai langkahnya, dia merasakan pusing yang hebat di kepalanya, Rambutnya yang putih perlahan menjadi hitam kembali, tubuhnya tiba tiba melemah, penglihatannya menjadi agak Buram. Dan akhirnya Bulan tidak bisa menahan kesadarannya dan jatuh pingsan Dalam posisi tangannya masih terikat.
Tidak berselang lama, pria gila yang tadi bertabrakan dengan Bulan melewati lorong itu, dia merasa bingung mengapa Bulan tertidur di sini sambil tangannya terikat. pria gila itu mencoba membangunkan Bulan, dia menusuk nusuk pipi Bulan menggunakan jarinya, tapi Bulan tidak bereaksi sama sekali. Pria gila itupun berdiri dan memeriksa sekitar, tapi dia tidak menemukan jejak apapun, selain Bulan yang tertidur sendirian.
Pria gila itu mencoba membuka tali pengikat di lengan Bulan. dia sedikit menggigit tali itu untuk merenggangkannya, dan akhirnya ikatan itu terlepas. Pria gila itu bangun dan mulai menari takkaruan merasa bahagia setelah berhasil membuka tali yang terikat di lengan milik Bulan.
pria gila itu kemudian mengangkat tubuh Bulan dan menggendongnya, dia membawa Bulan pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Bersambung