TITISAN PARA DEWA

TITISAN PARA DEWA
BAB 6. KEKUATAN PRAKTISI INTI EMAS.


__ADS_3

Di sebuah aliran sungai yang agak tenang, nampak Rambo berusaha mengepakkan kakinya, sambil menggigit baju dari Bulan dia berusaha berenang ke arah pinggiran sungai. di pinggiran sungai sudah nampak Matahari yang pingsan, dia lebih dulu terdampar dipinggiran sungai itu.


setelah sampai di pinggiran sungai, Rambo mengepak ngepakkan bulunya mencoba mengeringkan badannya. Dia sesekali mengendus ngendus wajah dari Matahari dan Bulan mencoba untuk membangunkan mereka, tetapi mereka berdua sama sekali tidak bereaksi.


Tiba Tiba Rambo menegakkan badannya, telinganya bergoyang goyang seakan mencoba mendengar sesuatu. tak lama berselang Rambo berlari dengan kencang menyusuri pinggiran sungai itu.


Di atas jembatan dekat sungai terjadi sebuah pertempuran yang sangat sengit. suara pedang saling berbenturan Satu Sama lain, teriakan para pria menggema seakan memecah aliran sungai.


Nampak para pengawal sedang bertarung mempertahankan sebuah kereta kuda dari serangan Bandit hutan.


Seorang bandit tanpa disadari berhasil menyelinap ke belakang kereta kuda. Dia membuka kereta kuda dan nampak didalamnya seorang wanita setengah baya.


Wanita itu memiliki paras yang cantik, tubuhnya bening dan mulus menampakkan beberapa uratnya, layaknya aliran sungai yang menampakkan ikan yang berenang didalamnya. wanita itu mengenakan gaun dengan sebuah simbol naga emas berada di belakangnya, dia bernama Xioe.


Bandit yang melihat Xioe segera menariknya keluar dari kereta kuda. pedangnya dia hunuskan ke leher bening milik Xioe dan mengancam para pengawalnya agar menyerah dan membuang senjata mereka.


Para pengawal yang melihat Xioe dalam bahaya segera terduduk sambil membuang senjata mereka. mereka tidak mau mengambil resiko melawan para bandit dan membahayakan nyawa dari Xioe.


Xioe yang disekap hanya bisa pasrah, matanya tajam memandang para pengawalnya.


" Apa yang kalian inginkan,,,?" ucap Xioe tanpa rasa takut samasekali.


" Dirimu, nona manis. tuan kami pasti senang mendapatkan tawanan seorang putri dari klan Naga Emas, sejak hari itu, kalian semua adalah musuh alami kami" ucap Bandit yang sedang menyekap Xioe sambil tertawa terbahak bahak.


" chiiihhhhh" Xioe hanya menunjukan rasa jijiknya kepada para Bandit hutan.


Tiba tiba seekor anjing hitam berlari menuju ke arah Xioe. Anjing itu melompat kearah lengan dari bandit hutan yang menyekap Xioe dan menggigitnya dengan keras. Anjing hitam itu adalah Rambo.


Bandit hutan yang tangannya tergigit mengerang kesakitan. pedangnya yang berada di leher milik Xioe tersentak lepas dan tidak sengaja mengiris leher Xioe menyebapkan luka gores kecil di lehernya.


Xioe yang terlepas dari bekapan dengan refleks yang sangat cepat mengambil sebuah Belati dari pinggangnya. Dia menusuk belati itu tepat keperut dari bandit.

__ADS_1


Bandit yang terluka itu sambil marah. mengerang kesakitan, mengangkat pedangnya dan hendak menebas leher dari Xioe.


" Xio yan apa yang kau lakukan,, cepat habisi dia" teriak Xioe memanggil seorang pria di kumpulan para pengawalnya.


Salah seorang pria kekar berlari dengan kencang menuju ke arah Xioe. tubuhnya berubah menjadi seekor kera besar. dengan sekali pukulan dia menghempaskan bandit hutan yang tadi mencoba untuk menebas leher dari Xioe.


Bandit itu tewas seketika. tubuhnya terhempas kearah kearah kereta kuda, menyebapkan salah satu roda di kereta kuda itu hancur berantakan.


"Xio yan apa yang kau lakukan, kau merusak kereta kudanya" ucap Xioe agak kesal.


Xio yan yang masih dalam bentuk kera, sambil tersenyum dan menggarukkan kepalanya, dia mencoba meminta maaf atas kecerobohannya.


Xioe dan Xio yan masih merupakan satu keluarga. mereka berdua adalah sepupu satu kali. Xio yan yang telah kehilangan orang tuanya sejak kecil dirawat dan di besarkan oleh ayah dari Xioe. mereka berdua akrab layaknya saudara kandung.


senyum Xio yan seketika menghilang ketika dia melihat luka gores di leher bening milik Xioe. matanya memerah dan tangannya dia kepalkan. dengan tatapan marahnya dia melirik kearah para bandit yang tersisa.


"PRA,,, PRAK,, PRAKTISI INTI EMAS" teriak salah seorang bandit yang ketakutan melihat tubuh Xio yan yang berubah menjadi seekor kera besar.


Para bandit yang tersisa, hanya bisa lari ketakutan masuk kedalam hutan mencoba menjauh dari amukan Xio yan.


Xio yan yang melihat para bandit telah pergi, berubah kembali ke wujud manusianya. dia jatuh terduduk karena kelelahan.


Praktisi inti emas adalah seorang kesatria yang telah melampau seni bela Diri. mereka berhasil menyerap energi chi yang terdapat di Alam Luas dan menyalurkannya kedalam sebuah inti kehidupan yang terdapat dalam jantung mereka. ketika energi chi yang dia serap sudah cukup maka jantung mereka akan berdetak dengan irama yang berbeda, menciptakan sebuah energi supranatural yang membuat pemiliknya memiliki kekuatan diluar nalar manusia. setiap energi spiritual yang tercipta ditiap praktisi berbeda beda. ada yang dapat berubah menjadi hewan yang kuat dan ada pula yang mendapatkan kekuatan kekuatan aneh yang amat dasyat. karena energi ini menggunakan detak jantung maka penggunanya memiliki batas waktu tertentu, jika terlalu memaksakan diri maka jantung mereka akan meledak, dan setelah menggunakan kekuatan itu maka praktisi akan merasakan keletihan yang teramat.


" Xio yun, apa kamu baik baik saja" teriak Xioe dari jauh.


Xio yun menarik nafas dalam dalam, dia sangat keletihan setelah menggunakan inti emas yang ada pada dirinya. Dia mengangkat jempolnya mengarah ke Xioe, menandakan dia dalam keadaan baik baik saja, kemudian segera berbaring di tanah untuk sedikit mengistirahatkan dirinya.


Xioe tesenyum dan sedikit bernafas lega melihat tingkah dari Xio yun. Dia sadar betul efek samping setelah menggunakan kekuatan inti emas. walaupun dia tidak memiliki ikatan darah murni tapi Xioe sangat menghawatirkan Xio yun, dia telah menganggapnya sebagai kakaknya sendiri.


Xioe berbalik kearah Rambo, dia duduk sambil sedikit mengelus kepala Rambo seraya berterima kasih.

__ADS_1


Rambo menggigit sedikit baju dari Xioe dan menariknya, kemudian dia berlari seraya menggonggong. agar diikuti oleh Xioe.


Xioe tidak bergerak samasekali, dia hanya menatap Rambo dengan kebingungan. Dia sama sekali tidak mengerti tentang apa yang diinginkan oleh Rambo.


Rambo yang melihat Xioe tidak mengikutinya, berlari kembali. Dia mengigit sebuah gelang milik Xioe, menariknya hingga terlepas dan berlari menjauh sambil membawa gelang milik Xioe.


Seorang pengawal yang melihat itu mengambil sebuah busur, dan hendak memanahnya. tapi kemudian dia ditahan oleh Xioe.


"Cepat ambil kuda, kita akan mengikuti anjing itu" pinta Xioe kepada salah satu pengawalnya. Xioe mulai sadar bahwa ada yang aneh Dengan Rambo, anjing itu pasti ingin menunjukan sesuatu kepadanya.


Xio yan yang mendengar Xioe ingin pergi mencoba untuk bangkit dari istirahatnya. dia berusaha menahan agar Xioe tidak pergi.


" Xioe kamu mau kemana, di sana sangat berbahaya. masih banyak bandit hutan yang berkeliaran" ucap Xio yan menghawatirkan keadaan Xioe.


Xioe yang keras kepala tetap ingin pergi mengikuti arah berlarinya Rambo. dia mengetahui bahwa Xio yan sudah keletihan jadi dia memerintahkan dua orang pengawalnya untuk membawa Xio yan segera pulang dan dia dengan sisa pengawalnya akan pergi untuk mengikuti Rambo.


Xio yan yang melihat kepergian Xioe hanya bisa pasrah, tenaganya benar benar sudah Terkuras. dengan memukul mukul tanah dia menyalahkan dirinya yang masih lemah. dia dalam hati hanya bisa berharap bahwa Xioe akan baik baik saja.


Rambo terus berlari menyusuri sungai diikuti oleh rombongan Xioe dari belakang. langkah kuda mereka menggelegar memecah keheningan hutan, mereka melewati beberapa batuan sungai yang licin dan akhirnya sampai ketempat Matahari dan Bulan yang sedang pingsan.


Rambo berhenti tepat diantara Matahari dan bulan yang sedang pingsan. dia meletakkan gelang milik Xioe yang dia ambil. lalu menggonggong kearah rombongan Dari Xioe.


melihat itu Xioe bergegas menghampiri mereka berdua. dia lantas memeriksa keadaan Bulan dan Matahari.


dia memeriksa keadaan Bulan terlebih dahulu, dia merasa keadaan Bulan baik baik saja, hanya kakinya yang terkilir. tapi dia sedikit bingung melihat sebuah simbol matahari di lengan milik Bulan. Dia menarik nafas panjang, dalam hatinya berkata bukan waktunya dia memikirkan hal hal yang tidak dia ketahui. dia memerintahkan seorang pengawal untuk mengangkat dan membawa Bulan. kemudian dia bergegas memeriksa keadaan Matahari.


Matanya membesar, keringat mengucur dari dahi Xioe yang bening. dia terkejut melihat keadaan Matahari. tubuh dari matahari mengeluarkan Panas demam yang tinggi. ketika Xioe mencoba memeriksa detak nadinya, dia melihat bekas gigitan ular terdapat di lengan Matahari.


" Kalian cepat angkat pria ini, dia sedang sekarat. kita harus membawanya segera ke ayah". pinta Xioe kepada para pengawalnya.


para pengawalpun mengangkat tubuh Matahari dan Bulan ke atas kuda mereka. Rambo juga ikut melompat ke atas kuda yang ditunggangi oleh Xioe. mereka secara tergesa gesa segera memacu kuda mereka untuk pergi dari tempat itu menuju kediaman milik Xioe.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2