TITISAN PARA DEWA

TITISAN PARA DEWA
BAB 19. PERTARUNGAN SENGIT.


__ADS_3

Xio Hong telah siap dalam mode tempurnya. Dia telah membuka kekuatan inti emasnya, ratusan jarum yang dia kendalikan berterbangan mengelilinginya.


" Maju lah,,,," Ucap Xio Hong.


Komanda Arif menatap tajam ke arah Xio Hong. Dia segera membuka tahap evolusi dari inti emasnya. dan berlari maju dengan cepatnya menuju arah Xio Hong diikuti empat rantai milik Austas dari belakangnya.


Xio Hong merapatkan kedua tangannya kedepan, menyatukan jarum jarumnya dalam satu bentuk Horisontal layaknya sebuah pedang dan melepaskan mereka semua menuju arah Komandan Arif.


" Terus maju Komandan Arif, jarum jarum itu biar aku yang tangani" Teriak Austas.


Seketika keempat rantai milik Austas saling melilit. rantai itu membentuk lingkaran prisai yang besar.


BBRRREEEESSSSHHH


Serangan jarum milik Xio Hong menabrak dan menghujani prisai milik Austas yang melindungi Komandan Arif. Sangking kuatnya serangan dari Xio Hong membuat prisai rantai itu perlahan mundur. Komandan Arif dengan sigap menabrakkan dirinya kebelakang prisai dan mendorong prisai itu untuk maju.


" Kau jangan lupakan aku,,,,!" Teriak Angel.


Angel melompat dari belakang dan mengarahkan serangan cambuknya menuju Xio Hong.


CHHHAATTTSSSS


Dengan lincah Xio Hong melompat kesamping menghindari serangan dari Angel. kemudian mengambil sebilah pedang dari salah satu mayat pengawalnya dan dengan cepat berlari maju ke arah engel.


Terjadi duel sengit antara Xio Hong dan Angel. mereka saling bertukar serangan dengan cepat menggunakan senjata mereka masing masing.


Komandan Arif yang melihat kesempatan itu, berputar dan berlari dengan cepat dari samping melewati kumpulan jarum milik Xio Hong. Kemudian Melompat tepat disamping Xio Hong dan hendak menyerangnya dengan cakarnya yang tajam.


BRAAASSSHHHHHHH


serangan itu hanya menghantam tanah.


Xio Hong melompat kebelakang menghindari serangan itu, dia mengayunkan tangannya seakan menari sembari menarik kembali kumpulan jarumnya. Sambil mengirim beberapa jarum terbang menyerang menuju arah Komandan Arif dan Angel.

__ADS_1


Austas dari jauh merentangkan kedua tangannya, untuk mengendalikan rantainya. Kedua rantainya melilit masing masing satu pohon besar didekatnya. Menyebapkan kedua pohon besar tumbang, Dia menggunakan rantainya kemudian melempar dua pohon besar itu mengarah kedepan Komandan Arif dan Angel.


CHHAASSHHH, CHAAASSDSHH CHHAAASSSSHH. BRRAAASSSHHHHH


Kedua Pohon itu seketika menahan serangan jarum jarum yang menuju kearah mereka berdua.


Komandan Arif berlari menuju pohon besar yang melindunginya. Dia mengangkat pohon besar itu. Sambil melompat dan sedikit memutar pohon besar itu keudara, dia melemparkannya dengan kuat kearah Xio Hong.


BRRRAAASSSSHHHH


Ketika pohon besar itu telah dekat dari Xio Hong. Seketika pohon itu terbelah menjadi dua dengan satu pukulan dari Xio Hong, pukulan itu dilapisi oleh beberapa jarum yang mengelilingi lengannya. Xio Hong dengan lincahnya menendang belahan pohon itu dan mengarahkannya kembali kearah Komandan Arif dan Angel.


Komandan Arif Dengan sigap melompat keatas dan menghindarinya.


Sedangkan Angel mengayunkan cambuknya melilit kearah belahan pohon terbang itu. dia memanfaatkan belahan pohon besar itu untuk berputar agar dia dapat melompat lebih tinggi.


Dengan kuda kuda mantap dari udara, Angel mengayunkan cambuknya kearah Xio Hong dan segera menyerangnya.


Lagi lagi Xio Hong dengan lincah menghindar. kelincahan Kakek tua itu seakan menolak usianya yang telah senja.


Xio Hong dengan sigap mengangkat tangannya keudara menyebapkan kumpulan jarum miliknya terbang menyebar keangkasa. Tangan yang tadi dia angkat seketika dia hempaskan ketanah. Ratusan jarum yang berada di angkasa seketika turun dengan cepatnya menghujani Komandan Arif dan Angel yang sedang berlari kearahnya.


Austas yang melihat itu segera membuat dua prisai dari rantainya yang dia terbangkan diatas Komandan Arif dan Angel untuk melindungi mereka berdua.


Ratusan jarum menghujan ke tanah, debu debu berterbangan menutupi jarak pandang dari Xio Hong. tiba tiba dari dalam debu keluar dua pringan prisai dari Austas menerjang kearah Xio Hong. Xio Hong melompat sambil berputar diantara piringan prisai itu untuk menghindar.


Komandan Arif dan Angel menyusul keluar dari dalam debu, mereka seketika menyerang Xio Hong dari jarak dekat.


Terjadi adu duel dan mekanik jarak dekat antara mereka bertiga. saling pukul dan tangkis terjadi begitu sengit, kecepatan pertarungan itu hanya bisa dilihat sekejap dengan mata telanjang.


Xio Hong dengan lincah menahan dan menghindar dari serangan Komandan Arif dan Angel. bahkan dia berhasil mendaratkan beberapa serangan pukulan ketubuh Komandan Arif dan Angel.


Austas yang dari jauh menggerakkan tangannya keatas, membuat keempat rantainya saling melilit membentuk sebuah ikatan rantai yang besar, dia kemudian menggerakkan rantai besar itu untuk menghempas langsung ketubuh Xio Hong.

__ADS_1


"Kalian semua menjauh ,,,," Teriak Austas.


Komandan Arif dan Angel melompat kebelakang untuk menjauhi jarak serang dari Austas.


Xio Hong yang melihat serangan rantai besar datang segera memutar mutarkan tubuhnya, diikuti ratusan jarum yang berkumpul disekitarnya berputar mengelilingi tubuh Xio Hong.


BBRRAAAAASSSSHHHHHH


Serangan rantai besar itu mengenai kumpulan jarum yang melindungi Xio Hong. Benturan serangan kuat itu menciptakan sebuah kawah besar dikaki Xio Hong.


Ketika kekuatan serangan rantai itu melemah, Xio Hong membuka prisai jarumnya dan segera melompat memeluk rantai besar itu. Dia menggenggam rantai itu dengan kencangnya, nampak urat urat besar keluar dari tubuh tuanya. Xio Hong memutar mutar kan rantai itu dan melemparkannya kearah Komandan Arif dan Angel.


Kecepatan dan kekuatan lemparan itu sangat kuat. Bahkan membuat Austas sendiri tidak dapat menahan dan mengendalikan rantainya.


BBRRAAAASSSSHHHH


Rantai itu mengenai Komandan Arif secara langsung, menyebapkan dia terlempar jauh dan memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya. Sedangkan Angel yang terkejut dengan wajah panik sempat melompat dan menggatung dengan cambuknya di salah satu pohon besar sehingga dia berhasil menghindari serangan itu.


Belum lepas dari rasa terkejut, tiba tiba Angel diserang oleh Xio Hong dari belakang, yang entah sejak kapan telah berada dibelakangnya. Xio Hong memukul Angel dengan sangat kuat, membuat tubuh Angel terbang dan menghantam pepohonan disekitarnya.


Xio Hong kembali berusaha menyerang, kini sasarannya adalah Austas. Dia menggerakkan tangannya dan mengirimkan serangan jarum terbang kearah Austas.


" Austassssss,, awaasss" Teriak Angel.


Austas yang melihat serangan jarum mengarah padanya, ingin segera melompat untuk menghindar. tetapi seketika kakinya menjadi kaku Dan tidak bisa dia gerakkan. Dia menoleh kearah kakinya dan melihat beberapa jarum telah menusuk tepat ke kakinya.


" Kau tidak bisa menghidar bocah rantai, aku telah menyubat titik saraf pergerakan kakimu, menggunakan jarumku" Gumam Xio Hong dari jarak jauh.


Ternyata ketika Xio Hong menahan serangan rantai besar milik Austas, dia sempat mengirim beberapa jarum untuk menyerang Austas. Dengan menggunakan mata birunya dia menandai target tepat dikedua kaki milik Austas dan menyerangnya.


Austas kini terperangkap. Dia sudah tidak bisa bergerak, dia berteriak Dengan kencangnya sambil kedua lengannya menutup wajahnya. Serangan ratusan jarum milik Xio Hong sedikit lagi menyerang Austas.


CRAAAANNNGGGGGGGG, CRAAAANNNNNGGGG

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2