TITISAN PARA DEWA

TITISAN PARA DEWA
BAB 18. PENJEBAKAN XIO HONG


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu. Matahari menghabiskan waktu dikediaman naga emas dengan berlatih dan bersemedi, setiap kali dari berlatih wajahnya pasti babak belur oleh Xio Hong. Wajahnya yang babak belur selalu diobati oleh Xioe, sehingga mereka menjadi lebih dekat, benih benih cinta nampak mulai muncul dari mereka.


Bulan juga kini lebih membaik, Dia menghabiskan waktunya bermain bersama Xio wun dan Rambo. walaupun dia belum dapat berbicara tapi nanpak wajah ceria perlahan telah muncul darinya.


tiga hari sebelum pesta panen, Segala persiapan pesta perlahan mulai dipersiapkan, nampak para pelayan dan Pengawal mondar mandir mempersiapkan Segalanya. Xio Hong dan Xioe terlihat amat sibuk memberi arahan kepada mereka.


" perayaan tahun ini harus sangat meriah di banding tahun tahun kemarin" Pinta Xio Hong.


Dia merasa dalam hati perayaan ini bukan cuman pesta panen biasa, tapi juga akan dia tujukan untuk menyambut Bulan dalam kediamannya.


Seorang warga tiba tiba menerobos penjaga dan berlari mendekat kearah Xio Hong sambil menangis.


" Tuan tolong suamiku, suamiku tadi diserang hewan buas dari dalam hutan, tolong suamiku tuan" Ucap warga itu sambil berlutut dihadapan Xio Hong.


Rasa iba muncul dihati Xio Hong, Dia adalah pria yang sangat perduli akan nasib warganya. Dia berfikir sejenak siapa yang akan dia kirim untuk menolong warganya itu. Dia membutuhkan seorang petarung sekaligus ahli medis untuk membatu warganya. Xio yun dia petarung yang bisa di andalkan tapi dia bukan ahli medis, sedangkan Xioe dia tidak ingin membahayakan nyawa anaknya lagi. apalagi melihat kesibukan tempat ini sekarang.


" Baiklah, aku dan beberapa pengawal akan ke hutan menolong suamimu" Ucap Xio Hong. Dia merasa dia lah yang harus turun tangan untuk saat ini.


Xio Hong segera memberi arahan kepada Xio yun dan Xioe untuk terus mempersiapkan pestanya. Sedangkan dia akan kehutan untuk menolong warganya. Awalnya Xioe menolak dan menghawatirkan Xio Hong tapi Xio Hong terus meyakinkan anaknya itu. Membuat Xioe akhirnya mengizinkan kepergiannya.


Xio Hong dan beberapa pengawal akhirnya pergi menuju hutan Bulsar dengan menunggangi kuda kuda mereka. Xioe menatap jauh kepergian mereka dengan tatapan gelisah.


" Tenang saja, Kakek bau tanah itu orang yang sangat kuat" Ucap Matahari yang tiba tiba muncul dari belakang Xioe.


Xioe terkejut dengan kedatangan Matahari, matanya memerah seakan malu Malu, dia berbalik kearah matahari dan mengangguk kecil.


Dari dalam hutan, seekor merpati dengan membawa sebuah Surat dikakinya terbang di atas pepohonan. Merpati itu hinggap di tangan Jendral Hibo. Jendral Hibo segera mengambil surat itu dan membukanya.


" Siapkan diri kalian, pertarungan sebentar lagi akan dimulai" Ucap Jendral Hibo sambil membuang surat ditangannya.


Angel, Komandan Arif dan juga Austas menganggukan kepala mereka mendengar ucapan Jendral Hibo.


Surat yang dibuang Jendral Hibo berterbangan dan jatuh ditanah, surat itu bertuliskan.


" IKAN MASUK DALAM PERANGKAP, SIAPKAN DIRI KALIAN. JENDRAL MAKALI".

__ADS_1


Sepertinya Jendral Makali telah berhasil menyusup kekediaman klan naga emas tanpa diketahui.


Arakan Kuda dari Xio Hong perlahan memasuki hutan. mereka memacu kudanya dengan cepat menembus kedalam Hutan dengan warga yang meminta tolong sebagai penunjuk arah mereka.


" Siapkan diri kalian, dihutan ini bukan cuman hewan ganas yang menanti, tapi para bandit hutan juga" Pinta Xio Hong kepada pengawalnya agar tetap dalam posisi waspada.


" Di sana tuan,,," Ucap warga yang meminta tolong sambil melompat turun dari salah satu kuda milik pengawal Xio Hong.


Perasaan Curiga tiba tiba muncul dari dalam hati Xio Hong. Di tempat itu dia sama sekali tidak menemukan tanda tanda adanya serangan hewan buas. Tetapi dia tetap memilih untuk mengikuti warganya dan mengenyampingkan perasaan Curiganya.


Tidak lama berselang mereka melihat seorang pemuda terduduk lesu dibawah sebuah pohon besar dan didekatnya terdapat seekor beruang.


Xio Hong yang melihatnya segera berlari menuju arah pemuda itu. Dia dengan cepat mengeluarkan tiga jarumnya dan melemparkan kearah pohon dekat beruang untuk memancing beruang itu kepadanya.


Chaassss, CHHAASSS, CHHHAASSS


Ketiga jarum itu menancap dipohon.


sang Beruang melirik kearah Xio Hong. Beruang dengan marah segera berlari menuju Xio Hong untuk segera menyerangnya.


Ketika para pengawal telah dekat dengan pemuda itu, Xio Hong merasakan suatu energi inti emas. Dia membuka inti emas mata birunya dan melihat bahwa pemuda yang ingin ditolongnya adalah seorang praktisi inti emas.


" Kalian semua menjauh dari pemuda itu,,,,!"


Teriak Xio Hong mencoba mempringati para pengawalnya.


" Terlambat"


Ucap pemuda itu sambil tersenyum.


Pemuda itu mengangkat satu tangannya menuju arah para pengawal dari Xio Hong. Seketika empat buah rantai keluar dari tanah dan menyerang mereka secara membabi buta. menyebapkan sebagian dari pengawal tewas seketika.


Pemuda itu bangkit perlahan dan kemuadian tersenyum kearah para pengawal yang masih hidup. Dia mulai membantai mereka kembali menggunakan rantainya. Pemuda yang berpura pura diserang binatang buas itu adalah Austas.


" Lihat kemana kau Xio Hong,,,!" Teriak Beruang itu, yang tak lain adalah Komandan Arif.

__ADS_1


Komandan Arif dengan cakarnya menyerang Xio Hong, tetapi dengan lincah Xio Hong berhasil mengelak dari serangan itu. Menyebapkan serangan dari Komandan Arif hanya mengenai pohon didekatnya.


" Siapa sebenarnya kalian" Ucap Xio Hong yang nampak terkejut dengan serangan dadakan itu.


Xio Hong kini tinggal sendirian. beberapa pengawal yang dia bawa seluruhnya telah tewas ditangan Austas.


" Hari ini adalah akhir hidupmu Xio Hong" Teriak seorang wanita yang melompat kearah Xio Hong dari dalam hutan. Di susul serangan cambuknya yang menerjang kearah Xio Hong. Wanita itu adalah Angel.


Xio Hong dengan lincah melompat kembali dan berhasil menghindari serangan dari Angel.


" Ciiiihhh,, cambuk lima ekor naga,,, Kalian semua mencoba menjebakku dan membunuhku, kalian berempat pasti sudah gila" Ucap Xio Hong.


Dia tau bahwa masih ada seorang lagi yang masih bersembunyi dari balik hutan, dia dapat melihat dengan jelas menggunakan mata birunya. Xio Hong merasakan bawha orang yang bersembunyi itu jauh lebih kuat dari ketiga orang ini.


Sebuah tepukan Tangan terdengar dengan nyaring disusul Keluarnya Jendral Hibo dari persembunyiannya.


" Salah satu dari tiga serangkai negeri Berlian memang kuat" Ucap Jendral Hibo.


" ciihhhh,,, Jendral Hibo"


gumam Xio Hong, Dia mengenal Jendral Hibo. sekarang dia perlahan mengerti mengapa dia diserang ditengah hutan ini. Kemungkinan mereka mengincar Bulan yang ada Dikediamannya.


CHHHAAAAATTTTSSSSS


Sebuah serangan cambuk Menerjang kearah Xio Hong. dan ditangkis dengan mudah oleh Xio Hong menggunakan beberapa jarum yang seketika keluar dari balik bajunya.


" Xio Hong, dendam yang selama ini aku pendam, hari ini akan aku akhiri" Ucap Angel.


Xio Hong menatap bingung kearah Angel. Dia sama sekali tidak paham tentang maksut dari Angel. Xio Hong tidak pernah berfikir ada orang yang dendam padanya hingga ingin membunuhnya.


" Jika aku memiliki dosa dimasa lalu terhadapmu Nona, aku Xio Hong meminta maaf dengan sebesar besarnya, tapi jika Kau ingin nyawaku sebagai bayarannya, maaf kalian harus bekerja ekstra" Ucap Xio Hong.


Xio Hong mengangkat kedua tangannya keudara, seketika ratusan jarum berterbangan mengelilingi tubuhnya. Xio Hong dengan tatapan mata biru seriusnya muncul dari balik ratusan jarum yang berterbangan. Kini Dia telah siap untuk bertarung


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2