
Angel berdiri tepat dihadapan Komandan Arif yang sudah tidak berdaya. Menatapapnya dengan tatapan mengejek sambil mengangkat cambuknya untuk segera menyudahi hidup dari Komandan Arif.
Tiba tiba dari arah samping muncul sebuah serangan mendadak. Serangan itu seakan membelah angin disekitarnya dan dengan cepat menuju ke arah Angel.
" Angel, awas,,,,,!" Teriak Austas mencoba memperingati Angel.
Angel yang melihat serangan itu datang, dengan sigap segera menghindar. Dia melompat dan salto beberapa kali kebelakang, memperlihatkan gemulai tubuhnya yang lincah. dan berakhir Dengan kuda kuda setengah jongkok tidak jauh dari jangkauan serangan itu.
BBRRRRAAASSSSSSSHHHHH,,,!
Serangan itu terus melaju dan menghancurkan beberapa pohon dilintasan serangan itu.
" Ciihhhh,,, Muncul lagi satu orang yang menyebalkan" Ucap Angel Sambil melayangkan cambuknya kearah bayangan pria yang mengeluarkan serangan itu.
BRAAAAATTTAAAAASSSSS,,,,!
Dengan satu ayunan pedang dari pria itu membuat cambuk yang Melayang cepat mengarah kepadanya terpantul dan mengenai pohon disekitarnya.
"Kau sudah lupa Dengan sahabat lamamu, Angel" Ucap bayangan pria itu.
Angel merenung dan terpaku mendengar hal itu. Dia Dengan fokus menatap bayangan pria itu. dengan fikiran kebingungan dia merasa keheran siapa orang yang menyebut dirinya sebagai sahabatnya.
Pria itu perlahan melangkahkan kakinya mendekat kearah Angel. Semakin mendekat semakin jelas wujud dari pria itu. Sebuah pedang besar Dengan simbol iblis sangat jelas digenggam olehnya.
" Ini aku, Angel,," Ucap Jendral Hibo yang telah berdiri tidak jauh dari hadapan Angel.
BRRRAAAAACCCAAAASSS.
Dengan sekali tarikan cambuk dari Angel, Cambuknya seketika kembali melipat di tangan Angel.
Angel berjalan mendekati Jendral Hibo. Matanya membesar seakan terkejut melihat kedatangan dari Jendral Hibo.
__ADS_1
" Maafkan aku Jendral, aku tidak tau kalau pasukan ini dibawah Komando anda, aku kira mereka ingin menyerang wilayah kami jadi aku menyerangnya lebih dulu" Ucap Angel sambil berlutut dihadapan Jendral Hibo.
Para Bandit hutan yang melihat pemimpin mereka Angel berlutut dihadapan Jendral Hibo seketika berhenti menyerang di susul oleh sisa pasukan milik komandan Arif yang juga berhenti. pertempuran yang tadinya riuh seketika hening.
" Kesalah pahaman memang biasa terjadi, Sudah jangan difikirkan" ucap Jendral Hibo sambil memegang pundak Angel dan mengajaknya untuk segera berdiri.
Komandan Arif yang terkapar lemah melihat kedatangan Jendral Hibo merasa sangat kesal. dia berfikir mengapa Jendral sialan itu baru muncul ketika semuanya sudah seperti ini.
Angel berdiri dihadapan Jendral Hibo. Dia tidak bisa menutupi rasa bersalah yang nampak jelas dari wajahnya.
" Sekali lagi Maafkan aku Jendral. Anda bisa menghukumku, Apapun itu akan aku terima. Semua ini murni kesalah pahaman dariku" Ucap Angel yang masih merasa bersalah.
" Aku kemari bukan untuk menghukummu, tapi aku mau mendiskusikan suatu hal mengenai klan naga emas" ucap Jendral Hibo.
Wajah bersalah dari Angel seketika berubah menjadi wajah emosi yang tertahan ketika mendengar nama klan naga emas disebutkan oleh Jendral Hibo. Dia bertanya tanya hal apa yang ingin dibicarakan Jendral Hibo tentang musuh bebuyutannya klan Naga emas.
" Kita bicarakan besok pagi, untuk sekarang mari kita bereskan bersama kekacauan ini" Pinta Jendral Hibo.
Nampak wajah para bandit dan prajurit masih saling bermusuhan dan ingin melanjutkan pertarungan demi membalas rekan mereka yang gugur, akan tetapi itu urung mereka lakukan karena kedua pemimpin mereka ternyata saling mengenal satu sama lain.
Keesokan paginya. Nampak aktifitas masih ramai diluar tenda, beberapa mayat dikumpulkan dan diberi penghormatan, meraka akan segera dibawa kembali ketempat mereka masing masing.
Di dalam tenda milik Jendral Hibo telah berkumpul empat orang yang sedang berdiskusi. empat orang itu adalah Jendral Hibo, Angel bersama Komandan Arif dan Austas. Tubuh dari Komandan Arif dan Austas terlihat diperban akibat pertempuran mereka semalam.
Nampak mereka sedang berdiskusi sangat serius. Jendral Hibo menceritakan dengan rinci tentang rencananya untuk melawan dan menghancurkan Xio Hong bersama klan Naga emasnya.
" Apa kau bisa menjamin bahwa bawahan kami tidak akan diburu apabila rencanamu itu berhasil Tuan" Ucap Austas merasa curiga dengan rencana yang diceritakan oleh Jendral Hibo.
" Bukankah selama ini aku yang menjamin keselamatan kalian, itu sebapnya sampai sekarang kalian masih hidup dan tidak diburu oleh pasukan kerajaan" ucap Jendral Hibo yang terlihat emosi dengan keraguan dari Austas.
" Tidak ada yang perlu diragukan dari Jendral Hibo, aku bisa menjaminnya. Dialah penyebap mengapa aku masih memiliki alasan untuk hidup, dia juga yang telah memberikanku cambuk lima ekor naga ini" Ucap Angel sambil memegang pundak Austas untuk menghilangkan keraguannya.
__ADS_1
Komandan Arif terperangah kaget mendengar itu. Dia sudah tau bahwa Jendral Hibo berteman dengan pemimpin para bandit. Tapi dia baru tahu bahwa pusaka cambuk lima ekor naga yang dipegang oleh Angel adalah pemberian dari Jendral Hibo. Dia bertanya tanya dalam hatinya mengapa Jendral Hibo rela Memberikan pusaka yang sangat berharga kepada Angel.
" Aku tidak pernah meragukan kesetianmu Angel. Tugas pertama kita dalam rencana ini adalah menyingkirkan tua bangka Xio Hong" Ucap Jendral Hibo.
" Bagaimana cara agar mengalahkan tua bangka itu, kekuatan tua bangka itu sebanding dan bahkan lebih kuat dari para jendral" Tanya Angel.
" Itu dulu, ketika dia masih muda. tapi sekarang berbeda usianya sudah tua di tambah dengan rencana ini, dia pasti benar benar akan Mati" Ucap Jendral Hibo.
Jendral Hibopun menjelaskan satu persatu rencananya mengalahkan Xio Hong dengan rinci. Mereka bertiga mendengarnya dengan seksama.
Setelah diskusi panjang itu, mereka berdiri dan saling memberikan salam. Mereka semua segera pergi meninggalkan tenda itu. Di dalam hati Austas masih menyimpan rasa curiga terhadap Jendral Hibo dan Komandan Arif.
Angel memimpin para bawahannya untuk segera pergi dari perkemahan Jendral Hibo. beberapa dari mereka mengangkat mayat dari para bandit yang tewas dalam pertarungan semalam.
" Ingat angel, tiga bulan dari sekarang tepat perayaan pesta panen mereka, dendammu terhadap klan naga emas akan segera terlaksana" Ucap Jendral Hibo sambil memberi salam kepada Angel.
Angel mengangguk dan segera pergi bersama seluruh bawahannya.
Angel memasuki sebuah desa terpencil ditengah hutan. desa itu sangat sederhana, nampak pemukiman yang berupa gubuk gubuk sederhana. Di depan gubuk beberapa pria sedang mengasah senjata senjata Mereka. Desa itu adalah tempat persembunyian para Bandit hutan.
Para Bandit yang melihat kedatangan Angel segera berhenti dari aktifitasnya dan memberikan salam kepada Angel. Raut kesedihan nampak diwajah mereka ketika melihat beberapa rekan bandit mereka terluka Dan ada pula yang wafat.
Angel memerintahkan bawahannya untuk mempersiapkan prosesi pemakaman mereka. Dan dia masuk kedalam sebuah gubuk yang agak besar untuk mempersiapkan dirinya.
Di dalam gubuk itu nampak bayangan seorang anak lelaki yang sedang duduk bersemedi dengan serius.
" Anakku, tiga bulan lagi dendam kita akan segera terbalaskan" Ucap Angel kepada anak itu.
Anak itu membuka matanya, dia memberi salam hangat kepada Angel. bayangan anak itu perlahan menampakkan dirinya. Anak itu adalah Bintang.
BERSAMBUNG.
__ADS_1