
Komandan Arif beserta pasukannya berjalan menyusuri pinggiran sungai, melewati beberapa bebatuan kecil. mereka melirik sekitaran untuk menemukan jejak Matahari dan Bulan. Komandan Arif berharap dia dapat menemukan Bulan dalam keadaan hidup.
Langkah mereka terhenti ketika melihat beberapa jejak kuda di pinggiran sungai. Komandan Arif mengamati jejak kuda dengan seksama, sebuah kotoran kuda terletak didekat jejak itu. Dia membuka sarung tangan armornya, dan memegang kotoran kuda itu.
" ini masih hangat, sepertinya iringan kuda ini baru saja pergi dari tempat ini. Aku takut mereka membawa apa yang kita cari" Ucap Komandan Arif kepada pasukannya, sambil memakai kembali sarung tangan armornya.
Komandan Arif segera memerintahkan pasukannya untuk mengikuti jejak kuda itu.
" Siapa mereka,, aku harus cepat menemukan anak itu, jika tidak, mungkin adikku,, ahh aku harus fokus" ucap Komandan Arif dari dalam hatinya.
Dia dan pasukannya mempercepat langkahnya mengikuti jejak jejek kuda dipinggiran sungai.
Didalam ruangan milik Xioe.
Ruangan itu tidak sebesar ruangan milik Xio hong. di tiap pinggir ruangan terdapat beberap guci obat beserta pernak pernik berwujud naga emas. di atas sebuah pembaringannya nampak sebuah lukisan keluarga. lukisan itu menunjukan beberapa anggota utama dari klan naga emas.
Nampak Xioe dengan terampil mengobati luka di kaki Bulan.Dia mengoleskan beberapa ramuan obat ke kaki milik Bulan yang nampak biru dan memar. kemudian dengan selembar Kain putih dia membungkus kaki itu agar ramuan obat bisa cepat menyerap di kaki milik Bulan.
Tidak lama berselang, Bulan secara perlahan mulai membuka matanya. Dia dengan tatapan kosong mengamati sekitaran ruangan itu, dia melihat Xioe disampingnya Dan tidak memperdulikannya. Air mata tiba tiba menetes Dari Matanya, Baginya sekarang dia tidak perduli di mana dia berada dan apa yang terjadi, yang Ada di fikirannya sekarang adalah bagaimana nasib kakak tercintanya. Akibat syok yang dialami olehnya karena kehilangan kakaknya, membuat dia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, Hanya tatapan kosong dengan air mata dalam kesunyian yang nampak dari wajah Bulan.
" Tenang saja gadis kecil, ayahmu pasti baik baik saja, sekarang dia sedang diobati oleh Ayahku" ucap Xioe sambil menghapus air mata dari pipi Manis milik Bulan. Xioe mengira Matahari adalah ayah dari Bulan.
Mendengar itu Bulan sama sekali tidak menunjukan ekspresinya. Dia hanya terus meneteskan air mata dengan tatapan kosong.
Di sebuah jembatan di atas sungai.
Komandan Arif beserta pasukannya menemukan sebuah kereta kuda milik Xioe yang ditinggalkan. Dia melihat mayat beberapa bandit tergeletak di mana mana.
" Aura inti emas, sepertinya ada seorang praktisi yang habis mengamuk disini" ucap Komandan Arif.
Dia kemudian memerintahkan pasukannya untuk memeriksa setiap mayat para bandit untuk menemukan petunjuk. Dia sendiri berjalan mendekati kereta kuda yang ditinggalkan oleh Xioe.
__ADS_1
Komandan Arif memeriksa kereta kuda itu. dia melihat sebuah simbol keluarga naga emas berada tepat di pintu kereta kuda. dia membuka pintu kereta dan menemukan beberapa kotak berisi ramuan herbal yang ditinggalkan oleh Xioe. Dia merasa bingung, mengapa keluarga Naga emas meninggalkan ramuan herbalnya bersama dengan kereta kudanya di sini.
Komandan Arif keluar dari kereta kuda, dan melihat mayat salah satu bandit di dekat kereta kuda itu, mayat itu bersandar di dekat roda kereta yang telah Hancur. Dia memeriksa mayat itu dan menemukan sebuah bekas gigitan anjing.
Dia melihat gigitan anjing itu secara seksama. mencoba menutup matanya dan tenggelam dalam kepalanya memikirkan beberapa petunjuk petunjuk di fikirannya.
" Jejak kuda di sungai, kereta kuda dengan simbol klan Naga emas, ramuan herbal yang ditinggalkan, mayat para bandit dan gigitan seekor anjing di salah satu mayat seorang bandit" gumam Komandan Arif dari dalam hatinya.
Komandan Arif membuka matanya, dia sedikit tersenyum. sepertinya dia mulai memahami sesuatu.
" kalian cepat bereskan mayat para bandit dan ambil kotak yang ada di dalam kereta kuda, kita akan segera menuju ke kediaman klan Naga emas" pinta komandan Arif kepada pasukannya.
di kediaman klan Naga emas.
Xio Hong nampak terburu buru meninggalkan ruangannya. dia memerintahkan salah satu pengawalnya untuk menjaga Matahari yang sedang tertidur. Dia dengan segera berjalan menuju ruangan milik Xioe. dengan sedikit mengerutkan keningnya dia masih penasaran dengan energi murni yang keluar dari tubuh milik Bulan.
TOK TOK TOK. suara ketokan pintu terdengar dari ruangan milik Xioe. Xioe bergegas membuka pintu di ruangannya dan melihat seorang pria kecil bersama dengan Rambo.
Pria kecil itu adalah anak dari Xioe. umurnya sama dengan Bulan. kulitnya putih layaknya seorang bangsawan. nama pria kecil itu adalah Xio wun.
Xioe yang melihat itu lantas menggelengkan kepalanya. Dia menunjuk ke arah Bulan seraya menjelaskan kepada anaknya bahwa anjing itu sudah memiliki tuannya sendiri.
Rambo yang melihat Bulan sudah sadar segera berlari kearahnya. Dia melompat dan duduk tepat kepangkuan dari Bulan. Bulan Hanya sedikit melirik Rambo dan mengelus kepalanya tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Xio wun menatap Bulan dengan kebingungan, dan hendak bertanya kepada ibunya tentang keadaan dari Bulan.
tapi sebelum dia sempat bertanya Xio Hong telah sampai di hadapan mereka. Xioe dan Xio wun lantas segera memberikan salam kepada Xio hong.
" Ayah bagaimana keadaan pria itu,,,?" tanya Xioe.
" pria itu sudah aku obati, dia sekarang hanya butuh istirahat, mungkin membutuhkan beberapa hari baginya untuk sadar, aku sudah memerintahkan pengawal untuk menyambungkan herbal cair ketubuhnya agar dapat menyuplai kebutuhan energinya" ujar Xio Hong.
__ADS_1
Xioe sedikit tersenyum lega mendengar penjelasan dari Xio Hong.
" Aku harus memeriksa keadaan anak itu juga. ada sesuatu di dalam tubuhnya yang membuatku merasa penasaran. kalian jangan ada yang mengganggu" pinta Xio Hong.
Xioe tanpa bertanya mengiyakan permintaan dari ayahnya. dia menyuruh Xio wun untuk mengambil Rambo dari pangkuan Bulan. Merekapun menunggu di luar dan meninggalkan Xio Hong berdua bersama dengan Bulan.
Xio Hong berjalan mendekat ke Arah Bulan. dia mencoba mengajak Bulan berbincang untuk sekedar basa basi. akan tetapi Bulan tetap saja dengan tatapan kosongnya tidak menghiraukan keberadaan dari Xio Hong.
" Sepertinya anak ini mengalami syok berat, apa sebenarnya yang kau alami gadis kecil" gumam Xio Hong.
Xio Hong menarik nafas dalam dalam. Tubuhnya telah letih setelah menggunakan inti emasnya ketika mengobati Matahari. Tapi rasa penasarannya membuatnya ingin menggunakan kekuatannya sekali lagi untuk melihat energi apa yang berasal dari tubuh Bulan.
Xio Hong berusaha fokus. Dia membuka kekuatan inti emasnya kembali, pupil biru muncul dari matanya. Ketika dia mencoba melihat aliran energi di tubuh bulan, Dia hanya melihat cahaya putih yang amat menyilaukan keluar dari tubuh bulan, Energi cahaya itu melemparkan tubuh tuanya kebelakang dan darah segar mengalir Dari mulutnya.
" Energi macam apa ini. Energi ini begitu murni dan bukan berasal dari aliran chi di jantungnya. mungkinkah Energi ini energi dewa. jangan jangan anak ini telah mewariskan Energi cahaya dari Dewa Apollo. tapi kenapa anak antah berantah bisa mewarisi energi ini" berjuta pertanyaan muncul di fikiran Xio Hong membuatnya sedikit pusing.
Xio Hong menutup kembali kekuatan inti emasnya. dia tidak berani lagi melihat secara langsung bentuk energi dari Bulan. Dalam fikirnya mungkin dia bisa mati jika terus berusaha melihat energi murni itu.
Xio Hong berusaha untuk bangkit . Dia berjalan kembali mendekat kearah Bulan yang masih tanpa ekspresi, mencoba mencari tau identitas dari anak itu. Dia penasaran mengapa anak ini dapat mewarisi kekuatan dari sang Dewa apollo.
"Siapa sebenarnya dirimu gadis cantik,,,?" ucap Xioe sambil melirik memperhatikan tubuh Bulan mencari sebuah petunjuk.
Bulan tetap tidak bereaksi dengan pertanyaan dari Xio Hong. rasa trauma dalam dirinya membuat dia seakan tidak perduli dengan keadaan sekitar.
tatapan Xio Hong tiba tiba berhenti dan tertuju pada kalung yang digunakan oleh Bulan. Dia mengangkat kepala kalung untuk melihat Dengan jelas bentuk dari kalung itu.
Mata Xio Hong tiba tiba membelalak, keringat mengucur deras dari kening tuanya, tangannya bergetar menggenggam kepala dari kalung yang di gunakan oleh Bulan. dia tau betul arti dari bentuk Matahari di kalung emas yang di kenakan oleh Bulan.
Xio Hong melepaskan tangannya dari kalung itu. dengan segera dia memeluk erat tubuh Bulan. di matanya mengalir tangis yang amat deras membasahi pipi dan janggutnya, layaknya air terjun membasahi bebatuan di bawahnya.
" Temanku,, maafkan aku. Waktu itu aku tidak bisa membantumu, padahal kau selalu ada untuk melindungiku. Kini takdir membawa cucumu kehadapanku, aku berjanji dengan nyawaku, tidak akan aku biarkan cucumu ini mengalami penderitaan" ucap Xio Hong dalam hatinya.
__ADS_1
Xio Hong terus memeluk erat Bulan, sesekali dia mencium cium kening dari Bulan. Rasa letihnya seakan tergantikan dengan rasa gembira. Dia sekarang mengetahui identitas dari Bulan dan mengapa kekuatan dari dewa apollo ada ditubuh Bulan.
Bersambung