
Xioe diikuti oleh para pengawal memacu kudanya dengan sangat cepat. mereka memasuki sebuah desa yang cukup besar. para warga yang melihat kedatangan Xioe menghentikan aktifitasnya dan hendak memberi hormat kepadanya.
" Kalian semuah menyingkir, menjauhlah dari jalan" ucap Xioe kepada warga yang mulai berkumpul sambil terus memacu kudanya.
para warga segera menyingkir dari jalan dan memberikan ruang untuk iringan kuda Xioe yang melaju dengan cepatnya.
para warga mulai berbisik satu sama lain. mereka bingung apa yang terjadi. Pertama Xio yan pulang lebih dulu tanpa Xioe, kemudian sekarang Xioe datang memacu kudanya dengan cepat sambil membawa pria dan gadis kecil asing yang sedang pingsan.
Sebuah bangunan megah mulai nampak dihadapan iringan kuda dari Xioe. bangunan itu berwarna kuning emas, di depan gerbangnya terdapat dua buah patung naga emas berdiri dengan kokoh, seakan menyambut para tamu yang datang.
di depan patung itu berdiri Xio yan bersama dengan seorang pria tua dengan wajah yang cemas. pria tua itu memilik janggut putih yang panjang, urat urat nadinya nampak keluar menonjol di lengannya akibat usia. pria tua itu mengenakan pakaian berwarna emas Dengan sebuah simbol naga emas di belakang bajunya. pria tua itu adalah ayah dari Xioe Bernama Xio hong.
Rombongan Xioe segera menghentikan kuda mereka tepat di depan gerbang bangunan itu. Xioe segera melompat dari kudanya dan menghampiri Xio Hong sambil memberikan salam kepada ayahnya. ayahnya yang melihat Xioe segera memeluknya untuk melegakan rasa khawatirnya.
" Kamu darimana Xioe, apa kamu baik baik saja" ucap Xio hong sambil memeriksa luka gores yang ada di leher milik Xioe.
" Aku baik baik saja ayah, yang terpenting sekarang tolong selamatkan pria ini, sepertinya dia sedang sekarat akibat di gigit ular, dan lengannya juga terluka oleh sebuah anak panah" ucap Xioe sambil memerintahkan pengawalnya untuk menurunkan Matahari dari atas kuda.
Xio Hong segera mengiyakan permintaan anaknya. Dia memerintahkan para pengawal untuk segera membawa Matahari masuk ke dalam ruangannya.
ketika Xio Hong hendak pergi, matanya tiba tiba membelalak, dia merasakan sebuah energi yang amat besar. Energi ini murni, berbeda dari energi seorang praktisi inti emas. Dia menoleh dan melihat Bulan sedang dibawa oleh pengawalnya. dia mencoba mendekati Bulan untuk sedikit menyelidikinya, dia tau bahwa energi murni yang dia rasakan itu berasal dari tubuh Bulan.
" Apa yang ayah lakukan, anak ini biar aku yang tangani ayah. cepat pria itu sedang sekarat" ujar Xioe kepada ayahnya, agar ayahnya tidak membuang buang waktu dan segera mengobati Matahari.
Xio Hong yang mendengar itu tidak jadi mendekati Bulan. Dia berbalik dan bergegas menuju ruangannya untuk segera mengobati Matahari. Dengan sedikit mengerutkan keningnya dia amat penasaran dengan energi apa yang keluar dari tubuh Bulan.
Para pengawal telah sampai ke ruangan milik Xio Hong. ruangannya cukup luas, di tiap sisi ruangan itu terdapat tungku tungku guci yang berisi aneka ramuan herbal. di dekat tempat pembaringan terdapat sebuah patung manusia dengan puluhan jarum menancap di tiap sisi tubuh patung itu.
" Cepat baringkan dia, dan segera pergi dari sini jangan lupa menutup pintunya. aku butuh kefokusan tinggi untuk mengobati pria ini" pinta Xio Hong kepada pengawalnya.
Setelah para pengawal membaringkan Matahari dan bergegas pergi, Xio Hong pun memulai pengobatannya.
Xio Hong mulai mengambil sebuah ramuan, mengolesinya di bekas gigitan ular di lengan milik Matahari, kemudian sisa ramuan itu dia bakar dan meniupkannya ke arah Matahari agar Matahari dapat menghirupnya.
Xio Hong kemudian membuka kekuatan inti emasnya. matanya berubah warna menjadi Biru muda, penglihatannya seakan tembus kedalam tubuh milik Matahari. Dengan penglihatannya dia dapat melihat aliran racun yang mengalir di tubuh Matahari. aliran racun itu berusaha masuk kedalam jantungnya, tapi semacam energi kuat menyelimuti jantung milik Matahari dan melapisinya sehingga racun itu tidak bisa masuk dan menggerogoti kedalam jantungnya.
__ADS_1
" haha hahaha, kau ternyata seorang praktisi inti emas. pantas saja kau dapat bertahan dari racun yang ganas ini" ucap Xio Hong setelah melihat langsung aliran tubuh milik Matahari.
Xio Hong membuka baju milik Matahari. Menampakkan sebuah bekas luka tebasan terpampang di dada kanan menuju perut kiri milik Matahari.
Xio Hong yang melihat bekas luka itu hanya menarik nafas dalam dalam. dia berfikir bahwa Matahari pasti pernah bertarung dan terluka oleh seorang praktisi inti emas yang kuat. Karena hanya praktisi inti emas yang dapat melukai praktisi lainnya.
Xio Hong membuka telapak tangannya keatas. beberapa jarum yang tertancap di boneka tercabut dan melayang layang disekitar telapaknya. di pandu dengan penglihatannya dia menggoyangkan jarinya menerbangkan jarum satu persatu menusuk ke tubuh Matahari ke arah jalur yang dilalui oleh racun itu.
Matahari yang tubuhnya di penuhi jarum, dengan sedikit terbatuk dia memuntahkan sebuah darah hitam dari mulutnya.
" hhhhhh racunnya telah keluar, sekarang tergantung pada ketahanan tubuhmu anak muda, Selanjutnya biar aku obati luka bekas anak panah ini" ucap Xio Han sedikit bergumam.
Dalam mimpi Matahari.
Matahari terbangun disebuah ruangan kosong, dia melihat sekeliling dan tidak menemukan apa apa, hanya sebuah ruangan berwarna putih dan dia berdiri ditengahnya.
" Ayah apakah itu kamu"
Sebuah suara memanggilnya ayah mengagetkannya. Dia menoleh ke asal suara itu. Seketika ruangan yang tadinya putih kosong berubah menjadi padang rumput yang luas. Di tengah padang rumput itu berdiri seorang gadis kecil menggendong seekor anak anjing. Wajah dari anak kecil itu seakan tidak asing dibenaknya.
" Bunuh mereka semua, jangan ada yang tersisa,,!"
Suara aneh seketika muncul dari kepalanya. tempat yang tadinya sebuah padang rumput yang indah berubah menjadi bangunan bangunan rumah yang terbakar. gadis kecil tadi kini terduduk, tubuhnya berlumuran dengan darah. Sambil menangis gadis itu memanggil manggil Ayahnya.
Sebuah pedang muncul di lengan Matahari, pedang itu berlumuran dengan darah. Armor ditubuhnya kini telah setengah hancur. dia berusaha berjalan menuju ke arah gadis kecil dan memegang pundaknya.
" Mengapa ayah melakukan ini" ucap gadis kecil itu.
secara tidak Sadar air mata mengalir dengan deras dari mata Matahari, Dia sambil menagis menjawab gadis kecil itu.
" Maafkan aku Rosa, aku harus melakukan ini".
" jika ini memang seharusnya, tolong ayah jaga anak anjing ini, beri dia nama Rambo, agar tumbuh menjadi anjing yang hebat" ucap Rosa.
Matahari mengambil anak anjing itu, dan segera memeluk Rosa. seketika angin berhembus kencang, tubuh dari Rosa berubah menjadi abu dan hilang tertiup oleh hembusan angin yang kencang.
__ADS_1
Belum lepas kebingungan dari benak Matahari, kini sekarang dia berdiri di sebuah tebing yang curam. di belakangnya terdapat Komandan Arif beserta pasukan yang siap menyerangnya.
Matahari menatap jurang yang berada di bawah tebing itu. dia hanya melihat sebuah tempat kosong yang gelap. dengan menutup matanya dia hendak melompat kearah jurang itu.
" Paman Matahari, tolong Paman"
Mendengar panggilan itu, Matahari menghentikan langkahnya yang hendak melompat. dia menoleh kebelakang. Dia melihat Bulan Dan Rambo sedang berlari menuju arahnya dikejar oleh Komandan Arif beserta pasukannya.
Matahari menutup matanya. air mata menetes kembali membasahi pipinya.
" maafkan aku Rosa, blom saatnya aku bergabung" ucap Matahari dari dalam hatinya.
Dia mebuka matanya dan berlari menuju Komandan Arif dan pasukannya. Dia secara membabi buta menghajar satu persatu prajurit yang ada di hadapannya Sambil berusaha melindungi Bulan dan Rambo.
Di dunia nyata.
Xio hong yang sedang menjahit luka panah dari lengan Matahari, seketika terkejut melihat aura dasyat keluar dari tubuh Matahari.
" Sialll,, kenapa tiba tiba aura inti emasnya Bocor" ucap Xio Hong sedikit panik.
Xio Hong segera berdiri dan mengaktifkan kembali kemampuan inti emasnya. Dengan mata birunya dia melihat aura di jantung milik Matahari akan segera meledak Dan menghancurkan jantung milik Matahari.
Xio Hong mengambil kuda kuda, dia sedikit memutar mutar tangannya mencoba menahan aura yang keluar dari tubuh Matahari. dia juga menerbangkan beberapa jarum menusuk tepat di jantung Matahari guna menenangkan aliran chi yang siap meledak kapan saja dari dalam tubuh Matahari.
guci guci mulai bergetar dan bergeser dari tempatnya, sebaian guci juga ada yang pecah akibat benturan energi inti emas milik Xio Hong dan Matahari.
" Sial,,, seberapa kuat energi inti emasmu anak muda. jika kau berhasil selamat akan kubuat kau membayar mahal karena membuatku harus menggunakan segenap kekuatanku" Ucap Xioe sambil terus berusaha menekan energi yang keluar dari tubuh Matahari.
getaran di guci perlahan berhenti. Aura inti emas yang keluar dari tubuh Matahari perlahan mulai tenang.
Xio hong sambil menarik nafas dalam dalam terduduk lesu dikursinya, dia amat keletihan. Sambil menunjuk kesal kearah Matahari dia sedikit bergumam.
" Bocah sialan, tapi kau blomlah tandingan pria tua dengan sejuta pengalaman ini".
BERSAMBUNG
__ADS_1