TITISAN PARA DEWA

TITISAN PARA DEWA
BAB 15 KELUARGA YANG HILANG


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, nampak Matahari telah sembuh dari kritisnya. Kini dia telah sehat bugar.


Matahari tersentak kaget ketika dia melihat bayangan dirinya dari dalam cermin.


" waaaaaaiiiii,,, Siapa itu,,,,?" teriak Matahari berlari sambil menunjuk kearah cermin.


Matahari perlahan melangkah kembali kedepan cermin, dia memegang pipinya. Dan akhirnya sadar bahwa bayangan itu adalah dirinya. Dengan sedikit bergaya didepan cermin Dia membanggakan diri, Dia Sangat kagung Dengan penampilannya saat ini


Penampilan Matahari kini agak berbeda. Kumis dan janggutnya yang tidak terurus telah dihilangkan. rambutnya yang panjang telah terpangkas rapi, Tubuhnya yang kotorpun kini telah bersih dan dia mengenakan satu set Baju yang amat rapi. Matahari kini nampak gagah dan tampan Layaknya seorang prajurit.


Matahari yang masih tidak menyangka perubahan dirinya melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatannya. Diluar dia disambut dengan hangat oleh Xioe.


" Kamu mau menumi anakmu " Ucap Xioe. Xioe masih belum mengetahui identitas dari Bulan, karena Xio Hong memilih merahasiakan identitas Bulan dari semua orang. Xioe masih beranggapan bahwa Bulan adalah anak dari Matahari.


Matahari sejenak mematung dan berfikir siapa anaknya. Tak lama dia berfikir akhirnya dia ingat dengan Bulan. mungkin yang di maksut anaknya oleh Xioe adalah Bulan.


" AAAHHHHH,, Bulaaan" Ucap Matahari sambil mengangkat jari telunjuknya.


" Oo ohh namanya Bulan. Ayo ikut denganku aku akan mengantarkanmu, di sana ada anjingmu juga" Ucap Xioe.


Matahari mengiyakan ajakan Xioe sambil memperkenalkan namanya. Setelahnya Matahari mengikuti kemana arah Xioe berjalan. Di sepanjang jalan di lorong lorong rumah milik keluarga Xioe terdapat banyak sekali motif motif bertemakan naga emas. Matahari yang melihat motif naga emas sejenak berfikir, sepertinya dia pernah melihat motif itu tapi entah di mana.


Matahari dan Xioe telah tiba tepat di depan pintu masuk ruangan dari Bulan. Mereka melihat Bulan sedang mengelus ngelus kepala Rambo yang tidur di pangkuannya. Penampilan Bulan juga telah berubah, dia mengenakan baju yang rapi, rambutnya yang panjang nampak terikat, dan lengannya yang memiliki simbol Matahari kini telah dililit perban oleh Xio Hong dengan beberapa simbol terukir diatasnya untuk menutupi identitas kekuatan dewa Apollo. Keadaan trauma Bulan juga sudah agak mendingan akan tetapi suaranya masih belum keluar.


Rambo yang melihat tuannya datang segera melompat kegirangan kepelukan Matahari, walaupun penampilan Matahari telah berubah tetapi Rambo masih kenal betul dengan aroma tuannya.


" Waaaiiiii,,, Rambo, kamu agak gemukan. Jangan jangan kamu mencuri stock makanan disini" Ucap matahari sambil tertawa lebar.


Rambo yang terlalu rindu dengan tuannya, terus menjilati wajah dari Matahari, menyebapkan wajahnya dipenuhi oleh liur dari Rambo.


" Anjing nakal, Aku sudah keren begini kau kotori" Ucap Matahari agak kesal sambil menyentil telinga panjang milik Rambo.


Xioe yang melihat tingkah matahari dan Rambo, segera menutup mulutnya dan tertawa kecil.

__ADS_1


Matahari yang sedang bercanda Dengan Rambo, melihat Bulan duduk termenung sambil menatapnya. Dia menurunkan kembali Rambo dan berjalan melangkah kearah Bulan.


Matahari duduk disamping Bulan sambil mengelus ngelus rambutnya.


" Hei putri tidur akhirnya aku bisa melihatmu bangun juga, hahahaha" Ucap Matahari. Matahari memanggil Bulan dengan sebutan putri tidur karena selama perjalanan dengannya Bulan banyak sekali mengalami pingsan.


Bulan menatap Matahari, matanya perlahan berkaca. Dia menarik dan mencengkram baju milik Matahari, mukanya dia tutup tepat dipelukan Matahari dan menangis sejadi jadinya.


" Kau tenang saja, Aku akan membantumu menemukan kakakmu" Ucap Matahari sambil memeluk erat tubuh Bulan.


Xioe yang melihat itu meneteskan air mata karena terharu. Dia mendekati Bulan dan mengelus kepalanya.


" Jadi kalian kehilangan satu anggota keluarga, aku Mengerti perasaan kalian, Aku juga pernah kehilangan seseorang yang sangat berharga bagiku" Ucap Xioe sambil melirik kesebuah lukisan di atas tempat tidur Bulan. Dilukisan itu nampak terlukis anggota keluarga dari klan Naga emas.


Matahari melirik kearah lukisan itu. Dia melihat satu persatu wajah anggota keluarga klan Naga emas. Lirikannya sentak berhenti disalah seorang pria dalam lukisan yang berdiri tepat disamping Xioe.


" Naga emas Alex" Ucap Matahari.


Xioe yang mendengar itu spontan kaget, Dia menggigit bibirnya, Tangisan mengalir dari matanya. Sudah lama dia kehilangan Suaminya Alex. Alex dulu tergabung dalam pasukan pelindung Raja, Kabar keberadaanya hilang ditelan bumi pasca tragedi penggulingan raja Eliasi.


" A,, apakah kau mengenal suamiku, Alex,,,?"


Xioe yakin Matahari dan suaminya pasti saling mengenal, terbukti dari Matahari yang menyebutkan nama naga emas Alex ketika melihat lukisan keluarganya.


Matahari sejenak berfikir, Dia juga bingung mengapa dia bisa menyebutkan nama naga emas Alex. Matahari menggelekan kepalanya dia sama sekali tidak mengingat apa apa.


Xioe menggenggam pundak Matahari, dan sekali lagi bertanya sedikit memaksa Matahari untuk mengingat. Tapi Matahari tetap menggelengkan kepalanya tidak mengetahuinya.


Xio menghela nafas, Air Matanya masih mengalir, Dia mengira akan mendapatkan petunjuk keberadaan suaminya dari Matahari, tapi kelihatannya Matahari hanya mengetahui namanya saja.


Keadaan Ruangan itu mendadak membuat Matahari canggung, dia tidak tahu harus berbuat apa, Isak tangis Bulan dan Xioe membuat hatinya sangat bersimpati.


Tok Tok Tok

__ADS_1


Tiba tiba suara ketukan pintu memecah kecanggungan di ruangan itu. Xioe segera menghapus air matanya dan membuka pintu. Dari balik pintu muncul seorang pengawal memberi salam kepada Xioe.


" Salam nona Xioe, Anda dipanggil oleh Tuan Xio Hong menemuinya diruang latihan, Anda juga diperintahkan oleh tuan untuk mengajak pria itu" Ucap pengawal.


Xioe yang mendengar perintah itu segera mendekati Matahari dan mengajaknya untuk ikut denganya menemui Xio Hong diruang latihan.


Matahari mengiyakannya dan segera mengikuti Xioe sambil menggendong Bulan. Dia tidak ingin meninggalkan Bulan yang sedang bersedih, jadi dia mengikut sertakannya, Xioe juga tidak mempermasalahkan hal itu.


Ditengah perjalanan Xioe melihat anaknya Xio wun. Xio wun melirik kiri dan kanan seperti orang linglung sedang mencari sesuatu.


" Xio wun,, kemarilah ikut dengan kami menemui kakekmu" Teriak Xioe.


Xio wun samasekali tidak memperdulikan panggilan dari Xioe, dia sepertinya sedang sangat serius mencari sesuatu.


Xioe dengan agak kesal berjalan mendekati Xio Wun. tapi Xio wun bahkan tidak memperdulikan keberadaan Xioe.


" Anak nakal, biasanya kamu langsung menemui ibu ketika dipanggil kenapa sekarang kamu cuekin ibu" Ucap Xioe sambil menjewer telinga Xio wun.


Xio Wun sedikit berteriak ketika sedang dijewer oleh Xioe. Dia melirik kearah Xioe menatapnya dengan tatapan bingung.


" I,,, ibu,,, ya ibu, benar ibu,, maafkan aku Bu, aku tidak melihat ibu" Ucap Xio Wun.


" Kau tidak melihat Ibu yang sebesar ini, dasar kau anak nakal, ayo ikut ibu mengantar tamu kita ke kakekmu" Ucap Xioe agak kesal.


Xio Wun melirik kearah Bulan yang sedang digendong oleh Matahari. Dia mengerutkan alisnya dan tersenyum kearah Bulan, Dan segera ikut bersama ibunya untuk Menemui Xio Hong.


Mereka akhirnya sampai ditempat pelatihan. Ditempat itu nampak beberapa pengawal sedang berlatih, ditempat itu nampak Xio Yun sedang memberikan arahan kepada para pengawal. Sedangkan Xio Hong sedang duduk manis sambil menikmati secangkir teh di ujung ruangan latihan.


Mereka semua medekati Xio Hong sambil memberinya salam. Xio Hong berdiri menyambut dan memberikannya salam balasan kepeda mereka.


" Ada perlu apa ayah mencari kami" tanya Xioe.


Xio Hong menatap mereka semua,,,,,,,

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2