
Beberepa hari telah berselang. Matahari kini bekerja sebagai pelayan di kediaman klan naga emas. Dia nampak membersihkan lorong lorong panjang rumah itu dengan lincahnya.
Rasa lega muncul ketika Matahari telah sampai diujung ruangan itu, Dia membasuh keningnya yang penuh keringat dengan lengannya, Semuanya telah dibersihkan ungkapnya dalam hati.
Tiba tiba Rambo datang masuk kelorong itu dengan berlari kencang. kaki kaki Rambo dipenuhi dengan lumpur menyebapkan lantai yang tadinya bersih menjadi kotor kembali.
Matahari yang melihat itu menganga kaget.
" Sialan kau Rambo,,, akan aku jadikan kau kain pel" Teriak Matahari kesal sambil melemparkan kain pel ditangannya menuju ke Rambo dan segera mengejar Rambo.
Rambo yang terkejut segera mengerem larinya, dan dengan ketakutan berlari menjauh dari kejaran Matahari. Mereka saling kejar kejaran di lorong itu yang menyebapkan beberapa perabot berserakan kemana mana. Ruangan yang tadinya bersih kini menjadi amburadul.
" Dapat kau Rambo" Teriak Matahari sambil melompat kearah Rambo dan menangkapnya. Lompatan mereka menyebapkan sebuah pintu diruangan itu hancur.
Di dalam ruangan itu terdapat Xio Hong yang sedang bersemedi Dengan fokusnya. sangking fokusnya Dia sama sekali tidak memperdulikan keributan yang diciptakan oleh Matahari dan Rambo.
Matahari yang melihat Xio Hong sedang bersemedi segera meminta maaf tapi sama sekali tak diperdulikan oleh Xio Hong. Dia akhirnya menarik Rambo keluar dari ruangan itu secara perlahan.
Tepat di depan pintu ruangan itu Matahari melihat sekeliling lorong yang tadinya bersih kini Amburadul. banyak guci berserakan dimana mana. Dengan kesal dia menjewer kuping si Rambo.
" Kau harus membantuku Rambo sebelum Kakek bau tanah ini memarahi kita" Ucap Matahari.
Mendengar sebutan kakek bau tanah membuat telinga Xio Hong sedikit bergerak, sepertinya dia mulai sadar keberadaan dari Matahari.
" Akan aku tambah hukumanmu menjadi lima tahun karena mengganggu semediku" Ucap Xio Hong yang masih menutup mata dalam semedinya.
Mendengar itu spontan Matahari terperangah kaget. Dia berjalan mendekat kearah Xio Hong yang sedang bersemedi.
" Kakek bau tanah, kau ingin aku menggalikan kuburmu besok pagi haaaa,,, " Ucap Matahari yang kesal.
"Jika kau tidak ingin aku tambahkan hukumanmu, duduklah disampingku dan lakukan hal yang sedang aku lakukan" Ucap Xio Hong. Xio Hong tau bahwa didalam tubuh Matahari ada energi inti emas, jadi dia mengajaknya untuk bersemedi bersamanya.
Kekesalan dari Matahari seketika berkurang mendengar itu, Dia menoleh kebelakang dan menyuruh Rambo untuk pergi.
" Baiklah kakek, cuma duduk begini kan. tapi ingat jangan tambahkan hukumanku" Ucap Matahari sambil duduk disamping Xio Hong. Disusul anggukan kecil dari Xio Hong.
Matahari yang duduk disamping Xio Hong perlahan menutup matanya. Dia seketika merasakan detak jantungnya berdetak sangat kencang seakan menarik sebuah energi disekitarnya. Energi itu perlahan berkumpul dan berputar putar di jantungnya.
" Energi yang kau rasakan itu adalah energi Chi dari alam, terus rasakan dan serap kemudian lepaskan " Ucap Xio Hong yang masih dalam keadaan bersemedi.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti Matahari memasuki kondisi Anatta. Dia bisa merasakan energi alam yang memuncak di sekitarnya. Dia menjoba mengihisap semua energi disekitarnya seperti orang yang sedang kelaparan.
Xio Hong merasakan hal aneh disekitarnya. Dia merasa energi Chi disekitarnya seketika menipis. Dia perlahan membuka matanya, Seketika dia terkejut melihat energi alam yang berputar putar membeludak masuk kearah tubuh Matahari.
" Sekuat apa inti emas pria ini" Gumam Xio Hong dari dalam hatinya, Dia terus menatap Matahari dengan tatapan kagum.
Matahari yang fokus dalam semedi perlahan menggetarkan tubuhnya. Tubuhnya mulai merasakan keram, matanya dia keraskan seakan menahan sesuatau.
Xio Hong yang melihat itu mencoba mendekatkan wajahnya mencari tau,
" Mengapa tubuh pria ini bergetar. apa terjadi sesuatu yang salah, hei bocah jangan ditahan coba lepaskan" Ucap Xio Hong.
Matahari tiba tiba mengangkat bokongnya tepat kearah wajah dari Xio Hong yang tadi mendekat.
PRRRRREEEEEEEEEETTTT,,
Suara kentut seketika keluar tepat diwajah dari Xio Hong.
" Aaaahhh leganya,,," Ucap Matahari dengan polosnya.
Xio Hong seketika menutup hidungnya, Dia menampar tepat ketubuh Matahari dan menyebapkan Matahari terpental keluar dari ruangan itu.
" Maafkan aku kakek bau tanah, kau tadi bilang lepaskan" Teriak Matahari sambil berlari menjauh dari kejaran Xio Hong.
kemarahan Xio Hong bertambah ketika dia keluar dari ruangan itu dan melihat lorong rumahnya hancur berantakan seperti baru saja terjadi gempa.
" MMAAATTAAHHAARRIII, Akan aku pajang kepalamu di kamarku" Teriak Xio Hong dengan kesalnya Dan berlari kembali mengejar Matahari.
Xio Hong mengejar matahari seperti predator yang lapar, dia mengambil guci yang berserakan sambil melemparnya satu persatu kearah Matahari, beberapa lemparannya bahkan mengenai tubuh Matahari.
Mereka terus saja kejar kejaran hingga memasuki ruangan pelatihan para pengawal. Para pengawal yang sedang belatih tiba tiba berhamburan ketika melihat Xio Hong yang sangat marah melempar apa saja kearah Matahari.
Matahari terpojok disalah satu sudut ruangan, Dia amat ketakutan melihat Xio Hong berjalan mendekat sambil membawa guci guci ditangannya. Di mata matahari dia melihat Xio Hong seperti singa yang siap menerkam seekor domba yang terpojok, dan yang terburuk dialah dombanya.
Xio Hong dengan cepatnya melempar puluhan guci mengarah ke Matahari. Matahari refleks mengambil sebuah pedang yang tegantung di atasnya, dan dengan lincah menahan serangan guci guci itu dengan lincah seperti seorang pendekar sejati.
" Oouuu kau mahir menggunakan pedang juga rupanya anak ingusan" gumam Xio Hong. guci didekat Xio Hong telah habis, kini dengan marah Xio Hong menghampiri anak panah didekatnya dan melemparnya satu persatu kearah Matahari. Anak panah yang dilemparkannya melaju cepat seakan dilepaskan oleh pemanah profesional.
" Kau ingin membunuhku kakek bau tanah" Teriak Matahari sambil menahan puluhan panah yang menuju kearahnya.
__ADS_1
" Sudah kukatakan akan aku pajang kepalamu dikamarku" Teriak Xio Hong sambil terus melempar anak panahnya.
Para pengawal yang ada disana berlarian tak tentu arah, mereka semua katakuatan dengan kemarahan Xio Hong tapi juga kagum dengan kelincahan Matahari menahan lemparan anak panah dari Xio Hong.
Xio Hong akhirnya kehabisan anak panah. Dia segera mengambil sebuah pedang kayu dari salah satu pengawal dan segera berlari menuju Matahari.
" Kita lihat kemampuan berpedangmu anak ingusan" Teriak Xio Hong.
" Jangan salahkan aku jika kau dikubur besok kakek bau tanah" Teriak Matahari sambil berlari maju menyerang Xio Hong.
SRRRRAAAATTTTTTTT
Matahari mengayunkan pedangnya menuju Xio Hong. Xio Hong dengan satu langkah kaki menghindari serangan itu, dan memukul pedang kayu itu tepat kekepala Matahari, menyebapkan kepala matahari bengkak membenjol.
Matahari memegang kepalanya sambil berteriak kesakitan. Dia melirik kearah Xio Hong dengan tatapan kesal dan segera berlari kembali mencoba menyerangnya.
TONG, TONG, TONG, SERATONG TONG
Serangan demi serangan tongkat kayu medarat diberbagai tubuh dari Matahari.
Matahari akhirnya tidak bisa bergerak dengan tubuh yang bonyok akibat pukulan pedang kayu dari Xio Hong.
" kakek bau tanah sialan, akan kubalas kau nanti" ucap Matahari yang terbaring lemah sambil melempar pecahan guci kearah Xio Hong.
Pecahan guci itu mendarat tepat didada Xio Hong. Mata Xio Hong seketika menyala dan.
BBBRRRRAAAAKKKKKKK
pedang kayunya dia ayunkan dengan keras menuju tubuh Matahari, sangking kerasnya pedang itupun patah menjadi dua.
" Mulai besok kau tidak usah membersihkan lagi, kau cukup datang kemari dan berlatihlah menjadi prajurit yang kuat, kau juga ikut dengan Xio yun untuk bersemedi" Ucap Xio Hong sambil berjalan meninggalkan Matahari yang sudah terkapar babak belur.
Crraaaannngggg,,,,
Sebuah pecahan guci tiba tiba melayang dan pecah tepat dibelakang kepala Xio Hong.
" BOOCCCAAAAHHHHHH KUUUURAAAAANG AAAAJJJAAARRRR" Teriak Xio Hong.
BBBRRRAAAGGG, BRRRAAAGGGGG, BBBRRAAAAGGG
__ADS_1
BERSAMBUNG