TITISAN PARA DEWA

TITISAN PARA DEWA
BAB 2 KEKUATAN MISTERIUS CAHAYA DAN KEGELAPAN


__ADS_3

Di sebuah pasar di Negeri Berlian.


Hiruk pikuk aktifitas warga sangat ramai di negeri itu. suara tawar menawar membisingkan telinga layaknya lebah yang sedang berdengung di telinga.


Bulan melangkah perlahan diantara kerumunan warga. dia sama sekali tidak terganggu dengan aktifitas sibuk para warga, wajahnya yang polos dan cantik sesekali dia tengokkan ke kiri dan kanan.


Langkah kecilnya terhenti ketika dia melihat sebuah toko perhiasan. dia dengan tubuh kecilnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam toko itu.


Bulan berdiri tepat di samping rak yang penuh dengan berbagai Macam perhiasan. sesekali matanya melirik berbagai macam perhiasan yang nampak cantik. tatapannya terhenti ketika dia melihat sebuah patung kecil berbentuk naga emas di atas rak itu.


Dia hendak memegang patung itu, tapi tiba tiba dia di kagetkan oleh seorang pria yang menggenggam pundaknya dari belakang.


"Adik kecil, kamu sedang mencari sesuatu, aku Xio Han, siap membantu adik kecil" ucap pria itu.


Bulan segera membalikkan badannya, dia melihat seorang pria kekar, mengenakan sebuah topi bundar, dengan sebuah kaca mata bulat melekat di hidungnya.


"Aku ingin menjual sesuatu Paman" ucap Bulan sambil memberikan salam kepada Xio Han.


Xio Han melirik Bulan, melihat pakaian Bulan yang kusam, jiwa pesimis di dirinya muncul, dalam hatinya berbisik kalau dia tidak akan mendapatkan untung jika melayani anak ini.


" maaf adik kecil, kami tidak membeli perhiasan lama, coba adik kecil mencari toko lain" ucap Xio Han, walaupun dia pesimis melihat Bulan, tetapi dia tetap menjaga sopan santun di hadapan anak itu.


"Paman coba lihat dulu, barangkali paman berminat, ini kalung emas Dan juga sebuah kotak Emas" ucap Bulan sambil mengeluarkan kalung dan titahnya.


Xio Han yang melihat itu segera mengambil kalung dan titahnya. Dia memperhatikan dengan seksama kalung dan titah itu. keringat tiba tiba mengucur dari keningnya, Matanya terbelalak melihat simbol yang ada di kalung dan titah itu.


"Siapa nama adik kecil, dan Dari mana adik mendapatkan benda ini " ucap Xio Han dengan bibir yang agak bergetar.


" Namaku Bulan paman, benda ini peninggalan dari kakekku, aku mau menjualnya karena kakakku sedang sakit " ucap Bulan menjelaskannya kepada Xio Han.

__ADS_1


Xio Han menarik nafas dalam dalam, dia berusaha menyadarkan dirinya, dia seakan akan bermimpi melihat kedua benda itu.


Dia mengambil beberapa lembar uang dari sakunya, memberikannya kepada Bulan, dan memakaikannya kalung itu ke leher dari Bulan.


"Aku hanya akan mengambil kotak emas ini saja, kamu bisa menyimpan kalungnya" ucap Xio Han kepada Bulan.


Tak terasa air mata Bulan menetes melihat uang yang begitu banyak berada di tangannya. dalam hatinya dia bahagia, akhirnya dapat membelikan ramuan obat untuk kakaknya. Bulan segera membungkukkan badannya, dia mengucapkan banyak terima kasih kepada Xio Han, dan segera bergegas keluar dari toko itu.


Sebelum Bulan pergi dari toko, Xio Han memintanya untuk kembali lagi besok untuk membantunya bekerja di toko itu, sebagai imbalannya dia akan memberikan beberapa uang kepadanya. Bulan pun berterima kasih dan pergi dari toko itu.


Xio Han melihat Bulan yang mulai menjauh pergi, dia memanggil salah seorang pengawalnya, mebisikan sesuatu, dan menyerahkan titah emas milik Bulan kepada pengawal itu. pengawal itu segera mengangguk dan pergi meninggalkan Xio Han.


"Maafkan aku ayah, tapi aku harus melakukannya " ucap Xio Han sambil berbalik dan masuk kembali kedalam tokonya.


Bulan yang telah mendapatkan uang segera membelikan beberapa ramuan obat dan beberapa bahan makanan untuk kakaknya, rasa bahagia jelas terpampang dari raut wajahnya yang cantik.


Tampa mereka sadari, dua sosok bayangan pria memperhatikan mereka dari luar gubuk. Dinding gubuk yang terbuat dari bambu membuat Bintang Dan Bulan nampak jelas terlihat oleh mereka. salah satu bayangan itu mengikatkan sebuah surat di kaki burung Merpati dan melepaskannya. kemudian kedua bayangan itu segera pergi menjauh.


Hari menjelang malam, Bintang yang mulai tersadar merasa binging dengan banyaknya makanan yang disediakan oleh Bulan.dia melirik adiknya dengan tatapan bingung.


" Sudah jangan di fikirkan kakak, kakak istrahat saja, nanti Bulan jelaskan, sini aku suapain" ucap Bulan yang seakan mengerti dengan tatapan kebingungan dari Bintang.


Sambil menyuapi kakaknya, Bulan menceritakan apa yang terjadi hari ini kepada kakaknya. Bintang yang mendengar cerita adiknya tersenyum sambil menitihkan air mata.


sehabis makan Bintang dan Bulan akhirnya tertidur pulas bersama.


Malam itu begitu sunyi. suara katak yang menghiasi malam itu menjadi hening. waktu tiba tiba terhenti. sesosok wanita dewasa mengenakan kerudung Hitam muncul di hadapan Bintang dan Bulan yang sedang tertidur lelap. Wanita itu menggenggam tangan dari Bulan dan Bintang.


" Sudah waktunya dua kekuatan dewa untuk muncul kembali " ucap wanita misterius itu.

__ADS_1


Bulan terbangun dari tidurnya. dia terbangun di gerbang sebuah kuil misterius, kuil itu berdiri dengan megahnya di tengah hutan belantara.


suara bisikan wanita terdengar jelas ditelinganya, menyuruhnya untuk masuk kedalam kuil itu. Bulan melirik kesekitar tapi tidak menemukan sumber suara itu.


tubuh bulan mulai bergetar ketakutan, dia mencoba memanggil manggil kakaknya, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Dia mulai sadar bahwa dia sendirian di tempat itu, Dia hanya di temani suara wanita misterius yang entah dari mana asalnya menyuruhnya masuk kedalam kuil.


Bulan mulai memperhatikan pintu masuk kuil itu. perasaan takutnya tiba tiba menghilang. seakan terhipnotis, dia tanpa sadar mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam Kuil.


Di dalam kuil, Bulan menyusuri sebuah terowongan gelap. tidak ada cahaya sama sekali dari terowonga itu. semakin dia melangkah semakin pekat kegelapan yang dia rasakan.


langkahnya tiba tiba terhenti tepat di sebuah batang lilin. Bulan mencoba menyentuh batang lilin itu, tiba tiba lilin itu menyala, cahaya dari lilin itu segera menyebar kesegalah penjuru arah. Lorong yang tadinya gelap sekarang bersinar dengam terangnya.


sesosok patung besar nampak berdiri di hadapannya. patung itu berbentuk pria kekar sedang mengangkat tangannya, di ujung tangan patung itu terbentuk sebuah cahaya yang memutar.


Suara wanita misterius tiba tiba muncul kembali di telinga Bulan


" Takdir muncul untuk mahluk yang di takdirkan, tidak ada alpa dan omega bagi para dewa. kekuatan murni akan terus berenkarnasi. Cahaya akan selalu melahap kegelapan. tapi kegelapan akan membayangi cahaya. takdir sebuah kekuatan akan ada di tangan pemiliknya, tidak ada kekuatan yang baik maupun buruk di dunia ini, semuanya murni"


ketika suara itu hilang, mata dari patung melirik ke arah Bulan. cahaya di tangan patung itu tiba tiba mengarah masuk kedalam tubuh Bulan.


Di dalam gubuk, wanita misterius itu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Bulan dan Bintang. meninggalkan sebuah bekas tanda Matahari di lengan Bulan dan tanda Bintang di lengan dari Bintang.


tiba tiba Cahaya hangat mucul dari tubuh Bulan beriringan dengan hawa dingin hitam yang keluar dari tubuh Bintang.


"kekuatan yang saling berlawanan, aku penasaran kemana arah takdir kalian" ucap wanita misterius itu.


sambil tersenyum wanita itu menghilang dari balik bayangan. waktu akhirnya berjalan kembali dan suara katak muncul mulai melanjutkan nyanyiannya setelah kepergian wanita misterius itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2