TITISAN PARA DEWA

TITISAN PARA DEWA
BAB 16. KESEDIHAN XIOE


__ADS_3

" Bagaimana keadaanmu Alena,,,?" Ucap Xio Hong sambil mendekat kearah Bulan yang sedang digendong oleh Matahari.


Semua yang ada disitu saling menatap kaget, dan bertanya tanya Mengapa Xio Hong memanggil Bulan dengan sebutan Alena.


" Ayah,, namanya Bulan bukan Alena" Ucap Xioe.


Xio Hong seketika menjadi salah tingkah, dia keceplosan menyebut nama asli dari Bulan. Untung saja semua yang mendengar nama itu tidak mengerti bahwa nama Alena adalah nama seorang ratu negeri Berlian.


" Oh hahahaha iya benar Bulan. Maaf maaf, aku mengingat cucu dari sahabat lamaku, Oh iya bagaimana keadaanmu pria besar" Ucap Xio Hong mengalihkan pembicaraannya.


Matahari menatap Xio Hong Dengan seksama lalu dengan polos bertanya kepada Xioe,


" Nyonya, Siapa kakek bau tanah ini,,,,?".


" HHEEII,, Siapa yang kau panggil kakek bau tanah , aku orang yang telah menyelamatkan nyawamu, aku Xio Hong patriak keluarga naga Emas" Ucap Xio Hong agak kesal.


" Oh maaf tuan, Namaku Matahari. Aku tidak mengenalmu, soalnya penampilan anda sudah sangat tua, seperti seolah olah anda sudah akan Mati besok pagi" ucap Matahari mencoba meminta maaf dengan polosnya.


Mendengar itu Xio Hong menarik nafas dalam dalam. Dari dalam hatinya berbisik, Walau kata kata Matahari menyakitkan tapi itu memang betul dia memang sudah tua.


" Aku memanggilmu kemari untuk membicarakan bagaimana kau akan membayar jasa perawatanmu,, hmm bocah ingusan" Ucap Xio Hong.


" Heii,, Aku tidak punya ingus, dan juga tidak punya uang" Ucap Matahari dengan nada keras dan perlahan mengecil ketika menyebutkan kata uang.


Xioe agak kesal mendengar permintaan ayahnya. Mengapa ayahnya tega meminta bayaran kepada tuan dari Rambo yang telah menyelamatkannya. Tapi dia sama sekali tidak berani membantah ayahnya itu, jadi dia hanya diam dengan wajah yang agak kesal.


Xio Hong yang melihat wajah Xioe yang kesal, mengerutkan keningnya dan sedikit tersenyum. Dia paham betul apa yang ada difikiran anaknya. Akan tetapi Xio Hong memiliki rencana lain, Dia ingin menahan Matahari dan Bulan agar tidak pergi dari kediamannya dengan taktik balas budi, sehingga dia dapat dengan mudah melindungi Bulan dari kejaran pihak kerajaan pabila mereka tinggal dalam kediamannya.


" Hmmmm, Coba kita lihat kemampuanmu Bocah ingusan, kau mungkin bisa menjadi pelayan dan membereskan kediaman ini" Ucap Xio Hong.


Matahari menyerahkan Bulan kepada Xioe, Dia melangkah maju kedepan Xio Hong.


" Namaku Matahari, bukan bocah ingusan dasar orang tua bau tanah, berapa lama aku harus membereskan rumah ini agar hutangku dapat Lunas" Ucap Matahari agak kesal.

__ADS_1


" Hmmmm, dilihat dari ramuan obat yang aku pakaikan kepada kalian, 5 tahun mungkin cukup" Ucap Xio Hong sambil menaikkan kelima jarinya.


Matahari terperangah kaget mendengar itu. Dia memegang kepalanya sambil berteriak kencang. Matahari berfikir bahwa dia memiliki janji terhadap Bulan untuk menemukan kakaknya, tapi kenapa kini dia harus terperangkap di kediaman tua bangka ini selama lima tahun.


" Hmhmhm ada apa bocah ingusan, Kau tidak sanggup, akan kuberi sedikit kelonggaran. Jika kau berhasil mengalahkanku dalam duel, aku akan membebaskanmu" Ucap Xio Hong sambil melempar sebuah pedang kearah Matahari.


Matahari tanpa sadar menangkap dengan lincah pedang itu, dia Mengangkat pedang itu dan melihat pantulan bayangan dirinya dari dalam pedang.


Secuil ingatan muncul kembali dalam benaknya. dalam ingatan itu dia melihat Naga emas Alex yang tidur dipangkuannya dengan darah disekujur tubuhnya.


Matahari spontan membuang pedangnya, keringatnya mengucur dengan deras. Dia melirik kearah Xioe yang sedang mengendong Bulan.


" Mati, dia telah mati" Gumam Matahari.


Mereka semua saling menatap satu sama lain, meraka yang ada di sana sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Matahari.


Terkecuali Xioe, walaupun dia tidak mengerti maksut dari Matahari tapi perkataan darinya membuat hatinya gusar. Dia menatap tajam kearah Mata milik Matahari, dan melihat Matahari menganggukkan kepalanya lalu membuang mukanya kesamping dengan raut sedih.


Matahari yang melihat Xioe berlari segera mengejarnya. Xio Hong mencoba menahan Matahari akan tetapi Matahari tidak memperdulikan Xio Hong dan terus berlari mengejar Xioe. Xio Hong menatap bingung kepergian mereka, dia tidak mengerti apa yang terjadi antara Matahari dan anaknya.


Xioe berhenti disebuah taman ditengah kediaman klan naga emas. dia berdiri diatas jembatan kecil ditaman itu, dan menangis sejadi jadinya. Matahari perlahan muncul dari belakangnya.


" Apakah Alex benar sudah wafat " Ucap Xioe yang telah menyadari kedatangan dari Matahari.


" Aku tidak yakin, tapi aku melihat bayangannya tepat di pangkuanku, dia tersenyum." Ucap Matahari sambil memegang pundak milik Xioe.


Xioe yang mendengar itu tiba tiba memeluk erat tubuh Matahari, dia menangis sejadi jadinya dalam pelukan Matahari, dia sama sekali tidak menyangka bahwa suaminya benar benar telah meninggal.


" Bagaimana caranya dia bisa,,,," tanya Xioe sambil terus menangis dalam pelukan Matahari.


Matahari memeluk erat tubuh Bulan, matanya sedikit memerah, karena seingatnya baru pertama kali dia dipeluk oleh seorang wanita.


" Aku tidak ingat, tapi jika suatu hari aku mengingatnya, aku akan menceritakan bagaimana dia hidup, bukan bagaimana dia meninggal" Ucap Matahari.

__ADS_1


Xioe melepas pelukannya dari Matahari, dia menatap matanya dengan tatapan sedih sambil mengangguk mengiyakan ucapan dari Matahari.


Xioe perlahan menghapus air matanya, dia menarik nafas untuk menegarkan dirinya.


" Aku baik baik saja, kau bisa kembali menemui ayahku" Ucap Xioe sambil pergi melangkah menjauh dari Matahari.


Xioe barusaja melangkah beberapa langkah, tiba tiba dia teringat kenangan bersama suaminya Alex. Seketika tubuhnya terjatuh pingsan. Matahari yang melihat itu dengan sigap menangkap tubuh Xioe dari belakang.


Matahari berteriak teriak Meminta tolong dan mencoba memanggil pengawal milik Xioe, tidak berselang lama pengawalnya tiba ditempat itu dan Segera membawa Xioe menuju kamarnya.


Tidak berselang lama Xioe siuman dari pingsannya. Dia melihat Ayahnya Xio Hong duduk disampingnya sambil memeriksa denyut nadinya.


" Kamu kenapa Xioe, mengapa kau tiba tiba pergi dan pingsan seperti ini, apa karena ayah meminta bayaran dari Matahari" Tanya Xio Hong yang agak cemas dengan keadaan anaknya.


" Tidak apa apa Ayah, mungkin aku sedikit keletihan saja." Ucap Xioe, dia tidak ingin memberi tahu kebenarannya kepada ayahnya, Dia tidak ingin membuat Ayahnya juga ikut bersedih.


Xio Hong mengangguk dengan alasan yang diberikan oleh Xioe. Dia hendak pergi dan meninggalkan Xioe sendiri untuk beristirahat.


" Ayah lebih baik kita mengirim orang untuk menjemput kakak Xio Han. Sepertinya sudah lama dia pergi mencari Alex" Ucap Xioe.


Xio Hong mendadak berhenti, Dia sepertinya mulai paham dengan apa yang dialami oleh anaknya Xioe, setelah mendengar permintaan Xioe.


" Baik, aku akan menyuruh seseorang untuk menjemput Xio Han,,,?" Ucap Xio Hong.


Xio Hong keluar dari ruangan itu, Di luar ruangan Dia menekan matanya dengan kedua jarinya, air matanya seketika menetes dengan kencangnya..


" Alex,,, apa mungkin kau sudah,,,," Ucap Xio Hong dalam hatinya.


Xio Han adalah putra pertama dari Xio Hong, kakak kandung dari Xioe, Dia adalah penjual perhiasan di kota Berlian yang tempo hari membeli titah emas milik Bulan.


Dia pergi kekota atas keinginannya sendiri untuk mencari keberadaan adik iparnya Alex.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2