
Serangan jarum milik Xio Hong sebentar lagi mengenai tubuh Austas.
BBBRRAAACCCIIINNGG, BBBRRRAAACCIIING.
Ratusan jarum seketika berterbangan tidak karuan. beberapa jarum menghantan pepohonan disekitarnya, menyebapkan pohon pohon itu rebah seketika.
Terlihat sebuah putaran pedang yang amat kencang menahan serangan itu. putaran pedang itu menghempaskan satu demi satu jarum jarum milik Xio Hong.
Ketika serangan jarum telah berhenti, putaran pedang itu juga berhenti. Pedang itu ditancapkan ketanah, terlihat Jendral Hibo sambil melipat kedua tangannya sedang berdiri tepat dihadapan Austas.
" Kekuatan patriak klan naga emas memang tidak bisa diragukan, Kau memang hebat Xio Hong " Ucap Jendral Hibo.
" Akhirnya kau turun tangan Jendral Hibo" ucap Xio Hong dengan nafas yang mulai terengah engah.
" Ada apa dengan nafasmu, apa usia juga sudah mengalahkanmu" Ucap Jendral Hibo.
" CCHHIIHH" Nampak raut kesal keluar dari wajah Xio Hong ketika dia mendengar hal itu.
Jendral Hibo mengeluarkan aura yang sangat dasyat, aura itu berputar putar mengelilinginya. nampak aura itu berbentuk roh roh penasaran, satu persatu roh itu masuk kedalam tubuh milik Jendral Hibo.
Jendral Hibo seketika berubah menjadi sosok yang besar dan menyeramkan. Taring panjang tumbuh menjulang dari gigi bawahnya, kulitnya berubah warna menjadi merah darah, sepasang sayap kelelawar hitam muncul dari pundaknya, Armornya yang dia gunakan hancur akibat tidak dapat menaham perubahan dari tubuhnya.
" Aku memiliki darah iblis ditubuhku, kekuatanku ini berasal dari alam chi nyawa nyawa para kesatria. semakin banyak nyawa yang kuserap maka semakin kuat diriku" Ucap Jendral Hibo yang telah selesai bertransformasi
Xio Hong segera menarik kembali ratusan jarumnya, dia menerbangkan jarumnya tepat disisinya, dengan kuda kuda yang mantap Dia sudah siap untuk bertarung kembali.
Jendral hibo mengambil pedangnya, seketika pedang itu menyatu ditangannya, membuat lengan kananya berubah menjadi besi baja yang kuat, dengan ujungnya yang tajam.
Jendral Hibo mengangkat tangannya keudara dan menghempaskannya ketanah, menimbulakan sebuah percikan serangam udara yang kuat dan cepat mengarah kepada Xio Hong. Dengan dirinya yang terbang dari belakang mengikuti arah serangan itu.
Xio Hong dengan lincah melompat keudara menghindari serangan itu, tetapi diudara muncul Jendral hibo yang telah menantinya. Jendral hibo menghempaskan tangan kanannya menuju tubuh Xio Hong.
__ADS_1
BRAAAASSSSKKKKKK
Di saat terakhir Xio Hong berhasil membuat beberapa prisai dari jarumnya. prisai itu berhasil menahan serangan langsung dari Jendral Hibo. Akan tetapi dampak serangan itu sangat kuat, menyebapkan tubuh Xio Hong terlempar jatuh ketanah.
Xio Hong perlahan bangkit, nafasnya nampak terengah engah, dari mulutnya keluar darah segar yang membuat janggut panjangnya berwarna merah.
Jendral Hibo yang melihat Xio Hong masih bangkit, segera terbang dengan cepat menuju arahnya.
Xio Hong menutup matanya sedikit berkonsentrasi, jarum jarumnya perlahan berubah warna menjadi hitam, jarum jarum itu berputar mengelilingi tubuh Xio Hong, membentuk seperti sebuah armor hitam yang menyelimuti tubuh dari Xio Hong. Xio Hong membuka matanya dan segera melompat menerjang Jendral Hibo.
Kedua orang itu segera bertemu diudara, mereka saling adu mekanik pukulan yang amat cepat. tinjuan demi tendangan mendarat ditubuh mereka masing masing, menyebapkan mereka berdua terpental kebelakang.
" Kalau bukan karena armor jarummu kau pasti sudah mati Xio Hong,,,!" Teriak Jendral Hibo yang kembali maju menyerang Xio Hong.
Mereka kembali saling mengadu pukulan cepat. Sebuah pukulan dari Jendral Hibo berhasil dihimpit menggunakan ketiak dari Xio Hong. Dengan lincah Xio Hong membanting tubuh Jendral Hibo ketanah, kemudian melompat mundur sambil melepaskan jarum armor ditubuhnya dan menghujani jarum itu ketubuh Jendral Hibo yang terbaring ketanah.
Jendral Hibo berguling guling ditanah mencoba menghindari serangan itu, beberapa jarum ada yang berhasil mengenai tubuhnya.
Tiba tiba serangan rantai dari Austas menyerang Xio Hong dari belakang. Kini Austas bisa bergerak kembali setelah dia mencabut jarum yang tertancap di kakinya. Rantai rantai itu menyerang Xio Hong membabi buta, tapi Xio Hong dengan lincah menghindari satu persatu serangan itu.
Xio Hong mencoba menghindari serangan itu, akan tetapi secara tiba tiba dia memegang dadanya, dadanya terasa sakit akibat serangan dari Jendral Hibo tadi. akibat rasa sakit itu dia tidak dapat menghindari serangan dari Angel. Dan
BRAAACCCTTTTSSSSS
Serangan kuat dari cambuk angel mendarat tepat ditubuhnya, membuat Xio Hong kembali terpental jauh.
Di ujung Komandan Arif berlari dengan cepat menerjang tubuh Xio Hong yang masih terlempar diudara. Beberapa pukulan mendarat di berbagai tubuhnya dan satu tinjuan kuat dari Komandan Arif mengenai tepat keperut Xio Hong. Xio Hong yang terkena pukulan itu kembali terpental jauh sambil mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Akibat serangan tadi membuat tangan kanan Xio Hong patah, matanya yang biru kini kembali menjadi hitam. Dia berdiri kembali dengan tertatih tatih sambil menatap mereka berempat dengan tatapan lesu tapi menantang.
Keempat orang itu secara bersamaan kembali menyerang membabi buta kearah Xio Hong yang mulai terluka parah. Xio Hong dengan sisa sisa tenaganya berusaha menghindar dan memberi serangan balasan. akan tetapi tubuhnya yang telah tua mulai merasakan dampak serangan, pergerakannya melambat dan berbagai serangan dari mereka berempat ada yang berhasil mengenai dirinya, tetapi dia juga berhasil membanting Angel dan komandan Arif dengan pukulannya.
__ADS_1
Jendral Hibo terbang tinggi keangkasa, Dia menutup kedua sayapnya kemudian berputar putar diangkasa, dengan keadaan berputar diangkasa Jendral Hibo terjun dengan cepatnya menuju arah Xio Hong.
Xio Hong dengan sisa tenaganya membuat sebuah gugusan vertikal dari jarum jarumnya dan menyerang kearah Jendral Hibo di udara.
BRRRAAAASSSSHHHHH
Benturan antara serangan Jendral Hibo dan Xio Hong menyebapkan kilatan kecil dan hembusan angin yang sangat cepat. mereka saling memaksimalkan serangan terakhir itu. Sedikit demi sedikit putaran dari Jendral Hibo mendekati Xio Hong yang mulai melemah dan menghempaskan jarum jarum dari Xio Hong keberbagai penjuru.
Tiba tiba dari samping cambuk dari Angel menyerang kaki Xio Hong, menyebapkan Xio Hong terpental jatuh ketanah. formasi serangan vertical Xio Hong seketika buyar, Menyebapkan putaran kekuatan dari Jendral Hibo terus melaju langsung ketubuh Xio Hong.
BBBBRRRRRAAAAAAAKKKKKKHHH
Benturan serangan Jendral Hibo sangat kuat. Angin berembus sangat kencang bahkan menerbangkan Komandan Arif, Angel dan Austas kebelakang. Debu berterbangan takkaruan kemana mana.
Dari dalam debu perlahan Jendral Hibo berjalan keluar sambil menyeret rambut Xio Hong yang telah terkapar lemah. Kemudian melemparnya kedepan tepat ditengah tengah mereka berempat.
Xio Hong yang tidak berdaya masih mencoba untuk bangkit kembali, tetapi Angel secara kuat mencambuk tubuh Xio Hong, dan langsung mengaitkat cambuknya tepat keleher dari Xio Hong. Seketika Xio Hong dan sisa jarumnya terjatuh ketanah akibat sisa energi inti emasnya perlahan diserap oleh cambuk itu.
" Hari ini adalah awal pembalasan dendamku, berikutnya adalah keluargamu,,!" Ucap Angel sambil menarik kuat cambuknya dan mencekik leher dari Xio Hong.
" Dendam apa yang begitu besar, sehingga kau ingin membunuhku dan keluargaku,,," Ucap Xio Hong terbata bata sambil menahan sakit.
" Kau bahkan melupakanku,, biar aku segarkan sedikit ingatanmu, enam tahun yang lalu ada seorang wanita memohon didepan gerbangmu untuk menolong anaknya" Ucap Angel.
Dari kediamannya klan naga emas, Xioe yang sedang membawa guci tiba tiba terpeleset menyebapkan guci itu terjatuh dan pecah. Dia merasakan perasaan aneh dari dalam dirinya. dengan cepat dia berlari keluar dan melihat kearah hutan Bulsar.
Dia melihat sebuah kepulan asap yang besar dari atas hutan Bulsar. burung burung nampak berterbangan ketakutan menjauh dari kepulan asap itu. Perasaan khawatir seketika muncul dari hatinya, dia sangat menghawatirkan keadaan ayahnya disana.
Xio Yun muncul dari belakangnya mencoba menenangkannya.
" Ayahmu akan baik baik saja, dia itu pria yang kuat" Ucap Xio Yun sambil menggenggam pundak Xioe dan mengarahkannya masuk kedalam.
__ADS_1
Xioe mengangguk dan segera masuk ke kediamannya. Xio Yun melirik kebelakang kearah kepulan asap itu, dia juga tampaknya menunjukan wajah kehawatiran yang sama seperti Xioe.
BERSAMBUNG