Transmigrasi

Transmigrasi
Kenapa The Noble bisa lompat dari gedung?


__ADS_3

"Masa sih temen kecil nya Reina cowok" kata Samuel tak percaya


"Ya, terserah lo aja mau percaya atau gak" kata Regan


"Bukannya kakak lo si Daniel juga temen kecil nya cewek?" tanya Vino


"Hehehe...iya juga sih" jawab Samuel sambil cengengesan


"Beneran Niel?" tanya Regan


"Hmm" jawab Daniel


"Bilang iya susah amat sih kayak bisu aja lo" kata Reno dan Samuel pun tertawa


"Dulu sih kak Daniel gak gini waktu masih kecil, tapi saat pindah ke Swiss dan berpisah dengan sahabat kecil nya kak Daniel jadi kulkas" jelas Samuel sambil tertawa kecil karna melihat tatapan tajam dari Daniel


"Jadi dia begini karna cewek" kata Reno


"Emang sahabat lo itu gimana sih?" tanya Vino penasaran


"Kepo banget sih lo" kata Reno


"Ya like like gue lah" kata Vino


"Samuel" kata Daniel


"Jadi sahabat kecil kak Daniel itu orang nya baik, cantik terus pinter" jawab Samuel


"Dia dulu sering main ke rumah bahkan kak Daniel punya gelang couple lan sama dia dan masih kak Daniel pake sampe sekarang" lanjut Samuel


"Beli di mana tu gelang?, kuat amat" kata Vino


"Sahabat nya yang bikin" jawab Samuel


"Ck ck ck, coba liat gelang lo" kata Vino dan Daniel pun langsung mengangkat lengan baju nya


"Warna nya gak luntur" kata Vino


"Woi Darren kalau lo penasaran sini jangan mojok gitu" kata Reno sambil menarik tangan Darren


"Sini Darr" kata Samuel menepuk nepuk tempat duduk di sebelah nya


Karna sibuk melihat lihat gelang milik Daniel mereka tidak sadar jika Reina baru saja pergi ke dapur untuk mengambil air putih.


"Lagi liat apa sih sampai segitu nya?" tanya Reina


"Lagi liat gelang nya Daniel" jawab Vino


"Gelang, memang gelang nya kak Daniel gimana?" tanya Reina sambil meminum air putih yang baru saja di ambil nya tadi


"Sini kalau mau liat" jawab Reno dan saat melihat gelang itu Reina langsung mematung


"Kenapa Rei?" tanya Regan saat melihat ekspresi terkejut dari gelang Daniel


"Kak Daniel itu di kasi sama siapa?" tanya Reina dan Daniel pun sedikit heran dengan wajah Reina tadi


"Dari Sahabat kecil ku" jawab Daniel dan Reina pun tersenyum tipis


"Siapa namanya?" tanya Reina


"Ada apa?" tanya Daniel


"Itu seperti gelang teman ku" jawab Reina yang di maksud Reina adalah Xera


"Dia kenalan pakai nama setengah marga nya" jawab Daniel


"Tumben banget lo panjang bener klo lagi ngomong" ejek Vino


"Lagi mood" kata Daniel


"Siapa namanya?" tanya Reina


"Elan" jawab Daniel dan itu membuat Reina langsung bengong


"Inget nama mama nya gak?" tanya Reina


"Oh tante Renata" jawab Daniel dan Reina pun bertepuk tangan


"Ck ck ck ck, ingatan mu bagus sekali" puji Reina dan Daniel pun hanya menjawab dengan tersenyum manis


"Ya Allah ini beneran Daniel" kata Vino


"Niel lo sehat kan?" tanya Darren karna Daniel tak pernah tersenyum selama ini kalau tersenyum hanya saat mengigau waktu tidur


"Sehat" jawab nya dan mengubah ekspresi nya menjadi datar kembali


"Dimana teman teman mu?" tanya Rama yang baru saja turun dari tangga


"Mereka sudah pulang" jawab Reina dan itu membuat mereka bingung karna mereka tak melihat rombongan Reina turun dari tadi


"Kapan?" tanya Reno


"Tadi sebelum aku ambil air, mereka bilang ada yang mencoba menyerang anggota inti The Noble namanya Erlangga" jawab Reina meng panjang lebar agar mereka tidak bertanya lagi kepada nya


"Tapi dari tadi kita gak liat mereka turun" kata Vino


"Mereka lompat dari balkon kamar ku" jawab Reina dan membuat Vino, Samuel, Darren, Regan dan Reno menganga


"Nekat banget" kata Samuel


"Mereka udah biasa waktu SMP saja mereka pernah lompat dari lantai lima" kata Reina dan mereka semua hanya bisa geleng geleng kepala


"Itu gak patah apa kaki nya?" tanya Reno


"Udah sering lompat dari mereka semua masih di taman kanak kanak kecuali anggota The Noble yang bukan inti dan 1 anggota pelatih" jawab Reina


"Gimana ceritanya?" tanya Vino


"Oke biar aku ceritain jadi kalian jangan ada yang ngomong" jawab Reina dan dia pun mulai cerita


"Jadi gini ceritanya..." kata pembukaan dari Reina


Saat sore hari Xera dan teman temannya sedang bermain di markas mereka hanya ada 1 orang yang tidak ada di sana yaitu adalah Erlangga.


"Xer, Erlangga kemana ya?" tanya Satria dan lainnya pun ikut menatap Xera dengan tatapan penasaran


"Aku gak tau tapi kata nya dia mau membawa membawa CD (kaset) untuk di tonton" jawab Xera


"Kira kira kaset apa ya" kata Riko sambil rebahan di lantai


"Aku juga penasaran" kata Satrio tapi tak lama kemudian Erlangga pun datang dengan membawa tumpukan kaset di tangan nya


" Assalamualaikum" ucap nya


"Waalaikumsalam" jawab semua nya dan Erlangga pun langsung duduk di sebelah Axel yang sibuk memainkan handphone nya


"Lama banget sih datang nya" keluh Satrio dan Erlangga pun tersenyum tipis


"Sorry tadi harus bantuin mama bujuk kuching nya biar mau makan" kata Erlangga dan Riko pun menepuk jidat mendengar kata kata Erlangga


"Kebanyakan gaya si Chichi makan aja harus di bujuk" kata Riko dan Xera pun hanya bisa geleng geleng kepala melihat interaksi antara kedua teman nya


"Dia lagi sakit" kata Erlangga


"Sakit kenapa?" tanya Axel yang seorang pencinta kucing


"Habis di tinggal mati suami nya" jawab Erlangga


"Ada ada aja si Chichi masa sakit karena di tinggal mati sama suaminya kan tinggal cari yang lain aja" kata Riko


"Namanya juga Cinta" kata Fahri


"Ada ada aja kamu Fa" kata Dimas sambil menyenggol tangan Fahri


"Dari mana kamu tau tentang gituan?" tanya Erlangga

__ADS_1


"Aku sering temenin mama nonton drachin" jawab Fahri


"Angga drachin itu apa?" tanya Xera


"Drachin itu drama china" jawab Erlangga


"Kok kita jadi bahas drachin sama si Chichi sih" kata Dimas


"Oh iya juga sih" kata Axel kemudian mengecas handphone nya karna baterai nya habis


"Jadi gak nonton nya?" tanya Erlangga


"Gak deh aku gak mood" jawab Xera sambil rebahan di lantai karna lantai nya dingin


"Iya juga sih" kata Erlangga


"Erlangga kemarin aku nonton film" kata Riko


"Terus?" tanya Erlangga


"Terus tokoh pertama nya bisa lompat tinggi gitu terus dia juga bisa lompat dari gedung tinggi" jawab Riko


"Jadi?" tanya Xera


"Aku mau kayak dia tapi kemarin aku coba coba lompat dari lantai dua terus di marah mama" jawab Riko


"Oh jadi kamu mau kita bantuin kamu latihan?" tanya Axel yang langsung ikut nimbrung setelah mengecas di nya


"Iya" jawab Riko


"Aku juga mau" kata Fahri, Dimas dan Satrio


"Ya sudah lah kita latihan bareng bareng" kata Erlangga


"Kamu ikut Xer?" tanya Erlangga


"Ikut" jawab Xera kemudian bangun dan langsung pergi ke dalam kamar mandi


1 tahun kemudian...


Sekarang mereka semua sudah bisa lompat dari lantai tiga, awal latihan memang langsung keseleo tapi setelah latihan berkali kali mereka tidak keseleo lagi.


"Teman teman" teriak Riko menghampiri teman teman nya yang sedang duduk di kursi taman di dekat sekolah


"Ada apa Rik?" tanya Dimas sambil memakan cilok yang baru saja di belinya tadi sebelum duduk di taman


"Ituh.... aku di kejar sama anjing" jawab Riko dan itu membuat nya di tertawa kan oleh teman temannya kecuali Xera


"Kok bisa di kejar?" tanya Xera dengan ekspresi khawatir di wajah nya bagaimana dia bisa ketawa saat temannya baru saja di kejar oleh hewan yang bisa saja melukai nya


"Tadi aku lagi lempar batu ke mangga eh malah kena nya ke anjing" jawab Riko dan Xera pun tepuk jidat mendengar jawaban Riko begitu pula dengan yang lain


"Kamu mau nyuri mangga ya?" tanya Fahri


"Gak aku cuma mau ambil mangga dari pohon di depan rumah nya Xera" jawab Riko dan Xera pun tertawa kecil


"Itu sama aja Riko" kata Erlangga


"Tapi aku sudah ijin kok sama dad Alvaro" kata Riko tapi Xera tetap hanya bisa tertawa kecil


"Kenapa gak minta tolong sama dad aja buat ambil mangga nya?" tanya Xera dan di angguki oleh Erlangga


"Hehehehe aku gak mikir ke situ" jawab Riko dan Xera pun langsung mencubit pipi Riko karna gemas


"Iiih Xera sakit tau" kata Riko sambil memegang pipi nya dan memanyunkan bibir nya


"Maaf, karna kamu imut jadi aku jadi gemes" kata Xera dan Riko pun tetap memanyu kan bibir nya


"Maaf ya Rik" kata Xera tapi Riko tetap saja memanyu kan bibir nya


"Hmp.. gak mau" kata Riko dan Xera pun ikut memanyu kan bibir nya sekarang


"Ayo lah Riko nanti aku trakir makan cilok" bujuk Xera dan mendengar itu Riko pun menjadi senang


"Bener ya? Traktir aku cilok?" tanya Riko dengan senyum lebar di wajah nya


"Emang nya kak Revan gak sibuk gitu?" tanya Erlangga


"Enggak kata nya kak Regan lagi libur karna kakak kelas enam sedang ujian kelulusan" jawab Xera


"Kok kita gak libur?" tanya Dimas


"Itu karna di tk kita ujian nya mudah dan ujian nya kebanyakan praktik" jawab Fahri dan di angguki oleh Erlangga


"Mudah apa nya" kata salah satu murid di tk itu saat mendengar jawaban Fahri dan langsung pergi


"Emang ujian nya susah?" tanya Riko


"Kata kak David, kak Revan dan kak Devad sih gak susah" jawab Xera


"Ujian praktik nya sering kita lakukan sehari hari, SBDP: kita di suruh menggambar/ melukis, Matematika: kita di kasi soal pertambahan, Bahasa: indonesia kita di tes membaca, PPKN: kita di suruh membuat poster tentang pahlawan, olahraga: kita di suruh lompat lompat gak jelas" jelas Erlangga tk mereka memang berbeda dari tk lainnya tentu saja karna itu adalah tk milik ayah Xera yang memang ingin terlihat berbeda


"Itu mah gak susah" kata Riko


"Oh ya, nanti kita latihan lagi tapi kali ini latihan lompat dari lantai empat" kata Xera dan semua pun mengangguk


"Dimana?" tanya Axel


"Di rumah nya Xera" jawab Dimas


"Kok di rumah nya Xera?" tanya Ardhan


"Itu karna rumah nya Xera paling dekat sama markas, terus rumah nya Xera lantai enam dan di belakang rumah Xera ada lapangan" jawab Fahri


"Iya juga sih, nanti kalau di rumah kita di liat banyak orang lagi karna kan lapangan rumah kita ada di depan" kata Satrio dan di angguki oleh Satria


"Kalau nanti kak Revan larang gimana?" tanya Ardhan


"Nanti kita ajakin latihan bareng" jawab Erlangga


Setelah itu mereka semua pulang ke rumah mereka masing masing dan ada juga yang mampir beli jajan dulu, dan siapa lagi kalau bukan Riko.


"Kak Regan nanti Xera ajak temen Xera main ke rumah, boleh gak?" tanya Xera karna mereka sedang berdua di rumah ini karna si kembar sedang ikut lomba jadi dady Alvaro dan momy Renata juga ikut


"Boleh biar rumah gak terlalu sepi" jawab Regan dan Xera pun lompat lompat di atas sofa


"Tinggi banget kamu lompat, mau ikut basket gak?" tanya Revan dan Xera pun mulai berfikir


"Mau, tapi boleh ajak temen temen ku gak?" tanya Xera pada Revan


"Boleh" jawab Revan sambil mengangguk anggukan kepala nya sebagai pertanda setuju dari pertanyaan Xera


"Oke kalau begitu sekalian aja kakak latih kamu dan teman mu kalau mereka datang" kata Revan


"Nanti aku bilang sama mereka" kata Xera dan di angguki oleh Revan


"Nanti kalau mereka setuju panggil kakak di perpustakaan yang ada di sebelah kamar kakak" kata Revan


"Oke kak" jawab Xera


Setelah itu Xera pun langsung mandi selesai mandi dia pun pergi ke dapur untuk mencari pembantu.


"Bibi minta tolong beliin cilok satu baskom" kata Xera sambil menyerahkan beberapa lebaran uang merah dan pembantu itu pun langsung pergi untuk membeli cilok


"Non Xera beli cilok satu baskom, udah kayak orang mau hajatan aja" kata pembantu itu sambil tertawa kecil karna mengingat wajah imut Xera


"Mang Rudi" panggil pembantu itu yang bernama Darmi dan biasanya di panggil bi Darmi


"Iya ada apa?" tanya Mang Rudi, sopir Xera dan Revan


"Beli cilok di mana ya?" tanya Bi Darmi karna selama ini tidak pernah ada dagang cilok atau yang berdagang cilok di sini


"Oh, sini biar saya antar" jawab Mang Rudi dan Bi Darmi pun langsung naik di mobil


Setelah selesai membeli cilok bi Darmi langsung mencari Xera untuk memberi tahu nya kalau dia sudah membeli cilok.

__ADS_1


"Non Xera ini bibi sudah beli cilok nya, terus mau taruh di mana?" tanya Bi Darmi


"Di atas meja bi" jawab Xera lalu dia pun memberi kan bi Darmi uang Rp 100.000


"Bi Darmi ini buat bibi" kata Xera


"Eh, gak usah non" tolak bi Darmi


"Kalau bi Darmi tolak Xera bakal nangis" kata Xera dan akhirnya bi Darmi pun menerima uang tersebut lalu kembali bekerja tapi tak lupa sebelum itu dia mengucapkan terima kasih


Sore pun tiba Erlangga, Riko, Ardhan, Axel, Satria, Satrio, Dimas, dan Fahri sudah tiba di rumah Xera dan mereka pun memencet tombol bel.


Ting nong Ting nong Ting nong


(anggap saja suaranya seperti itu)


"Siapa?" tanya Seseorang yang terdengar dari tempat suara yang berada di dekat bel


"Erlangga, Riko, Ardhan, Axel, Satria, Satrio, Dimas dan ada Fahri juga" jawab Erlangga sambil menekan tombol di samping keluar nya suara itu


"Temen nya Xera ya?" tanya Suara itu


"Iya" jawab Riko dan pintu pun terbuka


Setelah itu mereka semua langsung pergi ke pintu utama dan mengetuk pintu utama rumah Xera.


Tok tok tok tok


"Siapa?" tanya Bi Darmi yang membukakan pintu


"Temannya Xera" jawab mereka secara serempak dan Xera pun langsung keluar


"Eh, ayo masuk" kata Xera dan bi Darmi pun langsung pamit ke dapur


"Tadi yang ngomong lewat tempat keluar suara itu siapa?" tanya Ardhan


"Oh itu kak Revan" jawab Xera


"Oh ya kalian mau gak ikut basket?" tanya Xera dan mereka semua pun berfikir


"Mau" jawab Erlangga


"Kita juga" jawab yang lain dan Xera pun senyum senang


"Kalau begitu tunggu di sini biar aku bilang ke kak Revan dulu setelah itu kita lompat dari lantai lima" kata Xera dan bi Darmi yang mendengar nya langsung kaget


"Non ngapain lompat dari genteng" kata bi Darmi dengan ekspresi kaget


"Eh bi Darmi, bi Darmi jangan bilang ke kak Revan ya" kata Xera dengan wajah imut nya sambil memohon


"Tapi itu bahaya non" kata bi Darmi


"Tapi Xera janji kok gak kenapa kenapa kemarin kita sudah bisa lompat dari lantai tiga" kata Xera dan itu membuat bi Darmi langsung kaget lagi


"Tapi pake helm ya semuanya sama pengaman" kata bi Darmi dan semua pun setuju


"Siap bi Darmi" kata Xera dan yang lainnya dengan serempak


"Kalau begitu Xera mau cari kak Revan dulu" kata Xera lalu dia pun menaiki tangga


Setelah itu dia pun menuju perpustakaan yang di katakan kakak nya tadi, lalu dia pun langsung masuk dan di sana ada Revan yang sedang membaca komik.


"Kak Revan" panggil Xera


"Iya sayang ada apa?" tanya Revan


"Iih jangan sayang sayang aku geli denger nya" jawab Xera dan Revan langsung tertawa


"Ya suka suka kakak lah, yang ngomong kan kakak" kata Revan dan Xera pun memutar bola mata nya malas


"Ada apa?" tanya Revan


"Mereka mau kak" jawab Xera


"Kalau begitu kapan mau latihan?" tanya Revan


"Eemm nanti setelah urusan kami selesai" jawab Xera


"Emang kamu ada urusan apa?" tanya Revan


"Iih kak Revan kepo banget sih, rahasia dong" jawab Xera sambil memanyunkan bibir nya dan Revan pun langsung mencium pipi Xera


Cup


"Kalau begitu aku mau main dulu, bye" kata Xera


"Da da" kata Revan sambil melambai kan tangan


Setelah itu Xera dan teman teman nya pun berkumpul di genteng rumah lalu mereka memakai pelindung yang sudah di siap kan oleh bi Darmi jadi jika ada kesalahan teknis mereka bisa memakai parasut keluaran perusahaan papa nya Xera.


"Sudah siap" teriak Xera dia lupa kalau kakak nya ada di lantai tiga


"SATU"


"DUA"


"TIGA"


"LOMPAT"


Sedangkan Revan yang dari tadi penasaran dengan urusan Xera langsung diam diam mengikuti Xera dan betapa kaget nya dia saat melihat adek kesayangan nya itu lompat dari lantai lima.


Melihat Xera dan teman teman nya yang melompat Revan langsung berteriak.


"Xera" teriak Revan dan dia pun langsung turun menggunakan lif dan langsung berlari ke lapangan belakang mansion nya


"Xera kamu gak apa apa?" tanya Revan


"Dan yang gak apa apa?" tanya Revan lagi terlihat sekali jika Revan sangat khawatir dengan mereka


"Kita gak apa apa kok kan cuma lompat dari lantai lima" jawab Xera dan itu membuat Revan langsung mengecek kaki dan tangan adek kesayangan nya


"Gimana sih, kayak gak ada kerjaan lain aja masa anak kecil lompat dari lantai lima apa lagi kalian masih tk" omel Revan yang memang sangat khawatir sampai sampai dia lari secepat kilat saat keluar dari lif


"Maaf kak Revan" ucap mereka semua sambil menunduk


"Ya sudah kalau begitu ayo kita ke berugak" kata Revan


"Kak Revan, tolong ambil kan cilok yang ada di meja" kata Xera dan Revan pun langsung mengambil kan cilok tersebut


"Yang pakai baskom ini?" tanya Revan


"Iya kak" jawab Xera


"Ayo kita makan bareng, ini ambil garpu nya sama sama satu" kata Xera dan mereka semua pun makan cilok bersama begitu pula dengan Revan


(Begitu lah cerita nya tapi sedikit di edit oleh Reina)


"Oh jadi begitu" kata Vino


"Terus kamu juga bisa lompat kayak mereka?" tanya Regan


"Iya, karna kan aku juga pernah latihan bareng mereka" jawab Reina


"Rei ajarin dong" kata Vino


"Gak mau nanti kak Vino pakai nyulik anak orang" kata Reina dan semua nya langsung tertawa


"Gak bakal kok" bujuk Vino


"Gak ah kakak Vino aja sering nyuri anak orang lewat pintu utama apa lagi kalau di ajarin gitu pasti lewat jendela" kata Reina


"Hehehe tau aja kamu Rei" kata Vino sambil cengengesan


"Au ah aku mau ke kamar dulu" kata Reina lalu pergi menuju kamar nya, sesampai nya di dalam kamar nya dia langsung rebahan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2