Transmigrasi

Transmigrasi
Kevan cemburu


__ADS_3

"Xer, kita kangen sama kamu" kata Riko, Xera (Reina) pun tersenyum dan Kevan dkk yang sudah tidak jauh dari Reina pun bingung mengapa anggota keluarga memeluk Reina


"Aku juga kangen banget sama kembaran nya Niko" kata Reina, mendengar itu Riko pun tetap mempererat pelukan nya


Sedangkan Kevan dkk pun menjadi semakin penasaran dengan hubungan Reina dan The Noble.


"Reno, semenjak kapan si Reina kenal sama anggota inti The Noble?" tanya Vino karena dia sangat kepo, wajar saja dia itu emang kepo orang nya


"Gak tau juga" jawab Reno


"Kev, Kevan lo kenapa?" tanya Reno


"Gak ada" jawab nya dengan tatapan tidak suka kepada Riko yang sedang memeluk Xera


"Jangan nge gas Kev, lagian kenapa sih? Lo marah karena Reina di peluk sama inti The Noble?" tanya Vino yang emang sangat sangat cerewet


"Gak, gue lagi gak mood" jawab Kevan dengan kesal, Vino yang melihat itu langsung ada niat untuk menggoda Kevan


"Ekhem.. ada yang lagi galau nih" kata Vino menggoda Kevan


"Siapa tuh" teriak Darren yang mulai ikut ikutan


"Ya, Siapa lagi kalau bukan Leader kita" kata Vino, dan mendapatkan tatapan tajam dari Kevan


"Bisa diem gak lo" kata Kevan


"Hehehehe.. sorry Kev" ucap Vino dan Darren sambil cengir


Tak lama kemudian ada suara handphone.


Dreet..dreet


"Handphone siapa yang bunyi?" tanya Regan


"Handphone gue" jawab Reno dan langsung mengangkat telfon tersebut

__ADS_1


Telfon pun tersambung.


"Halo, ada apa bang?" tanya Reno


"Dimana Reina? Kenapa dia tidak ada di rumah?" kata Rama bertanya balik


"Ini lagi sama aku di sini" jawab Reno


"Oke, kalau begitu jaga dia baik baik inget dia itu perempuan" kata Rama


"Siap pak bos" ucap Reno


Dan telfon pun terputus.


Setelah selesai menelfon Reno pun kembali ke tempat duduk nya tadi.


"Siapa yang nelfon?" tanya Regan


"Bang Rama" jawab Reno


"Dia suruh kita jagain Reina" jawab Reno, namun Regan hanya mengangguk anggukan kepala nya saja


"Kevan" panggil Regan, yang risih dengan ekspresi wajah Kevan


"Hmm" kata Kevan


"Itu muka jangan di tekuk mulu, jelek banget keliatan nya" komentar Regan dan Kevan pun mendatar kan wajah nya


"Nah gitu kan ganteng" kata Regan, mendekat itu semua langsung menoleh ke arah Regan


"Lo sehat kan?" tanya Reno


"Lo gak liat gue sehat kayak gini" jawab Regan karna kesal dengan pertanyaan Reno


"Ya kali lo belok" kata Reno sambil cengengesan

__ADS_1


"Enak aja, lo kali yang belok" balas Regan dengan ekspresi kesal


"Udah udah, lo berdua bikin otak gue makin pusing tau gak" kata Kevan karna kesal mendengar perdebatan antara dua anak kembar ini


"Sorry Kev, tapi kenapa lo bisa pusing?" tanya Reno


"Apa jangan jangan lo cemburu ya liat Reina di peluk sama orang lain" goda Vino, mendengar itu mereka semua pun tertawa kecuali Kevan tentu nya


Kembali ke Xera alias Reina.


"Xer, kamu ke markas kek sekali kali" kata Riko yang masih memeluk Xera (Reina) dia tidak mau melepas nya


"Iya iya kalau abang lucnut itu gak ada di rumah" kata Reina


"Emang nya kenapa kalau mereka ada di rumah?" tanya Riko yang masih setia di pelukan Reina


"Biasa lah, mereka itu suka berfikir negatif" jawab Reina


"Sabar" kata Riko


"Woi Riko, bisa gak usah peluk peluk Reina" teriak Erlangga dan Riko hanya cengengesan


"Hehehehe... maaf kelupaan" kata Riko


"Modus" kata Erlangga dan Riko hanya menggaruk garuk kepada yang tidak gatal


"Hehehe.. maaf Xer" ucap Riko


"Iya gak apa apa" kata Xera/ Reina


"Oh ya, kata bang Revan sekarang mau kesini" kata Erlangga


"Yes, kebetulan aku lagi kangen banget sama kak Revan" kata Xera


Beberapa menit kemudian Revan langsung datang dan berlari ke arah Reina lalu langsung memeluk nya dia tak sendiri tapi dia ditemani oleh Niko.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2