Transmigrasi

Transmigrasi
Soal Reina


__ADS_3

Karna merasa bosan dia pun memikir kan sesuatu untuk di lakukan dan dia pun mengambil handphone nya.


"Eemm isengin dady aja hehehe..." kata Reina karna sebelum Devan pergi dia sempat meminta nomor dady nya


Xera


: Assalamualaikum wr.wb, apa ini dengan bapak Alvaro Reylandra?


Dady


:Iya benar ini siapa ya?


Reina pun cekikikan melihat pesan nya di balas


Xera


:Saya ingin memberi tahu bapak bahwa anak bapak tidak meninggal


Dady


:Anda jangan main main karna saya sendiri yang menaruh anak saya di liang lahat


Itu membuat Reina terharu


Xera


:Kalau bapak tidak percaya tolong tanya kan pada anak bapa Devan Reylandra dan Revan Reylandra


Dady


:Baik lah saya akan tanya kan


Read


"Hahaha...ngerjain Kak Revan sama kak Devan sekalian hahahahaha....." kata Reina sambil tertawa


Di Mansion keluarga Reylandra...


"Momy, liat Devan sama Revan gak?" tanya Dady Alvaro


"Eem kalau Revan lagi di kamar nya tapi kalau Devan tadi barusan keluar kata nya sih mau ke markas nya Xera" jawab Momy Renata


"Ooh begitu ya, nanti kalau momy liat Devan langsung suruh dia cari dady" kata Dady Alvaro


"Oke, nanti biar momy kasi tau" kata Momy Renata setelah itu dady Alvaro pun langsung menuju ke kamar Revan yang terletak di lantai empat


Setelah sampai di depan pintu kamar Revan, dady Alvaro pun langsung mengetuk pintu kamar Revan.


Tok tok tok tok


"Revan buka pintu nya ini dady" kata Dady Alvaro di depan pintu dan Revan pun langsung membuka kan pintu untuk dady Alvaro


"Ayo masuk dad" kata Revan dan dady Alvaro pun langsung masuk ke dalam kamar Revan yang masih rapi karna sedari tadi Revan sedang mengurus perusahaan nya sekaligus belajar


"Kamu dari tadi ngapain?" tanya Dady Alvaro


"Lagi mantau perusahaan dan sekalian belajar" jawab Revan dan dady Alvaro pun langsung melihat meja Revan yang penuh dengan berkas dan deskripsi


"Nanti kalau Devan sudah pulang kamu cari dady karna ada yang ingin dady tanya kan pada kalian berdua" jelas Dady Alvaro


"Dad mau ngomong apa ya kok perasaan aku kayak ada yang lagi ngerjain aku" kata Revan dalam hati


"Revan kok melamun?" tanya Dady Alvaro


"Lagi mikir si Devan mau gak di ajak ngomong biasa nya dia gak pedulian" jawab Revan dan dady Alvaro pun percaya karena setelah Xera tiada Devan tidak suka di ajak bicara

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu dady pergi dulu ya telfon si Devan karna ini sudah malam" kata Dady Alvaro


"Tapi kan si Devan cowok dad, gak mungkin lah dia di apa apain lagian dia sama anggota The Noble" kata Revan


"Iya juga sih tapi dady gak mau dia kecelakaan itu mengingat kan dady sama Xera" kata Dady Alvaro


"Dady keluar dulu" lanjut Dady Alvaro


"Maaf dad, Revan gak bisa ngasih tau dady tentang Xera" gumam Revan dan dia pun segera menelfon Devan


Drrrttt Drrrttt


Telfon pun tersambung.


"Halo kak Revan ada apa?" tanya Devan dan itu membuat Revan menjadi bingung karna biasa nya Devan akan berkata ' Apa' saja


"Kamu lagi di mana?" tanya Revan


"Ini mau pulang" jawab Devan


"Kamu sakit ya?" tanya Revan


"Hahaha... gak kok aku lagi seneng aja hari ini" jawab Devan dan itu membuat Revan penasaran


"Seneng kenapa?" tanya Revan


"Habis ketemu Xera" jawab Devan


"Jadi kamu sudah tau?" tanya Revan


"Iya tadi aku ke mansion Alexander" jawab Devan


"Ooh, Oke kalau begitu cepat pulang kita di panggil sama dady kata nya ada yang mau di tanyain" kata Revan


"Bye" kata Revan


Dan telfon pun terputus.


"Jadi dari tadi dia ada di mansion Alexander, tega banget gak ngajak ngajak" gumam Revan sambil memanyun kan bibir nya


Di sisi lain Devan sedang mampir membeli martabak manis di pinggir jalan dan tiba tiba Kevan pun menghampiri nya.


"Jujur, sebenar nya lo siapa nya Reina?" tanya Kevan saat datang dan Devan memutar bola mata nya malas karna dari cerita Xera di kamar ,Kevan itu suka menyakiti Reina secara fisik mau pun hati


"Emang apa hubungan nya sama kamu?" tanya Devan balik dan itu membuat Kevan marah tapi dia berusaha untuk terlihat biasa biasa saja tapi tetap saja Devan mengetahui nya


"Karna Reina itu pacar gue" jawab Kevan yang kepedean dan itu membuat Revan tertawa kecil mendengar nya


"Pacar ya? Emang ada ya pacar yang peduli tapi nyakitin?" tanya Devan


"Aku sebagai laki laki malu sama apa yang kamu lakukan ke Reina dan sekarang kamu bilang dia pacar kamu" lanjut Devan dengan wajah datar nya dengan tatapan tajam


"Terus urusan nya sama lo apa?" tanya Kevan


"Aku kakak nya, jadi aku akan lindungi adek kesayangan ku dari orang kayak kamu" jawab Devan dan setelah itu...


"Mas, ini martabak manis nya" kata penjual martabak itu


"Terima kasih, berapa?" tanya Devan


"Empat puluh ribu mas" jawab penjual martabak itu dan Devan pun mengeluarkan uang sejumlah Rp 50.000


"Ini kembalian nya" kata penjual martabak


"Eh gak usah pak ambil aja" kata Devan

__ADS_1


"Makasih ya mas" ucap nya dan di balas anggukan dari Devan


"Martabak nya udah jadi, jadi aku pulang duluan ya" kata Devan kepada Kevan


"Bye Kenalpot" ucap Devan yang langsung mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi dan Kevan hanya bisa menatap nya dengan kesal


"Awas aja lo, gue akan bikin lo nyesel engjek gue" gumam Kevan


Setelah sampai di rumah Devan langsung memarkir kan motor nya di garasi dan setelah itu dia pun langsung masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" ucap Devan


"Waalaikumsalam" jawab Revan yang sudah menunggu di sofa


"Habis dari mana aja sih, kok lama banget?" tanya Revan


"Oh tadi habis beli martabak plus ngejekin si Kenalpot alias Kevan" jawab Devan


"Ngapain sih pake acara beli martabak segala" kata Revan


"Aku lagi pingin aja" kata Devan


"Kayak orang ngidam aja kamu" kata Revan


"Biarin" kata Devan


"Yuk, udah di tunggu dari tadi sama dady" kata Revan


"Ya sudah yuk" kata Devan dan mereka berdua pun langsung menuju ke ruang kerja dady nya karna biasanya kalau jam segini dady nya ada di ruang kerjanya


Sesampai nya di depan pintu ruang kerja dady nya mereka berdua pun mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok tok tok tok


"Masuk" kata Dady Alvaro


"Ayo duduk dady mau nanya sesuatu sama kalian dan ini penting" kata Dady Alvaro dengan menekan kan kata 'penting'


"Dady mau nanya apa?" tanya Revan


"Dady mau nanya soal Xera" jawab Dady Alvaro dan itu membuat mereka berdua langsung tegang di dalam hati tapi luar nya biasa saja


"Mudah dady gak nanya tentang Xera masih hidup atau gak" kata Devan di dalam hati


"Tadi dady dapat pesan dari nomor asing dan dia bilang Xera masih hidup, apa itu benar?" tanya Dady Alvaro sambil menaik kan satu alis nya


"Iya dad" jawab mereka berdua secara spontan


"Kenapa kalian gak ngasih tau dady sama momy?" tanya Dady Alvaro dan mereka berdua pun hanya bisa menunduk kan kepala nya


"Maaf dad aku takut nanti dady marah dan bilang kita itu bohong" jawab Revan


"Tapi setidak nya kalian bilang donk ke momy kalian" kata Dady Alvaro


"Aku takut nanti momy cerita ke David dan dia akan menyakiti diri nya lagi karna dia menganggap kita bohong" kata Devan


Huft


"Sekarang di mana Xera?" tanya Dady Alvaro


"Dia ada di tubuh nya Reina Elvan Alexa" jawab Devan


Bersambung


Apakah dady Alvaro akan percaya?

__ADS_1


__ADS_2