
Setelah itu Daniel dan Reina pun pergi ke kantin bersama, mereka pun duduk dengan Kevan dkk.
"Hai Reina" sapa Mela sok ramah dan Reina tidak menjawab nya sama sekali itu yang membuat Kevan marah
"Heh, kalau di sapa ya di jawab" kata Kevan dengan nada yang sedikit meninggi tapi Reina tetap fokus dengan makanan nya
Liat tu si Reina di marah sama Kevan
Apa sih salah nya
Gak tau juga Kevan berlebihan banget
Istimewa banget kayaknya si Mela
Kemarin sudah main tuduh, eh sekarang marah marah gak jelas
Kalau aku jadi Reina, aku bakal bikin dia kapok
Begitulah bisik bisik di sekitar mereka dan Niko yang baru sampai di kantin langsung duduk di sebelah Reina.
Posisi:
Niko. Reina. Daniel. Regan. Reno.
Darren. Vino. Kevan. Mela. Samuel.
"Udah Kev jangan marahin Reina" kata Mela yang pura pura kelihatan takut
"Gue gak perlu lo belain" kata Reina dan Niko mengerti jika cara berbicara Reina sudah begini berarti dia sudah muak/ marah
"Sukur di belain, di belain malah gitu balasannya" sindir Kevan
"Ini si Kepan buta ato apa sih" kata Vino dalam hati
"Sebodoh bodoh nya Vino dia gak kayak Kevan" batin Darren
"Mela mulu yang di bela, ****** di bela" batin Reno yang tau Mela sering ke club dan tidur dengan pria pria kaya
"Kayak nya Kevan harus di Ruqiyah" batin Samuel
"Kayak nya Mela mau di lempar ke kawah gunung berapi" batin Regan yang sudah gemas
"Gue gak perlu pembelaan dia" kata Reina dengan nada dingin bahkan lebih dingin dari Revan
"Maaf Rei kalau aku ada salah" kata Mela dengan ekspresi yang di buat terlihat sedih
"Heh jangan banyak akting lo, jijik gue liat nya" kata Reno dan di angguki oleh semuanya
"Maksud kalian apa?" tanya Kevan
"Udah lo jauh jauh dari ni cewek, geli gue liat nya" jawab Reno
"Simpanan om om aja sok polos" kata Vino yang langsung membuat Kevan melirik kepada Mela
"Bener apa yang Vino bilang?" tanya Kevan
"Gak, aku gak gitu" jawab Mela dengan ekspresi yang di buat sangat ketakutan
Tonton bagus ni
****** aja bangga
__ADS_1
Pantes aja tampilan mirip *****
Kan dia memang ***** bego
Eh iya juga ya
Bisik bisik orang orang di kantin.
"Udah ngaku aja lo, gak capek apa akting mulu tiap hari" kata Samuel
"Tau tuh" kata Regan
"Putusin aja Pan" kata Vino
"Putusin" kata mereka semua kecuali Reina, Niko, Daniel sambil memukul mukul meja seperti anak kecil meminta tambahan makanan
"Diem dulu" kata Daniel
"Mungkin nanti putus nya mau di rayain di hotel" kata Daniel
"Mantap, jangan lupa sediain makanan yang banyak buat Vino yang tampan ini" kata Vino
"Sapa yang bayar?" tanya Niko
"Yang punya acara kan Kevan, jadi Kevan yang bayar" jawab Reno
"Aku di undang kan?" tanya Niko
"Di undang lah, nanti satu sekolah kita undang" jawab Vino
"Mela jujur sama aku, bener gak yang di bilang mereka?" tanya Kevan sambil menatap mata Mela dan Mela menjadi panik
"Gak kak aku gak gitu" jawab Mela dengan panik dan itu meyakinkan Kevan bawah apa yang di katakan teman temannya itu benar
"Aku gak pernah bohong sama kakak" jawab Mela dengan mata yang melihat ke arah lain
"Kita putus" kata Kevan dan langsung mendapat Respon baik dari penghuni kantin
Alhamdulillah putus juga akhirnya
Yes mereka putus
***** gak cocok sama pacar gue
Pacar palalu
Yang penting gue cantik
Iya tau, tapi masih cantikan gue
Yang penting si ***** jauh jauh dari Kevan gue
Setelah mengatakan itu Kevan langsung pergi menuju rooftop karna dia tak berselera untuk makan.
Regan dkk pun langsung menyusul Kevan menuju rooftop dan di sana mereka semua pun duduk di sofa yang memang sudah ada di sana.
"Sabar Van, dia bukan cewek baik" kata Vino sambil memegang pundak Kevan
"Bukan itu masalah nya" kata Kevan
"Terus masalah nya apa?" tanya Regan
__ADS_1
"Itu anak Antranos ngajak tauran" jawab Kevan
"Ya udah, terus masalah nya apa?" tanya Regan
"Mereka mau kita serahin Reina kalau gak dia bakal bawa anggota seratusan" jawab Kevan
"Kurang ajar, kok pakai bawa adek gue segala" kata Reno
"Sejak kapan lo anggep Reina itu adek lo?" tanya Regan, Samuel dan Vino secara spontan
"Waktu dia gak pulang pulang, lebih tepat nya waktu dia di rumah sakit" jawab Reno
"Terus gimana?" tanya Kevan
"Eh lo lupa, Reina kan deket sama anak the noble sama anak roses juga" jawab Samuel
"Oh ya juga ya, tapi bukannya Roses itu mafia juga ya?" tanya Regan
"Itu yang tadi anter Reina siapa namanya?" tanya Samuel
"Kak David" jawab Vino
"Nah kak David itu leader nya Roses" jawab Samuel
"Kok lo tau?" tanya Reno
"Kan Roses itu terkenal, lo aja kali yang gak paham yang gituan" jawab Samuel
Roses (mawar hitam) adalah mafia yang di dirikan oleh David dan Devan mereka mendirikan Roses saat menginjak kelas 10.
Alasan mereka membangun Roses adalah karna mereka ingin seperti kakek nya yang juga seorang mafia.
"Ya terkenal menurut lo, karna kan papa Richard juga mafia" kata Vino
"Ya juga sih" kata Reno
"Gan, bilang sama Reina soal ini" kata Samuel
"Sudah" jawab Regan
"Kapan?" tanya Reno
"Tadi waktu lo pada ngomongin soal mafia" jawab Regan
"Terus yang nama nya Devan itu juga bukannya leader Roses juga?" tanya Reno
"Iya mereka mirip, mungkin kembar" kata Vino
"Ya dia juga leader Roses" jawab Samuel
"Kalau begitu kumpulin ada dulu anggota kita" kata Kevan
"Oke" kata Regan
Wilinataxer
Regantara Alexander
: "Kumpul di mansion Alexander jam 03.00, Antranos nantang kita buat tauran jadi kita rancang strategi."
Bersambung
__ADS_1
Maaf sedikit 🙏🙏